Kementerian Agama RI dan PTP UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Tinjau Pengelolaan Green Ekologi di Kampus Pesantren STAINI Nurul Iman

1

Parung, Ahad 16 November 2025 — STAI Nurul Iman kembali menjadi tuan rumah kunjungan resmi dari Kementerian Agama Republik Indonesia bersama Pusat Teknologi Pembelajaran (PTP) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Kunjungan ini diarahkan khusus untuk meninjau dan memperkuat program pengelolaan green ekologi di lingkungan kampus berbasis pesantren yang telah lama menjadi ciri khas STAINI.

Rombongan Kementerian Agama RI disambut hangat oleh Ketua STAINI Nurul Iman yakni Dr. Hj. Umi Waheeda, S.Psi, M.Si,   beserta jajaran pimpinan. Dalam paparannya, pihak kampus menyampaikan berbagai upaya yang telah dilakukan untuk mengintegrasikan prinsip-prinsip ekologi hijau dalam kehidupan akademik dan kepesantrenan, mulai dari pengelolaan sampah mandiri, penataan ruang terbuka hijau, pengembangan urban farming, hingga gerakan hemat energi di asrama dan ruang belajar.

Perwakilan Kementerian Agama RI memberikan apresiasi atas inovasi hijau yang dikembangkan STAINI, terutama karena berbasis pada kesadaran santri dan mahasiswa melalui pendekatan living eco-pesantren. Mereka menegaskan bahwa model seperti ini dapat menjadi rujukan bagi Perguruan Tinggi Keagamaan Islam lain dalam mewujudkan kampus yang ramah lingkungan, mandiri energi, dan selaras dengan nilai-nilai keislaman. Beliau Juga menyampaikan “Kami Belajar Pengabdian Dan Keikhlasan Dari Nurul Iman Juga Pengelolaan Ekologi Yang Manfaat Sesuai Dengan Jargon Kemenag RI.”

Sementara itu, tim PTP UIN Syarif Hidayatullah Jakarta meninjau potensi penerapan teknologi pembelajaran yang mendukung ekologi hijau, seperti sistem monitoring penggunaan energi, digitalisasi administrasi untuk mengurangi penggunaan kertas, serta inovasi media pembelajaran yang mengintegrasikan tema keberlanjutan. PTP juga membuka peluang kolaborasi dalam penguatan edukasi lingkungan melalui platform pembelajaran digital.

Ketua STAINI Nurul Iman, Dr. Hj. Umi Waheeda, S.Psi, M.Si, dalam sambutannya menyampaikan bahwa sistem pendidikan di Nurul Iman mempunyai program magang entrepreneurship bagi yang sudah selesai S1. “Yang ditinggalkan oleh Abah untuk Nurul Iman adalah wakaf, Kita mempunyai banyak aset seperti Sawah di Karawang, Kebun Kopi di Lampung, Tambang Batu Bara, Nikel dan juga Emas.” ujarnya.

10

Kegiatan diakhiri dengan peninjauan langsung ke area greenhouse, kebun produktif santri, fasilitas daur ulang internal, serta ruang eco-learning. Rombongan Kementerian Agama dan PTP UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menyampaikan komitmen untuk mendukung program berkelanjutan tersebut melalui pendampingan, kemitraan, dan peningkatan kapasitas.

Dengan adanya kunjungan ini, STAINI Nurul Iman semakin mantap meneguhkan diri sebagai kampus pesantren yang hijau, inovatif, dan berdaya saing dalam pembangunan pendidikan Islam yang berwawasan lingkungan.

By. Redaksi

STAI Nurul Iman Parung Bogor Jalin MoU Internasional dengan DMDI Thailand

IMG_0200

Parung, 27 Oktober 2025. Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Nurul Iman Parung Bogor kembali menunjukkan komitmennya dalam memperluas jejaring kerja sama internasional. Pada Senin, 27 Oktober 2025, kampus yang berada di bawah naungan Yayasan Al-Ashriyyah Nurul Iman ini resmi menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Dunia Melayu Dunia Islam (DMDI) Thailand. Kegiatan bersejarah tersebut berlangsung di Masjid Toha, kompleks Yayasan Al-Ashriyyah Nurul Iman, Parung, Bogor, dalam suasana penuh keakraban dan nuansa ukhuwah Islamiyah.

Penandatanganan MoU ini dihadiri langsung oleh jajaran pimpinan STAI Nurul Iman, perwakilan DMDI Thailand, Ustadz dan Ustadzah, serta para dosen dan mahasiswa. Dari pihak STAI Nurul Iman, hadir Ketua STAI Nurul Iman, para Wakil Ketua, serta sejumlah kepala program studi. Sementara dari pihak DMDI Thailand, hadir delegasi resmi yang dipimpin Dr. H. Kumajdi Jamirudeng ketua DMDI (Dunia Melayu Dunia Islam) Thailand beserta rombongan dan Dr.Abdulhafiz Hile ketua jaringan sekolah agama swastawilayah sepadan selatan Thailand.

Dalam sambutannya, Ketua STAI Nurul Iman Dr. Hj Umi Waheeda S.Psi., M.Si mengungkapkan  “Ahlan Wasahlan Dr. H. Kumajdi Jamirudeng dan Dr.Abdulhafiz Hile  beserta rombongan, berkunjung di nurul iman, tamu-tamu jauh dari negeri gajah putih bagian south thailand. Satu-satunya di dunia, hotel yang bernuansa islami hanya ada di thailand bagian selatan dengan nama Hotel HALAL” ujarnya.

Nurul Iman sekarang sering di datangi oleh tamu-tamu penting. Umi juga dengan senang hati jika ada murid-murid dari thailand ingin mondok di nuru iman.

Tidak mudah mendidik anak yang segini (santri) banyaknya. Abah dan Umi tidak menyerah, terus fastabiqul khairat.di Nurul Iman belajar Agama, umum dan wirausaha bussines enterpreunership, tujuan untuk apa ? agar Nurul iman tidak tanga di bawah. Abah melarang itu. “ ungkap Umi

Pembina Yayasan Al-Ashriyyah Nurul Iman sekaligus ketua STAI Nurul iman sebelum dalam sambutan hangat. menegaskan pentingnya sinergi antarnegara dalam membangun pendidikan karena “Pendidikan milik semua orang” tegasnya

Sementara itu, Ketua DMDI Thailand Dr. H. Kumajdi Jamirudeng mengungkapkan rasa bangganya dapat menjalin silaturahmi dan melakukan MoU dengan STAI Nurul Iman. Sangat kagum dengan jumlah produk wirausaha dan jumlah siswa 15 ribu santri,” tuturnya.

Sebelumnya para tamu diajak berkeliling melihat fasilitas milik pesantren khususnya ke tempat wirausaha yakni Pabrik Roti, Animasi, dan Parik Sendal. Kegiatan ditutup dengan doa bersama di Masjid Toha sebagai simbol persaudaraan dan harapan agar kerja sama ini membawa keberkahan bagi kedua lembaga.

Kedua belah pihak menandatangani dokumen resmi MoU disaksikan oleh seluruh peserta. Kerja sama ini berharap yayasan al ashriyyah nurul iman berkembang tiap tahunnya baik dari segi pendidikan, pesantren dan wirausahanya,

Usai penandatanganan, acara dilanjutkan dengan sesi ramah tamah antara delegasi DMDI Thailand dan civitas akademika STAI Nurul Iman dan penyerahan cindera mata.

STAI Nurul Iman Parung Bogor Jalin MoU Internasional dengan Nigeria 

NR_08151_1

Parung, Bogor – 25 Oktober 2025
Pada hari Sabtu, 25 Oktober 2025, STAI Nurul Iman Parung, Bogor menerima kunjungan khusus dari delegasi internasional yang berasal dari Yobe, Nigeria. Kunjungan tersebut merupakan bentuk silaturahmi sekaligus agenda resmi dengan tujuan untuk menjalin kerja sama pendidikan Islam yang tidak hanya fokus pada ilmu agama, tetapi juga lifeskill, sebagaimana konsep pendidikan terpadu yang diterapkan di STAI Nurul Iman.

Delegasi dari Yobe, Nigeria tersebut terdiri dari para tokoh lembaga pendidikan Islam, pemimpin komunitas, serta akademisi yang memiliki perhatian dalam penguatan pendidikan berbasis pesantren. Diantaranya: Assoc. Prof. Abba Idris Adam (Commissioner of Education), Dr. Bukar Aji Bukar (Perm. Sec. Ministry of Education), Umar Hassan Babayo (Perm. Sec. Ministry of Education), Prof. Adam Muhammad Mustapha (Chairman, Basic Education Board), Lawan Abba Shettima (Dir. Centre for Research in Qur’anic Studies), Umar Abubakar (Perm. Member, Hisbah Commission).

Kedatangan mereka disambut langsung oleh Pimpinan STAI Nurul Iman, Umi Waheeda binti H. Abdurrahman Sp.Si M.Si, bersama jajaran pengurus kampus, dewan dosen, serta para mahasiswa.

Kerja sama ini menjadi langkah strategis untuk mengembangkan jaringan internasional antar-lembaga pendidikan Islam, khususnya penelitian keislaman, peningkatan kualitas kurikulum, serta pemberdayaan ekonomi umat. STAI Nurul Iman yang dikenal sebagai lembaga pendidikan tinggi Islam mandiri dan berorientasi sosial memberikan peluang kolaborasi dalam bidang pemberdayaan masyarakat melalui usaha produktif kampus dan dakwah kemanusiaan.

Di STAI Nurul Iman, para tamu dipandu dengan tur area kampus untuk memperkenalkan sistem pendidikan terpadu yang mencakup pendidikan formal, diniyah, dan keterampilan di bidang wirausaha ekonomi syariah. Kegiatan dilanjutkan dengan acara penyambutan resmi bersama seluruh mahasiswa, dosen, dan civitas akademika di Masjid Toha.

Dalam acara tersebut, Yang Mulia Umi menyampaikan:

“And the students not only study academic, but also they are also focused in extra-curricular, because our principle here is that: healthy in mind, body, and soul. So we do that here.”

Umi menjelaskan secara detail tentang seluruh kegiatan yang ada di STAI Nurul Iman serta asal para mahasiswa yang bukan hanya dari Pulau Jawa, melainkan dari Papua hingga Aceh. Harapan Umi kepada para tamu hadirin ialah agar lembaga seperti STAI Nurul Iman, yang memiliki sistem mengintegrasikan ilmu Islam, pendidikan Barat, dan bisnis, dapat didirikan di negara Nigeria maupun negara-negara lainnya.

Sebagaimana disampaikan Umi dalam sambutannya — yang juga pernah beliau ungkapkan kepada para akademisi non-muslim saat diundang ke Michigan, Amerika Serikat, untuk membahas proyek sekolah Islam:

“Why don’t you have a boarding school? Whatever faith. I don’t care. Be it Islamic, Christian, Jewish, Confucianism, Buddhism, Taoism, I don’t care. But the boarding school has to be like Al-Ashriyyah Nurul Iman, integrate the knowledge, the faith-based knowledge, with the Western education and life skills.”

Umi menegaskan bahwa pendidikan di STAI Nurul Iman tidak dibangun untuk melahirkan tangan yang mengemis, tetapi untuk membentuk tangan yang berkuasa — menjadi orang-orang alim dan kaya, seperti Sayyidah Khadijah Al-Kubra dan Sayyidina Utsman bin Affan.

Dengan terjalinnya kesepakatan kerja sama ini, STAI Nurul Iman dan delegasi pendidikan dari Yobe, Nigeria berharap dapat saling menguatkan dalam membangun generasi Muslim yang berakhlak, berilmu, dan berdaya guna bagi masyarakat dunia.

Semoga silaturrahmi dan kolaborasi ini senantiasa mendapat ridha Allah SWT, menjadi langkah awal dari berbagai program kebaikan yang berkelanjutan, serta menjadi inspirasi bagi lembaga-lembaga pendidikan Islam lainnya untuk terus berkembang dan bersinergi demi kemajuan umat.

Aamiin Ya Rabbal ‘Alamiin.

by: KR

Umi Waheeda Menjadi Pembicara pada 4th Indonesia Conference on Women and Sharia Community Empowerment (ICWSCE) dan 7th International Halal Lifestyle Conference (INHALIFE)

Dr.Hj. Umi Waheeda binti H. Abdul Rahman, S.Psi., M.Si 

Jakarta, 8–12 Oktober 2025 — Sekolah Tinggi Agama Islam Nurul Iman (STAINI) kembali menunjukkan kiprahnya di tingkat nasional melalui keikutsertaan Dr.Hj. Umi Waheeda binti H. Abdul Rahman, S.Psi., M.Si  selaku Ketua STAI Nurul Iman, sebagai salah satu pembicara dalam ajang bergengsi 4th Indonesia Conference on Women and Sharia Community Empowerment (ICWSCE) yang digelar bersamaan dengan 7th International Halal Lifestyle Conference (INHALIFE) dan IN2MOTIONFEST (Indonesia International Modest Fashion Festival) di JIEXPO Convention Centre & Theater, Jakarta.

Acara yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia, bekerja sama dengan Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS), Indonesia Halal Lifestyle Center (IHLC), dan Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF) ini mengusung tema besar “Collaboration to Connect Muslim Women, Halal Businesses, and the Global Market.”

WhatsApp Image 2025-10-11 at 16.36.21 (1)Dalam sesi “Women’s Empowerment and Halal Lifestyle Business Session”, Umi Waheeda menyampaikan pandangan inspiratif mengenai peran strategis perempuan dalam membangun ekonomi umat melalui gaya hidup halal dan pemberdayaan berbasis nilai-nilai Islam. Beliau menegaskan bahwa perempuan memiliki potensi besar dalam memperkuat sektor ekonomi halal, baik di tingkat lokal maupun global, melalui inovasi, spiritualitas, dan kemandirian usaha yang berlandaskan prinsip syariah.

“Lembaga pendidikan Islam, termasuk perguruan tinggi, harus menjadi pusat pemberdayaan umat — tempat lahirnya generasi yang tidak hanya berakhlak, tetapi juga produktif dan mandiri. Dengan semangat kolaborasi dan prinsip halal, kita dapat membawa perubahan nyata bagi masyarakat,” ujar Umi Waheeda dalam paparannya.

Selain sesi diskusi dan seminar, kegiatan ini juga menampilkan pameran produk halal, modest fashion show, serta forum bisnis halal yang mempertemukan pelaku industri halal dari berbagai negara.

Selama lima hari penuh, kegiatan ini turut dimeriahkan oleh kehadiran mahasiswa dan mahasiswi STAI Nurul Iman, yang mengikuti berbagai rangkaian acara dengan penuh antusiasme. Para mahasiswa terlibat aktif dalam forum edukatif dan pameran, guna menambah wawasan serta pengalaman di bidang kewirausahaan, ekonomi syariah, dan gaya hidup halal.

Partisipasi mahasiswa STAI Nurul Iman dalam kegiatan berskala internasional ini menjadi bukti komitmen kampus dalam mencetak generasi muda Islam yang unggul, berjiwa kepemimpinan, dan siap berkontribusi dalam pengembangan ekosistem halal nasional maupun global.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan terjalin sinergi yang berkelanjutan antara dunia akademik, pemerintah, dan pelaku usaha dalam mewujudkan Indonesia sebagai pusat ekonomi dan gaya hidup halal dunia.WhatsApp Image 2025-10-11 at 16.21.04

Wawan Saputra STAINI Atlet Taekwondo Jawa Barat Raih Emas di PON Bela Diri Kudus 2025

WhatsApp Image 2025-10-16 at 08.40.36 (1)

STAINI, 16 Oktober 2025 — Prestasi gemilang kembali ditorehkan oleh Wawan Saputra, mahasiswa Hukum keluarga Islam STAI Nurul Iman Parung Bogor sekaligus atlet Taekwondo andalan kontingen Jawa Barat, yang berhasil meraih medali emas (Juara 1) pada ajang PON Bela Diri 2025 yang digelar di Kudus, Jawa Tengah.

Dalam pertandingan final yang berlangsung sengit atlit taekwons freestyle, Wawan menunjukkan performa terbaiknya dengan teknik dan strategi yang matang. Keberhasilannya menaklukkan lawan dari DKI Jakarta di babak final membawa nama Jawa Barat bertengger di posisi tertinggi podium kehormatan.

Kemenangan ini menjadi bukti nyata bahwa mahasiswa STAINI mampu berprestasi tidak hanya di bidang akademik, tetapi juga olahraga. Wawan tampil penuh semangat membawa nama baik kampus dan daerahnya.

Alhamdulillah, ini semua berkat doa dan dukungan keluarga, pelatih, serta teman-teman kampus. Saya persembahkan kemenangan ini untuk Jawa Barat dan STAINI,” ujar Wawan usai menerima medali emas di podium.

Ajang PON Bela Diri Kudus 2025 sendiri diikuti oleh ratusan atlet dari berbagai provinsi di Indonesia. Kompetisi ini menjadi wadah penting dalam menjaring bibit-bibit unggul bela diri yang akan mewakili Indonesia di kancah internasional.

Dengan capaian ini, Wawan menambah daftar panjang atlet muda berprestasi asal STAINI yang mampu mengharumkan nama daerah dan kampus di tingkat nasional.

Sumbang Medali Perak untuk Jabar, Syarif Hidayatullah Harumkan Nama STAI Nurul Iman di POMNAS 2025

WhatsApp Image 2025-09-22 at 15.08.48

 

Babak final Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (POMNAS) 2025 cabang olahraga Taekwondo kelas Poomsae akhirnya rampung digelar di GOR Satria, Semarang, Jawa Tengah. Laga yang menampilkan teknik, presisi, dan seni gerak ini menghadirkan pertarungan sengit antarprovinsi. Hasil akhir menempatkan Yogyakarta sebagai peraih emas, disusul Jawa Barat dengan medali perak, sementara Jawa Tengah dan Jawa Timur harus puas berbagi posisi di podium perunggu. Atmosfer GOR Satria pecah ketika para atlet menampilkan performa terbaik mereka demi mengharumkan nama kampus dan daerah masing-masing.

Nama Syarif Hidayatullah, mahasiswa STAI Nurul Iman Bogor, menjadi sorotan utama di laga ini. Turun mewakili kontingen Jawa Barat, ia sukses mengamankan medali perak sekaligus menambah panjang daftar prestasi pribadinya di level nasional. Atlet binaan Pelatnas Taekwondo Indonesia itu memang dikenal sebagai spesialis Poomsae yang kerap menyumbangkan medali pada berbagai kejuaraan nasional dan internasional. Raihan di POMNAS kali ini semakin mengukuhkan reputasinya sebagai salah satu talenta muda Taekwondo terbaik yang dimiliki Indonesia. Tak heran, sorak tepuk tangan penonton di GOR Satria turut menyertai langkahnya naik podium.

WhatsApp Image 2025-09-22 at 15.08.47

Bagi STAI Nurul Iman Bogor, prestasi ini bukan hanya soal olahraga, melainkan juga hadiah besar di tengah-tengah kesibukan kampus mempersiapkan akreditasi Program Studi Hukum Keluarga Islam (HKI). Syarif, yang kini tercatat sebagai mahasiswa semester akhir, membawa harum nama kampus berbasis pesantren tersebut di kancah olahraga nasional. Momentum ini menjadi bukti bahwa perguruan tinggi Islam pun mampu melahirkan atlet berkelas, yang mampu bersaing dengan perguruan tinggi negeri besar lainnya. Pencapaian ini pun disebut sebagai simbol keseimbangan antara kecemerlangan akademik dan prestasi non-akademik.

Menurut catatan panitia, POMNAS 2025 di Jawa Tengah menghadirkan lebih dari 15 cabang olahraga dengan ratusan atlet mahasiswa dari berbagai provinsi. (Data detail jumlah cabor dan jadwal pelaksanaan belum terkonfirmasi resmi, namun diperkirakan berlangsung sepanjang September 2025). Kejuaraan bergengsi dua tahunan ini selalu menjadi ajang pembuktian bagi para atlet muda, sekaligus arena pencarian bakat baru untuk dibina di tingkat nasional. Dengan atmosfer kompetisi yang ketat, Jawa Tengah sebagai tuan rumah berhasil menyajikan pesta olahraga mahasiswa dengan standar penyelenggaraan yang rapi dan meriah.

Hingga berita ini diturunkan, STAI Nurul Iman (STAINI) yang berada di bawah naungan Pondok Pesantren Al-Ashriyyah Nurul Iman kembali membuktikan diri sebagai kawah candradimuka bagi atlet Taekwondo berprestasi. Kampus yang mengusung harmoni antara pendidikan agama, akademik, dan olahraga ini memang dikenal kerap melahirkan talenta Taekwondo yang mampu menorehkan prestasi di level nasional maupun internasional. Rekam jejak panjang STAINI di dunia olahraga membuktikan bahwa pembinaan atlet di lingkungan pesantren tidak kalah dari perguruan tinggi besar lainnya. Dukungan penuh dari pesantren, pelatih, hingga komunitas alumni menjadi faktor penting lahirnya para juara. Tak heran jika medali perak Syarif Hidayatullah di POMNAS 2025 ini turut menambah daftar panjang tradisi prestasi emas STAINI.

Usai pertandingan, Syarif memberikan komentar yang menyentuh hati. “Saya meminta maaf karena belum bisa mempersembahkan medali emas untuk Jawa Barat dan STAI Nurul Iman. Namun saya berharap capaian ini bisa menginspirasi teman-teman, baik sebagai santri maupun mahasiswa aktif, bahwa kerja keras tidak pernah sia-sia. Ke depan saya akan berlatih lebih giat lagi demi meraih hasil terbaik di ajang berikutnya. Terima kasih atas doa dan dukungan dari keluarga besar Al-Ashriyyah Nurul Iman. Medali ini saya persembahkan untuk kampus, pesantren, dan orang tua yang selalu mendukung,” ujarnya dengan penuh rasa syukur.

By: Fariz Hazirin

Publisher: Khoerul

ASESMEN LAPANGAN : STAINI SIAP TRANSFORMASI KE INSTITUT

Foto bersama para dosen staini dan asesor

STAINI, 26 Agustus 2025 – Sekolah Tinggi Agama Islam Nurul Iman (STAINI) kembali mencatat sejarah penting dalam perjalanan kelembagaannya. Pada hari Selasa, 26 Agustus 2025, kampus biru STAINI di Parung, Bogor, melaksanakan kegiatan asesmen lapangan sebagai bagian dari Laporan Evaluasi Dini (LED) Institusi, untuk menilai, memverifikasi data, proses pembelajaran, tata kelola, wewanacarai mahasiswa dosen dan Alumni serta sarana prasarana yang dimiliki STAINI. Asesmen ini menjadi krusial untuk menentukan status akreditsi.

Assoc. Prof. Dr Ali Mutakin, MA.Hk

Sejak pagi, suasana kampus biru dipenuhi semangat dan antusiasme. Pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, hingga para alumni hadir menyambut kedatangan tim asesor. Acara pembukaan asesmen dilaksanakan di Aula Utama dengan penuh khidmat. Dalam sambutannya, wakil ketua I Bidang akademik selaku tim LED Assoc. Prof. Dr Ali Mutakin, MA.Hk mengungkapkan “hari ini kita kedatangan tim asesor oleh karena kerja keras dan usaha kita mudah-mudahan bisa mentrans-formasikan STAINI menjadi Institut

Hal senada juga Dr. Ali menyampaikan proses ini adalah kesempatan untuk memperlihatkan pencapaian sekaligus melakukan evaluasi. “Kami percaya, dengan kebersamaan dan kerja keras, STAINI mampu mewujudkan cita-cita besar sebagai universitas yang memberikan manfaat nyata bagi umat dan bangsa,” ungkapnya.

Sambutan selanjutanya oleh perwakilan dari asesor Bpk Samsul Hady “ sangat luar biasa mahasiswa STAINI tidak hanya diberikan materi perkuliahan saja, tapi diberikan olah raga dari negeri gingseng, perfrom tadi sangat bagus sekali, sudah saatnya STAINI menjadi univeritas bukan institut lagi

asesor Dr. Muhammad Samsul Hady, M.Ag

Ketua STAINI, Dr. Hj.  Umi Waheeda, S.Psi., M.Si., menegaskan komitmen institusi untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan. “Isyaallah STAINI perubahan nama atau status, melainkan bentuk ikhtiar bersama dalam memberikan layanan pendidikan tinggi yang lebih luas. Kami ingin STAINI menjadi pusat pengembangan ilmu, riset, dan pengabdian masyarakat yang unggul,” ujar Dr.Hj. Umi Waheeda

Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) memberikan mandat kepada Dr. Muhammad Samsul Hady, M.Ag dari UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, dan Dr. M. Nurul Irfan, M.Ag dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta serta di dampingi oleh staff  BAN PT Ibu Elok Roslita sari sebagai Tim Asesor. Kegiatan asesmen di laksanakan di Ruang 09 Samping perpustakaan STAI Nurul Iman. Sebelum dilakukan penilaian asesor di suguhkan musik daerah yakni kentongan dari himpunan mahasiswa banyumasan, juga perfromance dari taekwondo N’Lions.

Para mahasiswa turut berperan aktif dalam asesmen ini. Mereka menyampaikan testimoni tentang pengalaman belajar di STAINI, suasana akademik, serta kontribusi kampus dalam membentuk karakter islami dan profesional. Alumni pun hadir memberikan dukungan dengan menceritakan kiprah mereka di berbagai bidang pekerjaan setelah menyelesaikan studi di STAINI.

Di akhir kegiatan, tim asesor memberikan apresiasi atas kesiapan STAINI dalam menghadapi transformasi ini. Meski masih ada beberapa catatan perbaikan, namun secara umum STAINI dianggap memiliki fondasi yang kuat untuk melangkah menuju institut. Hasil asesmen ini akan menjadi bahan pertimbangan BAN-PT dalam memberikan rekomendasi resmi.

Dengan semangat perubahan, STAINI optimis menatap masa depan. Transformasi menuju institut diharapkan bukan hanya meningkatkan reputasi kelembagaan, tetapi juga memperluas akses pendidikan tinggi berkualitas bagi masyarakat. Seluruh elemen kampus biru sepakat, asesmen lapangan ini adalah langkah awal menuju babak baru: STAINI yang siap bertransformasi menjadi universitas unggul, modern, dan berdaya saing global.

Editor: Fariz Hazirin

Publisher: Khoerul

 

KASANTRI INDONESIA & PONDOK PESANTREN AL ASHRIYYAH NURUL IMAN STADIUM GENERAL

SNI02699

KASANTRI merupakan lembaga komunitas ikatan alumni santriawati Indonesia dan sudah tersebar luas di Indonesia dan Malaysia, KASANTRI bekerjasama dengan beasiswa Malaysia dan beberapa mitra haramain, juga lembaga persyaratan seluruh alumni santriwati, dengan tujuan membangun peradaban nusa & bangsa serta pemberdayaan manusia.

Pada hari Jum’at, tanggal 22 Agustus 2025 KASANTRI kembali hadir di Pondok Pesantren Al Ashriyyah Nurul Iman Islamic Boarding School guna melangsungkan STADIUM GENERAL dengan tema ”University Challeges Toward the world Muslim Future Leaders”, yang berarti tantangan universitas menuju pemimpin muslim masa depan yang dinarasumberi oleh Prof. Dr. Amany Lubis, Lc, M.A selaku ketua MUI.

SNI02699

Acara yang dibuka pada pukul 09.20 dibaakan oleh Ahsanul Mubarok selaku Master of ceremony, selanjutnya lantunan ayat suci Al qur’an beserta sari tilawah yang dibacakan oleh M.Rifki dan M. Fahri, lalu penayangan profil Pondok Pesantren Al Ashriyyah Nurul Iman Islamic Boarding School dan KASANTRI serta penayangan kaledeoskop Prof. Dr. Amany Lubis, Lc, M.A yang berisi tentang biografi dan latar belakang. Beliau lahir di Kairo Mesir pada tanggal 22 Desember 1963 serta berisikan riayat pendidikan tinggi yang ditempuhnya dan beberapa penghargaan yang diraihnya, dilanut dengan kreasi seni dari santri putra yakni, Tae Kwon Do dan diakhiri dengan sambutan dari Meisyanti Munir M..Hum selaku ketua umum KASANTRI Indonesia.

Pada jam 10.26 masuk pada acara inti, yaitu STADIUM GENERAL oleh narasumber yang diawali dengan pembacaan Qs. Al-Hasyr ayat 9, “Principles to Build a Civilization”. Sebagai pedoman serta contoh dalam menjalankan tantangan di era modern, dengan beberapa pokok yang dikedepankan seperti, Preserving the institution of marriage, the appreciation of diversity ini families, getting rid of ignorance of AI.

IMG_0278

Adapun prinsip dalam berkepimpinan, ketaatan & ikhlas, kebersamaan atau saling mendukung, keberlanjutan, yang sangat penting dan berarti, sistem lama tidak boleh dibuang begitu saja, berlanjut dari generasi ke generasi, tanggung jawab yang berguna untuk menjaga keamanan, reward, punishment dan jika ingin menjadi orang yang baik maka terimalah atau dengarkanlah nasihat, terapkan keaatan karna hal kecil seperti mencuri dipondok itu akan menjadi hal besar di masa depan.

Indonesia diharapkan menjadi pusat peradaban Islam di dunia, bukan hanya tentang kuantitas sebesar 230 juta umat Islam, dijamin sistem peraturan Islam diselenggarakan di Indonesia, tidak seperti negara timur yang mencatat hukum Islam sebagai dasar hukum, akan tetapi kurang dalam penerapannya, Indonesia memiliki beberapa ulama yang selalu berusaha menjaga sistem hukum Islam.

Kita harus berupaya meningkatkan peradaban Islam, stabilitas politik dan pemberdayaan manusia, pendidikan adalah faktor utama suksesnya suatu bangsa. Rosulullah memiliki pandangan yang propektif terhadap pendidikan, sepeti sebuah kisah setelah perang nabi meminta tawanan untuk mengajarkan umat muslim baca dan tulis. Pemimpin harus memiliki kemampuan solving yang cepat dalam memecahkan problem yang ada, dengan berffikir kita akan terbiasa dan ahli dalam problem solving.

SNI02749

Setelah pemaparan materi selesai sebelum acara ditutup, narasumber memberi peluang kepada para santriawan dan santriawati untuk mengajukan pertanyaan, lalu ditutup dengan do’a. Dari segala ilmu yang telah diberikan, dapat kita tarik kesimpulan bersama bahwa keluarga memiliki peran penting dalam pembentukan karakter manusia, dan landaskanlah segala hal pada Al qur’an dan Hadist.

By: Queen Satriani & Syaqiella

BAKSOS PENGOBATAN BERSAMA BUDDHA TZU CHI INDONESIA DI YAYASAN AL ASHRIYYAH NURUL IMAN

Foto Bersama di Pembukaan Baksos Budha Tzu Zhi

Parung-Bogor, 10 Agustus 2025

Ahad, 10 Agustus 2025, Yayasan Al Ashriyyah Nurul Iman bekerja sama dengan Buddha Tzu Chi Indonesia Cabang Tangerang menggelar kegiatan bakti sosial (baksos) pengobatan gratis bagi santri. Acara berlangsung di Kampus Biru STAI Nurul Iman, dengan tujuan meningkatkan kesehatan para santri sekaligus memberikan edukasi pentingnya menjaga kebersihan diri.

Kegiatan ini dibuka dengan sambutan dari dr. Riyanto selaku perwakilan Tzu Chi, yang menyampaikan visi Indonesia Tahun 2030 Bebas dari Scabies. Menurut beliau, penyakit scabies dapat dicegah apabila masyarakat, khususnya yang tinggal di lingkungan padat seperti pesantren, menjaga kebersihan diri dan lingkungan secara rutin.

Peresmian Pembukaan Baksos Budha Tzu Zhi

Sambutan berikutnya disampaikan oleh Ketua STAI Nurul Iman, Dr. Hj. Umi Waheeda, S.Psi., M.Si. Beliau menegaskan bahwa scabies sangat mudah menyebar, terlebih bagi santri yang sering berbagi pakaian atau peralatan pribadi dengan teman. “Terima kasih kepada Tzu Chi yang telah sabar, merawat, dan memperhatikan santri-santri Nurul Iman. Mencegah lebih baik daripada mengobati,” ujarnya.

Beliau juga mengingatkan bahwa kebersihan merupakan bagian dari iman. “Jika Anda jorok, malas membersihkan badan, berarti Anda kurang iman,” tegasnya. Selain pengobatan, panitia juga mengadakan penyuluhan kesehatan gigi dan mulut di masjid, yang wajib diikuti oleh santri yang tidak menjadi peserta baksos.

Sambutan Umi Waheeda Pada Pembukaan Baksos Budha Tzu Zhi

Acara berjalan lancar, penuh antusiasme, dan diakhiri dengan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi. “Selamat berobat, semoga sehat untuk iman, Islam, dan semangat dalam belajar,” tutup Umi Waheeda.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan para santri semakin sadar akan pentingnya kebersihan diri sebagai upaya menjaga kesehatan dan menunjang ibadah serta prestasi belajar.

Foto Bersama di Pembukaan Baksos Budha Tzu Zhi

KAJIAN KITAB RISALATUL MU’AWWANAH DI MASJID TOHA STAI NURUL IMAN PARUNG BOGOR

Pengkajian kitab

Pada setiap hari selasa-kamis, UPT Diniyyah STAI Nurul Iman parung Bogor melaksanakan kajian Tasawwuf dengan menggunakan kitab Risalatul Mu’awwanah karya Al- Arif billah Al-Imam Sayyid Abdullah bin Alwi Al-Haddad. Kegiatan ini dimulai pada pukul 08:30-08:55, dengan pemateri Dr. Ali Mutakin, MA.Hk, Wakil Ketua I Bidang Akademik STAI Nurul Iman Parung Bogor.

ini merupakan salah satu program unggulan untuk bertujuan memberikan panduan kepada mahasiswa untuk mengembangkan akhlak mulia seperti sabar, syukur, tawakal, dan rendah hati. Dr. Ali Mutakin, MA.Hk yang berkompeten dalam bidang tersebut, memimpin kajian dengan penuh semangat dan dedikasi. Materi yang dibahas meliputi berbagai aspek penting dari kajian tersebut, termasuk pentingnya memiliki kesadaran akan kehadiran Allah SWT dalam setiap aspek kehidupan, serta bagaimana cara menjalin hubungan yang baik dengan-Nya.

Acara dimulai dengan pembukaan yang diisi oleh  Dr. Ali Mutakin, MA.Hk yang memberikan pengantar dan menjelaskan pentingnya mempelajari ilmu tasawwuf karena membantu mengembangkan akhlak mulia seperti sabar, syukur, tawakal, dan rendah hati,  sehingga seseorang dapat menjadi pribadi yang lebih baik. Setelah itu, beliau memaparkan topik kajian yang telah ditentukan.
Kegiatan yang dilaksanakan di di masjid toha STAI Nurul Iman Parung Bogor ini mendapat sambutan hangat dari para mahasiswa STAI Nurul Iman Parung Bogor. Kehadiran Dr. Ali Mutakin, MA.Hk dan kualitas materi yang disampaikan sangat dihargai oleh para mahasiswa, yang berharap kajian semacam ini dapat diadakan secara rutin. Dengan adanya kajian ini, diharapkan para mahasiswa dapat membantu meningkatkan kualitas diri dengan mengembangkan sifat-sifat positif seperti ikhlas, jujur, dan amanah.

Kegiatan kajian ini juga menjadi momentum untuk mempererat ukhuwah Islamiyah dan memperkuat rasa kebersamaan di antara para mahasiswa STAI Nurul Iman Parung Bogor, dengan harapan bahwa pemahaman tentang tasawwuf yang lebih baik dapat memperbaiki kualitas ibadah dan menguatkan iman dan taqwa masyarakat kepada Allah SWT, sehingga dapat mencapai kehidupan yang lebih bahagia dan mulia di dunia dan akhirat.