PEMIRA STAI Nurul Iman 2025: Wujud Penguatan Tradisi Demokrasi Mahasiswa

IMG_2539

Parung–Bogor, 10 November 2025 — STAI Nurul Iman kembali menyelenggarakan Pemilihan Raya (PEMIRA) sebagai agenda tahunan dalam memilih Presiden Mahasiswa (Presma) dan Wakil Presiden Mahasiswa (Wapresma) Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA). Kegiatan demokrasi ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk menyalurkan aspirasi serta menentukan arah kepemimpinan organisasi kemahasiswaan pada periode mendatang.

Penyelenggaraan PEMIRA 2025 dilaksanakan setelah debat kandidat pada 5 November 2025, yang menjadi ruang adu gagasan antar-pasangan calon. Pada tahun ini terdapat dua pasangan calon yang resmi bertarung dalam kontestasi demokrasi kampus, yaitu:

  • Paslon 01: Muhamad Wildi Arifin (Presma) & Achsanul Mubarok (Wapresma)
  • Paslon 02: Nur Muhamad Abdillah (Presma) & Rahmat Kivlan Shadiq (Wapresma)

Kedua pasangan calon memaparkan visi, misi, serta program unggulan yang berorientasi pada penguatan kapasitas mahasiswa dalam aspek akademik, organisasi, dan pemberdayaan kampus.

PEMIRA melibatkan seluruh fakultas dan program studi yang ada di lingkungan STAI Nurul Iman, meliputi Pendidikan Bahasa Arab (PBA), Manajemen Pendidikan Islam (MPI), Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT), Ilmu Hadis, serta Hukum Keluarga Islam (HKI). Partisipasi penuh dari seluruh prodi menunjukkan bahwa demokrasi kampus merupakan agenda kolektif yang melibatkan seluruh unsur kemahasiswaan.

Mahasiswa mengikuti proses pemilihan dengan tertib tanpa mengganggu jalannya kegiatan belajar mengajar (KBM). Hal ini menunjukkan kedewasaan mahasiswa dalam menjaga etika berdemokrasi sekaligus memastikan kegiatan akademik tetap menjadi prioritas utama.

Pembukaan PEMIRA secara resmi dipimpin oleh Wakil Ketua III Bidang Kemahasiswaan, Ust. M. Abdul Jalil, M.Pd. Dalam sambutannya, beliau menegaskan pentingnya menumbuhkan tradisi demokrasi yang sehat di lingkungan perguruan tinggi. Menurutnya, demokrasi bukan hanya proses memilih pemimpin, tetapi juga ruang pembelajaran bagi mahasiswa untuk memahami nilai musyawarah, akuntabilitas, keterbukaan, serta penghargaan terhadap perbedaan pendapat.

Beliau menambahkan bahwa demokrasi yang dijalankan secara jujur dan transparan selaras dengan nilai-nilai keislaman yang diajarkan dalam berbagai literatur klasik maupun modern. Oleh karena itu, PEMIRA diharapkan dapat menjadi sarana pembentukan karakter dan kepemimpinan mahasiswa.

Penerapan demokrasi di lingkungan kampus memberikan banyak manfaat strategis, mulai dari melatih kemampuan mengambil keputusan kolektif, memahami perbedaan gagasan, meningkatkan keterampilan komunikasi politik, hingga memperkuat akuntabilitas pemimpin mahasiswa. Melalui PEMIRA, calon pemimpin mahasiswa belajar memikul tanggung jawab untuk menjalankan program yang telah dikampanyekan dan mempertanggungjawabkannya kepada publik.

PEMIRA STAI Nurul Iman 2025 menjadi bukti nyata bahwa demokrasi kampus dapat berjalan dengan tertib, partisipatif, dan edukatif. Selain menghasilkan pemimpin mahasiswa baru, kegiatan ini juga menjadi sarana pembelajaran politik bagi seluruh mahasiswa. Dengan senantiasa menjunjung prinsip demokrasi yang sehat, diharapkan kepemimpinan mahasiswa di STAI Nurul Iman semakin berkembang dan mampu memberikan kontribusi signifikan bagi penguatan budaya akademik, organisasi, serta kehidupan sosial kemahasiswaan di masa mendatang.

 IMG_2436

 2

1