SEMINAR BEASISWA: INVESTASI MASA DEPAN, JANGAN ASAL DAFTAR DOANG BRO!

IMG_7083

Selasa siang, 27 Mei 2025, pukul 14.00 WIB, aula STAINI kembali ramai oleh mahasiswa dan mahasantri yang semangat datang mengikuti seminar keren bertema beasiswa. Acara ini dibuka dan ditutup langsung oleh Ustadzah Siti Halimah, tanpa sambutan atau opening speech panjang-panjang, jadi langsung ke isi acara yang padat dan inspiratif. Seminar kali ini dipandu oleh Danang sebagai MC dan Rama sebagai moderator—keduanya dari HMJ IQT—yang bikin suasana tetap cair dan komunikatif.

IMG_7128

Narasumber pertama, Ustadzah Khafidoh, membawakan materi tentang “Manfaat dan Dampak Beasiswa serta Investasi Pendidikan”. Dalam penyampaian materinya, beliau menekankan bahwa beasiswa itu bukan hanya tentang gratisnya biaya kuliah, tapi juga bentuk investasi masa depan yang punya pengaruh besar terhadap kualitas hidup seseorang. Ia juga mengajak peserta untuk mulai memperbaiki niat dalam mengejar beasiswa—bukan cuma untuk gengsi atau ikut-ikutan. Bahkan, hal sederhana seperti memperbaiki cara berbicara, tata bahasa dalam surat motivasi, sampai attitude saat wawancara, semuanya harus diperhatikan. Dan yang paling penting: semua itu butuh effort besar. Gak ada hasil instan, bro!

Setelah itu, giliran Ustadzah Ernawati yang menyampaikan materi tentang “Sosialisasi Beasiswa LPDP: Tujuan dan Strategi Sukses Wawancara”. Beliau mengajak para peserta untuk lebih mengenal LPDP—beasiswa dalam negeri yang gak kalah kece dari beasiswa luar negeri. Di sela-sela pemaparan, Ustzh. Ernawati juga membagikan pengalamannya saat mendapat beasiswa dan studi di Amerika Serikat, lengkap dengan lika-liku perjuangannya dari awal daftar sampai akhirnya lolos. Ia menegaskan bahwa beasiswa itu bukan main-main, dan semua tahapan seleksi membutuhkan persiapan mental, wawasan, dan ketekunan. Tapi kalau kita niat dan kerja keras, semuanya bisa dicapai.

Sesi tanya jawab jadi bagian yang seru meskipun singkat. Satu peserta laki-laki dan satu peserta perempuan dapat kesempatan buat nanya. Salah satu pertanyaannya cukup nyentil: “Lebih susah mana, dapet beasiswa atau mempertahankannya?” Kedua narasumber sepakat: dua-duanya susah, tapi yang paling penting itu bertahan dan terus berjuang. Proses beasiswa itu penuh tantangan di setiap tahap, tapi selama kita punya semangat, motivasi diri, dan tahu kenapa kita ngejar itu semua, pasti bisa.

Nggak cuma itu, mereka juga kasih pesan penting, terutama buat peserta perempuan. Bahwa perempuan pun punya hak dan peluang yang sama dalam pendidikan tinggi. Jangan merasa cukup hanya mengurus rumah, tapi juga harus siap berbagi peran dan berkontribusi lebih luas. Jadi, belajar keras dan berdaya itu juga bentuk ibadah.

Seminar siang ini nggak cuma nambah ilmu, tapi juga jadi sumber semangat buat para mahasiswa dan mahasantri STAINI. Beasiswa itu bukan cuma soal uang kuliah gratis—tapi tentang bagaimana kita siap membentuk masa depan yang lebih baik lewat perjuangan yang nggak setengah-setengah.

By: Hazirin

Editor: Khoerul

Salam Redaksi

MASTAMA STAINI 2025: Empat Hari Penuh Semangat Menyambut Mahasiswa Baru

WhatsApp Image 2025-06-20 at 21.11.44

Pada awal Juni 2025, Sekolah Tinggi Agama Islam Nurul Iman (STAINI) kembali menyelenggarakan kegiatan tahunan Masa Ta’aruf Mahasiswa (MASTAMA). Kegiatan ini berlangsung selama empat hari, mulai dari Minggu, 2 Juni hingga Kamis, 5 Juni 2025. MASTAMA bukan hanya sekadar agenda seremonial penyambutan mahasiswa baru, melainkan sebuah proses awal yang dirancang untuk memperkenalkan kehidupan kampus sekaligus menumbuhkan rasa tanggung jawab sebagai bagian dari keluarga besar STAINI.

Hari Pertama: Pembukaan dan Transisi Akademika Kegiatan dibuka pada hari Minggu pukul 14.00 WIB di Masjid Toha, yang menjadi titik awal pengenalan aturan dan agenda kegiatan. Suasana terasa hangat meski masih penuh tanda tanya di wajah para peserta. Paparan panitia menyampaikan bahwa MASTAMA ini akan diisi dengan berbagai kegiatan edukatif, spiritual, dan juga fisik yang mengasah kedisiplinan.

WhatsApp Image 2025-06-20 at 21.12.29

Senin pagi, 3 Juni, kegiatan dilanjutkan dengan Upacara Transisi Akademika yang cukup istimewa karena diikuti lintas jenjang dari SD, SMP, SMA, hingga mahasiswa STAINI. Setelah itu, mahasiswa baru diajak menyelami dunia akademik melalui pengenalan program studi, diawali dengan Prodi Ilmu al-Qur’an dan Tafsir (IQT) oleh Ustaz Mahmurudin dan Prodi Hukum Keluarga Islam (HKI) oleh Ustaz Gufron

WhatsApp Image 2025-06-20 at 21.11.44

Meski persiapan tak luput dari tantangan, kegiatan tetap berjalan lancar hingga siang hari. Pada sesi sore di Lapangan Kampus Biru, mahasiswa baru mulai merasakan atmosfer semi-militer. Menwa sebagai koordinator lapangan mengenalkan yel-yel, baris berbaris, pembagian kelompok, serta perlengkapan yang wajib dibawa keesokan harinya.

Hari Kedua: Keringat, Semangat, dan Spiritualitas Selasa pagi dimulai dengan senam bersama yang dipandu oleh Menwa, HMJ, dan DEMA. Sebelum senam, mahasiswa baru diberikan pengarahan dasar tentang baris-berbaris dan tata laporan. Suasana makin hangat saat senam dipandu oleh rekan-rekan mahasiswa baru sendiri—sebuah bentuk keberanian dan inisiatif yang diapresiasi.

 Kegiatan dilanjutkan dengan kajian tafsir oleh Abah di Masjid Toha. Setelah itu, mahasiswa diperkenalkan lebih dalam pada masing-masing program studi oleh para Kaprodi: Ustaz Nurkholis (IHA), Ustaz Satibi (PBA), dan Ustaz Mahbub (MPI). Tak hanya menyimak, peserta juga antusias berdiskusi.

Siang harinya, latihan lapangan kembali digelar. Meski terik matahari menyengat, semangat peserta tetap menyala. Karena hari berikutnya bertepatan dengan puasa Tarwiyah dan Arafah, latihan fisik ini menjadi sesi terakhir di lapangan

Hari Ketiga: Tantangan dan Konsistensi Rabu pagi diawali kembali dengan senam, meskipun sempat diwarnai beberapa kendala teknis. Namun, panitia tidak menyerah. Mereka tetap berusaha agar agenda tetap berjalan sebaik mungkin. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan tafsir dan pemetaan prodi melalui pengisian formulir yang telah disediakan. Sesi siang ditutup dengan briefing serta hiburan ringan dari panitia yang menambah suasana akrab dan menyenangkan.

 Hari Keempat: Penutup yang Penuh Pesan Kamis pagi, kegiatan senam kembali dilaksanakan. Setelahnya, mahasiswa baru mengikuti kajian dan kemudian memasuki sesi seleksi program studi untuk HKI dan MPI yang jumlah pendaftarnya cukup banyak tahun ini. Keseriusan dan semangat peserta menjadi sorotan positif dalam sesi ini.

 Puncaknya terjadi pada Kamis siang, saat closing ceremony digelar di Lapangan Kampus Biru. Acara ini dihadiri oleh Waket II dan III, yang dalam sambutannya menyampaikan pesan penuh motivasi. Meski kegiatan berlangsung di tengah ibadah puasa Arafah, mereka mengajak mahasiswa untuk tetap semangat dan menjadikan ini sebagai langkah awal yang berkah

Kegiatan diakhiri dengan momen mushafahah antara mahasiswa baru, panitia, dan para dosen, diiringi lagu “Darah Juang” dan “Buruh Tani” yang membawa suasana menjadi lebih reflektif dan menyentuh. Tidak ada tangisan berlebihan, tapi cukup untuk menyadarkan bahwa perjalanan ini baru saja dimulai.

Acara ditutup secara spiritual dengan pembacaan surah Al-Fatihah yang dipimpin oleh bagian kesiswaan, Pa Aan, dan ditutup bersama dengan hamdalah. Sebuah akhir yang sederhana, hangat, dan penuh makna.

 MASTAMA 2025 bukan sekadar program orientasi. Ia adalah ruang perkenalan, latihan semangat, dan pengalaman awal tentang dunia yang akan mahasiswa baru hadapi. Dari senam pagi hingga kajian tafsir, dari lapangan hingga masjid, dari teriakan yel-yel hingga hening doa penutup—semuanya menyatu dalam satu semangat: menjadi insan akademik yang kuat, siap belajar, dan siap berkontribusi.

By: Hazirin,

Editor: khoerul

Salam Redaksi