Yogyakarta — Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (MPI) STAI Nurul Iman (STAINI) Parung Bogor menunjukkan komitmen kuat dalam penguatan mutu pendidikan tinggi dengan berpartisipasi aktif dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Pengurus Pusat Manajemen Pendidikan Islam (PPMPI) yang diselenggarakan di Yogyakarta.
Rakernas PPMPI menjadi forum strategis konsolidasi nasional bagi Program Studi MPI se-Indonesia, baik dari Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) maupun Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (PTKIS), dalam rangka memperkuat tata kelola kelembagaan, mutu akademik, serta jejaring keilmuan Manajemen Pendidikan Islam.
Keikutsertaan Prodi MPI STAINI diwakili langsung oleh Ketua Prodi MPI, Mahbub Zuhri, M.Pd., yang juga dipercaya sebagai anggota Bidang Keorganisasian dan Kerja Sama PPMPI. Dalam forum tersebut, Mahbub Zuhri terlibat aktif berdiskusi dan berkolaborasi dengan para Ketua Prodi MPI dari berbagai perguruan tinggi Islam di Indonesia, membahas penguatan struktur organisasi PPMPI, pengembangan jejaring akademik nasional, serta sinergi lintas kampus dalam menghadapi tantangan pendidikan Islam ke depan.
Rakernas PPMPI menghasilkan sejumlah program unggulan, di antaranya pembentukan kepengurusan wilayah PPMPI di 15 Kopertais, penguatan kualitas jurnal-jurnal MPI agar mampu menembus akreditasi internasional, serta peningkatan kompetensi dosen melalui workshop nasional yang akan diselenggarakan secara luring dan daring.
Ketua Umum PPMPI, Prof. Dr. Sri Rahmi, MA., menegaskan bahwa seluruh program kerja yang dirumuskan ditargetkan dapat berjalan efektif dalam waktu satu tahun. “Kami ingin kehadiran PPMPI benar-benar dirasakan manfaatnya oleh seluruh Prodi MPI di Indonesia,” ujarnya.
Bagi Prodi MPI STAI Nurul Iman, Rakernas ini memiliki makna strategis, khususnya dalam konteks penguatan program studi yang relatif baru. Mahbub Zuhri menilai forum Rakernas sebagai ruang belajar sekaligus akselerasi mutu.
“Sharing dengan para guru besar Manajemen Pendidikan Islam, asesor LAMDIK, serta pengelola jurnal bereputasi internasional memberi kami bekal konkret dalam menyiapkan mutu Prodi MPI STAINI secara lebih terarah,” ungkapnya.
Ia menambahkan, pengalaman diskusi akademik dan kelembagaan dalam Rakernas PPMPI menjadi modal penting bagi Prodi MPI STAINI dalam menghadapi agenda strategis ke depan, terutama persiapan akreditasi. Hal ini sejalan dengan terbitnya izin operasional Prodi MPI STAINI pada tahun 2024, serta dimulainya perkuliahan bagi angkatan pertama mahasiswa pada tahun akademik 2025.
“Sejak awal kami berkomitmen membangun Prodi MPI dengan standar mutu yang kuat dan jejaring nasional yang jelas,” tegasnya.
Secara institusional, keterlibatan aktif Prodi MPI STAINI dalam PPMPI diharapkan berdampak langsung pada pengembangan kapasitas dosen, penguatan jurnal MPI, serta peningkatan kualitas mahasiswa STAI Nurul Iman ke depan. Hasil diskusi, artikel ilmiah, dan praktik baik yang dibagikan dalam Rakernas menjadi rujukan awal dalam penyusunan roadmap pengembangan Prodi MPI STAINI jangka menengah.
Rakernas PPMPI dibuka secara resmi oleh Dekan Fakultas Tarbiyah UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Prof. Dr. Sigit Purnama, S.Pd.I., M.Pd. Ia mengapresiasi kekompakan PPMPI yang tetap konsisten bergerak meski berbasis pada iuran anggota.
“Semangat kolektif seperti inilah yang dibutuhkan untuk mendorong peningkatan kualitas pendidikan Islam di Indonesia,” ujarnya.
Dengan fondasi jejaring nasional yang kuat dan keterlibatan aktif dalam forum strategis PPMPI, Prodi MPI STAI Nurul Iman Parung Bogor optimistis tumbuh sebagai program studi yang adaptif, kredibel, dan berdaya saing nasional.
