STAI Nurul Iman Parung Bogor dan USIM Malaysia Selenggarakan Webinar Internasional Bahas Child Marriage

IMG-20251223-WA0000

            Parung, Bogor — STAI Nurul Iman Parung Bogor bekerja sama dengan Universitas Sains Islam Malaysia (USIM) menyelenggarakan Webinar Internasional bertema “Child Marriage dalam Sistem Hukum: Perbandingan Indonesia–Malaysia” pada Senin, 15 Desember 2025. Kegiatan ini diikuti oleh dosen, mahasiswa, serta pemerhati hukum keluarga Islam dari Indonesia dan Malaysia.

Webinar internasional ini menghadirkan dua narasumber, yakni Dr. Abdul Aziz, M.A., MA.Hk dari STAI Nurul Iman Parung Bogor dan Prof. Madya Dr. Mualilim dari Universitas Sains Islam Malaysia (USIM). Kedua narasumber memaparkan perbandingan regulasi, praktik, serta tantangan penanganan perkawinan anak dalam sistem hukum di masing-masing negara.

            Dalam sambutan pembukaan, Ketua Program Studi Hukum Keluarga Islam (HKI) STAI Nurul Iman Parung Bogor, Dr. Can. Ghufron Maksum, menyampaikan bahwa gagasan penyelenggaraan webinar internasional ini merupakan inisiatif yang digagas oleh almarhum Dr. Ali Mutakin. Ia berharap kegiatan ini dapat menjadi ladang amal jariyah bagi almarhum atas dedikasi dan kontribusinya dalam pengembangan keilmuan dan jejaring akademik internasional.

Lebih lanjut disampaikan bahwa tema child marriage dipilih karena memiliki urgensi tinggi dalam konteks perlindungan anak dan penguatan hukum keluarga Islam. Melalui forum ini, peserta diharapkan memperoleh wawasan komparatif antara sistem hukum Indonesia dan Malaysia sebagai bahan refleksi dan pengembangan kebijakan hukum yang lebih berkeadilan.

Prof. Madya Dr. Mualilim dari Universitas Sains Islam Malaysia (USIM), dalam paparan materinya bahwa di malaysia bagi pasangan yang mau nikah harus ikut pelatihan selama beberapa pekan dan mendapatkan sertifikat dari pemerintah. Di malaysia minimal umur perkawinan yakni 16 Perempuan dan 18 Laki-laki. Pengajuan permohonan dispensasi nikah dibawah umur.

Islam itu utamakan mashlahah, ketika kebenarannya ada maka dispensasi pernikahan dini boleh ats izin. Di malaysia permohonan dispensasi nikah menurun.

Dr. Abdul Aziz, M.A.,MA.Hk memaparkan malaysia belum mengamandemenkan UU Pernikahan, Indonesia sudah mengamandemenkan UU perkawinan.

Kegiatan berlangsung dengan lancar dan interaktif, ditandai dengan sesi diskusi dan tanya jawab antara peserta mahasiswa Hukum keluarga S1 dan S2. Webinar ini menjadi bagian dari komitmen STAI Nurul Iman Parung Bogor dalam memperkuat kolaborasi akademik internasional serta meningkatkan kualitas kajian keilmuan di bidang hukum keluarga Islam.

 by: Redaksi
Publisher: Khoerul

STAI Nurul Iman Parung Bogor Jalin MoU Internasional dengan DMDI Thailand

IMG_0200

Parung, 27 Oktober 2025. Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Nurul Iman Parung Bogor kembali menunjukkan komitmennya dalam memperluas jejaring kerja sama internasional. Pada Senin, 27 Oktober 2025, kampus yang berada di bawah naungan Yayasan Al-Ashriyyah Nurul Iman ini resmi menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Dunia Melayu Dunia Islam (DMDI) Thailand. Kegiatan bersejarah tersebut berlangsung di Masjid Toha, kompleks Yayasan Al-Ashriyyah Nurul Iman, Parung, Bogor, dalam suasana penuh keakraban dan nuansa ukhuwah Islamiyah.

Penandatanganan MoU ini dihadiri langsung oleh jajaran pimpinan STAI Nurul Iman, perwakilan DMDI Thailand, Ustadz dan Ustadzah, serta para dosen dan mahasiswa. Dari pihak STAI Nurul Iman, hadir Ketua STAI Nurul Iman, para Wakil Ketua, serta sejumlah kepala program studi. Sementara dari pihak DMDI Thailand, hadir delegasi resmi yang dipimpin Dr. H. Kumajdi Jamirudeng ketua DMDI (Dunia Melayu Dunia Islam) Thailand beserta rombongan dan Dr.Abdulhafiz Hile ketua jaringan sekolah agama swastawilayah sepadan selatan Thailand.

Dalam sambutannya, Ketua STAI Nurul Iman Dr. Hj Umi Waheeda S.Psi., M.Si mengungkapkan  “Ahlan Wasahlan Dr. H. Kumajdi Jamirudeng dan Dr.Abdulhafiz Hile  beserta rombongan, berkunjung di nurul iman, tamu-tamu jauh dari negeri gajah putih bagian south thailand. Satu-satunya di dunia, hotel yang bernuansa islami hanya ada di thailand bagian selatan dengan nama Hotel HALAL” ujarnya.

Nurul Iman sekarang sering di datangi oleh tamu-tamu penting. Umi juga dengan senang hati jika ada murid-murid dari thailand ingin mondok di nuru iman.

Tidak mudah mendidik anak yang segini (santri) banyaknya. Abah dan Umi tidak menyerah, terus fastabiqul khairat.di Nurul Iman belajar Agama, umum dan wirausaha bussines enterpreunership, tujuan untuk apa ? agar Nurul iman tidak tanga di bawah. Abah melarang itu. “ ungkap Umi

Pembina Yayasan Al-Ashriyyah Nurul Iman sekaligus ketua STAI Nurul iman sebelum dalam sambutan hangat. menegaskan pentingnya sinergi antarnegara dalam membangun pendidikan karena “Pendidikan milik semua orang” tegasnya

Sementara itu, Ketua DMDI Thailand Dr. H. Kumajdi Jamirudeng mengungkapkan rasa bangganya dapat menjalin silaturahmi dan melakukan MoU dengan STAI Nurul Iman. Sangat kagum dengan jumlah produk wirausaha dan jumlah siswa 15 ribu santri,” tuturnya.

Sebelumnya para tamu diajak berkeliling melihat fasilitas milik pesantren khususnya ke tempat wirausaha yakni Pabrik Roti, Animasi, dan Parik Sendal. Kegiatan ditutup dengan doa bersama di Masjid Toha sebagai simbol persaudaraan dan harapan agar kerja sama ini membawa keberkahan bagi kedua lembaga.

Kedua belah pihak menandatangani dokumen resmi MoU disaksikan oleh seluruh peserta. Kerja sama ini berharap yayasan al ashriyyah nurul iman berkembang tiap tahunnya baik dari segi pendidikan, pesantren dan wirausahanya,

Usai penandatanganan, acara dilanjutkan dengan sesi ramah tamah antara delegasi DMDI Thailand dan civitas akademika STAI Nurul Iman dan penyerahan cindera mata.

STAI Nurul Iman Parung Bogor Jalin MoU Internasional dengan Nigeria 

NR_08151_1

Parung, Bogor – 25 Oktober 2025
Pada hari Sabtu, 25 Oktober 2025, STAI Nurul Iman Parung, Bogor menerima kunjungan khusus dari delegasi internasional yang berasal dari Yobe, Nigeria. Kunjungan tersebut merupakan bentuk silaturahmi sekaligus agenda resmi dengan tujuan untuk menjalin kerja sama pendidikan Islam yang tidak hanya fokus pada ilmu agama, tetapi juga lifeskill, sebagaimana konsep pendidikan terpadu yang diterapkan di STAI Nurul Iman.

Delegasi dari Yobe, Nigeria tersebut terdiri dari para tokoh lembaga pendidikan Islam, pemimpin komunitas, serta akademisi yang memiliki perhatian dalam penguatan pendidikan berbasis pesantren. Diantaranya: Assoc. Prof. Abba Idris Adam (Commissioner of Education), Dr. Bukar Aji Bukar (Perm. Sec. Ministry of Education), Umar Hassan Babayo (Perm. Sec. Ministry of Education), Prof. Adam Muhammad Mustapha (Chairman, Basic Education Board), Lawan Abba Shettima (Dir. Centre for Research in Qur’anic Studies), Umar Abubakar (Perm. Member, Hisbah Commission).

Kedatangan mereka disambut langsung oleh Pimpinan STAI Nurul Iman, Umi Waheeda binti H. Abdurrahman Sp.Si M.Si, bersama jajaran pengurus kampus, dewan dosen, serta para mahasiswa.

Kerja sama ini menjadi langkah strategis untuk mengembangkan jaringan internasional antar-lembaga pendidikan Islam, khususnya penelitian keislaman, peningkatan kualitas kurikulum, serta pemberdayaan ekonomi umat. STAI Nurul Iman yang dikenal sebagai lembaga pendidikan tinggi Islam mandiri dan berorientasi sosial memberikan peluang kolaborasi dalam bidang pemberdayaan masyarakat melalui usaha produktif kampus dan dakwah kemanusiaan.

Di STAI Nurul Iman, para tamu dipandu dengan tur area kampus untuk memperkenalkan sistem pendidikan terpadu yang mencakup pendidikan formal, diniyah, dan keterampilan di bidang wirausaha ekonomi syariah. Kegiatan dilanjutkan dengan acara penyambutan resmi bersama seluruh mahasiswa, dosen, dan civitas akademika di Masjid Toha.

Dalam acara tersebut, Yang Mulia Umi menyampaikan:

“And the students not only study academic, but also they are also focused in extra-curricular, because our principle here is that: healthy in mind, body, and soul. So we do that here.”

Umi menjelaskan secara detail tentang seluruh kegiatan yang ada di STAI Nurul Iman serta asal para mahasiswa yang bukan hanya dari Pulau Jawa, melainkan dari Papua hingga Aceh. Harapan Umi kepada para tamu hadirin ialah agar lembaga seperti STAI Nurul Iman, yang memiliki sistem mengintegrasikan ilmu Islam, pendidikan Barat, dan bisnis, dapat didirikan di negara Nigeria maupun negara-negara lainnya.

Sebagaimana disampaikan Umi dalam sambutannya — yang juga pernah beliau ungkapkan kepada para akademisi non-muslim saat diundang ke Michigan, Amerika Serikat, untuk membahas proyek sekolah Islam:

“Why don’t you have a boarding school? Whatever faith. I don’t care. Be it Islamic, Christian, Jewish, Confucianism, Buddhism, Taoism, I don’t care. But the boarding school has to be like Al-Ashriyyah Nurul Iman, integrate the knowledge, the faith-based knowledge, with the Western education and life skills.”

Umi menegaskan bahwa pendidikan di STAI Nurul Iman tidak dibangun untuk melahirkan tangan yang mengemis, tetapi untuk membentuk tangan yang berkuasa — menjadi orang-orang alim dan kaya, seperti Sayyidah Khadijah Al-Kubra dan Sayyidina Utsman bin Affan.

Dengan terjalinnya kesepakatan kerja sama ini, STAI Nurul Iman dan delegasi pendidikan dari Yobe, Nigeria berharap dapat saling menguatkan dalam membangun generasi Muslim yang berakhlak, berilmu, dan berdaya guna bagi masyarakat dunia.

Semoga silaturrahmi dan kolaborasi ini senantiasa mendapat ridha Allah SWT, menjadi langkah awal dari berbagai program kebaikan yang berkelanjutan, serta menjadi inspirasi bagi lembaga-lembaga pendidikan Islam lainnya untuk terus berkembang dan bersinergi demi kemajuan umat.

Aamiin Ya Rabbal ‘Alamiin.

by: KR

Wawan Saputra STAINI Atlet Taekwondo Jawa Barat Raih Emas di PON Bela Diri Kudus 2025

WhatsApp Image 2025-10-16 at 08.40.36 (1)

STAINI, 16 Oktober 2025 — Prestasi gemilang kembali ditorehkan oleh Wawan Saputra, mahasiswa Hukum keluarga Islam STAI Nurul Iman Parung Bogor sekaligus atlet Taekwondo andalan kontingen Jawa Barat, yang berhasil meraih medali emas (Juara 1) pada ajang PON Bela Diri 2025 yang digelar di Kudus, Jawa Tengah.

Dalam pertandingan final yang berlangsung sengit atlit taekwons freestyle, Wawan menunjukkan performa terbaiknya dengan teknik dan strategi yang matang. Keberhasilannya menaklukkan lawan dari DKI Jakarta di babak final membawa nama Jawa Barat bertengger di posisi tertinggi podium kehormatan.

Kemenangan ini menjadi bukti nyata bahwa mahasiswa STAINI mampu berprestasi tidak hanya di bidang akademik, tetapi juga olahraga. Wawan tampil penuh semangat membawa nama baik kampus dan daerahnya.

Alhamdulillah, ini semua berkat doa dan dukungan keluarga, pelatih, serta teman-teman kampus. Saya persembahkan kemenangan ini untuk Jawa Barat dan STAINI,” ujar Wawan usai menerima medali emas di podium.

Ajang PON Bela Diri Kudus 2025 sendiri diikuti oleh ratusan atlet dari berbagai provinsi di Indonesia. Kompetisi ini menjadi wadah penting dalam menjaring bibit-bibit unggul bela diri yang akan mewakili Indonesia di kancah internasional.

Dengan capaian ini, Wawan menambah daftar panjang atlet muda berprestasi asal STAINI yang mampu mengharumkan nama daerah dan kampus di tingkat nasional.

Sumbang Medali Perak untuk Jabar, Syarif Hidayatullah Harumkan Nama STAI Nurul Iman di POMNAS 2025

WhatsApp Image 2025-09-22 at 15.08.48

 

Babak final Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (POMNAS) 2025 cabang olahraga Taekwondo kelas Poomsae akhirnya rampung digelar di GOR Satria, Semarang, Jawa Tengah. Laga yang menampilkan teknik, presisi, dan seni gerak ini menghadirkan pertarungan sengit antarprovinsi. Hasil akhir menempatkan Yogyakarta sebagai peraih emas, disusul Jawa Barat dengan medali perak, sementara Jawa Tengah dan Jawa Timur harus puas berbagi posisi di podium perunggu. Atmosfer GOR Satria pecah ketika para atlet menampilkan performa terbaik mereka demi mengharumkan nama kampus dan daerah masing-masing.

Nama Syarif Hidayatullah, mahasiswa STAI Nurul Iman Bogor, menjadi sorotan utama di laga ini. Turun mewakili kontingen Jawa Barat, ia sukses mengamankan medali perak sekaligus menambah panjang daftar prestasi pribadinya di level nasional. Atlet binaan Pelatnas Taekwondo Indonesia itu memang dikenal sebagai spesialis Poomsae yang kerap menyumbangkan medali pada berbagai kejuaraan nasional dan internasional. Raihan di POMNAS kali ini semakin mengukuhkan reputasinya sebagai salah satu talenta muda Taekwondo terbaik yang dimiliki Indonesia. Tak heran, sorak tepuk tangan penonton di GOR Satria turut menyertai langkahnya naik podium.

WhatsApp Image 2025-09-22 at 15.08.47

Bagi STAI Nurul Iman Bogor, prestasi ini bukan hanya soal olahraga, melainkan juga hadiah besar di tengah-tengah kesibukan kampus mempersiapkan akreditasi Program Studi Hukum Keluarga Islam (HKI). Syarif, yang kini tercatat sebagai mahasiswa semester akhir, membawa harum nama kampus berbasis pesantren tersebut di kancah olahraga nasional. Momentum ini menjadi bukti bahwa perguruan tinggi Islam pun mampu melahirkan atlet berkelas, yang mampu bersaing dengan perguruan tinggi negeri besar lainnya. Pencapaian ini pun disebut sebagai simbol keseimbangan antara kecemerlangan akademik dan prestasi non-akademik.

Menurut catatan panitia, POMNAS 2025 di Jawa Tengah menghadirkan lebih dari 15 cabang olahraga dengan ratusan atlet mahasiswa dari berbagai provinsi. (Data detail jumlah cabor dan jadwal pelaksanaan belum terkonfirmasi resmi, namun diperkirakan berlangsung sepanjang September 2025). Kejuaraan bergengsi dua tahunan ini selalu menjadi ajang pembuktian bagi para atlet muda, sekaligus arena pencarian bakat baru untuk dibina di tingkat nasional. Dengan atmosfer kompetisi yang ketat, Jawa Tengah sebagai tuan rumah berhasil menyajikan pesta olahraga mahasiswa dengan standar penyelenggaraan yang rapi dan meriah.

Hingga berita ini diturunkan, STAI Nurul Iman (STAINI) yang berada di bawah naungan Pondok Pesantren Al-Ashriyyah Nurul Iman kembali membuktikan diri sebagai kawah candradimuka bagi atlet Taekwondo berprestasi. Kampus yang mengusung harmoni antara pendidikan agama, akademik, dan olahraga ini memang dikenal kerap melahirkan talenta Taekwondo yang mampu menorehkan prestasi di level nasional maupun internasional. Rekam jejak panjang STAINI di dunia olahraga membuktikan bahwa pembinaan atlet di lingkungan pesantren tidak kalah dari perguruan tinggi besar lainnya. Dukungan penuh dari pesantren, pelatih, hingga komunitas alumni menjadi faktor penting lahirnya para juara. Tak heran jika medali perak Syarif Hidayatullah di POMNAS 2025 ini turut menambah daftar panjang tradisi prestasi emas STAINI.

Usai pertandingan, Syarif memberikan komentar yang menyentuh hati. “Saya meminta maaf karena belum bisa mempersembahkan medali emas untuk Jawa Barat dan STAI Nurul Iman. Namun saya berharap capaian ini bisa menginspirasi teman-teman, baik sebagai santri maupun mahasiswa aktif, bahwa kerja keras tidak pernah sia-sia. Ke depan saya akan berlatih lebih giat lagi demi meraih hasil terbaik di ajang berikutnya. Terima kasih atas doa dan dukungan dari keluarga besar Al-Ashriyyah Nurul Iman. Medali ini saya persembahkan untuk kampus, pesantren, dan orang tua yang selalu mendukung,” ujarnya dengan penuh rasa syukur.

By: Fariz Hazirin

Publisher: Khoerul

KAJIAN KITAB RISALATUL MU’AWWANAH DI MASJID TOHA STAI NURUL IMAN PARUNG BOGOR

Pengkajian kitab

Pada setiap hari selasa-kamis, UPT Diniyyah STAI Nurul Iman parung Bogor melaksanakan kajian Tasawwuf dengan menggunakan kitab Risalatul Mu’awwanah karya Al- Arif billah Al-Imam Sayyid Abdullah bin Alwi Al-Haddad. Kegiatan ini dimulai pada pukul 08:30-08:55, dengan pemateri Dr. Ali Mutakin, MA.Hk, Wakil Ketua I Bidang Akademik STAI Nurul Iman Parung Bogor.

ini merupakan salah satu program unggulan untuk bertujuan memberikan panduan kepada mahasiswa untuk mengembangkan akhlak mulia seperti sabar, syukur, tawakal, dan rendah hati. Dr. Ali Mutakin, MA.Hk yang berkompeten dalam bidang tersebut, memimpin kajian dengan penuh semangat dan dedikasi. Materi yang dibahas meliputi berbagai aspek penting dari kajian tersebut, termasuk pentingnya memiliki kesadaran akan kehadiran Allah SWT dalam setiap aspek kehidupan, serta bagaimana cara menjalin hubungan yang baik dengan-Nya.

Acara dimulai dengan pembukaan yang diisi oleh  Dr. Ali Mutakin, MA.Hk yang memberikan pengantar dan menjelaskan pentingnya mempelajari ilmu tasawwuf karena membantu mengembangkan akhlak mulia seperti sabar, syukur, tawakal, dan rendah hati,  sehingga seseorang dapat menjadi pribadi yang lebih baik. Setelah itu, beliau memaparkan topik kajian yang telah ditentukan.
Kegiatan yang dilaksanakan di di masjid toha STAI Nurul Iman Parung Bogor ini mendapat sambutan hangat dari para mahasiswa STAI Nurul Iman Parung Bogor. Kehadiran Dr. Ali Mutakin, MA.Hk dan kualitas materi yang disampaikan sangat dihargai oleh para mahasiswa, yang berharap kajian semacam ini dapat diadakan secara rutin. Dengan adanya kajian ini, diharapkan para mahasiswa dapat membantu meningkatkan kualitas diri dengan mengembangkan sifat-sifat positif seperti ikhlas, jujur, dan amanah.

Kegiatan kajian ini juga menjadi momentum untuk mempererat ukhuwah Islamiyah dan memperkuat rasa kebersamaan di antara para mahasiswa STAI Nurul Iman Parung Bogor, dengan harapan bahwa pemahaman tentang tasawwuf yang lebih baik dapat memperbaiki kualitas ibadah dan menguatkan iman dan taqwa masyarakat kepada Allah SWT, sehingga dapat mencapai kehidupan yang lebih bahagia dan mulia di dunia dan akhirat.

KAJIAN KITAB RIYADHUSSOLIHIN DI MASJID TOHA STAI NURUL IMAN PARUNG BOGOR

Pengkajian Kitab

Pada setiap hari sabtu, UPT Diniyyah STAI Nurul Iman parung Bogor melaksanakan kajian kitab Riyadhussolihin yang dikarang oleh Abu Zakariya Yahya bin Sharaf An-Nawawi. Kegiatan ini dimulai pada pukul 14:00-15:30, dengan pemateri Habib Hasan Alaydrus, M.Ag, Ketua UPT Diniyyah STAI Nurul Iman Parung Bogor.

Ini merupakan salah satu program unggulan untuk membantu mahasiswa dalam meningkatkan ilmu agama, membentuk karakter yang baik, meningkatkan kesadaran spiritual, mengembangkan kemampuan analisis, dan menerapkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari.. Habib Hasan Alaydrus, M.Ag yang berkompeten dalam bidang tersebut, memimpin kajian dengan penuh semangat dan dedikasi. Materi yang dibahas meliputi berbagai aspek penting dari kajian tersebut, termasuk pentingnya memiliki adab dan etika yang baik dalam berinteraksi dengan orang lain serta pentingnya bersyukur atas nikmat Allah SWT dan memiliki sifat qanaah (merasa cukup dengan apa yang ada).

Acara dimulai dengan pembukaan yang diisi oleh  Habib Hasan Alaydrus, M.Ag yang memberikan pengantar dan menjelaskan pentingnya memiliki niat yang baik dalam beramal dan menjauhi riya’ dan sum’ah serta Keutamaan sabar dalam menghadapi kesulitan dan ujian, serta cara-cara untuk meningkatkan kesabaran. Setelah itu, beliau memaparkan topik kajian yang telah ditentukan.

Kegiatan yang dilaksanakan di di masjid toha STAI Nurul Iman Parung Bogor ini mendapat sambutan hangat dari para mahasiswa STAI Nurul Iman Parung Bogor. Kehadiran  Habib Hasan Alaydrus, M.Ag dan kualitas materi yang disampaikan sangat dihargai oleh para mahasiswa, yang berharap kajian semacam ini dapat diadakan secara rutin. Dengan adanya kajian ini, diharapkan para mahasiswa dapat membantu meningkatkan kualitas diri dengan mengembangkan sifat-sifat positif seperti ikhlas, jujur, dan amanah.

Kegiatan kajian ini juga menjadi momentum untuk mempererat ukhuwah Islamiyah dan memperkuat rasa kebersamaan di antara para mahasiswa STAI Nurul Iman Parung Bogor, dengan harapan bahwa pemahaman tentang tasawwuf yang lebih baik dapat memperbaiki kualitas ibadah dan menguatkan iman dan taqwa masyarakat kepada Allah SWT, sehingga dapat mencapai kehidupan yang lebih bahagia dan mulia di dunia dan akhirat.

 

KAJIAN KITAB MABADI ‘AWALIYYAH DI KAMPUS STAI NURUL IMAN PARUNG BOGOR

Pengkajian Kitab

Pada setiap malam senin sampai malam kamis, UPT Diniyyah STAI Nurul Iman parung Bogor mengadakan kajian kitab Mabadi ‘Awaliyyah (Ushul Fikih). Kegiatan ini dimulai pada pukul 21:00-22:00, dengan pemateri Khaerudin, M.H Ketua UPT Diniyyah STAI Nurul Iman Parung Bogor.

Ini merupakan salah satu program unggulan untuk membantu mahasiswa mengembangkan kemampuan berfikir kritis dan analitis dalam memahami dan menentukan hukum-hukum fikih. Khaerudin, M.H yang berkompeten dalam bidang tersebut, memimpin kajian dengan penuh semangat dan dedikasi. Materi yang dibahas meliputi berbagai aspek penting dari kajian tersebut, termasuk pentingnya mengenal sumber-sumber hukum fikih, seperti Al-Quran, Hadits, Ijma’, dan Qiyas, serta memahami bagaimana menggunakan sumber-sumber tersebut dalam menentukan hukum-hukum fikih.

Acara dimulai dengan pembukaan yang diisi oleh Khaerudin, M.H yang memberikan pengantar dan menjelaskan pentingnya memahami dasar-dasar fikih dan bagaimana hukum-hukum fikih ditentukan dan mengembangkan kemampuan berfikir kritis dan analitis dalam memahami dan menentukan hukum-hukum fikih. Setelah itu, beliau memaparkan topik kajian yang telah ditentukan.
Kegiatan yang dilaksanakan di Kampus STAI Nurul Iman Parung Bogor ini mendapat sambutan hangat dari para mahasiswa STAI Nurul Iman Parung Bogor. Khaerudin, M.H dan kualitas materi yang disampaikan sangat dihargai oleh para mahasiswa, yang berharap kajian semacam ini dapat diadakan secara rutin. Dengan adanya kajian ini, diharapkan para mahasiswa dapat membantu memahami teks-teks fikih dengan lebih baik dan dapat menganalisisnya dengan lebih efektif.

 

SEMINAR KULIAH UMUM PROGRAM MAGISTER HUKUM KELUARGA ISLAM STAI NURUL IMAN BERSAMA KOMISI DAKWAH MUI PUSAT

WhatsApp Image 2025-08-12 at 09.50.34

Bogor, 19 Juli 2025 – Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Nurul Iman melalui Program Magister Hukum Keluarga Islam sukses menyelenggarakan kegiatan Seminar Kuliah Umum dengan tema “Hijrah dan Kebangkitan Islam: Membangun Hukum Keluarga yang Berkeadilan, Responsif Gender dan Berkeadaban”. Kegiatan ini dilaksanakan pada Sabtu, 19 Juli 2025 bertempat di Aula Utama Kampus Biru STAI Nurul Iman dan dihadiri oleh para mahasiswa magister, serta tamu undangan.

Acara ini merupakan bentuk sinergi antara STAI Nurul Iman dengan Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat dalam memperkuat wawasan keilmuan dan pengembangan paradigma hukum keluarga Islam yang berkeadilan sesuai dengan tantangan zaman. Narasumber pada Seminar Kuliah Umum ini yakni KH Abdul Mun’im, S.H., M.H Wakil selaku (Wakil Ketua Komisi Dakwah MUI Pusat) dan Dr. Canra Lubis, MA.Hum (Sekretaris Komisi Dakwah MUI Pusat)

Kegiatan Seminar Kuliah Umum dibuka oleh Wakil Ketua 1 Bidang Akademik Assoc. Prof Dr. Ali Mutakin, MA.Hk, yang menekankan pentingnya pemahaman hukum keluarga yang tidak hanya berorientasi pada teks, tetapi juga memperhatikan konteks sosial, keadilan gender, dan nilai-nilai kemanusiaan.

Materi Utama dan Diskusi

Kuliah umum ini menghadirkan narasumber dari Komisi Dakwah MUI Pusat yang membawakan materi mendalam tentang urgensi hukum keluarga dalam yang Berkeadilan, Responsif Gender dan Berkeadaban. Narasumber menegaskan bahwa hijrah bukan hanya peristiwa historis, tetapi sebuah gerakan transformasi menuju kehidupan yang lebih adil dan berkeadaban.

Dalam paparannya, beliau menjelaskan bahwa hukum keluarga yang ideal harus mampu merespons isu-isu kontemporer, seperti kesetaraan gender, perlindungan terhadap perempuan dan anak, serta penguatan nilai-nilai moral dalam rumah tangga. “Membangun keluarga yang adil bukan hanya tanggung jawab individu, tetapi juga tugas negara melalui regulasi dan implementasi hukum yang berpihak pada kemaslahatan bersama,” tegas KH Abdul Mun’im Wakil Ketua Komisi Dakwah MUI Pusat

Selain itu, topik tentang isu child free cukup 2 anak menjadi sorotan utama juga akademika hukum keluarga Islam merespon hal tersebut. Fungsi seminar ini transfer of knowlenge, efek positif.  Diskusi ini menggarisbawahi bahwa Islam sebagai agama rahmatan lil ‘ālamīn memberikan ruang bagi keadilan gender, selama pemahaman tersebut didasarkan pada prinsip-prinsip Al-Qur’an dan Sunnah yang autentik.

Interaksi dan Antusiasme Peserta

Sesi diskusi interaktif menjadi momen yang sangat dinantikan. Para peserta, terutama mahasiswa program magister, aktif mengajukan pertanyaan seputar praktik hukum keluarga di Indonesia, tantangan implementasi Undang-Undang Perkawinan, hingga isu-isu seputar perceraian dan hak-hak perempuan.

Antusiasme peserta menunjukkan bahwa tema ini relevan dengan kebutuhan masyarakat modern. Berbagai gagasan segar muncul dalam forum, salah satunya tentang bagaimana membumikan nilai hijrah dalam tataran keluarga melalui pembaruan hukum yang sesuai syariah dan konteks sosial kekinian.

Penutup dan Harapan

Acara diakhiri dengan doa bersama dan foto bersama seluruh peserta. Panitia menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang mendukung terselenggaranya kegiatan ini, khususnya Komisi Dakwah MUI Pusat yang telah memberikan kontribusi pemikiran strategis bagi pengembangan ilmu hukum keluarga Islam di Indonesia.

Diharapkan melalui kegiatan ini, mahasiswa dan akademisi STAI Nurul Iman semakin memiliki wawasan luas, kritis, dan solutif dalam menghadapi dinamika hukum keluarga. Tema hijrah dan kebangkitan Islam diharapkan menjadi inspirasi untuk terus mengembangkan pemikiran Islam yang progresif, berkeadilan, dan berkeadaban di era modern.

 

SEMINAR BEASISWA: INVESTASI MASA DEPAN, JANGAN ASAL DAFTAR DOANG BRO!

IMG_7083

Selasa siang, 27 Mei 2025, pukul 14.00 WIB, aula STAINI kembali ramai oleh mahasiswa dan mahasantri yang semangat datang mengikuti seminar keren bertema beasiswa. Acara ini dibuka dan ditutup langsung oleh Ustadzah Siti Halimah, tanpa sambutan atau opening speech panjang-panjang, jadi langsung ke isi acara yang padat dan inspiratif. Seminar kali ini dipandu oleh Danang sebagai MC dan Rama sebagai moderator—keduanya dari HMJ IQT—yang bikin suasana tetap cair dan komunikatif.

IMG_7128

Narasumber pertama, Ustadzah Khafidoh, membawakan materi tentang “Manfaat dan Dampak Beasiswa serta Investasi Pendidikan”. Dalam penyampaian materinya, beliau menekankan bahwa beasiswa itu bukan hanya tentang gratisnya biaya kuliah, tapi juga bentuk investasi masa depan yang punya pengaruh besar terhadap kualitas hidup seseorang. Ia juga mengajak peserta untuk mulai memperbaiki niat dalam mengejar beasiswa—bukan cuma untuk gengsi atau ikut-ikutan. Bahkan, hal sederhana seperti memperbaiki cara berbicara, tata bahasa dalam surat motivasi, sampai attitude saat wawancara, semuanya harus diperhatikan. Dan yang paling penting: semua itu butuh effort besar. Gak ada hasil instan, bro!

Setelah itu, giliran Ustadzah Ernawati yang menyampaikan materi tentang “Sosialisasi Beasiswa LPDP: Tujuan dan Strategi Sukses Wawancara”. Beliau mengajak para peserta untuk lebih mengenal LPDP—beasiswa dalam negeri yang gak kalah kece dari beasiswa luar negeri. Di sela-sela pemaparan, Ustzh. Ernawati juga membagikan pengalamannya saat mendapat beasiswa dan studi di Amerika Serikat, lengkap dengan lika-liku perjuangannya dari awal daftar sampai akhirnya lolos. Ia menegaskan bahwa beasiswa itu bukan main-main, dan semua tahapan seleksi membutuhkan persiapan mental, wawasan, dan ketekunan. Tapi kalau kita niat dan kerja keras, semuanya bisa dicapai.

Sesi tanya jawab jadi bagian yang seru meskipun singkat. Satu peserta laki-laki dan satu peserta perempuan dapat kesempatan buat nanya. Salah satu pertanyaannya cukup nyentil: “Lebih susah mana, dapet beasiswa atau mempertahankannya?” Kedua narasumber sepakat: dua-duanya susah, tapi yang paling penting itu bertahan dan terus berjuang. Proses beasiswa itu penuh tantangan di setiap tahap, tapi selama kita punya semangat, motivasi diri, dan tahu kenapa kita ngejar itu semua, pasti bisa.

Nggak cuma itu, mereka juga kasih pesan penting, terutama buat peserta perempuan. Bahwa perempuan pun punya hak dan peluang yang sama dalam pendidikan tinggi. Jangan merasa cukup hanya mengurus rumah, tapi juga harus siap berbagi peran dan berkontribusi lebih luas. Jadi, belajar keras dan berdaya itu juga bentuk ibadah.

Seminar siang ini nggak cuma nambah ilmu, tapi juga jadi sumber semangat buat para mahasiswa dan mahasantri STAINI. Beasiswa itu bukan cuma soal uang kuliah gratis—tapi tentang bagaimana kita siap membentuk masa depan yang lebih baik lewat perjuangan yang nggak setengah-setengah.

By: Hazirin

Editor: Khoerul

Salam Redaksi