STAI Nurul Iman Luluskan 531 Wisudawan

DSC06291-min

DSC06291-minNurul Iman News_Sekolah Tinggi Agama Islam Nurul Iman (STAI Nurul Iman) Parung-Bogor menggelar wisuda tatap muka dan virtual, Minggu (10/10). Sebanyak 531 lulusan menjadi wisudawan tahun akademik 2020-2021. Peserta wisuda kali ini merupakan wisudawan dan wisudawati  angkatan IX (Sembilan).

Prosesi wisuda berjalan secara online dan tatap muka dengan lokasi live di Masjid Toha, Dari 531 wisudawan dan wisudawati yang terdiri dari 268 mahasiswa dan 263 mahasiswi dari tiga program studi lulusan wisudawan Prodi Ahwal Al Syakhshiyyah, Prodi Pendidikan Bahasa Arab dan Prodi Ilmu Al Qur’an Dan Tafsir.Wisudawan tahun ini lulus sebagai intelektual era pandemi Covid19.

Umi Waheeda selaku ketua sekolah tinggi mengapresiasi wisuda kali ini. “ Seorang guru sukses ketika muridnya bisa melebihi gurunya, ketika Anda bisa menjadi professor doktor, ketika Anda bisa menjadi Bupati, ketika Anda bisa menjadi seorang Menteri, ketika Anda bisa menjadi seorang Gubernur, dan ketika Anda bisa menjadi seorang Presiden, itulah suksesnya seorang guru. Ingat apa yang Anda lakukan adalah demi Allah dan demi Rasulullah SAW, jangan berhenti sampai disini.

DSC06663-minAcara wisuda juga dihadiri oleh Prof. Dr. H. Mahmud, M.Si, CSEE. ketua koordinator perguruan tinggi swasta (Kopertais Wilayah II Jawa Barat) yang menyampaikan orasi ilmiahnya kepada wisudawan “Antum boleh ambil sarjana, Antum boleh ambil magister, Antum boleh ambil doctor, tetapi kualitas ketakwaan.  Semakin tinggi gelar, harus semakin berkualitas, kenapa demikian? karena hanya orang yang bertakwalah yang dijanjikan oleh Allah hidupnya bahagia.

DSC06656-min

 

Redaksi Al Ashriyyah Nurul Iman_Mohamad Alfan, S.Ag

STAI Nurul Iman Parung-Bogor Wisudakan 525 Mahasiswa Secara Online Dan Tatap Muka Untuk Pertama Kalinya

DSC06415-min

DSC06291-minNurul iman News – Sekolah Tinggi Agama Islam Nurul Iman menggelar wisuda online untuk pertama kalinya, senin(30/08/2021). Sebanyak 525 wisudawan dan wisudawati telah menjalani prosesi wisuda secara tatap muka (luring) dan daring melalui via Zoom dan live Youtube mulai dari pukul 07.00-11.30 WIB yang  bertempat di masjid Toha. Jumlah wisudawan wisudawati tersebut adalah 138 total wisudawan wisudawati prodi Ahwal Al Syakhsiyyah, 210 wisudawan wisudawati prodi Pendidikan Bahasa Arab, dan 177 total wisudawan wisudawati prodi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir.

Prosesi wisuda Angkatan sepuluh kali ini selain dihadiri oleh ketua Sekolah Tinggi Agama Islam Nurul Iman Dr.(CAN) Umi Waheeda binti H. Abdul Rahman S.Psi, M.Si juga dihadiri seluruh Kaprodi masing masing jurusan beserta para asatidz selaku dosen pengajar di STAI Nurul Iman. dengan protokol kesehatan ketat prosesi wisuda angkatan x kali ini berjalan dengan khidmat yang dibuka langsung oleh pimpinan yayasan Habib Muhammad Waliyullah,M.Ag.

DSC06237-min

“Harus ingat bahwa ini adalah bukan keberhasilan yang sampai disini, anda masih punya peluang untuk meningkatkan lagi karena ada dua jenjang lagi yang harus anda ikuti yaitu S2 dan S3.” Pesan Prof. Dr. Sahya Anggara, M.Si selaku Koordinator Perguruan Tinggi Agama Islam Swasta  (Kopertais Wilayah II Jawa Barat) selain mengucapkan selamat kepada para wisudawan dan wisudawati atas gelar sarjana yang telah diraih beliau juga menyampaikan orasi ilmiah dihadapan para peserta wisuda periode 2020/2021

Selain itu wisudawan dan wisudawati mendapat pesan mendalam bagi peserta wisuda yang akan lulus dari Al Ashriyyah Nurul Iman“Ingat pesan umi jadilah pemimpin yang fathonah, amanah, sidiq untuk tabligh. Dan anda harus jadi orang kaya, No matter what, Anda adalah anak umi sampai surga jannatu firdaus, ingat jangan pernah tinggalkan sholat walau bagaimanapun, karena kita diciptakan hanya untuk beribadah. Ingat bangsa ini, negara ini, agama ini, tidak bisa selamat dan sukses ketika sumber daya insaninya tidak amanah, fathonah, siddiq, untuk tabligh”.

DSC06415-min

WORKSHOP METODE PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASAYARAKAT DI BANDUNG

Bogor – STAI Nurul Iman Bogor mendelegasikan dua dosennya untuk mengikuti kegiatan workshop metode penelitian dan pengabdian kepada masyarakat bagi dosen PTKIS yang diselenggarakan oleh Kopertais II Wilayah Jawa Barat yang bertempat di Hotel Grand Pasundan, Bandung. Dua dosen tersebut yaitu Dr. Ali Mutakin, MA.Hk. selaku Wakil Ketua Bidang Akademik dan Nurkholis Sofwan, M.Ag selaku dosen tetap pada prodi Ilmu al-Qur’an dan Tafsir.
Kegiatan tersebut dibagi menjadi dua agenda, yaitu workshop metode penelitian yang diwakili oleh Dr. Ali Mutakin, MA.Hk dan workshop metode pengabdian kepada masyarakat diwakili oleh Nurkholis Sofwan, M.Ag. Dalam workshop metode penelitian, para narasumber mengarahkan agar para dosen PTKIS dapat turut serta mengikuti penelitian LITAPDIMAS yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama RI. Materi yang disampaikan berupa langkah-langkah melakukan penelitian, membuat artikel jurnal, hingga submit ke LITAPDIMAS Kemenag RI. Di akhir sesi, kegiatan workshop metode penelitian diisi dengan motivasi yang cukup menarik agar para dosen lebih semangat dalam menulis artikel penelitian.
Di ruang lain, workshop metode pengabdian kepada masyarakat (PkM) juga tidak kalah penting. Pasalnya, kegiatan metode pengabdian kepada masyarakat sangat jarang dilaksanakan. Padahal, kegiatan pengabdian kepada masyarakat merupakan salah satu komponen utama dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi. Salah satu narasumber, Dr. Yadi Royadi, menuturkan bahwa PkM adalah kewajiban yang sejajar dengan Tri Dharama Perguruan Tinggi lainnya, yaitu pendidikan dan penelitian. Kegiatan PkM yang dijalankan oleh mayoritas dosen PTKIS saat ini masih berupa khutbah, ceramah, dan mengisi majelis ta’lim, yang sifatnya normatif. Padahal, masih banyak kegiatan PkM yang lebih bermanfaat atau lebih terasa manfaatnya bagi masyarakat. Misalnya, pada Prodi Ahwal Al-Syakhsiyyah (Hukum Keluarga Islam) dapat membuat Rumah Nikah, sebagai tempat atau media untuk mendidik, mendampingi, dan menjadi solusi atas berbagai permasalahan keluarga. Karena jika dilihat dari data Pengadilan Agama, kasus-kasus perceraian di setiap daerah begitu tinggi, khususnya terjadi pada keluarga yang masih berusia muda. Rumah Nikah yang didirikan para Dosen PTKIS tersebut diharapkan dapat menekan angka perceraian di setiap tahunnya. Inilah yang harus dilakukan oleh para Dosen PTKIS dalam melakukan pengabdian kepada masyarakat.
Untuk merealisasikan hal tersebut, PTKIS perlu bermitra dengan PTKIS atau institusi lain sebagai pendukung operasional kegiatan, misalnya kerjasama dengan perusahaan ASTRA yang mensupport dana, alat-alat, dan sebagainya. Karena kegiatan PkM itu tidak hanya dilakukan oleh satu bidang prodi, namun dapat dilakukan kerjasama antar prodi secara interdisipliner. Sebagai contoh, Dosen Fakultas Saintek dan Ekonomi mengembangkan salah kebun jeruk di Bandung, mereka membentuk kelompok tani jeruk, kemudian bekerjasama dengan ASTRA untuk mendanai kegiatan tersebut dan menjadikan kebun jeruk sebagai tempat wisata. Kegiatan tersebut melibatkan fakultas lain yang mensupport pupuk, dan sebagainya. Sehingga kebun jeruk yang dibina dosen-dosen tersebut dapat berkembang dan menjadikan masyarakat lebih sejahtera dan mandiri.
Narasumber kedua, Dr. Asep Kusnawan, M.Si menjelaskan bahwa metode pengabdian kepada masyarakat perlu diterapkan dalam satu mata kuliah khusus. Hal tersebut bertujuan agar kegiatan PkM dapat dilaksanakan secara matang dan terkonsep. Kegiatan PkM adalah kegiatan yang menunjukkan manfaat PTKIS bagi masyarakat. PkM dapat lakukan pada setiap prodi, fakultas, maupun Perguruan Tinggi sesuai dengan ke-khas-an masing-masing. Dengan demikian, STAI Nurul Iman dengan ke-khas-annya yang mumpuni dalam bidang wirausaha (enterpreneurship), dapat melakukan pengabdian kepada masyarakat miskin dengan cara memberikan pelatihan wirasusaha, mendampingi, mengontrol, dan mengawasi perkembangan wirausaha masyarakat (UMKM) yang dibina Dosen-dosen STAI Nurul Iman sehingga menjadikan mereka mandiri dan sejahtera. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat STAI Nurul Iman dalam hal wirausaha dapat diwujudkan dengan melakukan kerjasama dengan berbagai perusahaan, seperti ASTRA, BUMN, dan sebagainya yang memiliki dana sosial (CSR) untuk disalurkan kepada masyarakat sebagai modal usaha mereka. Dengan demikian, kegiatan PkM diharapkan dapat membawa perubahan yang lebih baik bagi masyarakat yang dibina oleh dosen STAI Nurul Iman.
Dr. Ramdani, narasumber pada sesi ketiga, menjelaskan bahwa PkM akan dinilai lebih berbobot dan berkualitas jika sesuai dengan bidangnya masing-masing. Setelah para dosen PTKIS melaksanakan kegiatan PkM, mereka diwajibkan untuk membuat laporan secara lengkap. Laporan dapat dibuat per BAB (BAB I sampai BAB V). Selain itu, laporan PkM juga perlu disajikan dalam bentuk artikel, yang berisi permasalahan, metode pengabdian, dan analisis hasil pengabdian. Secara rinci, Dr. Ramdani menjelaskan bahwa laporan PkM dalam bentuk artikel dapat ditulis dengan menjelaskan analisis situasi, sasaran, identifikasi, tujuan pengabdian, dan rangkaian kajian teori atau hasil riset pengabdian terdahulu. Kemudian pada sub bab selanjutnya memuat keterangan tempat, waktu, demografi dan program-program yang diselenggarakan. Setelah itu baru menjelaskan hasil dan pembahasannya, kemudian ditutup dengan kesimpulan. Berbagai artikel yang dapat menjadi rujukan penulisan artikel pengabdian masyarakat dapat dilihat di website Asosiasi Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat (AJPkM). Dengan demikian, pengabdian kepada masyarakat bagi dosen-dosen STAI Nurul Iman mestinya harus lebih berkembang,  tidak hanya sekedar mengisi khutbah, mengisi majelis taklim, dan sebagainya. Melainkan dengan kegiatan lain yang lebih jelas kebermanfatannya bagi masyarakat. [NS]
Oleh: Nurkholis Sofwan, M.Ag

WEBINAR INTERNASIONAL “KARIKATUR NABI DALAM PERSPEKTIF SYARIAH”

i

 

Nurul Iman News, (Senin, 7/12/2020). Kontroversi kartun dan karikatur Nabi Muhammad SAW di Prancis terus memancing reaksi dunia internasional. Hal ini diawali pernyataan Presiden Prancis Emmanuel Macron yang tidak akan mencopot karikatur tersebut.

iReaksi juga datang dari Majelis Ulama Indonesia yang meminta Presiden Macron segera mencabut ucapannya dan minta maaf. Upaya menghina dan merendahkan agama tak seharusnya dilakukan antar sesama manusia. Kontroversi kartun dan karikatur Nabi Muhammad SAW bermula dari aktivitas guru sejarah Samuel Paty. Saat itu dia sedang mengajar di kelas kebebasan berbicara dengan menunjukkan gambar junjungan Umat Islam tersebut. Gambar kartun dan karikatur Nabi Muhammad SAW berasal dari majalah Charlie Hebdo terbitan tahun 2015. Komunitas mengajukan protes dan Paty terbunuh dengan kepala dipenggal, yang pelakunya adalah seorang ekstremis asal Checnya yang baru berusia 18 tahun.

Kartun dan karikatur Nabi Muhammad SAW dari Charlie Hebdo telah memancing kontroversi sejak kali pertama terbit. Di tahun 2015, ada 12 orang dibantai di kantor majalah tersebut. Terlepas dari gambar yang memancing kontroversi, umat Islam tidak pernah menggambar sosok kartun dan karikatur Nabi Muhammad SAW. Di Prancis, kartun Charlie Hebdo menjadi ikon tradisi sekuler sejak revolusi.

o       Sebagai Umat Islam, tentunya kita harus mengetahui bagaimana sejatinya hukum dan akibat membuat gambar atau karikatur Nabi Muhammad SAW. Oleh karena itu, Perguruan Tinggi Agama Islam sebagai lembaga tertinggi pendidikan bidang keagamaan, perlu kiranya memberikan pemahaman kepada seluruh Umat Islam tentang bagaimana sudut pandang syari’ah melihat fenomena tersebut.

Menanggapi kejadian tersebut maka Sekolah Tinggi Agama Islam Nurul Iman berupaya mengkaji secara mendalam dan spesifik terkait fenomena yang terjadi, dengan tema “Karikatur Nabi Dalam Perspektif Syari’ah”. Kegiatan yang berlangsung secara daring ini dilaksanakan pada hari ahad tanggal 15 November 2020, di Moderatori oleh Puket I Ust. Ali Mutakin, MA.Hk dengan  Narasumber Syaikh Dr. El Daw Awad El Karim Ali dari Emburman University Of Sudan dan Dr. KH. Ahmad Fudhaili, M.Ag dari UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta.

Menurut Beliau Dr KH. Ahmad Fudhaili, menanggapi fenomena tersebut “Selain dengan cara memboikot produk-produk mereka,  juga perlu adanya langkah diplomasi untuk tersampainya ketidaksepakatan perihal dibuatnya karikatur Rasulullah SAW.” Begitupun Menurut Dr. El Daw Awad El Karim Ali, beliau menyampaikan sebagaimana Rasulullah SAW ketika di hadapkan dengan musuh-musuh, beliau tidak membalas dengan kejahatan pula akan tetapi beliau balas dengan kebaikan sehingga bagaimanapun orang lain menghinakan Rasulullah SAW, tidak akan menjadi hina, akan tetapi jika kita menghadapi fenomena ini dengan cara yang hina, maka kita sendiri nantinya yang akan menjadi hina. Red.