Bantuan dari PT INTISUMBER BAJASAKTI Melalui Yayasan Buddha Tzu Chi

DSC_0324

Sumbangan Pendidikan Berupa 10 Komputer 1 Laptop & Sumbangan DAAI Mie 200 Dus 

Nurul Iman News_.  Alhamdulillah Yayasan Al Ahsriyyah Nurul Iman Islamic Boarding School Parung-Bogor mendapat sumbangan pendidikan berupa 10 Komputer 1 Laptop dan sumbangan DAAI Mie sebanyak 200 dus Senin 08/11/21 dari  PT. Intisumber Bajasakti

PT. Intisumber Bajasakti bergerak dibidang industri yang menyediakan berbagai pilihan besi, baja, dan seng serta berbagai bahan bangunan lainnya memberikan

Kerjasama antara Yayasan Al Ashriyyah Nurul Iman dan  masih terjalin erat hingga saat ini. Tidak hanya memberikan bantuan pendidikan melalui gedung sekolah, pembelajaran bahasa Mandarin, dan bakti sosial kesehatan, Tzu Chi juga kerap kali berkunjung untuk melakukan study banding atau sekedar melihat kondisi Nurul Iman.

MITRA DAMPINGAN PRODI PBA

IMG-20211103-WA0017-min

(Oleh Prof. Dr. Muhbib Abdul Wahab, M.A/ Aseseor BAN-PT/ Ketua Program Studi MPBA FITK UIN Syarif Hidayatullah Jakarta)

Program Studi (Prodi) Pendidikan Bahasa Arab STAI Nurul Iman Parung Bogor mengadakan Mitra Dampingan Reakreditasi yang dibimbing langsung oleh Prof. Dr. Muhbib Abdul Wahab, M.A (Asesor BAN-PT/ Ketua Program Studi MPBA FITK UIN Syarif Hidayatullah Jakarta) dan dihadiri oleh Ketua Prodi PBA Dr. H.  Mohamad Samsudin, M.A serta seluruh staf dan Dosen PBA STAI Nurul Iman Parung Bogor yang berlansung pada hari Sabtu, 30 Oktober 2021 yang bertepat di kampus STAI Nurul Iman mulai pukul 08.30.-17.00 WIB.

IMG-20211103-WA0018-min (1)

Untuk reakreditasi tahun sekarang STAI Nurul Iman berupaya meningkatkan kualiatas Akreditasi Perguruan Tingginya pada setiap masing-masing prodi, yakni Program Studi Ahwal Al Syakhsiyyah, Pendidikan Bahasa Arab serta Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir. Prodi Pendidikan Bahasa Arab sebelumnya Terakreditasi peringkat (C), maka direakreditasi ini STAI Nurul Iman mentargetkan untuk prodi Pendidikan Bahasa Arab mendapatkan peringkat (B).

Dengan merenovasi dan menambahkan seluruh instrument-instrumen yang kurang pada Akreditasi tahun ini, yaitu ada perbedaan yang mana Akreditasi sebelumnya hanya memiliki 7 standarisasi dan tahun sekarang 9 standar Akreditasi. Prof. Muhbib dengan respek memberikan arahan dan koreksian terhadap statuta STAI Nurul Iman agar dapat memenuhi persyaratan standarisasi Akreditasi pada tahun ini.

Banyaknya arahan serta koreksian yang disampaikan Ketua Prodi MPBA FITK UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini memberikan energi positif yang kuat kepada seluruh tim Akreditasi STAI Nurul Iman agar lebih giat lagi serta produktif dalam pengisian instrumen-instrumen yang dibutuhkan pada akreditasi Program studi Pendidikan Bahasa Arab.

 

Miftah Farid

STAI Nurul Iman Parung-Bogor Wisudakan 525 Mahasiswa Secara Online Dan Tatap Muka Untuk Pertama Kalinya

Nurul iman News – Sekolah Tinggi Agama Islam Nurul Iman menggelar wisuda online untuk pertama kalinya, senin(30/08/2021). Sebanyak 525 wisudawan dan wisudawati telah menjalani prosesi wisuda secara tatap muka (luring) dan daring melalui via Zoom dan live Youtube mulai dari pukul 07.00-11.30 WIB yang  bertempat di masjid Toha. Jumlah wisudawan wisudawati tersebut adalah 138 total wisudawan wisudawati prodi Ahwal Al Syakhsiyyah, 210 wisudawan wisudawati prodi Pendidikan Bahasa Arab, dan 177 total wisudawan wisudawati prodi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir.

Prosesi wisuda Angkatan sepuluh kali ini selain dihadiri oleh ketua Sekolah Tinggi Agama Islam Nurul Iman Dr.(CAN) Umi Waheeda binti H. Abdul Rahman S.Psi, M.Si juga dihadiri seluruh Kaprodi masing masing jurusan beserta para asatidz selaku dosen pengajar di STAI Nurul Iman. dengan protokol kesehatan ketat prosesi wisuda angkatan x kali ini berjalan dengan khidmat yang dibuka langsung oleh pimpinan yayasan Habib Muhammad Waliyullah,M.Ag.

“Harus ingat bahwa ini adalah bukan keberhasilan yang sampai disini, anda masih punya peluang untuk meningkatkan lagi karena ada dua jenjang lagi yang harus anda ikuti yaitu S2 dan S3.” Pesan Prof. Dr. Sahya Anggara, M.Si selaku Koordinator Perguruan Tinggi Agama Islam Swasta  (Kopertais Wilayah II Jawa Barat) selain mengucapkan selamat kepada para wisudawan dan wisudawati atas gelar sarjana yang telah diraih beliau juga menyampaikan orasi ilmiah dihadapan para peserta wisuda periode 2020/2021

Selain itu wisudawan dan wisudawati mendapat pesan mendalam bagi peserta wisuda yang akan lulus dari Al Ashriyyah Nurul Iman“Ingat pesan umi jadilah pemimpin yang fathonah, amanah, sidiq untuk tabligh. Dan anda harus jadi orang kaya, No matter what, Anda adalah anak umi sampai surga jannatu firdaus, ingat jangan pernah tinggalkan sholat walau bagaimanapun, karena kita diciptakan hanya untuk beribadah. Ingat bangsa ini, negara ini, agama ini, tidak bisa selamat dan sukses ketika sumber daya insaninya tidak amanah, fathonah, siddiq, untuk tabligh”.

 

STAI Nurul Iman Luluskan 531 Wisudawan

DSC06291-min

DSC06291-minNurul Iman News_Sekolah Tinggi Agama Islam Nurul Iman (STAI Nurul Iman) Parung-Bogor menggelar wisuda tatap muka dan virtual, Minggu (10/10). Sebanyak 531 lulusan menjadi wisudawan tahun akademik 2020-2021. Peserta wisuda kali ini merupakan wisudawan dan wisudawati  angkatan IX (Sembilan).

Prosesi wisuda berjalan secara online dan tatap muka dengan lokasi live di Masjid Toha, Dari 531 wisudawan dan wisudawati yang terdiri dari 268 mahasiswa dan 263 mahasiswi dari tiga program studi lulusan wisudawan Prodi Ahwal Al Syakhshiyyah, Prodi Pendidikan Bahasa Arab dan Prodi Ilmu Al Qur’an Dan Tafsir.Wisudawan tahun ini lulus sebagai intelektual era pandemi Covid19.

Umi Waheeda selaku ketua sekolah tinggi mengapresiasi wisuda kali ini. “ Seorang guru sukses ketika muridnya bisa melebihi gurunya, ketika Anda bisa menjadi professor doktor, ketika Anda bisa menjadi Bupati, ketika Anda bisa menjadi seorang Menteri, ketika Anda bisa menjadi seorang Gubernur, dan ketika Anda bisa menjadi seorang Presiden, itulah suksesnya seorang guru. Ingat apa yang Anda lakukan adalah demi Allah dan demi Rasulullah SAW, jangan berhenti sampai disini.

DSC06663-minAcara wisuda juga dihadiri oleh Prof. Dr. H. Mahmud, M.Si, CSEE. ketua koordinator perguruan tinggi swasta (Kopertais Wilayah II Jawa Barat) yang menyampaikan orasi ilmiahnya kepada wisudawan “Antum boleh ambil sarjana, Antum boleh ambil magister, Antum boleh ambil doctor, tetapi kualitas ketakwaan.  Semakin tinggi gelar, harus semakin berkualitas, kenapa demikian? karena hanya orang yang bertakwalah yang dijanjikan oleh Allah hidupnya bahagia.

DSC06656-min

 

STAI Nurul Iman

STAI Nurul Iman Parung-Bogor Wisudakan 525 Mahasiswa Secara Online Dan Tatap Muka Untuk Pertama Kalinya

DSC06415-min

DSC06291-minNurul iman News – Sekolah Tinggi Agama Islam Nurul Iman menggelar wisuda online untuk pertama kalinya, senin(30/08/2021). Sebanyak 525 wisudawan dan wisudawati telah menjalani prosesi wisuda secara tatap muka (luring) dan daring melalui via Zoom dan live Youtube mulai dari pukul 07.00-11.30 WIB yang  bertempat di masjid Toha. Jumlah wisudawan wisudawati tersebut adalah 138 total wisudawan wisudawati prodi Ahwal Al Syakhsiyyah, 210 wisudawan wisudawati prodi Pendidikan Bahasa Arab, dan 177 total wisudawan wisudawati prodi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir.

Prosesi wisuda Angkatan sepuluh kali ini selain dihadiri oleh ketua Sekolah Tinggi Agama Islam Nurul Iman Dr.(CAN) Umi Waheeda binti H. Abdul Rahman S.Psi, M.Si juga dihadiri seluruh Kaprodi masing masing jurusan beserta para asatidz selaku dosen pengajar di STAI Nurul Iman. dengan protokol kesehatan ketat prosesi wisuda angkatan x kali ini berjalan dengan khidmat yang dibuka langsung oleh pimpinan yayasan Habib Muhammad Waliyullah,M.Ag.

DSC06237-min

“Harus ingat bahwa ini adalah bukan keberhasilan yang sampai disini, anda masih punya peluang untuk meningkatkan lagi karena ada dua jenjang lagi yang harus anda ikuti yaitu S2 dan S3.” Pesan Prof. Dr. Sahya Anggara, M.Si selaku Koordinator Perguruan Tinggi Agama Islam Swasta  (Kopertais Wilayah II Jawa Barat) selain mengucapkan selamat kepada para wisudawan dan wisudawati atas gelar sarjana yang telah diraih beliau juga menyampaikan orasi ilmiah dihadapan para peserta wisuda periode 2020/2021

Selain itu wisudawan dan wisudawati mendapat pesan mendalam bagi peserta wisuda yang akan lulus dari Al Ashriyyah Nurul Iman“Ingat pesan umi jadilah pemimpin yang fathonah, amanah, sidiq untuk tabligh. Dan anda harus jadi orang kaya, No matter what, Anda adalah anak umi sampai surga jannatu firdaus, ingat jangan pernah tinggalkan sholat walau bagaimanapun, karena kita diciptakan hanya untuk beribadah. Ingat bangsa ini, negara ini, agama ini, tidak bisa selamat dan sukses ketika sumber daya insaninya tidak amanah, fathonah, siddiq, untuk tabligh”.

DSC06415-min

Workshop Penulisan Artikel dan Publikasi Pada Jurnal Bereputasi

o1

Nurul Iman News, (Ahad, 21/02/2021). Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Nurul Iman Parung, Bogor, mengadakan “Workshop Penulisan Artikel dan Publikasi Pada Jurnal Bereputasi” pada Sabtu, 20 Februari 2021 pukul 13.00 WIB hingga 15.00 WIB via Zoom Meeting.

Kegiatan ini di isi Oleh Dr. Ahmad Khoirul Fata yang saat ini bekerja di Fakultas Ushuluddin & Dakwah, Institut Agama Islam Negeri Sultan Amai (IAIN / Institut Agama Islam Negeri Sultan Amai) Gorontalo, Indonesia. Sarjana Teologi & Filsafat Islam & MA Pemikiran Islam dari UIN Sunan Ampel Surabaya. Doktor Lulusan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Indonesia.

Dalam penyampaiannya Dr. Ahmad Khoirul Fata menyebutkan bahwa untuk menjadi penulis tidak harus orang yang pintar “hanya perlu lebih banyak pengalaman” tegasnya.

Selain itu, menjadi penulis juga perlu banyak membaca untuk menambah khazanah keilmuan serta wawasan terkait objek tertentu untuk dikaji lebih dalam baik secara historis maupun secara keilmiahannya.

Di akhir sesi Dr. Ali Mutakin menyampaikan beberapa poin berkenaan dengan motivasi kepada dosen-dosen untuk bisa lebih berkontribusi dalam dunia kepenulisan sebagai implementasi kelimuan yang sudah didapat.

Workshop ini di akhiri dengan pembacaan do’a yang dipimpin oleh Ust. Mahmuruddin, M.Ag selaku Ketua Jurusan Pendidikan Bahasa Arab.

 

 

Ali Mahrus Alfiyan. S.Ag.

PELATIHAN GOOGLE SITES DAN PERMULAAN SEMESTER GENAP TAHUN AKADEMIK 2020-2021

zoom

Nurul Iman News, (Selasa, 29/12/2020). Yayasan Al Ashriyyah Nurul Iman Islamic Boarding School mengadakan kegiatan pertemuan yang dilaksanakan pada hari Kamis, 24 Desember 2020, pukul. 09.00 – 13.00 WIB via Aplikasi Zoom , Adapun nama kegiatan ini yaitu : “Pelatihan Google Sites dan Permulaan Semester Genap Tahun Akademik 2020-2021 ”. Adapun tujuan kegiatan ini yaitu : Mengenalkan dan membiasakan Dewan Guru/Dosen dalam menggunakan aplikasi Google Sites & memperkenalkan sistematika penilaian serta beberapa media penunjang pembelajaran via Daring (online). Para peserta adalah Dewan Pengajar dan Dosen dari tingkat SD, SMP, SMA dan STAI Nurul Iman. Dengan tema  “Pembelajaran Daring yang Efektif dan Efesien”. Kegiatan ini juga dihadiri oleh Yang Mulia Dr. (Cad) Umi Waheeda binti Abdul Rahman, S.Psi., M.Si.

Pendidikan sebentar lagi memasuki tahun ajaran baru 2020/2021 tepatnya semester II atau semester Genap. Pada tahun ajaran baru saat ini berbeda dengan tahun sebelumnya, dimana kita semua masih dalam suasana pandemi. Situasi seperti ini menghambat perkembangan dan pertumbuhan, tidak hanya sektor ekonomi tetapi juga pendidikan. Sistem pendidikan di negara kita berubah sejak bulan Maret 2020 hingga sekarang. Kegiatan belajar-mengajar menyesuaikan dari tatap muka di dalam kelas menjadi kegiatan belajar-mengajar secara daring (online). Perubahan tersebut harap dimaklumi karena memang merupakan salah satu cara memutus rantai penyebaran virus, sehingga pembelajaran harus dilakukan di rumah.

zoom2Pemerintah melalui Menteri Kesehatan mengeluarkan Protokol New Normal untuk memulai tatanan baru bekerja, baik di kantor maupun industri. Protokol tersebut mengharuskan masyarakat kita agar hidup bersih dan menjaga kesehatan. Hidup bersih dimulai dari diri sendiri dengan selalu mencuci tangan dan memakai masker untuk menjaga kesehatan. Dalam protokol tersebut juga mengharapkan agar kantor dan industri kita menyiapkan tempat cuci tangan & menjaga jarak tetap harus dilakukan dengan memberi tanda di lantai. Kondisi masyarakat kita sekarang menjadi tiga kategori akibat dampak visus corona, pertama zona merah, kedua setengah zona merah dan setengah zona hijau dan ketiga zona hijau. Kondisi ini sangat mempengaruhi pergerakan masyarakat kita dalam melakukan aktivitas sosial termasuk melaksanakan pendidikan. Sehingga diperlukan panduan khusus dalam melakukan aktivitas agar penyebaran virus tidak semakin luas.

Dari uraian di atas maka timbul masalah pertama, bagaimana agar pelaksanaan kegiatan belajar-mengajar berjalan dengan baik?. Kedua, model pembelajaran apa yang digunakan agar peserta didik tidak terkena penyebaran virus corona? . Melihat kenyataan ini yang perlu kita perhatikan adalah pertama, memberikan masukan kepada pengambil kebijakan bagaimana agar pelaksanaan kegiatan belajar mengajar berjalan dengan baik. Kedua, memberikan masukan kepada pengambil kebijakan model pembelajaran apa yang digunakan selama menjalani kegiatan belajar mengajar agar peserta didik tidak terkena penyebaran virus corona.

Proses kegiatan belajar mengajar kondisi sekarang ini dapat kita lakukan dengan memperhatikan beberapa hal. Pertama adalah berkoordinasi dengan gugus satuan tugas Covid-19 mengenai kondisi bisa tidak dilaksanakan kegiatan belajar-mengajar. Berkoordinasi dengan satuan tugas Covid-19 ini sangat penting sekali dalam menentukan keberadaan kita saat ini. Dengan mengetahui kondisi keberadaan kita maka kita dapat membuat sebuah rencana kegiatan belajar mengajar. Kondisi suatu daerah dengan daerah lain berbeda, jika kondisi daerah tersebut zona hijau maka dapat melaksanakan kegiatan belajar di kelas. Pemerintah memberikan waktu kepada sekolah untuk mempersiapkan fasilitas protokol kesehatan di sekolah. Seperti tempat cuci tangan, hand sanitizer, penataan kelas dan penyemprotan disinfektan.

Dari beberapa kenyataan di atas kita sebagai para penerus bangsa yang berposisikan sebagai penggerak di bidang pendidikan perlu kiranya mengadakan kegiatan-kegiatan yang bersifat menumbuh-kembangkan minat, baik para pendidik atau peserta didik untuk senantiasa berkomitmen menjaga keberlangsungan pendidikan yang ada di Indonesia ini, tentunya dengan berbagai upaya yang tidak menyalahi aturan, baik dari pemerintah pusat maupun daerah yang berlaku saat ini. Red.

STAI NURUL IMAN ADAKAN RAPAT EVALUASI PERKULIAHAN DARING (ONLINE)

n

Nurul Iman News, (Jumat, 18/12/2020). Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Nurul Iman Parung, Bogor mengadakan Rapat Evaluasi Perkuliahan Semester Ganjil dan Persiapan Perkuliahan Semester Genap Tahun Akademik 2020/2021 pada Kamis, 17 Desember 2020 pukul 10.00 WIB hingga 11.45 WIB via Zoom Meeting. Rapat evaluasi tersebut dihadiri oleh seluruh jajaran Puket, TU, para Kaprodi dan jajaran Dosen STAI Nurul Iman dari berbagai Prodi. Dalam pembukaan, Puket I Ust. Dr. (Cad) Ali Mutakin, MA.Hk, menyampaikan bahwa perkuliahan semester genap TA 2020/2021 akan dilaksanakan pada 4 Januari 2021 dengan tetap memakai sistem daring (dalam jaringan). Hal tersebut mengingat bahwa daerah Bogor masih dalam zona merah penyebaran covid-19.

Selain itu, ia juga menawarkan sistem pembelajaran melalui 3 aplikasi, yaitu Zoom, Grup WhatsApp, dan Google Site. Dimana aplikasi yang ketiga tersebut akan diadakan pelatihan terlebih dahulu untuk para dosen dan guru di lingkungan Yayasan Nurul Iman pada 22 Desember 2020 mendatang. Untuk memaksimalkan pembelajaran daring, Ust. Ali Mutakin mengharapkan agar seluruh dosen membuat e-book atau modul sesuai mata kuliah yang diampu sebagai bahan ajar yang dapat dibaca oleh seluruh mahasiswa. Dalam praktiknya, perkuliahan dapat dilakukan dengan 2 opsi, yaitu dilakukan selama satu semester dengan menggunakan Google Site dan beberapa kali via zoom atau setiap mata kuliah dilakukan hanya sebulan sekali secara bergantian.

Sementara itu, Puket II Ust. Dr.(Cad) Subaiki Ikhwan, M.Pd, memberikan evaluasi terkait perkuliahan yang dilakukan pada semester ganjil lalu. Ia menilai bahwa perkuliahan pada semester ganjil dapat dikatakan belum maksimal. Hal tersebut disebabkan oleh beberapa faktor, di antaranya adalah faktor sinyal dan kuota, dan bahkan sebagian mahasiswa tidak memiliki hp sebagai media pembelajaran. Sehingga sebagian besar mahasiswa tidak mengikuti perkuliahan semester ganjil dengan maksimal, bahkan, kehadiran mahasiswa masih di bawah 50%. Oleh karena itu, pihak STAI Nurul Iman berupaya untuk membuat sistem perkuliahan dengan aplikasi Google Site, agar para mahasiswa dapat mengikuti pembelajaran dengan tidak sampai membebani kuota mereka, dan hanya memakai Zoom untuk beberapa pertemuan saja. Hal tersebut dilakukan untuk meminimalisir beban mahasiswa dalam mengikuti perkuliahan. Permasalahan ini juga diutarakan oleh Dosen Prodi Ahwal As Syaksiyyah, Ust. Abdul Aziz, MA, MA.Hk, ia mengeluhkan bahwa banyak mahasiswa yang tidak konsisten dalam melaksanakan pembelajaran, terlebih pada saat UTS dan UAS. Hal tersebut membuat para dosen bingung dalam memberikan nilai pada mahasiswa yang bersangkutan.

Dalam sesi diskusi, Kaprodi Bahasa Arab Ust. Dr. H. Moh. Samsudin, MA juga menyarankan agar perkuliahan tetap dilaksanakan selama satu semester agar materi yang disampaikan lebih maksimal melalui berbagai aplikasi yang ditawarkan Nurul Iman. Pendapat ini juga dikuatkan oleh Dosen Prodi Ilmu al-Qur’an dan Tafsir, Ust.  Nurkholis Sofwan, M.Ag. Ia lebih sepakat dengan opsi pembelajaran yang dilaksanakan selama satu semester. Menurutnya, pembelajaran satu mata kuliah selama satu bulan dinilai kurang efektif dan akan banyak materi yang tidak tuntas. Ia juga menawarkan perkuliahan dapat dilakukan melalui Google Classroom dengan segala kelebihannya. Selain itu, ia mengapresiasi saran dari Puket I untuk membuat modul dari mata kuliah diampu para dosen, mengingat buku ajar tersebut dapat bermanfaat untuk kepangkatan dosen. Dari berbagai tanggapan yang ada, mayoritas dosen lebih sepakat untuk melaksanakan pembelajaran selama satu semester.

Di akhir sesi, Ust. Ali Mutakin, MA.Hk menegaskan bahwa perkuliahan selama satu semester ke depan harus dilakukan via online tanpa ada pertemuan langsung, sesuai dengan peraturan yang ada. Oleh karena itu, diharapkan agar para dosen dapat mengindahkan keputusan yang telah ditetapkan tersebut. Selain itu, ia juga menginformasikan bahwa STAINI akan mengadakan Webinar Internasional Bahasa Arab untuk memperingati Hari Bahasa Arab Sedunia. Ia mengajak para dosen agar turut serta dalam Webinar tersebut, serta menerima berbagai masukan dari para dosen untuk menyelenggarakan berbagai webinar lain selama satu tahun ke depan. Sementara itu, Kepala TU STAI Nurul Iman, Ust. Nadzif Ali Asyari, M.H juga turut memberikan informasi bahwa saat ini beberapa Dosen Nurul Iman tengah mempersiapkan untuk pengajuan Nomor Induk Dosen Nasional (NIDN), inpassing, hingga kenaikan pangkat jabatan fungsional dosen yang akan diselenggarakan pada Bulan April 2021 mendatang. Oleh karena itu, ia mengimbau agar para dosen menyiapkan berbagai persyaratannya untuk memudahkan proses administrasi di Kopertais I Wilayah DKI Jakarta. Saat menutup acara, Host Rapat Evaluasi, Ust. Ghufron Maksum, M.H juga menginformasikan bahwa bulan Januari akan dilaksanakan launching NIAT (Nurul Iman Arabic Test) yang setara dengan TOAFL yang diselenggarakan di UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta.

WEBINAR INTERNASIONAL “KARIKATUR NABI DALAM PERSPEKTIF SYARIAH”

i

 

Nurul Iman News, (Senin, 7/12/2020). Kontroversi kartun dan karikatur Nabi Muhammad SAW di Prancis terus memancing reaksi dunia internasional. Hal ini diawali pernyataan Presiden Prancis Emmanuel Macron yang tidak akan mencopot karikatur tersebut.

iReaksi juga datang dari Majelis Ulama Indonesia yang meminta Presiden Macron segera mencabut ucapannya dan minta maaf. Upaya menghina dan merendahkan agama tak seharusnya dilakukan antar sesama manusia. Kontroversi kartun dan karikatur Nabi Muhammad SAW bermula dari aktivitas guru sejarah Samuel Paty. Saat itu dia sedang mengajar di kelas kebebasan berbicara dengan menunjukkan gambar junjungan Umat Islam tersebut. Gambar kartun dan karikatur Nabi Muhammad SAW berasal dari majalah Charlie Hebdo terbitan tahun 2015. Komunitas mengajukan protes dan Paty terbunuh dengan kepala dipenggal, yang pelakunya adalah seorang ekstremis asal Checnya yang baru berusia 18 tahun.

Kartun dan karikatur Nabi Muhammad SAW dari Charlie Hebdo telah memancing kontroversi sejak kali pertama terbit. Di tahun 2015, ada 12 orang dibantai di kantor majalah tersebut. Terlepas dari gambar yang memancing kontroversi, umat Islam tidak pernah menggambar sosok kartun dan karikatur Nabi Muhammad SAW. Di Prancis, kartun Charlie Hebdo menjadi ikon tradisi sekuler sejak revolusi.

o       Sebagai Umat Islam, tentunya kita harus mengetahui bagaimana sejatinya hukum dan akibat membuat gambar atau karikatur Nabi Muhammad SAW. Oleh karena itu, Perguruan Tinggi Agama Islam sebagai lembaga tertinggi pendidikan bidang keagamaan, perlu kiranya memberikan pemahaman kepada seluruh Umat Islam tentang bagaimana sudut pandang syari’ah melihat fenomena tersebut.

Menanggapi kejadian tersebut maka Sekolah Tinggi Agama Islam Nurul Iman berupaya mengkaji secara mendalam dan spesifik terkait fenomena yang terjadi, dengan tema “Karikatur Nabi Dalam Perspektif Syari’ah”. Kegiatan yang berlangsung secara daring ini dilaksanakan pada hari ahad tanggal 15 November 2020, di Moderatori oleh Puket I Ust. Ali Mutakin, MA.Hk dengan  Narasumber Syaikh Dr. El Daw Awad El Karim Ali dari Emburman University Of Sudan dan Dr. KH. Ahmad Fudhaili, M.Ag dari UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta.

Menurut Beliau Dr KH. Ahmad Fudhaili, menanggapi fenomena tersebut “Selain dengan cara memboikot produk-produk mereka,  juga perlu adanya langkah diplomasi untuk tersampainya ketidaksepakatan perihal dibuatnya karikatur Rasulullah SAW.” Begitupun Menurut Dr. El Daw Awad El Karim Ali, beliau menyampaikan sebagaimana Rasulullah SAW ketika di hadapkan dengan musuh-musuh, beliau tidak membalas dengan kejahatan pula akan tetapi beliau balas dengan kebaikan sehingga bagaimanapun orang lain menghinakan Rasulullah SAW, tidak akan menjadi hina, akan tetapi jika kita menghadapi fenomena ini dengan cara yang hina, maka kita sendiri nantinya yang akan menjadi hina. Red.