Kementerian Agama RI dan PTP UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Tinjau Pengelolaan Green Ekologi di Kampus Pesantren STAINI Nurul Iman

1

Parung, Ahad 16 November 2025 — STAI Nurul Iman kembali menjadi tuan rumah kunjungan resmi dari Kementerian Agama Republik Indonesia bersama Pusat Teknologi Pembelajaran (PTP) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Kunjungan ini diarahkan khusus untuk meninjau dan memperkuat program pengelolaan green ekologi di lingkungan kampus berbasis pesantren yang telah lama menjadi ciri khas STAINI.

Rombongan Kementerian Agama RI disambut hangat oleh Ketua STAINI Nurul Iman yakni Dr. Hj. Umi Waheeda, S.Psi, M.Si,   beserta jajaran pimpinan. Dalam paparannya, pihak kampus menyampaikan berbagai upaya yang telah dilakukan untuk mengintegrasikan prinsip-prinsip ekologi hijau dalam kehidupan akademik dan kepesantrenan, mulai dari pengelolaan sampah mandiri, penataan ruang terbuka hijau, pengembangan urban farming, hingga gerakan hemat energi di asrama dan ruang belajar.

Perwakilan Kementerian Agama RI memberikan apresiasi atas inovasi hijau yang dikembangkan STAINI, terutama karena berbasis pada kesadaran santri dan mahasiswa melalui pendekatan living eco-pesantren. Mereka menegaskan bahwa model seperti ini dapat menjadi rujukan bagi Perguruan Tinggi Keagamaan Islam lain dalam mewujudkan kampus yang ramah lingkungan, mandiri energi, dan selaras dengan nilai-nilai keislaman. Beliau Juga menyampaikan “Kami Belajar Pengabdian Dan Keikhlasan Dari Nurul Iman Juga Pengelolaan Ekologi Yang Manfaat Sesuai Dengan Jargon Kemenag RI.”

Sementara itu, tim PTP UIN Syarif Hidayatullah Jakarta meninjau potensi penerapan teknologi pembelajaran yang mendukung ekologi hijau, seperti sistem monitoring penggunaan energi, digitalisasi administrasi untuk mengurangi penggunaan kertas, serta inovasi media pembelajaran yang mengintegrasikan tema keberlanjutan. PTP juga membuka peluang kolaborasi dalam penguatan edukasi lingkungan melalui platform pembelajaran digital.

Ketua STAINI Nurul Iman, Dr. Hj. Umi Waheeda, S.Psi, M.Si, dalam sambutannya menyampaikan bahwa sistem pendidikan di Nurul Iman mempunyai program magang entrepreneurship bagi yang sudah selesai S1. “Yang ditinggalkan oleh Abah untuk Nurul Iman adalah wakaf, Kita mempunyai banyak aset seperti Sawah di Karawang, Kebun Kopi di Lampung, Tambang Batu Bara, Nikel dan juga Emas.” ujarnya.

10

Kegiatan diakhiri dengan peninjauan langsung ke area greenhouse, kebun produktif santri, fasilitas daur ulang internal, serta ruang eco-learning. Rombongan Kementerian Agama dan PTP UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menyampaikan komitmen untuk mendukung program berkelanjutan tersebut melalui pendampingan, kemitraan, dan peningkatan kapasitas.

Dengan adanya kunjungan ini, STAINI Nurul Iman semakin mantap meneguhkan diri sebagai kampus pesantren yang hijau, inovatif, dan berdaya saing dalam pembangunan pendidikan Islam yang berwawasan lingkungan.

By. Redaksi