Dua Paslon Presma DEMA STAI Nurul Iman Tampilkan Visi Misi dan Arah Baru Pergerakan Mahasiswa

2

Sekolah Tinggi Agama Islam Nurul Iman (STAI Nurul Iman) kembali menyelenggarakan agenda demokrasi tahunan untuk memilih Presiden Mahasiswa (Presma) periode 2025–2026. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 5 November 2025 dan menjadi momentum penting bagi mahasiswa dalam menentukan arah gerak organisasi kemahasiswaan satu tahun ke depan. Sebagaimana tradisi di berbagai perguruan tinggi lainnya, pergantian Presiden Mahasiswa bukan hanya sekadar rutinitas administratif, melainkan bagian dari pendidikan kepemimpinan, keterlibatan publik, serta pembentukan budaya demokrasi di lingkungan akademik.
Pada pemilihan tahun ini, terdapat dua pasangan calon yang telah resmi terdaftar. Pasangan calon nomor urut satu dipimpin oleh Muhamad Wildi Arifin dengan wakilnya Achsanul Mubarok. Sementara itu, pasangan nomor urut dua dipimpin oleh Nur Muhamad Abdillah bersama calon wakilnya Rahmat Kivlan Shadiq. Keduanya tampil dengan gaya penyampaian argumentasi yang sistematis, terukur, dan kondusif. Hal ini menunjukkan bahwa mahasiswa STAI Nurul Iman mampu menjadikan forum debat bukan sebagai arena konflik, melainkan ruang pertukaran gagasan yang santun dan produktif.1
Selama sesi debat berlangsung, masing-masing pasangan calon menyampaikan visi, misi, serta program strategis yang akan dijalankan apabila terpilih sebagai Presiden Mahasiswa. Kehadiran mahasiswa sebagai audiens memberikan atmosfer intelektual yang kuat. Tepuk tangan, apresiasi, maupun ekspresi kritis dari peserta menunjukkan bahwa minat terhadap dinamika organisasi mahasiswa cukup besar.
Tidak hanya mahasiswa, acara ini juga dihadiri oleh Wakil Ketua STAI Nurul Iman dan sejumlah dosen. Kehadiran unsur pimpinan kampus menunjukkan dukungan institusi terhadap proses demokrasi mahasiswa, sekaligus komitmen untuk memastikan organisasi kemahasiswaan tetap berada dalam jalur pembinaan moral dan intelektual.
Setiap pasangan calon membawa identitas gerakan yang tercermin dari tagline atau jargon yang mereka pilih. Pasangan nomor urut satu mengusung slogan “Bangkit, Berdaya, dan Berkarya.” Konsep ini menempatkan mahasiswa sekaligus mahasantri sebagai individu yang harus bangkit dengan paradigma baru, tidak menyerah pada keterbatasan yang ada. Kata berdaya menggambarkan komitmen pasangan calon ini dalam meningkatkan kemampuan kompetitif mahasiswa, baik dalam ranah akademik maupun non-akademik. Sementara itu, diksi berkarya menjadi penegasan bahwa aktivitas keilmuan dan pengembangan diri idealnya diwujudkan dalam bentuk kontribusi nyata yang dapat dilihat dan dirasakan.
3Di sisi lain, pasangan nomor urut dua mengusung tagline yang unik dan mudah diingat, yaitu “DAR, DER, DOR.” Secara konseptual, slogan ini memuat gagasan yang cukup mendalam. DAR diartikan sebagai Darurat Literasi. Menurut pasangan ini, kultur literasi di lingkungan kampus masih perlu diperkuat agar mahasiswa memiliki wawasan luas dan kemampuan analisis yang lebih baik. Selanjutnya, DER merupakan akronim dari kata Moderate, yang merujuk pada karakter mahasiswa STAI Nurul Iman sebagai mahasantri yang menjunjung keseimbangan antara pemikiran keagamaan dan kehidupan modern. Adapun unsur DOR diterjemahkan sebagai Dorongan Aksi, yang berarti bahwa gagasan tidak akan memberi dampak tanpa pelaksanaan nyata. Dalam sesinya, Nur Muhamad Abdillah menegaskan bahwa jika ketiga unsur ini berjalan beriringan, maka STAI Nurul Iman akan berkembang menjadi kampus maju dan lebih berdaya saing.
Debat ini mendapatkan respons positif dari jajaran pimpinan kampus. Para wakil ketua STAI Nurul Iman memberikan apresiasi atas suasana yang tertib, argumentatif, dan penuh etika. Menurut mereka, kegiatan seperti ini sangat penting karena menjadi ruang pembelajaran politik yang sehat bagi mahasiswa. Demokrasi kampus tidak hanya melatih mental kepemimpinan, tetapi juga menumbuhkan rasa tanggung jawab sosial dan akademik terhadap institusi.
Penutup dari kegiatan debat ini menghadirkan suasana penuh harapan. Terlepas dari siapa yang akhirnya terpilih, para mahasiswa dan pimpinan kampus menaruh ekspektasi besar agar Presiden Mahasiswa selanjutnya mampu memajukan organisasi, memperkuat budaya akademik, dan menghadirkan perubahan konstruktif. Dengan demikian, debat ini bukan hanya sekadar kompetisi ide semata, melainkan refleksi perjalanan STAI Nurul Iman menuju masa depan yang lebih progresif, inklusif, dan berdaya.

Penulis : Tim Redaksi Humas
Kategori : Kemahasiswaan & Organisasi

KASANTRI INDONESIA & PONDOK PESANTREN AL ASHRIYYAH NURUL IMAN STADIUM GENERAL

SNI02699

KASANTRI merupakan lembaga komunitas ikatan alumni santriawati Indonesia dan sudah tersebar luas di Indonesia dan Malaysia, KASANTRI bekerjasama dengan beasiswa Malaysia dan beberapa mitra haramain, juga lembaga persyaratan seluruh alumni santriwati, dengan tujuan membangun peradaban nusa & bangsa serta pemberdayaan manusia.

Pada hari Jum’at, tanggal 22 Agustus 2025 KASANTRI kembali hadir di Pondok Pesantren Al Ashriyyah Nurul Iman Islamic Boarding School guna melangsungkan STADIUM GENERAL dengan tema ”University Challeges Toward the world Muslim Future Leaders”, yang berarti tantangan universitas menuju pemimpin muslim masa depan yang dinarasumberi oleh Prof. Dr. Amany Lubis, Lc, M.A selaku ketua MUI.

SNI02699

Acara yang dibuka pada pukul 09.20 dibaakan oleh Ahsanul Mubarok selaku Master of ceremony, selanjutnya lantunan ayat suci Al qur’an beserta sari tilawah yang dibacakan oleh M.Rifki dan M. Fahri, lalu penayangan profil Pondok Pesantren Al Ashriyyah Nurul Iman Islamic Boarding School dan KASANTRI serta penayangan kaledeoskop Prof. Dr. Amany Lubis, Lc, M.A yang berisi tentang biografi dan latar belakang. Beliau lahir di Kairo Mesir pada tanggal 22 Desember 1963 serta berisikan riayat pendidikan tinggi yang ditempuhnya dan beberapa penghargaan yang diraihnya, dilanut dengan kreasi seni dari santri putra yakni, Tae Kwon Do dan diakhiri dengan sambutan dari Meisyanti Munir M..Hum selaku ketua umum KASANTRI Indonesia.

Pada jam 10.26 masuk pada acara inti, yaitu STADIUM GENERAL oleh narasumber yang diawali dengan pembacaan Qs. Al-Hasyr ayat 9, “Principles to Build a Civilization”. Sebagai pedoman serta contoh dalam menjalankan tantangan di era modern, dengan beberapa pokok yang dikedepankan seperti, Preserving the institution of marriage, the appreciation of diversity ini families, getting rid of ignorance of AI.

IMG_0278

Adapun prinsip dalam berkepimpinan, ketaatan & ikhlas, kebersamaan atau saling mendukung, keberlanjutan, yang sangat penting dan berarti, sistem lama tidak boleh dibuang begitu saja, berlanjut dari generasi ke generasi, tanggung jawab yang berguna untuk menjaga keamanan, reward, punishment dan jika ingin menjadi orang yang baik maka terimalah atau dengarkanlah nasihat, terapkan keaatan karna hal kecil seperti mencuri dipondok itu akan menjadi hal besar di masa depan.

Indonesia diharapkan menjadi pusat peradaban Islam di dunia, bukan hanya tentang kuantitas sebesar 230 juta umat Islam, dijamin sistem peraturan Islam diselenggarakan di Indonesia, tidak seperti negara timur yang mencatat hukum Islam sebagai dasar hukum, akan tetapi kurang dalam penerapannya, Indonesia memiliki beberapa ulama yang selalu berusaha menjaga sistem hukum Islam.

Kita harus berupaya meningkatkan peradaban Islam, stabilitas politik dan pemberdayaan manusia, pendidikan adalah faktor utama suksesnya suatu bangsa. Rosulullah memiliki pandangan yang propektif terhadap pendidikan, sepeti sebuah kisah setelah perang nabi meminta tawanan untuk mengajarkan umat muslim baca dan tulis. Pemimpin harus memiliki kemampuan solving yang cepat dalam memecahkan problem yang ada, dengan berffikir kita akan terbiasa dan ahli dalam problem solving.

SNI02749

Setelah pemaparan materi selesai sebelum acara ditutup, narasumber memberi peluang kepada para santriawan dan santriawati untuk mengajukan pertanyaan, lalu ditutup dengan do’a. Dari segala ilmu yang telah diberikan, dapat kita tarik kesimpulan bersama bahwa keluarga memiliki peran penting dalam pembentukan karakter manusia, dan landaskanlah segala hal pada Al qur’an dan Hadist.

By: Queen Satriani & Syaqiella

MASTAMA STAINI 2025: Empat Hari Penuh Semangat Menyambut Mahasiswa Baru

WhatsApp Image 2025-06-20 at 21.11.44

Pada awal Juni 2025, Sekolah Tinggi Agama Islam Nurul Iman (STAINI) kembali menyelenggarakan kegiatan tahunan Masa Ta’aruf Mahasiswa (MASTAMA). Kegiatan ini berlangsung selama empat hari, mulai dari Minggu, 2 Juni hingga Kamis, 5 Juni 2025. MASTAMA bukan hanya sekadar agenda seremonial penyambutan mahasiswa baru, melainkan sebuah proses awal yang dirancang untuk memperkenalkan kehidupan kampus sekaligus menumbuhkan rasa tanggung jawab sebagai bagian dari keluarga besar STAINI.

Hari Pertama: Pembukaan dan Transisi Akademika Kegiatan dibuka pada hari Minggu pukul 14.00 WIB di Masjid Toha, yang menjadi titik awal pengenalan aturan dan agenda kegiatan. Suasana terasa hangat meski masih penuh tanda tanya di wajah para peserta. Paparan panitia menyampaikan bahwa MASTAMA ini akan diisi dengan berbagai kegiatan edukatif, spiritual, dan juga fisik yang mengasah kedisiplinan.

WhatsApp Image 2025-06-20 at 21.12.29

Senin pagi, 3 Juni, kegiatan dilanjutkan dengan Upacara Transisi Akademika yang cukup istimewa karena diikuti lintas jenjang dari SD, SMP, SMA, hingga mahasiswa STAINI. Setelah itu, mahasiswa baru diajak menyelami dunia akademik melalui pengenalan program studi, diawali dengan Prodi Ilmu al-Qur’an dan Tafsir (IQT) oleh Ustaz Mahmurudin dan Prodi Hukum Keluarga Islam (HKI) oleh Ustaz Gufron

WhatsApp Image 2025-06-20 at 21.11.44

Meski persiapan tak luput dari tantangan, kegiatan tetap berjalan lancar hingga siang hari. Pada sesi sore di Lapangan Kampus Biru, mahasiswa baru mulai merasakan atmosfer semi-militer. Menwa sebagai koordinator lapangan mengenalkan yel-yel, baris berbaris, pembagian kelompok, serta perlengkapan yang wajib dibawa keesokan harinya.

Hari Kedua: Keringat, Semangat, dan Spiritualitas Selasa pagi dimulai dengan senam bersama yang dipandu oleh Menwa, HMJ, dan DEMA. Sebelum senam, mahasiswa baru diberikan pengarahan dasar tentang baris-berbaris dan tata laporan. Suasana makin hangat saat senam dipandu oleh rekan-rekan mahasiswa baru sendiri—sebuah bentuk keberanian dan inisiatif yang diapresiasi.

 Kegiatan dilanjutkan dengan kajian tafsir oleh Abah di Masjid Toha. Setelah itu, mahasiswa diperkenalkan lebih dalam pada masing-masing program studi oleh para Kaprodi: Ustaz Nurkholis (IHA), Ustaz Satibi (PBA), dan Ustaz Mahbub (MPI). Tak hanya menyimak, peserta juga antusias berdiskusi.

Siang harinya, latihan lapangan kembali digelar. Meski terik matahari menyengat, semangat peserta tetap menyala. Karena hari berikutnya bertepatan dengan puasa Tarwiyah dan Arafah, latihan fisik ini menjadi sesi terakhir di lapangan

Hari Ketiga: Tantangan dan Konsistensi Rabu pagi diawali kembali dengan senam, meskipun sempat diwarnai beberapa kendala teknis. Namun, panitia tidak menyerah. Mereka tetap berusaha agar agenda tetap berjalan sebaik mungkin. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan tafsir dan pemetaan prodi melalui pengisian formulir yang telah disediakan. Sesi siang ditutup dengan briefing serta hiburan ringan dari panitia yang menambah suasana akrab dan menyenangkan.

 Hari Keempat: Penutup yang Penuh Pesan Kamis pagi, kegiatan senam kembali dilaksanakan. Setelahnya, mahasiswa baru mengikuti kajian dan kemudian memasuki sesi seleksi program studi untuk HKI dan MPI yang jumlah pendaftarnya cukup banyak tahun ini. Keseriusan dan semangat peserta menjadi sorotan positif dalam sesi ini.

 Puncaknya terjadi pada Kamis siang, saat closing ceremony digelar di Lapangan Kampus Biru. Acara ini dihadiri oleh Waket II dan III, yang dalam sambutannya menyampaikan pesan penuh motivasi. Meski kegiatan berlangsung di tengah ibadah puasa Arafah, mereka mengajak mahasiswa untuk tetap semangat dan menjadikan ini sebagai langkah awal yang berkah

Kegiatan diakhiri dengan momen mushafahah antara mahasiswa baru, panitia, dan para dosen, diiringi lagu “Darah Juang” dan “Buruh Tani” yang membawa suasana menjadi lebih reflektif dan menyentuh. Tidak ada tangisan berlebihan, tapi cukup untuk menyadarkan bahwa perjalanan ini baru saja dimulai.

Acara ditutup secara spiritual dengan pembacaan surah Al-Fatihah yang dipimpin oleh bagian kesiswaan, Pa Aan, dan ditutup bersama dengan hamdalah. Sebuah akhir yang sederhana, hangat, dan penuh makna.

 MASTAMA 2025 bukan sekadar program orientasi. Ia adalah ruang perkenalan, latihan semangat, dan pengalaman awal tentang dunia yang akan mahasiswa baru hadapi. Dari senam pagi hingga kajian tafsir, dari lapangan hingga masjid, dari teriakan yel-yel hingga hening doa penutup—semuanya menyatu dalam satu semangat: menjadi insan akademik yang kuat, siap belajar, dan siap berkontribusi.

By: Hazirin,

Editor: khoerul

Salam Redaksi

Tim Futsal STAI Nurul Iman Parung Bogor Berhasil Sabet Juara 1 SEBI FUTSAL COMPETITION  antar Kampus Se-Jabodetabek

k

SEBI Futsal Competition 2025 dilaksanakan pada Minggu, 11 Mei 2025, bertempat di Gor Smart Ekselensia, Jl. Raya Parung, Kemang, Bogor. Kegiatan dimulai pukul 08.00 WIB dan diikuti oleh enam tim futsal dari berbagai kampus di wilayah Jabodetabek.

Tim Futsal STAI Nurul Iman tampil konsisten dan percaya diri sejak fase grup, mengungguli STEI SEBI dan STIS Al Wafa, dan keluar sebagai Juara Grup A. Pada babak semifinal, mereka berhadapan dengan ILKOM Universitas Nasional, bermain imbang 0–0 dan menang melalui adu penalti dengan skor 3–1.

Di babak final, mereka bertemu kembali dengan tuan rumah STEI SEBI. Babak pertama menghasilkan skor 1–0 berkat gol dari Ramadhon, mahasiswa semester 4 Prodi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir. Namun, babak kedua berakhir dengan skor imbang 1–1, yang membawa pertandingan ke babak adu penalti.

Dalam drama adu penalti, ketangguhan kiper Muhammad Jalaludin (Dayat) menjadi kunci kemenangan. Muhammad Yusuf, mahasiswa semester 4 Prodi Hukum Keluarga Islam, sukses mencetak gol penentu dan sekaligus dinobatkan sebagai Man of The Match.

Wakil Ketua III Bidang Kemahasiswaan, Muhammad Abdul Jalil, M.Pd, menyampaikan apresiasinya atas keberhasilan ini. Ia berharap prestasi ini dapat menjadi motivasi bagi unit kegiatan mahasiswa lainnya di bidang olahraga untuk mengharumkan nama kampus.

STAI Nurul Iman Gelar Ujian Komprehensif Diniyyah Sebagai Syarat Mengikuti UAS Genap TA 2025/2026

Gambar WhatsApp 2025-05-08 pukul 09.59.43_18b04d77

Bogor, 5 Mei 2025 — Sekolah Tinggi Agama Islam Nurul Iman (STAINI) kembali menyelenggarakan Ujian Komprehensif Diniyyah sebagai bagian dari evaluasi pembelajaran diniyyah mahasiswa. Ujian ini menjadi salah satu syarat wajib bagi seluruh mahasiswa untuk dapat mengikuti Ujian Akhir Semester (UAS) Genap Tahun Akademik 2025/2026 yang akan dilaksanakan pada tanggal 19 Mei 2025.
Hazirin selaku ketua panitia UAS Genap tahun akademik 2025-2026. menyampaikan bahwa ujian komprehensip ini bertujuan untuk mengukur capaian pemahaman mahasiswa terhadap mata kuliah diniyyah Kitab kuning dan Tahfidz, yang menjadi fondasi utama dalam pengembangan karakter dan keilmuan mahasiswa STAI Nurul Iman karena STAINI berbasis pondok pesantren.

Gambar WhatsApp 2025-05-08 pukul 13.58.40_35b2cd81Wakil Ketua I Bidang Akademik, Dr. Ali Mutakin, MA.Hk., “Ujian Komprehensif Diniyyah ini bukan hanya formalitas, melainkan wujud dari integrasi antara ilmu agama dan akademik yang menjadi ciri khas pendidikan di Nurul Iman. Oleh karena itu, mahasiswa diwajibkan lulus ujian ini sebagai prasyarat untuk mengikuti UAS Genap nanti,” ujar Dr. Ali.
Mahasiswa diimbau untuk mempersiapkan diri secara maksimal, mengingat ujian ini mencakup seluruh materi diniyyah yang telah dipelajari sejak awal perkuliahan. agar di pelaksanaan ujian dapat hasil yang memuaskan.
Pelaksanaan ujian dijadwalkan mulai Senin 5 hingga kamis 17 mei 2025 secara langsung di ruang Sidang, dan ruang pasca sarajana STAI Nurul Iman. Adapun mahasiswa yang tidak mengikuti atau tidak lulus ujian ini tidak akan diperkenankan mengikuti UAS Genap TA 2025/2026. Dengan aspek penilaian kelancaran, makhraj dan tajwid untuk ujikom tahfidz, ujikom kitab meliputi qiraah, qawaid, tafhim.

Gambar WhatsApp 2025-05-08 pukul 10.37.27_42b4588f

Hari Batik Nasional 2024 STAINI

IMG_9114

Hari Batik Nasional yang diperingati setiap tanggal 2 Oktober menjadi momen penting untuk mengenang dan merayakan kekayaan budaya Indonesia, khususnya batik. Sekolah Tinggi Agama Islam Nurul Iman turut serta dalam perayaan ini dengan berbagai kegiatan yang mengedukasi dan menginspirasi mahasiswa serta civitas akademika.

Batik, dengan ragam motifnya, mencerminkan kekayaan budaya yang dimiliki oleh berbagai daerah di Indonesia. Setiap motif dan corak batik memiliki cerita dan nilai filosofis yang tinggi. Sebagai contoh, batik motif Parang yang berasal dari Jawa Tengah melambangkan kekuatan dan keberanian, sementara motif Megamendung dari Cirebon mencerminkan kebijaksanaan dan ketenangan. Melalui batik, mahasiswa belajar bahwa keragaman budaya di Indonesia bukanlah penghalang, melainkan sebuah kekuatan yang harus dirangkul dan dilestarikan.

IMG_8983

Sejarah Hari Batik Nasional

Batik telah menjadi bagian tak terpisahkan dari budaya Indonesia selama berabad-abad. Pada tanggal 2 Oktober 2009, UNESCO menetapkan batik sebagai Warisan Budaya Takbenda untuk Kemanusiaan. Penetapan ini menandai pengakuan internasional terhadap seni dan kerajinan batik yang kaya akan makna dan nilai-nilai budaya.

Perayaan di Sekolah Tinggi Agama Islam Nurul Iman

Pada perayaan Hari Batik Nasional tahun ini, Sekolah Tinggi Agama Islam Nurul Iman (STAINI)  mengusung tema ” Mahasiswa sebagai Pelestari Warisan Budaya Bangsa “. Tema ini bertujuan untuk mengingatkan generasi muda akan pentingnya melestarikan warisan budaya Bangsa yang ada.

Rabu 2 oktober 2024, Kampus biru STAI Nurul Iman, menyelenggarakan pameran batik yang diselenggarakan oleh Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Kabinet Pegerakan. Setiap tanggal 2 Oktober, Indonesia memperingati Hari Batik Nasional. Momentum ini selalu dipenuhi dengan semangat mencintai budaya dan warisan leluhur bangsa. Di tahun 2024, peringatan Hari Batik Nasional di kalangan mahasiswa menjadi sangat penting karena generasi muda memiliki peran besar dalam menjaga dan mempopulerkan kain batik sebagai simbol identitas dan kebanggaan bangsa Indonesia.

IMG_9010

Kegiatan yang Dilaksanakan

  • Pameran Batik: Dalam rangka memperkenalkan berbagai motif dan jenis batik, diadakan pameran yang menampilkan koleksi batik dari berbagai daerah di Indonesia. Mahasiswa diajak untuk mengeksplorasi makna di balik setiap motif dan filosofi yang terkandung di dalamnya.
  • Perlombaan : Sebagai bagian dari kegiatan, diadakannya perlombaan tentang batik yaitu dari berbagai macam karakter dan miniatur dari macam-macam bentuk yang bernuansa batik yang di lakukan oleh masing-masing fakultas, yang memberikan hal lebih dalam tentang pentingnya melestarikan budaya batik

 Acara hari batik ini dilaksanakan setelah kuliah Tafsir Showi bersama Abah Saggaf bin Mahdi bin Syeikh Abi Bakar bin Salim Guru Besar sekaligus pendiri Yayasan Al Ashriyyah Nurul Iman Parung Bogor, dengan di buka oleh waket III Bidang kemasiswaan M. Abdul Jalil, M.Pd dalam sambutannya beliau berkata “ saya tidak bakal lihat hasil karya kalian semua, yang saya lihat adalah kontribusi dan kreativitas kalian di hari batik nasional 2024 ini” ujarnya. acara simbolis pembukaan hari batik nasioanal 2024 dilakukan dengan potong pita.

IMG_8977

Dosen pengampu mata kuliah civic education bapak Muhamad Nuryasin, M.Si menjawab pertanyaan dari pak Hanif dan Staff akademik STAINI. pameran dalam hari batik nasional ini masuk kategori apa ? apakah nasinonalisme, patriotisem, cinta tanah air atau bela negara ! dijawablah sebagai cinta tanah air karena batik sebagai warisan budaya bangsa indonesia.

Perayaan Hari Batik Nasional di Sekolah Tinggi Agama Islam Nurul Iman (STAINI) bukan hanya sekadar seremonial. Kegiatan ini memiliki makna yang dalam, yaitu sebagai upaya untuk menanamkan rasa cinta terhadap budaya lokal dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga warisan budaya. Melalui kegiatan ini, diharapkan mahasiswa dapat memahami nilai-nilai yang terkandung dalam batik dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Hari Batik Nasional di Sekolah Tinggi Agama Islam Nurul Iman menjadi momen yang bermakna dalam mengenang dan merayakan kekayaan budaya Indonesia. Melalui berbagai kegiatan yang dilaksanakan, diharapkan generasi muda dapat terus melestarikan dan menghargai warisan budaya yang dimiliki, serta menjadikannya sebagai identitas bangsa yang harus dijaga dan dibanggakan. Semoga semangat ini dapat terus menyala di hati setiap individu, bukan hanya pada hari batik, tetapi setiap hari.

By. Jirin & Romadhon

Wawan Saputra Raih Medali Perak di PON 2024, Harumkan Nama Jawa Barat dan STAI Nurul Iman

Juara PON 2024

Aceh – Kejuaraan olahraga terbesar di Indonesia, Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI 2024, kembali menjadi ajang unjuk prestasi para atlet muda berbakat dari seluruh penjuru nusantara. Dalam cabang olahraga Taekwondo nomor Poomsae Freestyle Individual Men, nama Wawan Saputra berhasil mencuri perhatian publik.

Mewakili kontingen Jawa Barat, Wawan yang juga tercatat sebagai mahasiswa aktif STAI Nurul Iman Parung, Bogor, sukses meraih medali perak dengan perolehan skor 7.020 poin. Penampilannya yang enerjik, presisi dalam teknik, serta kekuatan ekspresi gerakan berhasil membawanya ke posisi kedua di final yang digelar penuh gengsi dan persaingan ketat.

Medali emas pada nomor ini berhasil diraih oleh Andi Sultan, wakil dari DKI Jakarta, yang tampil sangat impresif dan mencatat poin tertinggi. Sementara itu, medali perunggu diraih secara bersamaan oleh atlet dari Sumatera Utara dan Kalimantan Timur, yang juga menunjukkan kemampuan luar biasa dalam kategori Poomsae freestyle.

Kehadiran Wawan Saputra sebagai peraih medali di ajang sebesar PON menjadi kebanggaan tersendiri bagi Jawa Barat, khususnya bagi STAI Nurul Iman yang secara konsisten mendukung pengembangan bakat mahasiswa baik dalam bidang akademik maupun non-akademik.

Ini adalah pencapaian yang luar biasa. Kami bangga bahwa mahasiswa kami mampu bersaing dan berprestasi di tingkat nasional. Ini menjadi inspirasi bagi seluruh civitas akademika STAI Nurul Iman,” ungkap salah satu dosen pembimbingnya.

Prestasi ini juga menjadi bukti bahwa pendidikan tinggi berbasis agama tidak menjadi penghalang untuk meraih sukses di berbagai bidang, termasuk olahraga bela diri yang membutuhkan dedikasi tinggi, semangat juang, dan disiplin.

Dengan torehan ini, Wawan Saputra kembali membuktikan eksistensinya sebagai atlet nasional berbakat yang layak diperhitungkan di masa depan. Semoga prestasi ini menjadi awal dari perjalanan gemilang berikutnya, baik di level nasional maupun internasional.

Selamat untuk Wawan Saputra! Teruslah menginspirasi dan membawa harum nama almamater, daerah, dan bangsa Indonesia.

 By: redaksi

Insani Al Amin Nur Raih Medali Perunggu di PON XXI 2024, Harumkan Nama Sumatera Utara dan STAI Nurul Iman

a1

Deli Serdang, Sumatera Utara – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh generasi muda Indonesia. Insani Al Amin Nur, mahasiswa aktif dari STAI Nurul Iman, sukses mengukir prestasi gemilang dengan meraih medali perunggu dalam nomor Poomsae Freestyle Individual Men pada cabang olahraga Taekwondo dalam ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh–Sumut 2024.

Pertandingan yang digelar pada hari keempat PON, Minggu (15 September 2024) di Martial Art Arena, Komplek Sumut Sport Center, Kabupaten Deli Serdang, berlangsung sengit dan penuh semangat. Insani tampil mewakili kontingen Sumatera Utara, dan menunjukkan kemampuan luar biasa melalui gerakan-gerakan eksplosif, teknik yang presisi, serta penguasaan pola gerak yang memukau dewan juri.

Keberhasilan meraih medali perunggu di level nasional merupakan pencapaian besar bagi Insani, yang tidak hanya membawa kebanggaan bagi daerahnya, Sumatera Utara, tetapi juga mengangkat nama baik STAI Nurul Iman Parung, Bogor, sebagai lembaga pendidikan yang terus mendorong mahasiswanya untuk berprestasi di berbagai bidang.

Saya sangat bersyukur bisa membawa pulang medali untuk Sumatera Utara. Ini bukan hanya kemenangan saya, tapi juga hasil dari doa, latihan keras, dan dukungan dari para pelatih, keluarga, dan kampus,” ujar Insani usai menerima medali.

a2
Insani Al Amin Nur-Mahasiswa STAI Nurul Iman

Pencapaian Insani Al Amin Nur menjadi bukti nyata bahwa mahasiswa dari latar belakang pendidikan agama juga mampu bersaing dan unggul di ajang olahraga nasional. Dedikasinya dalam menjalani perkuliahan sambil aktif sebagai atlet menunjukkan semangat juang dan manajemen waktu yang patut diapresiasi.

Kampus STAI Nurul Iman menyampaikan rasa bangga dan apresiasi atas capaian yang diraih Insani. “Ini adalah bukti bahwa kampus kami tidak hanya fokus pada pembentukan intelektual dan spiritual mahasiswa, tetapi juga mendukung penuh potensi di bidang olahraga, seni, dan kepemimpinan,” ujar perwakilan akademik STAI Nurul Iman.

Dengan torehan ini, Insani Al Amin Nur menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain untuk terus mengejar prestasi, baik di bidang akademik maupun non-akademik. Semoga pencapaian ini menjadi langkah awal menuju kesuksesan yang lebih besar di masa mendatang.

Selamat dan sukses untuk Insani Al Amin Nur! Teruslah berkarya, menginspirasi, dan membawa nama Indonesia ke panggung yang lebih tinggi.

 by: redaksi

Prestasi Gemilang STAI Nurul Iman di Festival Nasional Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Universitas PTIQ Jakarta.

WhatsApp Image 2024-09-14 at 09.12.44

Jakarta, 7 September 2024 — Delegasi mahasiswa dari Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Nurul Iman Parung, Bogor, berhasil meraih prestasi gemilang dalam ajang Festival Nasional Fakultas Tarbiyah dan Keguruan yang diselenggarakan oleh Universitas PTIQ Jakarta. Acara ini berlangsung di Aula Siti Zaleha, Kampus Universitas PTIQ, dan diikuti oleh beberapa perguruan tinggi ternama.

Festival yang diadakan pada hari Sabtu ini menghadirkan lima cabang perlombaan, yang terbagi dalam dua kategori utama: mahasiswa umum dan mahasiswa tarbiyah. Dalam festival ini, delegasi STAI Nurul Iman tampil mengesankan dengan berhasil menjuarai beberapa cabang lomba, menegaskan kualitas dan dedikasi mereka di tingkat nasional.

Mahasiswa STAI Nurul Iman berhasil meraih juara di beberapa kategori, antara lain:

  • Juara Pertama dalam lomba debat ilmiah, yang diraih oleh Satria Al Farabi, Muhammad Wildi Arifin, dan Muhammad Aprialdi.
  • Juara Kedua dalam lomba makalah ilmiah atas nama Dziya Al Fallah.
  • Juara Ketiga dalam lomba desain poster yang diperoleh Saepudin.

Prestasi ini tidak lepas dari dukungan dan pendampingan yang diberikan oleh Ustadz M. Abdul Jalil, M.Pd., selaku Wakil Ketua III Bidang Kemahasiswaan, dan Abdurrohman Awalul M., S.H., sebagai staf kemahasiswaan STAI Nurul Iman. Keduanya menyatakan bahwa pencapaian ini merupakan hasil dari proses pembinaan yang konsisten dan pelatihan yang intensif. Menurut mereka, “Kemenangan adalah wujud nyata dari ketekunan, sedangkan kekalahan adalah representasi dari ketidaksiapan.”

Festival ini merupakan hasil kerja sama antara Universitas PTIQ Jakarta dan beberapa perguruan tinggi lainnya, seperti STAI Nurul Iman Bogor, STIT Sirojul Falah Bogor, STAI Babunajah Banten, dan IIQ Jakarta, yang mendelegasikan mahasiswa-mahasiswa terbaiknya untuk berkompetisi di berbagai cabang lomba.

Dengan semangat kolaborasi dan kompetisi yang sehat, acara ini menjadi ajang penting untuk meningkatkan keterampilan mahasiswa, baik dalam bidang akademik maupun non-akademik. Prestasi yang diraih oleh STAI Nurul Iman di ajang ini tentu menjadi motivasi untuk terus berkarya dan membawa nama baik almamater di kancah nasional maupun internasional.

Selamat kepada para pemenang, semoga kesuksesan ini menjadi langkah awal untuk prestasi-prestasi lainnya di masa mendatang!

Festival Budaya Akademik STAI Nurul Iman: Inspirasi dan Wawasan dari Bedah Buku Pascaujian

j

STAINI News – Dalam rangka memupuk semangat akademik dan memperkaya wawasan intelektual para mahasiswa, STAI Nurul Iman kembali menunjukkan komitmennya melalui rangkaian kegiatan budaya akademik yang berlangsung pasca Ujian Akhir Semester (UAS) Tahun Akademik 2023-2024. Kegiatan ini dilaksanakan oleh Dewan Mahasiswa (DEMA) STAI Nurul Iman dengan menyelenggarakan beberapa acara menarik, termasuk talkshow interaktif, bedah buku karya dosen-dosen STAINI, festival olahraga mahasiswa, hingga seminar kebangsaan.

Kegiatan ini dimulai dengan agenda bedah buku yang berlangsung dari Senin, 24 Juni hingga Kamis, 27 Juni 2024. Selama empat hari berturut-turut, mahasiswa diberikan kesempatan untuk mendalami berbagai topik melalui karya-karya tulis dosen mereka, yang bukan hanya relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan tetapi juga sarat dengan nilai-nilai kebangsaan dan agama.

Pada hari pertama, kegiatan dibuka dengan bedah buku bertajuk “Nalar Kontekstual Hadis dan Radikalisme Agama: Analisis Kuantitatif dan Kualitatif” yang disampaikan oleh Bapak Misbahuddin, M.A., seorang alumnus S2 UIN Jakarta. Buku ini mengupas tuntas isu radikalisme dalam agama dengan pendekatan yang ilmiah, memberikan wawasan baru bagi mahasiswa dalam memahami konteks hadis dalam era modern.

Keesokan harinya, para peserta diajak untuk menyelami buku “Pengaruh Supervisi Akademik Kepala Sekolah dan Kompetensi Paedagogik terhadap Kinerja Guru” karya Parhan, M.Pd. Buku ini menekankan pentingnya peran kepala sekolah dalam meningkatkan kualitas pendidikan melalui supervisi akademik yang efektif.

Hari ketiga diisi dengan pembahasan buku “Tokoh-tokoh Pembaharu Hukum Islam di Indonesia” karya Ghufron Maksum, M.H., yang menyoroti kontribusi tokoh-tokoh penting dalam perkembangan hukum Islam di tanah air. Buku ini memberikan perspektif baru bagi mahasiswa dalam memahami dinamika hukum Islam yang terus berkembang di Indonesia.

Sebagai penutup, pada hari keempat, digelar bedah buku “Tafsir Tematik: Definisi, Perkembangan, Langkah Penafsiran, dan Tokoh-tokohnya” karya Mahmuruddin, M.Ag. Buku ini memberikan gambaran komprehensif mengenai tafsir tematik, yang sangat relevan bagi mahasiswa dalam mendalami studi keislaman.

Rangkaian acara bedah buku ini tidak hanya memberikan inspirasi bagi para mahasiswa baru, terutama yang berasal dari latar belakang pendidikan pesantren, tetapi juga membantu mereka dalam memahami prodi yang akan mereka tekuni. Melalui buku-buku ini, mahasiswa mendapatkan gambaran yang jelas mengenai materi perkuliahan dan referensi akademik yang akan mereka pelajari. Selain itu, karya-karya tersebut juga menjadi sumber daya berharga bagi dosen dan pemangku kepentingan dalam mengembangkan kualitas pendidikan di STAI Nurul Iman.

Menurut salah satu mahasiswa yang mendapatkan penghargaan, kegiatan ini sangat bermanfaat dalam menambah wawasan dan memperdalam pemahaman mengenai berbagai topik yang relevan dengan studi mereka. “Buku-buku ini bukan hanya sekadar referensi, tetapi juga menjadi inspirasi bagi kami dalam mengejar cita-cita akademik dan profesional,” ujarnya.

Red. Abdurrohman Awalul