STAI Nurul Iman Parung Bogor dan USIM Malaysia Selenggarakan Webinar Internasional Bahas Child Marriage

IMG-20251223-WA0000

            Parung, Bogor — STAI Nurul Iman Parung Bogor bekerja sama dengan Universitas Sains Islam Malaysia (USIM) menyelenggarakan Webinar Internasional bertema “Child Marriage dalam Sistem Hukum: Perbandingan Indonesia–Malaysia” pada Senin, 15 Desember 2025. Kegiatan ini diikuti oleh dosen, mahasiswa, serta pemerhati hukum keluarga Islam dari Indonesia dan Malaysia.

Webinar internasional ini menghadirkan dua narasumber, yakni Dr. Abdul Aziz, M.A., MA.Hk dari STAI Nurul Iman Parung Bogor dan Prof. Madya Dr. Mualilim dari Universitas Sains Islam Malaysia (USIM). Kedua narasumber memaparkan perbandingan regulasi, praktik, serta tantangan penanganan perkawinan anak dalam sistem hukum di masing-masing negara.

            Dalam sambutan pembukaan, Ketua Program Studi Hukum Keluarga Islam (HKI) STAI Nurul Iman Parung Bogor, Dr. Can. Ghufron Maksum, menyampaikan bahwa gagasan penyelenggaraan webinar internasional ini merupakan inisiatif yang digagas oleh almarhum Dr. Ali Mutakin. Ia berharap kegiatan ini dapat menjadi ladang amal jariyah bagi almarhum atas dedikasi dan kontribusinya dalam pengembangan keilmuan dan jejaring akademik internasional.

Lebih lanjut disampaikan bahwa tema child marriage dipilih karena memiliki urgensi tinggi dalam konteks perlindungan anak dan penguatan hukum keluarga Islam. Melalui forum ini, peserta diharapkan memperoleh wawasan komparatif antara sistem hukum Indonesia dan Malaysia sebagai bahan refleksi dan pengembangan kebijakan hukum yang lebih berkeadilan.

Prof. Madya Dr. Mualilim dari Universitas Sains Islam Malaysia (USIM), dalam paparan materinya bahwa di malaysia bagi pasangan yang mau nikah harus ikut pelatihan selama beberapa pekan dan mendapatkan sertifikat dari pemerintah. Di malaysia minimal umur perkawinan yakni 16 Perempuan dan 18 Laki-laki. Pengajuan permohonan dispensasi nikah dibawah umur.

Islam itu utamakan mashlahah, ketika kebenarannya ada maka dispensasi pernikahan dini boleh ats izin. Di malaysia permohonan dispensasi nikah menurun.

Dr. Abdul Aziz, M.A.,MA.Hk memaparkan malaysia belum mengamandemenkan UU Pernikahan, Indonesia sudah mengamandemenkan UU perkawinan.

Kegiatan berlangsung dengan lancar dan interaktif, ditandai dengan sesi diskusi dan tanya jawab antara peserta mahasiswa Hukum keluarga S1 dan S2. Webinar ini menjadi bagian dari komitmen STAI Nurul Iman Parung Bogor dalam memperkuat kolaborasi akademik internasional serta meningkatkan kualitas kajian keilmuan di bidang hukum keluarga Islam.

 by: Redaksi
Publisher: Khoerul

DEMA STAI Nurul Iman Gelar LDKM 2025: Satu Pekan Pembinaan Kepemimpinan Mahasiswa yang Komprehensif dan Berkarakter.

IMG_1120

LDKM 2025 menghadirkan rangkaian materi intensif selama 1–7 Desember 2025 untuk membentuk pemimpin muda yang kompeten, berintegritas, dan berlandaskan nilai-nilai religius.

DEMA STAI Nurul Iman resmi memulai rangkaian Latihan Dasar Kepemimpinan Mahasiswa (LDKM) 2025 pada 1–7 Desember 2025. Kegiatan tahunan ini kembali menjadi momentum penting bagi mahasiswa yang tengah menapaki dunia organisasi. Selama satu minggu penuh, para peserta dibimbing, diarahkan, dan diperkaya dengan wawasan kepemimpinan yang tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga relevan dengan kebutuhan organisasi masa kini.

Tujuan utama LDKM tahun ini adalah membekali mahasiswa dengan fondasi kepemimpinan yang kuat: administrasi yang tertata, manajemen diri yang matang, sensitivitas sosial, etika yang kokoh, hingga pemahaman historis tentang peran mahasiswa. Seluruh materi dibawakan oleh dosen, praktisi, dan para demisioner yang telah terbukti kiprahnya dalam dunia kepemimpinan kampus.

Hari Pertama – Merapikan Fondasi Administrasi Organisasi

Rangkaian LDKM dibuka dengan materi “Korespondensi Organisasi” oleh Dr. Subaiki Ikhwan, M.Pd. Beliau mengajak peserta menyadari bahwa administrasi bukan sekadar urusan surat-menyurat, tetapi cerminan profesionalitas sebuah organisasi. Melalui contoh nyata dan penjelasan teknis, peserta diajak memahami cara menyusun dokumen resmi yang baik, menyampaikan laporan dengan bahasa akademik, hingga menjaga pola komunikasi administratif yang efektif. Sesi ini menjadi fondasi penting bagi peserta sebelum memasuki materi berikutnya.

Hari Kedua – Menguatkan Kendali Diri sebagai Pemimpin Mahasantri

Hari kedua diisi oleh Ust. Aah Sholahudin, M.Ag. dengan tema “Manajemen Diri Kepemimpinan Mahasantri”. Suasana kelas terasa hidup karena penyampaian materi yang interaktif. Peserta tidak hanya mendengarkan, tetapi ikut melakukan refleksi diri, mengenali pola kebiasaan, potensi, dan kelemahan yang memengaruhi gaya kepemimpinan mereka. Ust. Aah menekankan bahwa pemimpin yang baik harus mampu mengarahkan dirinya terlebih dahulu sebelum mengarahkan orang lain. Materi ini menjadi pengingat bagi peserta bahwa karakter dan disiplin diri adalah modal dasar kepemimpinan.

Hari Ketiga – Membaca Budaya Kampus Melalui Perspektif Antropologi

Pada hari ketiga, peserta diajak memahami dunia kampus melalui kacamata “Antropologi Kampus” bersama Alan Muhammad Taufik, S.Pd. Materi ini memberikan wawasan baru mengenai bagaimana nilai, norma, dan kebiasaan terbentuk dalam kehidupan akademik. Dengan bahasa yang ringan namun tajam, Alan membagikan pengalamannya selama aktif berorganisasi dan menunjukkan bagaimana pemahaman budaya kampus membantu seorang pemimpin mengambil keputusan yang tepat. Peserta diajak menyadari bahwa kepemimpinan tidak hanya soal teknis, tetapi juga soal membaca situasi sosial.

Hari Keempat – Melatih Ketajaman Dalam Membangun Relasi dan Diplomasi

Materi “Lobbying dan Networking” yang dibawakan Iip Saepul Anwar, S.H. pada hari keempat membuka wawasan peserta mengenai pentingnya jejaring dalam memperkuat daya gerak organisasi. Peserta belajar membuat komunikasi strategis, membangun hubungan yang sehat, serta menggunakan relasi secara profesional tanpa mengorbankan etika. Melalui studi kasus yang dihadirkan, peserta melihat langsung bagaimana diplomasi organisasi bekerja dalam situasi nyata. Sesi ini mempertegas bahwa jejaring yang tepat akan memperluas peluang dan memperkuat eksistensi organisasi.

Hari Kelima – Menanamkan Etika sebagai Napas Kepemimpinan

Hari kelima dipandu oleh Khoirul Fadli, seorang aktivis berpengalaman dan Koordinator Wilayah BEM Pesantren Jawa Barat–Banten. Dengan gaya penyampaian yang lugas, beliau menegaskan bahwa etika adalah fondasi utama yang menentukan kualitas seorang pemimpin. Kejujuran, transparansi, tanggung jawab sosial, dan komitmen pada norma akademik menjadi poin penting yang dibahas. Peserta dibuat memahami bahwa kemampuan intelektual dan retorika tidak akan berarti tanpa integritas moral yang kuat.

Hari Keenam – Memahami Peran Mahasiswa dari Perspektif Sejarah

Pada hari keenam, Aqsho Bintang Nusantara, S.A.P. mengajak peserta menelusuri perjalanan sejarah gerakan mahasiswa. Materi ini menghidupkan kembali kesadaran bahwa mahasiswa selalu memiliki peran strategis sebagai kekuatan moral dan agen perubahan. Aqsho menyoroti tantangan baru di era digital—mulai dari banjir informasi hingga polarisasi opini—yang menuntut pemimpin mahasiswa untuk adaptif, kritis, dan tetap memegang teguh idealisme.

Hari Ketujuh – Refleksi Bersama Para Demisioner

Penutupan LDKM diisi dengan sesi “Sharing Insight with Demisioner”, menghadirkan Ahmad Berizi, M.Pd., Riki Pratama, S.Pd., serta beberapa demisioner lainnya. Suasana forum berlangsung hangat dan penuh refleksi. Para narasumber berbagi pengalaman mereka saat memimpin organisasi, tantangan yang pernah dihadapi, serta nilai-nilai yang mereka pegang teguh sepanjang perjalanan kepemimpinan. Sesi ini menjadi ruang dialog lintas generasi yang memperkuat motivasi peserta untuk melanjutkan estafet kepemimpinan kampus.

IMG_1120 IMG_1129

Penutup

Seluruh rangkaian LDKM STAI Nurul Iman 2025 berjalan dengan baik dan memberikan dampak signifikan bagi peserta. Selama satu pekan, mahasiswa tidak hanya mendapatkan teori, tetapi juga ruang refleksi, pengalaman praktis, dan inspirasi dari para pemimpin sebelumnya. Melalui pembinaan yang komprehensif ini, diharapkan lahir pemimpin muda yang berdaya, adaptif, visioner, dan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai religius dalam setiap langkah pengabdiannya bagi organisasi dan masyarakat.

 

PEMIRA STAI Nurul Iman 2025: Wujud Penguatan Tradisi Demokrasi Mahasiswa

IMG_2539

Parung–Bogor, 10 November 2025 — STAI Nurul Iman kembali menyelenggarakan Pemilihan Raya (PEMIRA) sebagai agenda tahunan dalam memilih Presiden Mahasiswa (Presma) dan Wakil Presiden Mahasiswa (Wapresma) Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA). Kegiatan demokrasi ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk menyalurkan aspirasi serta menentukan arah kepemimpinan organisasi kemahasiswaan pada periode mendatang.

Penyelenggaraan PEMIRA 2025 dilaksanakan setelah debat kandidat pada 5 November 2025, yang menjadi ruang adu gagasan antar-pasangan calon. Pada tahun ini terdapat dua pasangan calon yang resmi bertarung dalam kontestasi demokrasi kampus, yaitu:

  • Paslon 01: Muhamad Wildi Arifin (Presma) & Achsanul Mubarok (Wapresma)
  • Paslon 02: Nur Muhamad Abdillah (Presma) & Rahmat Kivlan Shadiq (Wapresma)

Kedua pasangan calon memaparkan visi, misi, serta program unggulan yang berorientasi pada penguatan kapasitas mahasiswa dalam aspek akademik, organisasi, dan pemberdayaan kampus.

PEMIRA melibatkan seluruh fakultas dan program studi yang ada di lingkungan STAI Nurul Iman, meliputi Pendidikan Bahasa Arab (PBA), Manajemen Pendidikan Islam (MPI), Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT), Ilmu Hadis, serta Hukum Keluarga Islam (HKI). Partisipasi penuh dari seluruh prodi menunjukkan bahwa demokrasi kampus merupakan agenda kolektif yang melibatkan seluruh unsur kemahasiswaan.

Mahasiswa mengikuti proses pemilihan dengan tertib tanpa mengganggu jalannya kegiatan belajar mengajar (KBM). Hal ini menunjukkan kedewasaan mahasiswa dalam menjaga etika berdemokrasi sekaligus memastikan kegiatan akademik tetap menjadi prioritas utama.

Pembukaan PEMIRA secara resmi dipimpin oleh Wakil Ketua III Bidang Kemahasiswaan, Ust. M. Abdul Jalil, M.Pd. Dalam sambutannya, beliau menegaskan pentingnya menumbuhkan tradisi demokrasi yang sehat di lingkungan perguruan tinggi. Menurutnya, demokrasi bukan hanya proses memilih pemimpin, tetapi juga ruang pembelajaran bagi mahasiswa untuk memahami nilai musyawarah, akuntabilitas, keterbukaan, serta penghargaan terhadap perbedaan pendapat.

Beliau menambahkan bahwa demokrasi yang dijalankan secara jujur dan transparan selaras dengan nilai-nilai keislaman yang diajarkan dalam berbagai literatur klasik maupun modern. Oleh karena itu, PEMIRA diharapkan dapat menjadi sarana pembentukan karakter dan kepemimpinan mahasiswa.

Penerapan demokrasi di lingkungan kampus memberikan banyak manfaat strategis, mulai dari melatih kemampuan mengambil keputusan kolektif, memahami perbedaan gagasan, meningkatkan keterampilan komunikasi politik, hingga memperkuat akuntabilitas pemimpin mahasiswa. Melalui PEMIRA, calon pemimpin mahasiswa belajar memikul tanggung jawab untuk menjalankan program yang telah dikampanyekan dan mempertanggungjawabkannya kepada publik.

PEMIRA STAI Nurul Iman 2025 menjadi bukti nyata bahwa demokrasi kampus dapat berjalan dengan tertib, partisipatif, dan edukatif. Selain menghasilkan pemimpin mahasiswa baru, kegiatan ini juga menjadi sarana pembelajaran politik bagi seluruh mahasiswa. Dengan senantiasa menjunjung prinsip demokrasi yang sehat, diharapkan kepemimpinan mahasiswa di STAI Nurul Iman semakin berkembang dan mampu memberikan kontribusi signifikan bagi penguatan budaya akademik, organisasi, serta kehidupan sosial kemahasiswaan di masa mendatang.

 IMG_2436

 2

1

Dua Paslon Presma DEMA STAI Nurul Iman Tampilkan Visi Misi dan Arah Baru Pergerakan Mahasiswa

2

Sekolah Tinggi Agama Islam Nurul Iman (STAI Nurul Iman) kembali menyelenggarakan agenda demokrasi tahunan untuk memilih Presiden Mahasiswa (Presma) periode 2025–2026. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 5 November 2025 dan menjadi momentum penting bagi mahasiswa dalam menentukan arah gerak organisasi kemahasiswaan satu tahun ke depan. Sebagaimana tradisi di berbagai perguruan tinggi lainnya, pergantian Presiden Mahasiswa bukan hanya sekadar rutinitas administratif, melainkan bagian dari pendidikan kepemimpinan, keterlibatan publik, serta pembentukan budaya demokrasi di lingkungan akademik.
Pada pemilihan tahun ini, terdapat dua pasangan calon yang telah resmi terdaftar. Pasangan calon nomor urut satu dipimpin oleh Muhamad Wildi Arifin dengan wakilnya Achsanul Mubarok. Sementara itu, pasangan nomor urut dua dipimpin oleh Nur Muhamad Abdillah bersama calon wakilnya Rahmat Kivlan Shadiq. Keduanya tampil dengan gaya penyampaian argumentasi yang sistematis, terukur, dan kondusif. Hal ini menunjukkan bahwa mahasiswa STAI Nurul Iman mampu menjadikan forum debat bukan sebagai arena konflik, melainkan ruang pertukaran gagasan yang santun dan produktif.1
Selama sesi debat berlangsung, masing-masing pasangan calon menyampaikan visi, misi, serta program strategis yang akan dijalankan apabila terpilih sebagai Presiden Mahasiswa. Kehadiran mahasiswa sebagai audiens memberikan atmosfer intelektual yang kuat. Tepuk tangan, apresiasi, maupun ekspresi kritis dari peserta menunjukkan bahwa minat terhadap dinamika organisasi mahasiswa cukup besar.
Tidak hanya mahasiswa, acara ini juga dihadiri oleh Wakil Ketua STAI Nurul Iman dan sejumlah dosen. Kehadiran unsur pimpinan kampus menunjukkan dukungan institusi terhadap proses demokrasi mahasiswa, sekaligus komitmen untuk memastikan organisasi kemahasiswaan tetap berada dalam jalur pembinaan moral dan intelektual.
Setiap pasangan calon membawa identitas gerakan yang tercermin dari tagline atau jargon yang mereka pilih. Pasangan nomor urut satu mengusung slogan “Bangkit, Berdaya, dan Berkarya.” Konsep ini menempatkan mahasiswa sekaligus mahasantri sebagai individu yang harus bangkit dengan paradigma baru, tidak menyerah pada keterbatasan yang ada. Kata berdaya menggambarkan komitmen pasangan calon ini dalam meningkatkan kemampuan kompetitif mahasiswa, baik dalam ranah akademik maupun non-akademik. Sementara itu, diksi berkarya menjadi penegasan bahwa aktivitas keilmuan dan pengembangan diri idealnya diwujudkan dalam bentuk kontribusi nyata yang dapat dilihat dan dirasakan.
3Di sisi lain, pasangan nomor urut dua mengusung tagline yang unik dan mudah diingat, yaitu “DAR, DER, DOR.” Secara konseptual, slogan ini memuat gagasan yang cukup mendalam. DAR diartikan sebagai Darurat Literasi. Menurut pasangan ini, kultur literasi di lingkungan kampus masih perlu diperkuat agar mahasiswa memiliki wawasan luas dan kemampuan analisis yang lebih baik. Selanjutnya, DER merupakan akronim dari kata Moderate, yang merujuk pada karakter mahasiswa STAI Nurul Iman sebagai mahasantri yang menjunjung keseimbangan antara pemikiran keagamaan dan kehidupan modern. Adapun unsur DOR diterjemahkan sebagai Dorongan Aksi, yang berarti bahwa gagasan tidak akan memberi dampak tanpa pelaksanaan nyata. Dalam sesinya, Nur Muhamad Abdillah menegaskan bahwa jika ketiga unsur ini berjalan beriringan, maka STAI Nurul Iman akan berkembang menjadi kampus maju dan lebih berdaya saing.
Debat ini mendapatkan respons positif dari jajaran pimpinan kampus. Para wakil ketua STAI Nurul Iman memberikan apresiasi atas suasana yang tertib, argumentatif, dan penuh etika. Menurut mereka, kegiatan seperti ini sangat penting karena menjadi ruang pembelajaran politik yang sehat bagi mahasiswa. Demokrasi kampus tidak hanya melatih mental kepemimpinan, tetapi juga menumbuhkan rasa tanggung jawab sosial dan akademik terhadap institusi.
Penutup dari kegiatan debat ini menghadirkan suasana penuh harapan. Terlepas dari siapa yang akhirnya terpilih, para mahasiswa dan pimpinan kampus menaruh ekspektasi besar agar Presiden Mahasiswa selanjutnya mampu memajukan organisasi, memperkuat budaya akademik, dan menghadirkan perubahan konstruktif. Dengan demikian, debat ini bukan hanya sekadar kompetisi ide semata, melainkan refleksi perjalanan STAI Nurul Iman menuju masa depan yang lebih progresif, inklusif, dan berdaya.

Penulis : Tim Redaksi Humas
Kategori : Kemahasiswaan & Organisasi

Monitoring dan Evaluasi Kopertais Wilayah II Jawa Barat di STAI Nurul Iman

1000844527

STAINI– Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Nurul Iman mendapat kunjungan resmi dari tim Monitoring dan Evaluasi (Monev) Kopertais Wilayah II Jawa Barat pada Selasa, 28 Oktober 2025. Kegiatan ini berlangsung di ruang 09 Kampus Biru dan dihadiri oleh jajaran pimpinan serta dosen STAI Nurul Iman.

Tim visitor dari Kopertais Wilayah II Jawa Barat terdiri atas Bapak Wildan Baihaqi, M.Ag., selaku Visitor 1, dan Bapak Mochammad Hilman Mujahid, S.E., selaku Visitor 2. Keduanya meninjau berbagai aspek penyelenggaraan akademik dan kelembagaan STAI Nurul Iman, termasuk pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi dan tata kelola administrasi kampus.

Dalam kegiatan tersebut turut hadir Senat STAI Nurul Iman, Dr.Hb. Idrus Al Haddar, ST.,M.M, beserta Wakil Ketua I Bidang Akademik Dr. Ali Mutakin,MA.Hk Wakil Ketua II Bidang Administrasi Dr. Subaiki Ikhwan, M.Pd serta dosen-dosen dari berbagai program studi. Suasana diskusi berlangsung hangat dan produktif, dengan fokus pada peningkatan mutu akademik dan profesionalisme tenaga pendidik.

Kegiatan Monev ini menjadi bagian penting dalam upaya menjaga kualitas pendidikan tinggi Islam di bawah naungan Kopertais Wilayah II Jawa Barat. Melalui kunjungan tersebut, diharapkan STAI Nurul Iman terus berkembang sebagai lembaga pendidikan yang unggul dalam mencetak generasi ilmuwan muslim yang berintegritas dan berwawasan luas.

ASESMEN LAPANGAN : STAINI SIAP TRANSFORMASI KE INSTITUT

Foto bersama para dosen staini dan asesor

STAINI, 26 Agustus 2025 – Sekolah Tinggi Agama Islam Nurul Iman (STAINI) kembali mencatat sejarah penting dalam perjalanan kelembagaannya. Pada hari Selasa, 26 Agustus 2025, kampus biru STAINI di Parung, Bogor, melaksanakan kegiatan asesmen lapangan sebagai bagian dari Laporan Evaluasi Dini (LED) Institusi, untuk menilai, memverifikasi data, proses pembelajaran, tata kelola, wewanacarai mahasiswa dosen dan Alumni serta sarana prasarana yang dimiliki STAINI. Asesmen ini menjadi krusial untuk menentukan status akreditsi.

Assoc. Prof. Dr Ali Mutakin, MA.Hk

Sejak pagi, suasana kampus biru dipenuhi semangat dan antusiasme. Pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, hingga para alumni hadir menyambut kedatangan tim asesor. Acara pembukaan asesmen dilaksanakan di Aula Utama dengan penuh khidmat. Dalam sambutannya, wakil ketua I Bidang akademik selaku tim LED Assoc. Prof. Dr Ali Mutakin, MA.Hk mengungkapkan “hari ini kita kedatangan tim asesor oleh karena kerja keras dan usaha kita mudah-mudahan bisa mentrans-formasikan STAINI menjadi Institut

Hal senada juga Dr. Ali menyampaikan proses ini adalah kesempatan untuk memperlihatkan pencapaian sekaligus melakukan evaluasi. “Kami percaya, dengan kebersamaan dan kerja keras, STAINI mampu mewujudkan cita-cita besar sebagai universitas yang memberikan manfaat nyata bagi umat dan bangsa,” ungkapnya.

Sambutan selanjutanya oleh perwakilan dari asesor Bpk Samsul Hady “ sangat luar biasa mahasiswa STAINI tidak hanya diberikan materi perkuliahan saja, tapi diberikan olah raga dari negeri gingseng, perfrom tadi sangat bagus sekali, sudah saatnya STAINI menjadi univeritas bukan institut lagi

asesor Dr. Muhammad Samsul Hady, M.Ag

Ketua STAINI, Dr. Hj.  Umi Waheeda, S.Psi., M.Si., menegaskan komitmen institusi untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan. “Isyaallah STAINI perubahan nama atau status, melainkan bentuk ikhtiar bersama dalam memberikan layanan pendidikan tinggi yang lebih luas. Kami ingin STAINI menjadi pusat pengembangan ilmu, riset, dan pengabdian masyarakat yang unggul,” ujar Dr.Hj. Umi Waheeda

Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) memberikan mandat kepada Dr. Muhammad Samsul Hady, M.Ag dari UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, dan Dr. M. Nurul Irfan, M.Ag dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta serta di dampingi oleh staff  BAN PT Ibu Elok Roslita sari sebagai Tim Asesor. Kegiatan asesmen di laksanakan di Ruang 09 Samping perpustakaan STAI Nurul Iman. Sebelum dilakukan penilaian asesor di suguhkan musik daerah yakni kentongan dari himpunan mahasiswa banyumasan, juga perfromance dari taekwondo N’Lions.

Para mahasiswa turut berperan aktif dalam asesmen ini. Mereka menyampaikan testimoni tentang pengalaman belajar di STAINI, suasana akademik, serta kontribusi kampus dalam membentuk karakter islami dan profesional. Alumni pun hadir memberikan dukungan dengan menceritakan kiprah mereka di berbagai bidang pekerjaan setelah menyelesaikan studi di STAINI.

Di akhir kegiatan, tim asesor memberikan apresiasi atas kesiapan STAINI dalam menghadapi transformasi ini. Meski masih ada beberapa catatan perbaikan, namun secara umum STAINI dianggap memiliki fondasi yang kuat untuk melangkah menuju institut. Hasil asesmen ini akan menjadi bahan pertimbangan BAN-PT dalam memberikan rekomendasi resmi.

Dengan semangat perubahan, STAINI optimis menatap masa depan. Transformasi menuju institut diharapkan bukan hanya meningkatkan reputasi kelembagaan, tetapi juga memperluas akses pendidikan tinggi berkualitas bagi masyarakat. Seluruh elemen kampus biru sepakat, asesmen lapangan ini adalah langkah awal menuju babak baru: STAINI yang siap bertransformasi menjadi universitas unggul, modern, dan berdaya saing global.

Editor: Fariz Hazirin

Publisher: Khoerul

 

KASANTRI INDONESIA & PONDOK PESANTREN AL ASHRIYYAH NURUL IMAN STADIUM GENERAL

SNI02699

KASANTRI merupakan lembaga komunitas ikatan alumni santriawati Indonesia dan sudah tersebar luas di Indonesia dan Malaysia, KASANTRI bekerjasama dengan beasiswa Malaysia dan beberapa mitra haramain, juga lembaga persyaratan seluruh alumni santriwati, dengan tujuan membangun peradaban nusa & bangsa serta pemberdayaan manusia.

Pada hari Jum’at, tanggal 22 Agustus 2025 KASANTRI kembali hadir di Pondok Pesantren Al Ashriyyah Nurul Iman Islamic Boarding School guna melangsungkan STADIUM GENERAL dengan tema ”University Challeges Toward the world Muslim Future Leaders”, yang berarti tantangan universitas menuju pemimpin muslim masa depan yang dinarasumberi oleh Prof. Dr. Amany Lubis, Lc, M.A selaku ketua MUI.

SNI02699

Acara yang dibuka pada pukul 09.20 dibaakan oleh Ahsanul Mubarok selaku Master of ceremony, selanjutnya lantunan ayat suci Al qur’an beserta sari tilawah yang dibacakan oleh M.Rifki dan M. Fahri, lalu penayangan profil Pondok Pesantren Al Ashriyyah Nurul Iman Islamic Boarding School dan KASANTRI serta penayangan kaledeoskop Prof. Dr. Amany Lubis, Lc, M.A yang berisi tentang biografi dan latar belakang. Beliau lahir di Kairo Mesir pada tanggal 22 Desember 1963 serta berisikan riayat pendidikan tinggi yang ditempuhnya dan beberapa penghargaan yang diraihnya, dilanut dengan kreasi seni dari santri putra yakni, Tae Kwon Do dan diakhiri dengan sambutan dari Meisyanti Munir M..Hum selaku ketua umum KASANTRI Indonesia.

Pada jam 10.26 masuk pada acara inti, yaitu STADIUM GENERAL oleh narasumber yang diawali dengan pembacaan Qs. Al-Hasyr ayat 9, “Principles to Build a Civilization”. Sebagai pedoman serta contoh dalam menjalankan tantangan di era modern, dengan beberapa pokok yang dikedepankan seperti, Preserving the institution of marriage, the appreciation of diversity ini families, getting rid of ignorance of AI.

IMG_0278

Adapun prinsip dalam berkepimpinan, ketaatan & ikhlas, kebersamaan atau saling mendukung, keberlanjutan, yang sangat penting dan berarti, sistem lama tidak boleh dibuang begitu saja, berlanjut dari generasi ke generasi, tanggung jawab yang berguna untuk menjaga keamanan, reward, punishment dan jika ingin menjadi orang yang baik maka terimalah atau dengarkanlah nasihat, terapkan keaatan karna hal kecil seperti mencuri dipondok itu akan menjadi hal besar di masa depan.

Indonesia diharapkan menjadi pusat peradaban Islam di dunia, bukan hanya tentang kuantitas sebesar 230 juta umat Islam, dijamin sistem peraturan Islam diselenggarakan di Indonesia, tidak seperti negara timur yang mencatat hukum Islam sebagai dasar hukum, akan tetapi kurang dalam penerapannya, Indonesia memiliki beberapa ulama yang selalu berusaha menjaga sistem hukum Islam.

Kita harus berupaya meningkatkan peradaban Islam, stabilitas politik dan pemberdayaan manusia, pendidikan adalah faktor utama suksesnya suatu bangsa. Rosulullah memiliki pandangan yang propektif terhadap pendidikan, sepeti sebuah kisah setelah perang nabi meminta tawanan untuk mengajarkan umat muslim baca dan tulis. Pemimpin harus memiliki kemampuan solving yang cepat dalam memecahkan problem yang ada, dengan berffikir kita akan terbiasa dan ahli dalam problem solving.

SNI02749

Setelah pemaparan materi selesai sebelum acara ditutup, narasumber memberi peluang kepada para santriawan dan santriawati untuk mengajukan pertanyaan, lalu ditutup dengan do’a. Dari segala ilmu yang telah diberikan, dapat kita tarik kesimpulan bersama bahwa keluarga memiliki peran penting dalam pembentukan karakter manusia, dan landaskanlah segala hal pada Al qur’an dan Hadist.

By: Queen Satriani & Syaqiella

UKM Futsal STAI Nurul Iman Raih Juara 1 di Ajang Mahafest 2025

e

Bogor, 15 Juni 2025 — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Futsal STAI Nurul Iman dalam ajang Mahafest 2025, sebuah turnamen olahraga antarkampus yang diselenggarakan oleh STIS Al Wafa Bogor pada Jumat–Minggu, 13–15 Juni 2025.

Turnamen futsal ini diikuti oleh sejumlah perguruan tinggi ternama di Bogor, menjadikannya ajang kompetisi bergengsi tingkat mahasiswa. STAI Nurul Iman tergabung dalam Grup A, bersama dengan tuan rumah STIS Al Wafa, STEI SEBI, STIU Darul Hikmah, dan UIKA Bogor.

Dengan semangat juang tinggi dan permainan yang solid, STAI Nurul Iman tampil luar biasa dan menjadi juara grup tanpa terkalahkan sejak awal pertandingan. Konsistensi dan kekompakan tim membawa Nurul Iman melaju ke babak semifinal, menghadapi Perguruan Tinggi Al Hidayah. Pertandingan berlangsung ketat, namun Nurul Iman berhasil menang tipis dengan skor 2–1.

Di partai final, tim futsal STAI Nurul Iman berhadapan dengan Universitas Tazkia. Pertandingan berlangsung sangat sengit hingga harus ditentukan melalui adu penalti. Dengan mental yang kuat dan eksekusi yang matang, Nurul Iman berhasil menutup laga final dengan kemenangan dramatis 5–4 melalui adu penalti, sekaligus mengukuhkan diri sebagai Juara 1 Mahafest 2025.

“Ini adalah hasil dari kerja keras, disiplin, dan kekompakan seluruh tim. Terima kasih atas doa dan dukungan seluruh civitas akademika STAI Nurul Iman,” ungkap salah satu perwakilan tim futsal usai pertandingan.

Selamat kepada UKM Futsal STAI Nurul Iman atas prestasi gemilang ini! Semoga kemenangan ini menjadi motivasi untuk terus berprestasi dan mengharumkan nama almamater di ajang-ajang berikutnya.

Sebagai informasi, Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Nurul Iman merupakan perguruan tinggi swasta yang berada di daerah Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Perguruan Tinggi di bawah naungan Yayasan Al-Ashriyyah Nurul Iman Islamic Boarding School (YANIIBS) ini berdiri pada tahun 2005,Hingga kini, STAI Nurul Iman masih eksis di masyarakat dan pemerintah mengakuinya sebagai salah satu perguruan tinggi swasta di Indonesia.

Semua aktivitas proses pembelajaran dan praktikum terlaksana di kampus Jl. Nurul Iman No. 01 Ds. Warujaya Kec. Parung, Kab. Bogor, Jawa Barat

Istiwah dari STAI Nurul Iman melalui yayasan memiliki kebijakan bahwa pembiayaan di STAI Nurul Iman semua ditanggung oleh yayasan. Maksudnya, seluruh mahasiswa STAI Nurul Iman diberikan beasiswa full 100%, yang meliputi: biaya pendidikan, pembangunan, ujian, buku, asrama, dan makan.

Kebijkan pemberian beasiswa ini ditentukan melalui rapat bersama pimpinan Sekolah Tinggi dan pimpinan Yayasan Al Ashriyyah Nurul Iman.

 

STAI NURU IMAN Parung Bogor Sukses Gelar Perumusan VMTS bersama Alumni

IMG-20250530-WA0004

Parung, Bogor— Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Nurul Iman Parung Bogor kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan mutu dan arah institusi dengan sukses menggelar kegiatan Perumusan Visi, Misi, Tujuan, dan Sasaran (VMTS) bersama para alumni pada malam rabu (27/05/2025).

IMG-20250527-WA0020

Acara yang berlangsung secara online via zoom ini dihadiri oleh sejumlah alumni lintas angkatan, pimpinan kampus, dosen, serta perwakilan mahasiswa. Kegiatan ini menjadi bagian penting dari upaya evaluasi dan pembaruan arah strategis kampus untuk menjawab tantangan zaman serta kebutuhan masyarakat.

Waki Ketua III STAI Nurul Iman Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Muhammad Abdul Jalil, M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan bahwa keterlibatan alumni merupakan langkah strategis untuk menjamin relevansi visi dan misi kampus dengan dunia nyata.

“Alumni adalah representasi langsung dari hasil pendidikan kita. Melibatkan mereka dalam penyusunan VMTS adalah bagian dari komitmen kami terhadap kualitas dan keberlanjutan,” ujar waket III .

Kegiatam sosialisasi VMTS momentum yang sama dalam melaksanakan kegiatan tracer studi Hal ini dianggap penting, karena pihak kampus hendak melakukan berbagai penyesuaian atau perubahan di kampus dalam rangka meningkatkan kualitas, juga peralihan dari STAI ke Institut.

IMG-20250527-WA0018

Diskusi berlangsung dengan dinamis dan penuh antusiasme. Para alumni memberikan berbagai masukan berdasarkan pengalaman mereka di dunia kerja dan pengabdian masyarakat. Dari hasil forum ini, dirumuskan beberapa poin penting sebagai bahan penyempurnaan VMTS STAI Nurul Iman ke depan.

Dr. Ali Mutakin, MA.Hk Selaku Waket I STAI Nurul Iman Bidang Akademik, menyampaikan “InsyaAllah, kegiatan seperti ini akan terus dilakukan secara berkala sebagai bentuk kolaborasi kampus dengan para stakeholder, khususnya alumni,” tuturnya.

Dengan terselenggaranya forum ini, diharapkan STAI Nurul Iman Parung Bogor semakin mantap dalam arah pengembangan institusi dan semakin siap mencetak lulusan yang berkualitas, berakhlak, dan responsif terhadap kebutuhan zaman.

IMG-20250527-WA0017

Ujian Tengah Semester (UTS) di Sekolah Tinggi Agama Islam Nurul Iman untuk Program Studi IQT, HKI, PBA, IHA, dan MPI

ujian staini

Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Nurul Iman  Parung Bogor telah melaksanakan ujian tengah semester genap dengan sukses. kegiatan ini berlangsung dari tanggal 17 hingga 20 Februari 2025 dan diikuti oleh seluruh mahasiswa aktif.pelaksanaan UTS genap ini dilaksanakan secara tertulis dan praktik, tergantung mata kuliah yang diujikan. mahasiswa wajib untuk mengikuti ujian sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan.

UTS berfungsi untuk mengukur pemahaman mahasiswa terhadap materi yang telah dipelajari selama paruh pertama semester. Kegiatan UTS ini mencakup berbagai program studi, diantaranya Ilmu Qur’an dan Tafsir (IQT), Hukum Keluarga Islam (HKI), Pendidikan Bahasa Arab (PBA), Ilmu Hadis (IHA), dan Manajemen Pendidikan Islam (MPI). Masing-masing program studi memiliki karakteristik ujian yang disesuaikan dengan fokus materi yang diajarkan, serta penerapan nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari.

  1. UTS pada Program Studi Ilmu Qur’an dan Tafsir (IQT)
    Pada prodi IQT, UTS bertujuan untuk menguji pemahaman mahasiswa terhadap tafsir Al-Qur’an, ilmu qira’at, serta tafsir tematik. Ujian ini meliputi penguasaan terhadap berbagai pendekatan dalam menafsirkan Al-Qur’an, baik secara klasik maupun kontemporer.
    Jenis ujian yang diterapkan di prodi IQT meliputi ujian tertulis dan ujian lisan. Pada ujian tertulis, mahasiswa diharapkan dapat menjelaskan tafsir ayat-ayat tertentu dengan menggunakan pendekatan yang tepat, baik secara historis, linguistik, maupun kontekstual. Ujian lisan lebih difokuskan pada kemampuan mahasiswa dalam mendiskusikan dan menganalisis ayat-ayat Al-Qur’an serta memberikan penafsiran yang relevan dengan isu-isu masa kini.
    Mahasiswa juga sering diuji dalam hal hafalan dan pemahaman terhadap tafsir tertentu, yang menjadi bagian dari proses pembelajaran intensif dalam prodi ini.
  2. UTS pada Program Studi Hukum Keluarga Islam (HKI)
    Program studi Hukum Keluarga Islam (HKI) menitikberatkan pada pemahaman mengenai hukum Islam terkait dengan keluarga, seperti pernikahan, perceraian, warisan, dan hak-hak keluarga dalam perspektif syariat.
    Dalam UTS, mahasiswa HKI diharapkan untuk dapat menganalisis berbagai permasalahan hukum keluarga yang sering dijumpai dalam masyarakat. Ujian biasanya mencakup studi kasus di mana mahasiswa harus mengaplikasikan prinsip-prinsip fiqh muamalat dan hukum Islam dalam menyelesaikan kasus yang diberikan.
    Selain ujian tertulis, mahasiswa juga sering diuji dalam ujian lisan atau diskusi mengenai tafsiran hukum Islam terhadap isu-isu kontemporer terkait hukum keluarga. Melalui ujian ini, mahasiswa diharapkan tidak hanya menguasai teori hukum Islam, tetapi juga dapat berpikir kritis dalam menghadapi tantangan hukum keluarga yang ada di masyarakat.
  3. UTS pada Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA)
    UTS di program studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) lebih fokus pada pengujian kemampuan mahasiswa dalam berbahasa Arab, baik dari sisi keterampilan berbicara, menulis, membaca, maupun mendengarkan. Ujian tertulis dalam bentuk tes bahasa sering kali mencakup materi terkait tata bahasa (nahwu), tafsir, serta kemampuan menerjemahkan teks-teks Arab ke dalam bahasa Indonesia.
    Selain itu, mahasiswa PBA juga diuji dalam kemampuan mengajar Bahasa Arab. Ujian praktek dalam bentuk presentasi atau mengajar merupakan bagian penting dalam menilai keterampilan mahasiswa dalam mengaplikasikan teori-teori yang telah dipelajari dalam praktek pengajaran. Ujian ini bertujuan untuk menyiapkan mahasiswa agar siap menjadi pengajar Bahasa Arab di berbagai tingkat pendidikan.
  4. UTS pada Program Studi Ilmu Hadis (IHA)
    Di prodi Ilmu Hadis (IHA), UTS berfokus pada penguasaan mahasiswa terhadap ilmu hadis, termasuk pengklasifikasian hadis, sanad, matan, serta metode kritik hadis (Ilmu Mustalah Hadis). Ujian tertulis di prodi ini mencakup analisis hadis-hadis tertentu serta pembahasan tentang peran hadis dalam kehidupan sehari-hari.
    Mahasiswa juga diuji melalui ujian lisan yang memfokuskan pada kemampuan mereka dalam menilai dan menjelaskan keabsahan hadis, serta menerapkannya dalam konteks sosial dan keagamaan masa kini. Ujian ini bertujuan untuk membekali mahasiswa dengan pemahaman yang mendalam tentang kedudukan hadis dalam syariat Islam dan penerapannya di masyarakat.
  5. UTS pada Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (MPI)
    UTS pada program studi Manajemen Pendidikan Islam (MPI) lebih berfokus pada pemahaman mahasiswa mengenai teori dan praktik manajemen dalam konteks pendidikan Islam. Ujian ini mencakup topik-topik seperti perencanaan pendidikan, manajemen kurikulum, manajemen sumber daya manusia di lembaga pendidikan Islam, serta kebijakan pendidikan Islam yang relevan.
    Mahasiswa MPI diuji melalui ujian tertulis yang menguji pemahaman teoritis mereka tentang manajemen pendidikan Islam dan bagaimana konsep-konsep tersebut dapat diterapkan dalam pengelolaan lembaga pendidikan Islam. Selain itu, ujian praktik dalam bentuk studi kasus atau simulasi pengelolaan lembaga pendidikan juga menjadi bagian dari evaluasi untuk melihat sejauh mana mahasiswa mampu merancang dan mengelola pendidikan Islam secara efektif dan efisien.

Penutup
Kegiatan Ujian Tengah Semester (UTS) di Sekolah Tinggi Agama Islam Nurul Iman pada program studi IQT, HKI, PBA, IH, dan MPI dengan suksesnya pelaksanaan ujian tengah semester genap ini, diharapkan mahasiswa STAI Nurul Iman Parung Bogor dapat meningkatkan kemampuan dan pengetahuannya, serta menjadi lebih siap dalam menghadapi ujian akhir semester.

Salam Redaksi