STAI NURU IMAN Parung Bogor Sukses Gelar Perumusan VMTS bersama Alumni

IMG-20250530-WA0004

Parung, Bogor— Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Nurul Iman Parung Bogor kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan mutu dan arah institusi dengan sukses menggelar kegiatan Perumusan Visi, Misi, Tujuan, dan Sasaran (VMTS) bersama para alumni pada malam rabu (27/05/2025).

IMG-20250527-WA0020

Acara yang berlangsung secara online via zoom ini dihadiri oleh sejumlah alumni lintas angkatan, pimpinan kampus, dosen, serta perwakilan mahasiswa. Kegiatan ini menjadi bagian penting dari upaya evaluasi dan pembaruan arah strategis kampus untuk menjawab tantangan zaman serta kebutuhan masyarakat.

Waki Ketua III STAI Nurul Iman Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Muhammad Abdul Jalil, M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan bahwa keterlibatan alumni merupakan langkah strategis untuk menjamin relevansi visi dan misi kampus dengan dunia nyata.

“Alumni adalah representasi langsung dari hasil pendidikan kita. Melibatkan mereka dalam penyusunan VMTS adalah bagian dari komitmen kami terhadap kualitas dan keberlanjutan,” ujar waket III .

Kegiatam sosialisasi VMTS momentum yang sama dalam melaksanakan kegiatan tracer studi Hal ini dianggap penting, karena pihak kampus hendak melakukan berbagai penyesuaian atau perubahan di kampus dalam rangka meningkatkan kualitas, juga peralihan dari STAI ke Institut.

IMG-20250527-WA0018

Diskusi berlangsung dengan dinamis dan penuh antusiasme. Para alumni memberikan berbagai masukan berdasarkan pengalaman mereka di dunia kerja dan pengabdian masyarakat. Dari hasil forum ini, dirumuskan beberapa poin penting sebagai bahan penyempurnaan VMTS STAI Nurul Iman ke depan.

Dr. Ali Mutakin, MA.Hk Selaku Waket I STAI Nurul Iman Bidang Akademik, menyampaikan “InsyaAllah, kegiatan seperti ini akan terus dilakukan secara berkala sebagai bentuk kolaborasi kampus dengan para stakeholder, khususnya alumni,” tuturnya.

Dengan terselenggaranya forum ini, diharapkan STAI Nurul Iman Parung Bogor semakin mantap dalam arah pengembangan institusi dan semakin siap mencetak lulusan yang berkualitas, berakhlak, dan responsif terhadap kebutuhan zaman.

IMG-20250527-WA0017

Prodi Pendidikan Bahasa Arab STAI Nurul Iman Raih Akreditasi B: Bukti Komitmen terhadap Mutu Pendidikan

WhatsApp Image 2025-03-16 at 10.07.50

Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) di Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Nurul Iman Parung, Bogor, baru-baru ini berhasil meraih akreditasi dengan peringkat B. Pencapaian ini menunjukkan komitmen STAI Nurul Iman dalam meningkatkan mutu pendidikan dan pengajaran di bidang Bahasa Arab.

Akreditasi merupakan proses evaluasi dan penilaian terhadap institusi pendidikan oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) untuk memastikan standar kualitas pendidikan terpenuhi. Dengan peringkat B, Program Studi PBA STAI Nurul Iman telah memenuhi kriteria yang ditetapkan, mencakup aspek kurikulum, fasilitas, sumber daya manusia, dan manajemen.

Keberhasilan ini tidak lepas dari kerja keras seluruh civitas akademika, termasuk dosen dan staf administrasi. Salah satu dosen yang berperan aktif dalam pengembangan program studi ini adalah Subaiki Ikhwan, yang telah berkontribusi dalam berbagai penelitian dan publikasi terkait pendidikan Bahasa Arab.

Selain itu, STAI Nurul Iman juga menjalin kerjasama dengan berbagai institusi untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Baru-baru ini, Sekolah Tinggi Ekonomi dan Bisnis Islam (STEBI) Global Mulia Cikarang mengunjungi STAI Nurul Iman untuk melakukan studi banding, menunjukkan pengakuan terhadap kualitas pendidikan yang diterapkan.

Dengan akreditasi B ini. Merupakan Pencapaian yang  mencerminkan komitmen institusi dalam menyediakan pendidikan berkualitas dan sesuai dengan standar nasional. Keberhasilan ini juga diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap Prodi PBA STAI Nurul Iman serta memotivasi seluruh civitas akademika untuk terus berinovasi dan menjaga mutu pendidikan yang diberikan.

Hari pertama Latihan Dasar Kepemimpinan Sekolah Tinggi Agama Islam Nurul Iman

LDKM

Dewan Eksekutif Mahasiswa atau DEMA Sekolah Tinggi Agama Islam Nurul Iman, sukses melaksanakan Latihan Dasar Kepemimpinan Mahasiswa (LDKM) pada Kamis, 6 Februari 2025. Kegiatan ini diikuti langsung oleh berbagai organisasi mahasiswa di kampus, seperti Himpunan Mahasiswa Jurusan, baik itu Prodi Hukum Keluarga Islam (HKI), Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IQT) atau Pendidikan Bahasa Arab (PBA)acata ini juga diikuti oleh anggota Dewan Pengurus Kelas (DPK).

LDKM ini bertujuan untuk membentuk jiwa kepemimpinan bagi para pengurus organisasi kampus agar mereka memahami dan bisa menerapkan ilmu kepemimpinan dengan baik. Acara ini dibuka langsung oleh Ust. Muhammad Abdul Jalil, M.Pd selaku Wakil Ketua III Bidang Kemahasiswaan,. Adapun pemateri yang dihadirkan adalah Pak Riki Pratama, S.Pd., alumni sekaligus Wakil Presiden Mahasiswa (Presma) pada periode 2018-2019, dan Pak Ahmad Berizi, M.Pd., yang kebetulan juga seorang alumni dari Sekolah Tinggi Agama Islam Nurul Iman dan pernah menjabat sebagai Presma pada periode 2016-2017.

Pak Riki Pratama membawakan materi tentang jejaring lobbying, dengan menekankan pada aspek kepemimpinan. Dalam penyampaiannya, beliau menyoroti tiga poin utama. Pertama, “Komunikasi yang Efektif”, di mana seorang pemimpin harus memiliki kemampuan komunikasi yang baik. Kedua, “Gaya Kepemimpinan”, yang menekankan bahwa seorang pemimpin harus memiliki rasa loyalitas atau gaya kepemimpinan yang mendorong kesetiaan dan dukungan yaang konsisten dari anggota, royalitas dan totalitas, yang berarti, kepemimpinan yang dilakukan dengan sungguh-sungguh dan tidak setengah-setengah. Ketiga, “Prinsip dalam Memimpin”, di mana beliau memberi pesan pada penyamopaian tersebut bahwa “ semua hal dalam memimpin itu dibekali dengan apa yang kita lakukan disini (kampus)”. Begitu ujarnya.

Sementara itu, Pak Ahmad Berizi, M.Pd. berbagi pengalaman selama menjabat sebagai Presma. Beliau juga menjelaskan sejarah awal pelaksanaan LDKM yang baru diterapkan pada periode DEMA Pak Riki. Pada masa kepemimpinannya, DEMA lebih berfokus pada penyusunan Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) organisasi di kampus.

Acara ini ditutup dengan closing statement dari moderator, Muhammad Ikbal. Ia mengutip sebuah pesan dari kitab yang menyatakan bahwa Islam tidak akan kuat tanpa adanya jama’ah (kelompok), kelompok tidak akan sempurna tanpa adanya pemimpin, dan pemimpin tidak akan berpengaruh tanpa adanya ketaatan dari anggotanya.

Dengan terlaksananya LDKM ini, diharapkan para peserta dapat menerapkan ilmu kepemimpinan dalam organisasi masing-masing dan membawa perubahan positif bagi kampus.

SEMINAR MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM

Picture1

Kepemimpinan dalam dunia pendidikan Islam menghadapi tantangan besar dalam mengelola sumber daya manusia (SDM). Untuk menciptakan lingkungan yang harmonis, produktif, dan sesuai dengan nilai-nilai Islami, diperlukan pendekatan yang tidak hanya berfokus pada hasil, tetapi juga memperhatikan kebutuhan dan kesejahteraan manusia secara holistik. Salah satu pendekatan yang relevan adalah kepemimpinan berbasis empati yang berpijak pada prinsip human-centered approach.

Picture2Kepemimpinan berbasis empati mengedepankan kemampuan pemimpin untuk memahami perasaan, kebutuhan, dan perspektif individu dalam organisasi. Dalam Islam, nilai-nilai empati dapat ditemukan dalam teladan Rasulullah SAW yang memimpin dengan kasih sayang dan perhatian terhadap umatnya. Pemimpin yang empatik mampu membangun hubungan positif dengan anggota tim, meningkatkan motivasi kerja, dan menciptakan suasana kerja yang penuh kepercayaan.

Picture3Beberapa karakteristik kepemimpinan berbasis empati dalam Islam antara lain Adil dan Bijaksana, Mendengarkan Aktif, Menjunjung Nilai Kasih Sayang, Mendukung Pertumbuhan Individu.Ahmad Berizi M,Pd merupakan seorang akademisi dan praktisi di bidang Manajemen Pendidikan Islam yang memiliki keahlian dalam pengembangan kepemimpinan berbasis empati dan pengelolaan sumber daya manusia dengan pendekatan human-centered. Beliau telah berpengalaman dalam memberikan pelatihan serta seminar yang berfokus pada peningkatan kualitas kepemimpinan di lingkungan pendidikan berbasis nilai-nilai Islami. Dengan latar belakang yang kuat dalam penelitian dan implementasi strategi pengembangan SDM, narasumber dikenal sebagai sosok yang inspiratif dalam membangun lingkungan kerja yang harmonis, produktif, serta berorientasi pada kesejahteraan manusia.

Picture4

STAI Nurul Iman Parung, Bogor Sukses Gelar Pelatihan Penulisan Karya Ilmiah untuk Tingkatkan Kompetensi Mahasiswa

WhatsApp Image 2025-01-31 at 02.41.59_bd3276c6

*STAI Nurul Iman Parung, Bogor Sukses Gelar Pelatihan Penulisan Karya Ilmiah untuk Tingkatkan Kompetensi Mahasiswa*

Bogor, 19 November 2024 – Rumah Riset STAI Nurul Iman (STAINI) Parung sukses menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Penulisan Karya Ilmiah (PPKI) yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam menyusun karya ilmiah sesuai kaidah akademik dan Ejaan Yang Disempurnakan (EYD). Pelatihan ini mengangkat tema “Metodologi Penelitian Literatur dan Lapangan serta Penulisan Karya Ilmiah dengan EYD” dan berlangsung di dua lokasi, yaitu Auditorium S2 STAINI Parung dan Masjid Toha.

Acara ini menghadirkan dua narasumber utama, yaitu Ghufron Maksum, M.H., dan Khusnul Khotimah, M.A., yang keduanya merupakan dosen dari Program Studi Hukum Keluarga Islam di STAINI Parung. Dalam pelatihan ini, narasumber memaparkan materi komprehensif mengenai metodologi penelitian, baik literatur maupun lapangan, serta memberikan panduan praktis dalam menulis karya ilmiah yang berkualitas dan sesuai standar akademik.

Pelatihan dibagi menjadi dua sesi. Pada sesi pertama, yang berlangsung pukul 09.00–10.15 WIB, materi disampaikan di dua lokasi berbeda untuk mahasiswa semester 6 dan 8 di Auditorium, serta mahasiswa semester 2 dan 4 di Masjid Toha. Pada sesi kedua, pukul 10.20–11.30 WIB, para peserta bertukar lokasi untuk mendapatkan pemahaman yang lebih menyeluruh dari kedua narasumber.

Sebagai bentuk apresiasi, Rumah Riset STAINI memberikan sertifikat penghargaan kepada Ghufron Maksum, S.Sy., M.H., atas perannya sebagai narasumber dalam kegiatan ini. Penghargaan ini menegaskan dedikasi dan kontribusi beliau dalam membantu mahasiswa mengembangkan kompetensi akademik mereka.

Kegiatan ini mendapatkan antusiasme tinggi dari para peserta yang merasa terbantu oleh pembahasan praktis dan mendalam terkait penulisan ilmiah. Pelatihan ini tidak hanya memberikan wawasan baru tetapi juga memperkuat keterampilan mahasiswa dalam menyusun karya ilmiah yang relevan untuk kebutuhan akademik maupun penelitian lebih lanjut.

Melalui kegiatan seperti ini, STAINI Parung menunjukkan komitmen kuatnya dalam mendukung pengembangan potensi akademik mahasiswa. Diharapkan, pelatihan ini dapat menjadi bekal berharga bagi peserta dalam menghadapi tantangan dunia akademik maupun profesional di masa depan.

Musywil DPW II ITHLA di UIN JKT 🌟 Sekolah Literasi & Pendidikan Gender 🌟

pba 6

مَنْ يُرِدِ اللَّهُ بِهِ خَيْرًا يُفَقِّهْهُ فِي الدِّينِ، وَإِنَّمَا أَنَا قَاسِمٌ وَاللَّهُ يُعْطِي، وَلَنْ تَزَالَ هَذِهِ الأُمَّةُ قَائِمَةً عَلَى أَمْرِ اللَّهِ، لاَ يَضُرُّهُمْ مَنْ خَالَفَهُمْ، حَتَّى يَأْتِيَ أَمْرُ اللَّهِ

“Siapa yang Allah kehendaki kebaikan padanya maka Dia akan menjadikannya mendalami agama. Aku hanya berbagi dan Allah yang memberi. Akan senantiasa ada sekelompok dari umat ini yang tegak di atas perintah Allah, orang yang menyelisihi mereka tidak akan membahayakan mereka hingga datang hari Kiamat.”

السّلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته🤝🏻

pbaKami (demisioner persatuan Mahasiswa Bahasa Arab Se-Indonesia dan Himpunan Mahasiswa jurusan Bahasa Arab) dari (Pendidikan Bahasa Arab Agama Islam Nurul Iman Parung Bogor) di (Yayasan Madinatul ilmi, Ciputat) kami senang dan bangga menjadi bagian dari peserta sekolah;

( literasi & Pendidikan Gender x Musyawarah Wilayah DPW II ITHLA)

( Sabtu -Minggu, 28-29 Desember 2024)

PEMATERI; I

Dr. Mukhson Nawawi, M.A. (Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa Arab UIN Jakarta)

Pendahuluan

Peran Bahasa Arab dalam Pendidikan dan Pengembangan Masyarakat Arab bukan hanya alat komunikasi, melainkan juga bahasa Agama, ilmu pengetahuan, dan budaya. Sebagai bahasa Al-Qur’an, bahasa Arab memiliki nilai universal yang mencakup keadilan, kesetaraan, dan kasih sayang. Di Indonesia, bahasa Arab menjadi kunci dalam memahami teks-teks keagamaan dan membangun identitas Islam. Dalam kesempatan ini, kita akan membahas peran penting bahasa Arab dalam pendidikan, tantangan yang dihadapi, serta upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasinya.

A. Pentingnya Bahasa Arab

Bahasa Arab berperan penting dalam membangun masyarakat yang toleran dan memahami nilai-nilai moral. Pengembangan sastra dalam bahasa Arab tidak hanya terbatas pada membaca teks, tetapi juga memahami, menganalisis, dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini memungkinkan kita menghadapi tantangan masa depan dengan tetap menjaga keseimbangan antara warisan Islam dan kebutuhan zaman modern.

B. Peran Perempuan dalam Pengembangan Bahasa Arab

Sejarah mencatat bahwa perempuan telah memainkan peran penting dalam pendidikan sejak masa Nabi Muhammad SAW. Ibu Khadijah adalah pendukung utama Nabi, sementara Aisyah menyumbangkan banyak ilmu kepada umat Muslim. Saat ini, perempuan berkontribusi besar dalam mengajarkan bahasa Arab di sekolah dan universitas, serta dalam menyelenggarakan kegiatan pendidikan. Perempuan bukan hanya pengajar, tetapi juga pemimpin yang membimbing generasi masa depan.

C. Tantangan dalam Pengembangan Bahasa Arab

Meskipun bahasa Arab sangat penting, terdapat berbagai tantangan yang menghambat pengembangannya. Beberapa tantangan utama meliputi:

pba 1

  1. Kurangnya Bahan Ajar: Banyak sekolah di daerah terpencil kekurangan buku dan bahan pembelajaran bahasa Arab.
  2. Pandangan Sosial yang Keliru: Masih ada anggapan bahwa pendidikan bahasa Arab kurang penting bagi perempuan, sehingga membatasi peluang mereka.
  3. Minimnya Dukungan Teknologi: Alat-alat teknologi pendukung pembelajaran bahasa Arab belum tersedia secara luas.

D. Solusi untuk Mengatasi Tantangan

Untuk mengatasi tantangan ini, diperlukan upaya bersama yang berbagai pihak. Beberapa solusi yang dapat dilakukan meliputi:

  • Pemanfaatan Teknologi: Mengembangkan aplikasi pendidikan dan menciptakan konten bahasa Arab yang menarik di media sosial.
  • Pemberdayaan Perempuan: Membangun komunitas pendidikan yang mendukung perempuan melalui lokakarya dan pelatihan.
  • Kerja Sama Institusi: Memperkuat kolaborasi antara universitas, sekolah, dan lembaga masyarakat untuk mengembangkan program berkelanjutan.

E. Kesimpulan

Kegiatan ini menjadi momen refleksi bagi kita semua untuk bekerja demi masa depan bahasa Arab yang lebih cerah. Bahasa Arab bukan hanya tentang membaca dan menulis, tetapi merupakan bagian dari kehidupan sehari-hari yang mampu membawa perubahan positif dalam masyarakat. Dengan mengembangkan keterampilan bahasa Arab, kita dapat memahami dunia dengan lebih baik dan membangun generasi yang menjunjung nilai-nilai kebaikan dan perdamaian.

Semoga kegiatan ini membawa manfaat bagi semua peserta dan menjadi amal yang ikhlas di hadapan Allah SWT.

PEMATERI : II

Dr. Hj. Wiwi Siti Sajaroh, M.Ag

(Moderasi Beragama, Gender Dan Seksualitas)

Karakter Islam Indonesia

  • Islam Indonesia yang toleran
  • Demokratis
  • Ramah
  • Rahmatanlil’alamin

Prinsip-Prinsip Moderasi Agama

  • Keseimbangan
  • Toleransi
  • Keadilan
  • Musyawarah

Islam yang toleran

  • Islam sebagai rahmatan lil ‘alami Vs Islam sebagai Rahmat bagi Umat Islam saja
  • Mengambil jalan tengah
  • Ajaran-ajaran yang bersifat universal, inklusif vs ajaran yang bersifat particular
  • Kompatibilitas dengan Pancasila
  • Kompatibilitas dengan Demokrasi
  • Berberspektif Humanitarian
  • Berkeadilan gender dan menerapkan prinisp-prinsip mubadalah
  • Hubungan yang baik antar umat beragama
  • Hubungan yang baik di internal umat Islam yang memiliki pemahaman yang berbeda-beda (beda madzhab, beda organisasi, beda pilihan politik)

Isu-Isu Gender dalam Agama

  • Diskriminasi gender dalam masyarakat Islam: Pandangan tradisional vs. modern.
  • Peran perempuan dalam Islam: Kesetaraan dalam akses terhadap pendidikan agama dan peran sosial.
  • Tantangan yang dihadapi perempuan: Kepemimpinan dalam komunitas keagamaan.

pba4

Pemikiran Conservative, Gender dan Seksualitas

  • Pemikiran moderasi agama dalam conservative turn (Bruinessen, 2011) identik dengan pemikiran liberal dan distigma sebagai pemikiran yang kurang religious dan terlalu rasional.
  • Pendekatan konservatif menentang modernisasi dan kesetaraan gender

pba5

Islam Indonesia dan Kesetaraan Gender

  1. Indikator-indikator untuk mengukur kesetaraan gender
  • Gender Development Index (GDI)
    Nilai indeks ini mengukur kesetaraan pembangunan antara pria dan wanita. Indonesia berada pada posisi menengah di antara negara-negara Islam lainnya, lebih baik dari Pakistan dan Arab Saudi, tetapi di bawah Malaysia dan Turki.
  • Gender Inequality Index (GII)
    Mengukur ketidaksetaraan berdasarkan kesehatan, pemberdayaan, dan partisipasi di pasar tenaga kerja. Indonesia berada di peringkat menengah, lebih baik dari Pakistan, tetapi di bawah Malaysia, Arab Saudi, dan Turki.
  • Social Institutions and Gender Index (SIGI)
    Mengukur diskriminasi dalam norma sosial dan hukum. Indonesia mendapat skor yang lebih baik dibandingkan Pakistan dan Arab Saudi, tetapi lebih buruk dari Malaysia.
  • Women, Business, and the Law (WBL)
    Indonesia mencetak skor lebih rendah dalam hal dukungan hukum untuk

perempuan dalam bisnis dibandingkan Malaysia dan Turki, tetapi lebih baik daripada Pakistan dan Arab Saudi.

  • Global Gender Equality Index (GGEI)
    Indonesia umumnya menunjukkan hasil yang bervariasi di sektor pendidikan dan ekonomi. Dibandingkan dengan negara-negara Islam lain, Indonesia memiliki skor di antara tingkat menengah.
  • Women’s Empowerment in Agriculture Index (WEAI)
    Data spesifik Indonesia belum tersedia dalam beberapa studi WEAI, tetapi secara umum, pemberdayaan perempuan di sektor pertanian di negara-negara Islam seperti Indonesia, Pakistan, dan Turki berada di tingkat rendah.
  • Female Entrepreneurship Index (FEI)
    Indonesia berada di posisi menengah dalam kewirausahaan perempuan, lebih baik dari Pakistan dan Arab Saudi, tetapi di bawah Malaysia dan Turki.

 

Pantun :

Burung merpati terbang ke taman,
Hinggap di ranting sambil bernyanyi.
Belajar bahasa Arab penuh keikhlasan,
Semoga berkah sepanjang hari.

semoga pantun ini menambah kesan yang indah pada penutupan Artikel ini.

Amin, semoga semua harapan dan usaha yang dilakukan mendapat ridha dan keberkahan dari Allah SWT. Semangat selalu! 😊

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

 

 by : Redaksi

 

 

DEMA STAI NURUL IMAN Parung Bogor Ikuti DIKLATPIMNAS V dan UPACARA HSN 2024 di Jakarta

IMG-20241029-WA0006

Jakarta 23 Oktober 2024 – Ketua Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Nurul Iman Parung Bogor, Satria Alfarabi, menunjukkan dedikasi dalam pengembangan kepemimpinan mahasiswa dengan menghadiri dua agenda nasional strategis yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia bertempat  di luminor hotel, Jakarta pada tanggal 20-23 Oktober 2024.

IMG-20241029-WA0005

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Satria Alfarabi berpartisipasi dalam Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan Nasional (DIKLATPIMNAS) V tahun 2024, sebuah forum yang menghimpun lebih dari 100 perwakilan DEMA dari berbagai Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) se-Indonesia. Program ini merupakan inisiatif Direktorat Jenderal Pendidikan Islam (DIKTIS) dalam membentuk karakter kepemimpinan mahasiswa yang tangguh dan berwawasan kebangsaan.

Puncak dari rangkaian kegiatan adalah keikutsertaan dalam Upacara Peringatan Hari Santri Nasional yang digelar di Tugu Proklamasi, Jakarta. Momentum bersejarah ini dihadiri langsung oleh Menteri Agama RI yang dalam sambutannya menekankan pentingnya peran santri dalam melanjutkan perjuangan dan pembangunan bangsa.

“Sebagai generasi penerus, kita memiliki tanggung jawab untuk meneruskan semangat perjuangan para pendahulu kita. Nilai-nilai kepesantrenan yang kita warisi harus menjadi landasan dalam membangun bangsa di era modern ini,” ujar Satria Alfarabi.

IMG-20241029-WA0003Di tengah dinamika global yang semakin kompleks, peran santri dan mahasiswa PTKI menjadi semakin vital dalam menjaga keseimbangan antara kemajuan dan nilai-nilai keislaman. STAI Nurul Iman Parung Bogor, melalui DEMA, berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam pengembangan kepemimpinan mahasiswa yang berwawasan nasional dan berkarakter pesantren.

“Partisipasi dalam kedua agenda nasional ini merupakan bentuk nyata dari upaya kami dalam memadukan nilai-nilai kepemimpinan modern dengan kearifan tradisi pesantren. Kami berharap dapat mengimplementasikan pembelajaran ini dalam program-program DEMA yang lebih konkret dan bermanfaat bagi masyarakat,” tambah Satria.

Kehadiran perwakilan STAI Nurul Iman Parung Bogor dalam forum-forum nasional ini juga menegaskan posisi strategis institusi dalam konstelasi pendidikan tinggi Islam di Indonesia. Sebagai pewaris tradisi pesantren dan pelaku pendidikan tinggi modern, STAI Nurul Iman terus berupaya melahirkan pemimpin masa depan yang memiliki integritas dan kompetensi global.

“Kami optimis bahwa melalui sinergi antara nilai-nilai kepesantrenan dan pendidikan kepemimpinan modern, kita dapat berkontribusi lebih optimal dalam pembangunan bangsa. Semangat Hari Santri harus menjadi motivasi bagi kami untuk terus berinovasi dan berkembang,” tutup Satria Alfarabi.

IMG-20241021-WA0010

Keterlibatan aktif DEMA STAI Nurul Iman Parung Bogor dalam kedua agenda nasional ini diharapkan dapat memperkuat peran institusi dalam membangun generasi pemimpin yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki karakter dan nilai-nilai kepesantrenan yang kuat.

Penulis: M. Fariz Hazirin

Kolaborasi Akademik: STAI Nurul Iman dan Universitas PTIQ Jakarta Gelar Visiting Lecturer

WhatsApp Image 2025-02-08 at 21.49.07_f7d3f205

Jakarta, 10 Oktober 2024 – Dalam rangka memperkuat kerja sama akademik, Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Nurul Iman Parung dan Universitas PTIQ Jakarta, khususnya Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, mengadakan program Visiting Lecturer. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Memorandum of Understanding (MoU) yang telah disepakati oleh kedua institusi dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan dan pengelolaan akademik.

Sebagai bagian dari kolaborasi ini, mata kuliah Administrasi dan Manajemen Pendidikan menjadi fokus utama dengan menghadirkan Satibi Satori, M.Pd, seorang dosen dari STAI Nurul Iman Parung sebagai dosen tamu sekaligus narasumber. Kehadirannya diharapkan dapat memberikan wawasan serta perspektif baru bagi mahasiswa mengenai tata kelola pendidikan yang efektif dan inovatif.

Dalam kegiatan ini, Dr. Lalu Muhammad Samiuddin, M.Pd, yang merupakan dosen dari Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Universitas PTIQ Jakarta, dipercaya sebagai moderator. Dengan pengalamannya di bidang pendidikan, ia berperan dalam memandu diskusi agar berjalan interaktif dan produktif.

Visiting Lecturer ini menjadi bagian dari strategi akademik untuk memperluas jaringan kerja sama antar perguruan tinggi dan memberikan mahasiswa kesempatan belajar dari berbagai sumber. Selain itu, kegiatan ini juga menandai langkah maju dalam integrasi keilmuan antara kedua institusi, terutama dalam bidang Tarbiyah dan Ilmu Keguruan.

Dengan semakin eratnya kerja sama antara STAI Nurul Iman dan Universitas PTIQ Jakarta, diharapkan program-program serupa dapat terus berlanjut dan berkembang, demi meningkatkan mutu pendidikan tinggi Islam di Indonesia

STAI Nurul Iman dan STIT Sirojul Falah Gelar Visiting Lecturer: Mengupas Peluang dan Tantangan Manajemen Lembaga Pendidikan Islam

WhatsApp Image 2025-02-08 at 21.49.06_a6d69e5b

Bogor, 25 September 2024 – Sebagai bentuk tindak lanjut dari kerja sama antara Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Nurul Iman dan Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Sirojul Falah, kedua institusi kembali menggelar acara akademik bertajuk “Visiting Lecturer.” Kali ini, tema yang diangkat adalah “Peluang dan Tantangan Manajemen Lembaga Pendidikan Islam.”

Kegiatan yang berlangsung secara daring melalui Google Meet ini menghadirkan Dr. Subaiki, M.Pd., seorang akademisi sekaligus Dosen STAI Nurul Iman, sebagai narasumber utama. Sedangkan peran host dipercayakan kepada Dr. Misno, MEI., MH., M.Pd., yang juga menjabat sebagai Direktur P3M STAI Sirojul Falah. Acara ini dijadwalkan berlangsung mulai pukul 20.00 hingga 21.30 WIB.

Dalam kesempatan ini, Dr. Subaiki membahas berbagai aspek strategis dalam manajemen lembaga pendidikan Islam, mulai dari tantangan dalam mengelola institusi berbasis keislaman, hingga peluang yang bisa dioptimalkan di era digital. Ia menekankan pentingnya inovasi dan penguatan tata kelola pendidikan agar lembaga Islam tetap relevan dan mampu bersaing dalam dinamika global.

“Lembaga pendidikan Islam memiliki peran besar dalam membentuk generasi yang tidak hanya unggul dalam ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki karakter dan nilai-nilai keislaman yang kuat. Oleh karena itu, diperlukan strategi manajemen yang adaptif dan berbasis kebutuhan zaman,” ujar Dr. Subaiki.

Sementara itu, Dr. Misno dalam perannya sebagai host, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari penguatan sinergi akademik antara STAI Nurul Iman dan STIT Sirojul Falah. “Visiting Lecturer ini bukan hanya ajang berbagi ilmu, tetapi juga sarana mempererat hubungan akademik antar perguruan tinggi, sehingga dapat saling menguatkan dalam pengelolaan pendidikan Islam yang lebih maju dan profesional,” ungkapnya.

Acara ini mendapat respons positif dari para peserta yang terdiri dari dosen, mahasiswa, serta praktisi pendidikan Islam. Mereka aktif berdiskusi dan menyampaikan pertanyaan terkait implementasi konsep manajemen dalam pengelolaan lembaga pendidikan berbasis Islam.

Dengan suksesnya penyelenggaraan kegiatan ini, STAI Nurul Iman dan STIT Sirojul Falah berharap dapat terus menghadirkan forum-forum akademik yang konstruktif guna mendukung pengembangan pendidikan Islam yang lebih inklusif dan berdaya saing tinggi di masa depan.

Visitasi Asesmen Lapangan Program Magister Hukum Keluarga Islam (HKI) oleh Tim Asesor BAN-PT

IMG_2669

IMG_2590Bogor- STAI Nurul Iman Membuka Program Magister pada Prodi Hukum Keluarga Islam (HKI) pada sabtu, 27 juli 2024 harapan yang ditunggu-tunggu oleh keluarga STAINI akhirnya terwujud. Tim Asesor Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) melakukan Visitasi Asesmen Lapangan Program Magister Hukum Keluarga Islam, tim asesor yang melakukan visitasi adalah Prof. Dr. Imam Yahya, M.Ag., Bpk. Suparto, M.Ed., Ph.D., dan juga dihadiri oleh Dr. Lukman Nugraha, M.Ed dari Direktorat Penddidikan Tinggi Kemenag, rombongan tim asesor diterima oleh civitas akademika STAI Nurul Iman yakni Dr. Habib Idrus al-Haddar, S.T., M.M Dr. Ali Mutakin, M. A. Hk., Dr. Subaiki Ikhwan, M.Pd., M. Abdul jalil, M.Pd dan segenap Dosen dan Tenaga Pendidik STAI Nurul Iman.

IMG_2895Visitasi berlangsung selama dua hari, di hari pertama diawali kegiatan pembukaan yang bertempat di Aula out dour Kampus Biru, tim asesor disuguhkan life skill dari UKM Taekwondo N-Lions yang sangat memukau, pada sambutannya Prof Yahya berkata “ saya terkesan dan tersanjung pada acara ini, STAINI akan lebih maju dan bagus karena ada semangat inovasi dan perbaikan-perbaikan dimasa yang akan datang, inti dari pengajuan itu harus ada ustadznya yakni dosen, Gedung sudah ada, mahasiswa sudah ada, kurikulum ada, akan tetapi jika dosenya tidak ada sama aja kurang karena yang melakukan inovasi itu guru/dosen, susunan borang dari STAINI yang diajukan sudah sangat lengkap, saya yakin dan optimis perubahan yang cepat akan terwujud dari Sekolah tinggi naik menjadi institut bahkan universitas itu sangat bisa, karena sudah jelas. input pendidikan disini sangat luas dari PAUD hingga perguruan tinggi magister, SDM pun sudah ada dan mumpuni” begitu tutur Prof. Imam Yahya, M.Ag dalam sambutannya.

IMG_2899Hari kedua tim asesor melakukan penilaian diantaranya: kesiapan kurikulum, sarana prasarana, penjaminan mutu oleh asesor Prof Imam Yahya,M.Ag  dan Bpk Dr Suparto, M.Ed., Ph.D beserta tim lainnya yang sudah ditunjuk oleh direktorat perguruan tinggi Kemenag di ruang 01 pascasarjana kampus biru, kegiatan visitasi akreditasipun selesai dan dilanjutkan sesi foto bersama.