GELAR PESTA DEMOKRASI, DEMA STAI NURUL IMAN BERHASIL MELAHIRKAN WAJAH PEMIMPIN BARU MELALUI PEMIRA 2023

WhatsApp Image 2023-12-09 at 10.05.36

STAINI News – Dalam ajang pesta demokrasi dan regenerasi sebagai instrumen penggerak kampus, Sekolah Tinggi Agama Islam Nurul Iman (STAINI) Parung-Bogor mencatat sejarah demokrasi mahasiswa yang luar biasa dengan suksesnya Pemilihan Umum Mahasiswa (PEMIRA), Senin, 4 Desember 2023.

WhatsApp Image 2023-12-09 at 10.05.37Acara bersejarah ini diselenggarakan secara offline, di halaman kampus biru STAINI yang bertemakan “Satukan Suara Dan Jalin Kebersamaan Untuk Kemajuan”. Suasana penuh semangat ini menjadi latar belakang bagi terpilihnya pemimpin baru dan bentuk wujud partisipasi dari seluruh mahasiswa dalam memilih Ketua dan Wakil Ketua DEMA STAINI periode 2023-2024.

Iip Saepul Anwar selaku Ketua Komisi Pemilihan Umum Mahasiswa (KPUM) STAINI memimpin pelaksanaan pemira yang melibatkan pemilihan Ketua dan Wakil Ketua Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) STAINI yang berjalan aman dan kondusif.

“Alhamdulillah selama proses pemilihan tidak ada dinamika yang mengarah pada perselisihan antara saksi dan pendukung. Serta KPUM ini telah menjalankan proses pemilihan hingga usai”. Ungkapnya.

Terdapat tiga pasangan calon (paslon) dalam Demokrasi Pemira kali ini,yang pertama paslon Naufal Arrofif dan Adil Iskandar untuk kandidat nomor 1, yang kedua paslon M. Tendyto Al Kadari & Fadhil Al Maulidi untuk kandidat nomor 2, dan ketiga paslon Rismawan Adi & Edhry untuk kandidat nomor 3, mereka bersaing untuk menduduki posisi Ketua dan Wakil Ketua DEMA STAINI periode tahun 2023-2024.

Rangkaian acara dimulai dengan pemaparan visi dan misi serta adu gagasan bersama civitas akademika dan seluruh mahasiswa STAINI, dilanjutkan dengan Debat antar paslon, dan terakhir dilakukan pemungutan suara.

Proses pemungutan dan perhitungan suara dilaksanakan di halaman kampus biru dan dihadiri langsung oleh Wakil Ketua I Bidang Akademik, Wakil Ketua II Bidang Administrasi, Wakil Ketua III Bidang Kemahasiswaan, serta seluruh Dosen STAI Nurul Iman Parung Bogor.

Dalam sambutannya, Dr. Ali Mutakin, MA.Hk, Wakil Ketua I STAINI dengan tulus memberikan apresiasi kepada seluruh mahasiswa atas pastisipasi dan keberhasilan Pemira tahun ini. Beliau menyatakan rasa bangga atas tingginya antusiasme dan keterlibatan mahasiswa dalam proses demokrasi ini. Tentunya beliau berharap ajang ini menjadi pendorong semangat bagi mahasiswa serta pemenang pemira untuk menjalankan tugasnya dengan penuh dedikasi, memperkuat komitmen atas prinsifnya dalam membawa perubahan positif, serta mengemban amanat yang telah dipercayakan oleh rekan-rekan mahasiswa.

 

 

Selain itu WAKET II Bidang Administrasi STAINI, Dr. Subaiki Ikhwan, M.Pd mengapresiasi kesuksesan pemira yang berjalan lancar dan sangat professional. Harapannya  bagi pemenang bisa menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab selama menjabat serta akan menjadi landasan kuat bagi kelangsungan pembanguan dan kemajuan STAI Nurul Iman ke depannya.

Dari pesta demokrasi mahasiswa ini, akhirnya ditentukan pasangan calon yang terpilih menjadi Presiden Mahasiswa dan Wakil Presiden Mahasiswa DEMA STAI Nurul Iman adalah paslon nomor urut 1 yakni Naufal Arrofif dan Adil Iskandar demi membawa harapan baru dan komitmen untuk menjaga persatuan serta kemajuan bagi seluruh elemen di lingkungan akademik STAI Nurul Iman Parung-Bogor.

Salam Mahasiswa !!!

Hidup Mahasiswa !!!

Red. Abdurrohman Awalul

PEMBINAAN PROGRAM STUDI SEKOLAH TINGGI AGAM ISLAM NURUL IMAN PARUNG-BOGOR

web 1

STAINI News.- Dalam Upaya peningkatan dan kualitas Program Studi, STAI Nurul Iman menyelenggarakan Pembinaan Progam Studi bersama Dr. Lukman Nugraha, M.Ed sebagai KASUBTIM Bina Program Studi dan Dinata Firmansyah, S.SI., M. Kesos. Agenda ini berlangsung pada hari rabu 22 November 2023 bertepatan di Kampus Biru.

web 2Kegiatan pembinaan tersebut dihadiri oleh Dr. Hj. Umi Waheeda, S.Psi., M.Si selaku Ketua STAI Nurul Iman Parung Bogor, Wakil Ketua I Bidang Akademik, Wakil Ketua II Bidang Administrasi, Wakil Ketua III Bidang Kemahasiswaan, Kaprodi Pendidikan Bahasa Arab, Kaprodi Ahwal Al Syakhsiyyah, Kaprodi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, serta seluruh Dosen STAI Nurul Iman Parung Bogor.

Dalam sambutannya Wakil Ketua I STAI Nurul Iman Parung Bogor Dr. Ali Mutakin, MA.Hk menyampaikan bahwa pembinaan ini merupakan upaya meningkatkan kualitas kelembagaan dan menguatkan institusi Sekolah Tinggi menjadi Institut dengan membuka Program Studi baru yakni Ilmu Hadist, Hukum Ekonomi Syariah dan Manajemen Pendidikan Islam.

“Disamping itu agenda ini juga menjadi spirit keinginan dan himmah kita memajukan STAI Nurul Iman  yang akan membuka program Pasca Sarjana. Dalam pengadaan SDM pun sudah memadai dengan menyiapkan calon Dosen Tetap yang linier. Bahkan dokumen Borang akreditasi sudah disiapkan. Saya berharap bisa memberikan angin segar kepada kita semua khususnya untuk pembukaan Program Studi yang baru nanti, tentunya perlu arahan,binaan dan langkah apa yang harus kita laksanakan.” Ujarnya.

Dilanjut oleh Dr. Lukman Nugraha, M.Ed, yang menjabat sebagai Pejabat Kasi Akademik dari DIKTIS Kemenag RI. Beliau mengungkapkan jika ada reakreditasi yang terlambat untuk segara memperbaiki dokumen borang akreditasi sebagai salah satu syarat untuk mendapatkan rekomendasi dari Direktur PTKI untuk akreditasi.

“Prinsipnya kami regulator, fasilitator, menjembatani para UPPS – UPPS (Unit Pengelola Program Studi) Se-Indonesia. Maka kita harus memaksimalkan arahan,capaian dan keinginan ibaratnya kalo ingin Magister (Program Pasca Sarjana) yaa wayahna program studi harus dibenerin juga.” Ungkapnya.

Kemudian syarat khususnya dari aspek kurikulum, Dosen, UPPS, dan Sarana Prasana dalam penilaian termasuk Tenaga Kependidikan. Tentunya dalam alur pengajuan izin prodi harus mempelajari dan memenuhi persiapan dokumen menuju ke 5 persyaratan penambahan prodi.

STAI Nurul Iman Parung Bogor mengucapkan terima kasih kepada Dr. Lukman Nugraha, M.Ed, beserta tim penyelenggara dari DIKTIS Kemenag RI atas kehadiran di acara Pembinaan Program Studi ini. Semoga harapan dan capaian STAI Nurul Iman teraktualisasikan menjadi Universitas, serta mendorong untuk menjadi PTKIS unggul.

web 3

Red.Abdurrohman Awalul

POLITIK IDENTITAS

Seminar bersama Wakil MPR RI

Nasionalisme dan Agama
Seminar Nasional Bersama Wakil Ketua MPR RI

STAINI News.- Yayasan Al Ashriyyah Nurul Iman Islamic Boarding School kembali di hadiri oleh tamu besar dari Wakil Ketua MPR RI, Dr. H. M Hidayat Nur Wahid, MA. dalam rangka Seminar Nasional dengan tema Politik Identitas : Nasionalisme dan Agama di masjid Toha. Selasa, 07/11/23

Seminar bersama Wakil MPR RIDr. H. M Hidayat Nur Wahid, MA. mengatakan sudah semestinya pondok pesantren melanjutkan peran mensejarah, membuka diri, berkolaborasi membangun umat dan negeri, sehingga tidak anti politik, bahkan bisa mencerahkan demokrasi. Beliau juga menyebutkan keterlibatan pondok pesantren dalam urusan politik akan membawa demokrasi bangsa Indonesia menjadi lebih beridentitas yang bermanfaat dan bermartabat, melalui visi dan misi pesantren yg hadirkan Islam rahmatan lil alamin.

Kunjungan ini bukan pertama kalinya bagi Dr. H. M Hidayat Nur Wahid, MA. Sebelumnya, pada tahun 2007 beliau pernah berkunjung ke pondok dan bertemu dengan guru besar Yayasan Al Ashriyyah Nurul Iman Islamic Boarding School sekaligus pendiri Yayasan yakni Sayyiduna Syaikh Al ‘Alim Al ‘Allamah Al ‘Arif Billah Al Habib Saggaf Bin Mahdi Bin Syaikh Abu Bakar BIn Salim.

Bagi beliau tanpa identitas itu bagaimana bisa para Kiai mengajak santri dan umat Islam lainnya berjihad membebaskan Indonesia merdeka dari penjajahan Belanda, seperti para ulama terdahulu yang menyepakati dasar negara adalah Pancasila, melalui tokoh Partai Islam Masyumi; M Natsir, Indonesia juga kembali menjadi NKRI.

Dalam Sila I Pancasila, disebut Ketuhanan yang Maha Esa. “Itu juga identitas yang menegaskan bangsa Indonesia adalah bangsa yang beragama/bertuhan bukan bangsa komunis, ateis, liberalis,” tuturnya.

Beliau juga menuturkan, politik identitas bagi rakyat Indonesia hanyalah Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.
Partai beridentitas Islam adalah sah baik secara sejarah maupun legal secara aturan konstitusi/hukum. “Beda dengan komunisme, atheisme, separatisme, dan LGBT, yang jelas-jelas tidak sesuai dengan Pancasila dan Konstitusi,” tegasnya. Partai politik yang beridentitas akan menghadirkan sikap cinta bangsa, rahmatan lil alamin, melakukan edukasi politik, menyerap aspirasi rakyat, yang kemudian memperjuangkan di DPR. “Politik yang beridentitas baik dan benar, akan membawa umat dan rakyat pada suasana politik yang luber jurdil, tidak menyebar fitnah, anti hoax. Sehingga hasilnya akan membawa kepada realisasi tujuan Proklamasi dan Reformasi,” pungkasnya.

SELAMAT DAN SUKSES ATAS GELAR DOKTOR SENAT SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NURUL IMAN Dr. Hb. Idrus Al Haddar, S.T., M.M

DSC04282_1

Civitas Akademik STAI Nurul Iman Mengucapkan Selamat dan sukses kepada Dr. Hb. Idrus Al Haddar, S.T., M.M telah melaksanakan Ujian Promosi Doktor bidang Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Program Pascasarjana Universitas PTIQ Jakarta dengan judul Desertasi “Pembelajaran Berbasis Kognitif Multimedia dan Kalbu Perspektif Al Qur’an”.

Desertasi Dr. Hb. Idrus Al Haddar, S.T., M.M berhasil dipertahankan didepan tim penguji yang terdiri dari Prof. Dr. H. M. Darwis Hude, M.Si. (Penguji I/Ketua Sidang), Prof. Dr. Hamdani Anwar, M.A. (Penguji II), Prof. Dr. H. Ahmad Thib Raya, M.A. (Penguji III), Dr. Akhmad Shunhaji, M.Pd.I. (Sekretaris Sidang), dengan Promotor I Prof. Dr. Armai Arief, M.A, dan Promotor II Prof. Dr. Made Saihu, M.Pd.i., hingga resmi meraih gelar Doktor ke-250 pada Program Pascasarjana Universitas PTIQ Jakarta Pada hari Senin, 23 Oktober 2023.

Sidang yang dilaksanakan secara tatap muka di Universitas PTIQ Jakarta turut dihadiri secara langsung oleh Keluarga Besar Yang Mulia Dr. Hj. Umi Waheeda binti H. Abdul Rahman, S.Psi, M.Si serta segenap dosen STAI Nurul Iman dan dewan Asatidz/Asatidzah Pondok Pesantren Al-Ashriyyah Nurul Iman mengikuti ujian berlangsung hingga akhir.

IMBANGI JAKARTA GLOBAL UNIVERSITY (JGU), STAINI LOLOS BABAK 16 BESAR PIALA MENPORA 2023

Jakarta_ Pertandingan ketiga Piala Menpora 2023 mempertemukan STAINI dengan Jakarta Global University (JGU) di stadion Universitas Muhamadiyah Jakarta. STAINI hanya membutuhkan hasil imbang untuk bisa lolos ke babak 16 besar. Pada pertandingan pertama STAINI berhasil menang atas STKIP Indramayu dengan 4 gol tanpa balas. Namun dipertandingan kedua Pemain STAINI tidak dapat membendung para pemain UPI Bandung dan berakhir dengan kekalahan 2 – 0. Sementara UPI yang telah mengantongi 2 kemenangan memastikan diri menjadi juara group. STAINI dan JGU dipaksa melakukan pertandingan head to head yang akan menjadi penentu siapa team terbaik dan menemani UPI lolos dari group H. JGU sendiri membuka pertandingan dalam kejuaraan ini dengan mengalami kekalahan telak 7-0 dari UPI Bandung. Beruntung pada pertandingan kedua mereka berhasil mempertahankan keunggulan 2-1 atas STKIP Indramayu hingga akhir laga. Dengan point sama 3 STAINI dan JGU merasa memiliki kesempatan yang sama namun dengan skema berbeda untuk dapat lolos. STAINI cukup hasil imbang jika ingin memuluskan jalannya bertahan dalam kompetisi ini, karena denganpoint 4, STAINI memiliki selisih gol yang lebih baik. Sebaliknya JGU harus memenangkan pertandingan sebab jika hasil imbang mereka hanya akan menempati posisi ketiga dan dipastikan gugur karena minus dalam perbendaharaan gol yang dimiliki.
Target lolos dari fase group terlihat cukup memberikan beban bagi anak2 besutan pelatih Abu Huzaefah. Hal ini terlihat ketika babak pertama dimulai sampai dengan sepanjang pertandingan mendekati selesai. Ditambah lagi gawang STAINI harus bobol pada menit ke 7 dari sepakan jarak jauh hasil tendangan bebas dari pemain Jakarta Global University (JGU) yang merubah skor menjadi 0 – 1. Banyaknya pasing yang salah membuat lawan semakin leluasa memberikan tekanan hampir di 45 menit pertama.

STAINI sebenarnya diuntungkan pada pertengahan babak pertama dengan dikeluarkannya fullback kanan JGU setelah melanggar dengan keras, mengangkat kaki terlalu tinggi dan mengenai wajah dari bek sayap Nurul Iman. Pelanggaran tersebut menyebabkan pemain Nurul Iman harus diganti karena tidak dapat melanjutkan pertandingan. Sayang sampai penghujung babak pertama, kesempatan bermain dengan melawan 10 pemain lawan masih belum bisa dimanfaatkan untuk merubah skor.

Drama di penghujung laga bawa STAINI menjadi Runner Up dan berhak lolos dari fase group


Pada babak kedua Pelatih merubah sedikit taktik untuk meredam serangan lawan dan memanfaatkan kelebihan pemain untuk mencari hasil imbang. Memasukan Rayhan di posisi fullback kanan menggantikan Erick yang berperan sebagai pengatur serangan dan mendorong Abdullah bek yang beroperasi di sebelahkanan menjadi gelandang. Di posisi depan striker Ayas yang kesulitan mendapatkan ruang sebagai striker tinggal digeser ke penyerang kanan dan Romadhon nampak berpindah menjadi penyerang kiri dengan Zidan yang memainkan peran sebagai false number 9 cukup membuat aliran bola lancar berpindah dari bertahan ke menyerang.
Namun alih-alih menyamakan kedudukan gawang STAINI justru kebobolan untuk yang kedua kalinya setelah kesalahan pemain Rayhan yang masuk pada babak kedua salah mengantisipasi bola yang datang dan berhasil direbut lawan. Kesalahan itupun dimanfaatkan oleh playmaker dari JGU memberikan umpan silang yang cantik kepada sayap kanan yang tidak terkawal. Penjaga gawang Nurul Iman terkecoh dengan pergerakan pemain lawan yang justru mengalirkan assist ke striker JGU yang bebas berdiri sendiri setelah lolos dari jebakan offside pemain belakang Nurul Iman. Skor berubah menjadi 2 – 0 JGU unggul atas Nurul Iman.
Dari sisi permainan di babak kedua sebenarnya Nurul Iman lebih banyak menguasai bola dengan umpan satu dua yang cukup rapi, namun sayang keasyikan menyerang membuat pertahanan yang digalang Abdul Rifki Rosyadi dan Wilang harus kebobolan lagi.

Pada 15 menit terakhir permainan menjurus sedikit kasar dari para pemain JGU yang tampak sudah berada di atas angin, justru permainan lebih tenang tanpa beban ditunjukan oleh para pemian Nurul Iman setelah tertinggal 2 gol. Hasilnya Romadhon mampu menusuk pertahanan lawan dengan melewati tiga pemain dari sebelah kanan pertahanan JGU dan melakukan tendangan plassing melengkung menembus gawang sebelah kiri dari luar kotak penalty. Skor berubah menjadi 2-1. Drama terjadi si penghujung babak kedua, melalui Abdullah yang memberikan umpan panjang ke sebelah kiri pertahanan JGU dan langsung dimanfaatkan oleh Ayyas yang lepas dari kawalan ketat bek lawan untuk menerima bola dan menggiringnya ke kotak pinalty untuk menjebol gawang JGU dan gol pun tercipta. Hasil ini cukup untuk membawa STAINI masuk ke 16 besar piala Menpora 2023 yang diikuti oleh Mahasiswa dari Universitas se Jabodetabek dan Jawa Barat. Dengan hasil akhir point 4 dari 3 kali bertanding, satu kali menang, satu kali kalah dan satu kali imbang dengan jumlah gol memasukan lebih baik dari JGU. Pada perdelapanfinal STAINI akan menghadapi Universitas Darma Persada yang mencukur habis lawan-lawannya pada penyisihan group G.

REFLEKSI PENINGKATAN KOMPETENSI DOSEN

Peningkatan-Kompetensi-Dosen-Pemula

Bandung – Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Nurul Iman, Parung-Bogor menugaskan dua dosennya, yakni Nur Isyanto, M.Pd dan Nurkholis Sofwan, M.Ag, untuk mengikuti program Peningkatan Kompetensi Dosen Pemula (PKDP) 2023 di Grand Hotel Preanger Bandung pada Senin hingga Sabtu, 14-19 Agustus 2023. Salah satu materi yang dibahas dalam kegiatan tersebut adalah berkaitan tentang upaya meningkatkan kompetensi dosen di Perguruan Tinggi.

Hal ini tentu sangat menarik untuk dipelajari dan dikembangkan di lingkungan STAI Nurul Iman, yang notabene memiliki ciri khas dan karakter yang sangat berbeda dengan kampus-kampus lainnya. Di kampus ini, para Dosen dituntut untuk mengelola pembelajaran agar mahasiswa yang sekaligus sebagai santri tersebut dapat menguasai materi pembelajaran dan cakap dalam sikap maupun keterampilan.

Dalam upaya mewujudkan cita-cita pembelajaran tersebut, maka dibutuhkan peningkatan kompetensi dari setiap dosen. Adapun Kompetensi pertama yang harus ditingkatkan oleh seorang Dosen adalah Profesionalitas. Seorang Dosen akan dianggap professional jika ia mengajarkan ilmu sesuai dengan kapasitas dan keahlian di bidangnya. Ia akan mampu menjelaskan materi dengan begitu luas dan mendalam kepada para mahasiswanya karena ia betul-betul menguasai ilmu tersebut. Inilah yang kemudian dalam istilah akademik disebut linear, yaitu selaras antara apa yang dikuasai dengan apa yang diajarkan.

Kompetensi kedua yang harus dikuasai seorang dosen adalah Pedagogik. Istilah pedagogik sering dikaitkan dengan keterampilan atau kemampuan Dosen dalam mengatur dan mengelola proses pembelajaran. Dosen juga dituntut untuk menguasai kemampuan dalam melakukan interaksi belajar mengajar di dalam kelas, termasuk memahami psikologi mahasiswa dalam proses pembelajaran. Inilah PR terbesar yang diemban para Dosen di lingkungan STAI Nurul Iman, mengingat para mahasiswa juga merupakan santri yang memiliki jadwal cukup padat di pesantren, terbatasnya fasilitas pembelajaran, serta melekatnya tradisi dan peraturan yang tidak boleh dilanggar mahasiswa sebagai seorang santri, seperti larangan membawa barang-barang elektronik, dan sebagainya.

Dosen yang kompeten juga dituntut untuk cakap di bidang sosial. Ia harus menunjukkan bahwa dirinya memiliki peran yang signifikan dalam kehidupan sosial masyarakat. Hal ini sejalan dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang ketiga, yaitu pengabdian kepada masyarakat. Dengan berperan aktif di masyarakat, seorang dosen akan dibutuhkan dan bermanfaat bagi lingkungan sosialnya, baik di bidang sosial, seperti pengentasan kemiskinan, mengingat STAI Nurul Iman adalah perguruan tinggi yang didukung dengan entrepreneurship. Bidang agama, misalnya mengisi pengajian-pengajian di majelis taklim, khutbah, dan sebagainya. Dosen juga dapat melakukan pembangunan sumber daya manusia, seperti memberikan pelatihan dan keterampilan kepada masyarakat agar mereka mandiri dan mampu bersaing dengan masyarakat lain.

Selain itu, kompetensi dosen yang harus ditingkatkan adalah soal kepribadian. Seorang Dosen harus memiliki karakter dan pribadi yang dapat dijadikan contoh dan inspirasi bagi mahasiswanya, mulai dari kedisiplinan, kepemimpinan, manajemen pembelajaran, dan sebagainya. Kepribadian dosen sangat dibutuhkan untuk mengatasi setiap persoalan yang muncul dalam proses pembelajaran. Dosen mampu memahami kapan ia harus bersikap tegas, lembut, dan sebagainya kepada para mahasiswa.

Komptensi yang tidak kalah penting untuk ditingkatkan para Dosen STAI Nurul Iman adalah kompetensi spiritual. Dosen harus menyadari bahwa tugasnya dalam mengajar merupakan bentuk pengabdian kepada Allah Swt. Mengajar dengan rasa tulus ikhlas akan mengantarkannya pada keberkahan ilmu. Mengajar pada dasarnya bukan untuk mencari “materi”, melainkan untuk mengabdi dan mendapatkan ridha Allah Swt. Orang yang niatnya untuk mengabdi kepada Allah Swt, maka dunia seisinya akan melayani dan mencukupinya. Ini sejalan dengan semangat dakwah Habib Saggaf dan Umi Waheeda, yaitu mengabdi kepada Allah Swt dan meneruskan perjuangan dakwah Rasulullah Saw. [NS]

Bandung, 14 Agustus 2023
Oleh: Nurkholis Sofwan, M.Ag

STAI NURUL IMAN BOGOR GELAR PODCAST LINTAS PRODI

podcast -TAINI

Foto PodcastSTAI Nurul Iman Bogor yang didukung oleh Dewan Eksekutif Mahasiswa dan Himpunan Mahasiswa Jurusan menyoroti pentingnya bagi Mahasiswa dan kampus untuk meningkatkan keaktifan dalam kegiatan akademik mengenai program studi kuliah dengan menyampaikan keunggulan masing-masing prodi; Pendidikan Bahasa Arab, Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, dan Ahwal Asy-Syakhsiyyah sebagai bentuk pengabdian dan cinta mahasiswa kepada kampusnya. Berdasarkan hal tersebut STAI Nurul Iman Bogor menggelar kegiatan tersebut dalam bentuk yang sederhana tapi nyaman bagi pendengar yang disebut “Podcast Lintas Prodi Sekolah Tinggi Agama Islam Nurul Iman” Bogor, (24/07/23).

Kegiatan ini disenggelarakan pada tanggal 02 Januari 2023 pada saat jam istirahat perkuliahan, digelar secara terbuka bebas (outdoor) di halaman kampus mereka. Setiap mahasiswa jurusan menjadi pendengar setia untuk podcast prodinya masing-masing. Ustadz Parhan, M.Pd (Kaprodi Pendidikan Bahasa Arab) sebagai pencetus awal dari kegiatan podcast ini telah sukses memberikan pengaruh kuat dari kegiatan ini kepada mahasiswa dan kampus. Mahasiswa menjadi hyperaktif dalam berinteraksi dan berdiskusi mengenai pendapatnya masing-masing secara publik di halaman kampus.

Selama kegiatan berlangsung, Materi dipaparkan secara menarik oleh masing-masing pemateri dari setiap prodi. Pendengar ataupun pembicara sangat menikmati proses obrolan ini sampai selesai, pendengar podcast sangat antusias ketika mendengar dan berbicara.

Podcast 1“bahasa Arab sudah sangat berkembang pesat di seluruh dunia, kalian yang belajar bahasa Arab di STAI Nurul Iman sudah banyak peluang untuk berkarir hanya bukan di negara Arab tetapi di negara-negara lainnya seperti Prancis, Amerika, dan Inggris. Sudah banyak profesi yang memerlukan bahasa Arab sebagai pengantarnya, bahasa Arab dibutuhkan dimana-mana karena Islam sudah tersebar di seluruh dunia”. Papar Ustadz Syabani Aly (Dosen Negara Tanzania) selaku pemateri podcast prodi Pendidikan Bahasa Arab mengenai “Budaya Bangsa Arab di Dunia”.

Podcast 2Sedangkan Bapak Nur Kholis Sofwan, M.Ag selaku pemateri podcast prodi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir dengan tema Orientalis Al-Qur’an mengatakan bahwa “ketika ada suatu kajian ilmiah baik itu sejarah atau kritik teks, maka kita harus bisa menjawab dan menjelaskan dengan Al-Qur’an dan juga dengan jawaban ilmiah juga, jangan hanya berkoar-koar dalil Al-Qur’an tapi tidak ada penjelasan ilmiah, karena ada beberapa golongan orang yang membela ilmiah dan membela pula pendapat islam”.

podcast 3Adapun Podcast Prodi Ahwal Asy-Syakhsiyyah Ustadz Ihwanul Mu’adib, M.A selaku pemateri menyampaikan tentang filsafat ilmu dalam pemaparannya ia menyampaikan bahwa “Filsafat mencintai hikmah dan kebijaksanaan, ini adalah suatu hal yang baik yang harus kita tanamkan yang harus kita lestarikan dalam diri kita secara masif dalam kehidupan kita”.

Sedangkan tanggapan dari mahasiswa tentang kegiatan podcast ini sangat positif diantaranya :

podcast 4“Saya senang sekali mengikuti kegiatan podcast bahasa Arab ini, saya menikmati materi yang disampaikan menarik dan tidak monoton, hebat lanngsung dari pembicara asli orang Arabnya, saya kagum sampai saya tidak lupa untuk bertanya”. Ujar Akmal Mubarok salah satu peserta podcast dari mahasiswa prodi Pendidikan Bahasa Arab.

“menurut saya podcast membahas tentang orientalis ini sangat bagus dan menarik, karena biasanya kita kalau dengar podcast itu untuk hiburan, tapi ini kita bisa dapat pengetahuan luas yang menghibur dan menarik lewat podcast”. Ujar Ahmad Mapatih salah satu mahasiswa prodi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir pendengar setia podcast.

“akhirnya saya bisa memahami apa itu filsafat, saya senang sekali bisa mengikuti podcast yang seru ini, saya berterima kasih kepada kampus karena telah mengadakan acara podcast kali ini”. Ujar Rakha Diva Aulia selaku pendengar dari mahasiswa jurusan Ahwal Asy-Syakhsiyyah .

Dalam kesempatan lain Dr. Ali Mutakin, MA.Hk. selaku Waket I Bagian Akademik STAI Nurul Iman Bogor menyampaikan bahwa kegiatan podcast ini bisa continue dan berkelanjutan yang diungkapkannya “Saya harap kegiatan podcast ini bisa berjalan secara rutin dan terus berkelanjutan”.

Diharapkan setelah terlaksannya kegiatan podcast tersebut, baik Mahasiswa, Dosen, dan Kampus tetap berperan aktif dalam memberikan informasi bagi masyarakat luas.

 

Reported by. alpinzmm_

Supported by. STAI Nurul Iman Bogor

DEMA STAINI BOGOR

HMJ PBA

HMJ IQT

HMJ AS

PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA (UNJ) ADAKAN KEGIATAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT DI STAI NURUL IMAN

1-min

3 Sambutan-minNurul Iman News.- Program Doktor Manajemen Pendidikan dan Progam Magister Manajemen Pendidikan Tinggi Universitas Negeri Jakarta (UNJ) mengadakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Nurul Iman, Parung Bogor pada Sabtu, 22 Juli 2023. Kegiatan tersebut merupakan kerjasama yang dibangun STAI Nurul Iman dengan UNJ untuk meningkatkan mutu dan kualitas akademik STAI Nurul Iman, mulai dari sistem penjaminan mutu internal (SPMI), model pembelajaran, media pembelajaran, hingga penjelasan tentang Rencana Pembelajaran Semester (RPS).
Pembukaan dilakukan mulai pukul 08.00 di Gedung Taekwondo Pesantren Al Ashriyyah Nurul Iman, yang dihadiri oleh Prof. Suryadi selaku Pimpinan Program Pascasarjana UNJ kemudian Prof. Dr. Siti Nurjanah, SE, M.Si, Prof. Dr. Hj. Rugayah, M.Pd., Prof. Dr. Neti Karnati, M.Pd., Dr. Desi Rahmawati, M.Pd. selaku para pembicara pada kegiatan tersebut, dan para mahasiswa Program Doktoral Manajemen Pendidikan dan Program Magister Manajemen Pendidikan Tinggi. Dari pihak Yayasan Al Ashriyyah Nurul Iman sendiri diwakili oleh Habib Idrus, ST, MM., para Wakil Ketua STAI Nurul Iman beserta para Dosen dari berbagai prodi, Kepala Sekolah SMA, SMK, SMP, dan SD Nurul Iman beserta dewan guru, serta para santri pengabdian yang terlibat dalam tenaga kependidikan Yayasan Al Ashriyyah Nurul Iman. Pada dasarnya, kegiatan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan mutu pendidikan tersebut melibatkan seluruh tingkat pendidikan di Yayasan Al Ashriyyah Nurul Iman. Namun pada pelaksanaannya dilakukan secara terpisah.
1-minKegiatan yang melibatkan STAI Nurul Iman sendiri dilakukan di Kampus Biru mulai dari jam 10.00 pagi hingga jam 16.00 sore. Di antara materi penting yang disampaikan para pembicara adalah berkaitan dengan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) oleh Prof. Dr. Siti Nurjanah, SE, M.Si. Ia menjelaskan bahwa Sistem Penjaminan Mutu Internal yang baik adalah ketika para pejabat perguruan tinggi mengetahui setiap tugas pokok dan fungsinya (tupoksi) masing-masing kemudian melakukan evaluasi diri dalam rapat pimpinan kampus. Renstra yang telah dicanangkan setiap lima tahun, diturunkan setiap tahunnya untuk dilakukan, serta mendokumentasikan dan membuat laporan pertanggungjawaban di setiap kegiatan yang dilakukan secara rapih dan lengkap. Prof. Nurjanah menilai bahwa pembagian tugas kerja dan kerjasama setiap pejabat kampus sangat penting dilakukan guna mencapai visi misi perguruan tinggi yang telah ditetapkan. Ia juga menegaskan bahwa mulai dari Visi-Misi Perguruan Tinggi, Standar Kompetensi Lulusan, Tujuan hingga Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) pada Rencana Pembelajaran Semester (RPS) harus selaras dan satu arah.

5-minMateri yang kedua disampaikan oleh Prof. Dr. Hj. Rugayah, M.Pd. tentang Model Pembelajaran. Ia menyatakan bahwa untuk mewujudkan capaian pembelajaran, para Dosen harus menguasai berbagai model pembelajaran aktif, inovatif, dan efektif agar mahasiswa dapat menguasai materi yang disampaikan. Selain itu, ia juga mengingatkan bahwa tugas dosen adalah sebagai perencana, fasilitator, serta evaluator terhadap kegiatan pembelajaran mahasiswanya. Bahkan, setiap Dosen pada dasarnya adalah untuk melayani mahasiswa, sementara Perguruan Tinggi bertugas melayani Dosen.

7-minMateri selanjutnya berkaitan dengan media pembelajaran, yang dipresentasikan oleh Dr. Desi Rahmawati, M.Pd. Pada materi ini, Dr. Desi menganjurkan agar para pendidik hendaknya mengikuti perkembangan zaman dalam melaksanakan pembelajaran, yaitu dengan penggunaan media internet. Salah satu di antaranya adalah penggunaan Quizez, Canva, Youtube, Instagram, dan media lainnya. Selain itu, media pembelajaran tersebut dapat digunakan untuk melakukan asesmen (penilaian), baik penilaian diagnostik, formatif, maupun sumatif.
Terakhir, materi yang tidak kalah penting disampaikan oleh Prof. Dr. Neti Karnati, M.Pd. tentang Rencana Pembelajaran Semester (RPS). Ia mengungkapkan bahwa RPS minimal memuat deskripsi mata kuliah, tujuan pembelajaran, capaian pembelajaran, rencana materi pembelajaran, media pembelajaran, penilaian, dan bahan ajar (referensi). Menurutnya, kurikulum Kurikulum KKNI dapat dijadikan sebagai bahan pembuatan RPS, menyesuaikan dengan kebutuhan mata kuliah. Selain itu, ia juga mengungkapkan bahwa capaian pembelajaran harus meliputi aspek sikap, pengetahuan dan juga keterampilan mahasiswa. Di akhir sesi, Prof. Neti menyarankan agar setiap Program Studi melakukan workshop khusus agar apa yang telah ditetapkan pada visi dan misi perguruan tingggi dan prodi dapat selaras dan berjalan dengan sesuai harapan.

Kegiatan ditutup dengan kesan dan pesan, serta do’a yang disampaikan oleh Wakil Ketua Bidang Akademik, Dr. Ali Mutakin MA.Hk. Ia menilai bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat untuk meningkatkan kualitas dan mutu pendidikan di lingkungan STAI Nurul Iman. Dr. Ali juga menyampaikan terima kasih kepada para narasumber yang telah memberikan banyak ilmunya kepada seluruh dosen dan tenaga kependidikan. Ia berharap kegiatan seperti ini dapat dilaksanakan kembali pada waktu yang akan datang untuk pengembangan kualitas dan mutu pendidikan di STAI Nurul Iman. [Red. Nurkholis Sofwan]

KONGRES RAYA KE 4 DEMA STAI NURUL IMAN

dema-min

Demi melaksanakan keberlanjutan akan revitalisasi semangat keorganisasian, Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) STAI Nurul Iman Parung Bogor menyelenggarakan KONGRES RAYA ke 4 yang merupakan forum tertinggi yang mempunyai fungsi-fungsi pembahasan setiap perencanaan-perencanaan strategis dari setiap organisasi yang ada di  Perguruan Tinggi dengan mengusung tema: “Merajut Pelaksanaan dan Penataan Organisasi Yang Dinamis”.

_DSC9372Agenda ini berlangsung selama 2 hari, mulai dari tanggal 26-27 Januari 2023 yang berlangsung di Kampus Biru STAI Nurul Iman dengan peserta kongres Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) tahun masa jabatan 2023/2024, pengurus Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ), Dewan Pengurus Kelas (DPK) Dan Senat Mahasiswa Semester (SEMA). Kemudian dihadiri langsung oleh Waket III STAI Nurul Iman dan tamu undangan serta para Dewan Kehormatan.

Pengadaan acara Kongres Raya ini merupakan salah satu agenda organisasi yang dihelat satu tahun sekali dalam ranah puncak dialektika dan demokrasi mahasiswa STAI Nurul Iman dengan beberapa serangkaian kegiatan berupa Sidang Pleno, Sidang Komisi dan Sidang Paripurna.

Pada pelaksanaan Kongres Raya tersebut menetapkan pedoman organisasi dan pedoman program kerja DEMA STAI Nurul Iman periode 2023-2024 supaya bertujuan untuk menghimpun dan mengakomodir seluruh mahasiswa yang menjadi pengurus dalam menentukan kegiatan mahasiswa setahun kedepan serta menyampaikan pertanggungjawaban DEMA STAI Nurul Iman periode masa bakti 2022-2023 sekaligus serah terima jabatan.

Dalam sambutannya Aan Sastra dari Prodi Ahwal Al Syakhsiyyah yang terpilih sebagai ketua DEMA STAI Nurul Iman periode masa bakti 2023-2024 dalam Pemilihan Umun Raya menyampaikan agar para pengurus dari tiap unit memberikan ide-ide serta inovasi untuk kegiatan mahasiswa kedepannya. Serta untuk keberlanjutan organisasi dengan menggantikan kepengurusan yang baru ini diharapkan dapat ikut berkontribusi untuk kemajuan kampus STAI Nurul Iman.

“Tujuan Kongres ini tidak lain untuk terjuwudnya rasa tanggung jawab dalam beramanah, menumbuhkan karakter yang positif dan menumbuhkan rasa solidaritas yang tinggi sesama ormawa dalam menyatukan tujuan bersama yakni untuk mewujudkan Visi dan Misi STAI Nurul Iman dan Pimpinan Yayasan atas mahabbah (kecintaan) dan himmah (kemauan) kita kepada almamater sekaligus kepada abah (Habib Saggaf) dan umi (Umi Waheeda) yang menjadi support system dalam kehidupan kita”. Ungkapnya.

Setelah itu, kongres dilanjutkan dengan penyampaian  pertanggungjawaban oleh  Abdurrohman Awalul selaku ketua DEMA STAI Nurul Iman periode masa bakti 2022-2023 yang telah selesai melakukan tugasnya untuk menjalankan roda dan dinamika keorganisasianya dalam menahkodai DEMA STAI Nurul Iman.

“Terimakasih saya ucapkan untuk seluruh komponen yang telah ada dan telah membantu mengukir kisah perjalanan di DEMA STAINI 2022 dan para punggawa kabinet Al Mujaddid khususnya,  Alhamdulillah atas izin rahmat Allah ‘Azza Wa Jalla yang pada akhirnya, semua itu akan dimintai sebuah pertanggungjawaban. Sebuah  pertanggungjawaban yang bukan berasal dari keberhasilan yang kita banggakan, atau dari sebuah keberhasilan dari apa yang telah kita capai. Maupun dari sebuah kegagalan yang telah kita terima. Akan tetapi, sebuah pengakuan terhadap diri kita, apakah kita telah menjalankan amanah ini dengan sebaik mungkin? Karena menjadi seorang pemimpin tentunya merupakan tanggung jawab. Bukan menyatukan budaya (culture) yang ada, akan tetapi membuat budaya tersebut dapat bergerak bersama dalam keharmonian. Menghilangkan statement minoritas, budaya ini dan itu menjadi toleransi akan misi utama dalam sebuah perjalanan”. Pungkasnya.

Kongres ini tentu mempunyai draf berupa GBHO (Garis Besar Haluan Organisasi) dan AD/ART sebagai panduan mahasiswa dalam berorganisasi menjadi ketetapan bersama. Serta dalam pelaksanaan yang dibahas bersama untuk bermusyawarah dan kemudian bermufakat supaya dapat diamandemen dan diperbaharui agar relevan dengan waktu dan keadaan yang berlaku. Dan juga dalam rangka mempersiapkan kepemimpinan organisasi mahasiswa selanjutnya sebagai sarana menghidupkan nilai demokrasi Kampus STAI Nurul Iman.

Sementara itu, DEMA kepengurusan terdahulu dan para Demisioner berharap, semua pengurus yg ikut serta hadir dalam kongres ini bisa meneruskan roda organisasi menjadi lebih baik. Dan diakhiri dengan apresiasi tinggi diberikan dalam kongres yang berjalan, suara gemuruh jargon mahasiswa dan sumpah mahasiswa pun ikut serta dalam ruangan karena Ormawa merupakan instrumen penggerak bagi dinamika kampus.

BIMBINGAN TEKNIS KEPEMBINAAN PRAMUKA STAI NURUL IMAN

Gerakan Pramuka Al-Ashriyyah Nurul Iman Gugusdepan 11.119 melaksanakan kegiatan Bimbingan Teknis Kepembinaan Pramuka STAI Nurul Iman dengan tema “ Ikhlas Bakti Bina Bangsa”. Kegiatan dilaksanakan selama 2 hari (Sabtu-Minggu, 07-08 Januari 2023).

Kegiatan yang berlangsung di Kampus Biru diikuti oleh Seluruh Kepengurusan Gerakan Pramuka Yayasan Al Ashriyyah Nurul Iman Islamic Boarding School Gugusdepan 11.119 yang bertujuan untuk upgrading dan membimbing kepengurusan dalam menjalankan struktural serta melatih pembina masing-masing satuan untuk mengembangkan satuannya terutama untuk mengembalikan budaya aktif Gerakan Pramuka dalam membentuk pemuda kreatif, disiplin, mempunyai jiwa leadership dan berintelektual tinggi.

Kegiatan hari pertama yang diawali dengan Apel Pembukaan BIMTEK Kepembinaan yang dipimpin oleh kak Dr. Subaiki Ihkwan, M.Pd selaku Wakil Ketua II Bagian Administrasi STAI Nurul Iman Parung Bogor, mengharapkan agar seluruh peserta pramuka yang hadir saat itu dapat mengimplementasikan segala ilmu yang didapat untuk dilaksanakan pada setiap masing-masing pembina satuan.

“Gerakan Pramuka merupakan suatu gerakan pendidikan yang meliputi pengembangan kemampuan berpikir, belajar mengetahui, proses memperoleh pengetahuan dan keterampilan serta pengembangan sikap dan prilaku agar apa yang sudah diberikan oleh kakak Master Scout Nurul Iman guna direalisasikan dan dikembangkan kembali. Dan Semoga dalam Bimtek ini bisa menghasilkan pembina yang akan melaksanakan program kegiatan yang bermanfaat untuk kemajuan Pramuka Yayasan Al Ashriyyah Nurul Iman Islamic Boarding School”, harapnya.

Setelah apel pembukaan Bimtek, kegiatan Bimtek pun berlanjut pada pembekalan berbagai materi yang dipimpin oleh para kakak- kakak Master Scout Nurul Iman. Dimulai penyampaian materi tentang GBHO (Garis Besar Haluan Organisasi) dan AD/ART Gerakan Pramuka yang disampaikan oleh pihak Master Scout yakni kak Ujang sebagai pemateri pertama dimana Ruang Lingkup GBHO ini adalah Organisasi Racana Syekh Habib Saggaf Gugusdepan 11.119 Sekolah Tinggi Agama Islam Nurul Iman untuk dijadikan pedoman dan petunjuk dalam penyelenggaraan dan pengolahan organisasi dengan mengacu pada prinsip dasar dan metode kepramukaan (PDMK).

Lalu dilanjut dengan menerima materi kedua yaitu tentang Administrasi Gerakan Pramuka berupa petunjuk pelaksanaan administrasi satuan Pramuka dalam pengorganisasian kegiatan kepramukaan di satuan yang disampaikan oleh kak Syamsul, selain mendapatkan materi/teori, peserta Bimtek juga disuguhkan oleh kak Barono selaku Master Scout Nurul Iman bagaimana Character Pramuka Al Ashriyyah Nurul Iman  yang selalu dibekali sikap mental yang tangguh, disiplin, berani, loyal dan bertanggung jawab serta mengutamakan sikap religius akan dimensi spiritualitas.

 

 

Materi Terakhir atau penutup dari kegiatan bimtek tersebut adalah tentang Pola Pembinaan Pramuka (Siaga, Penggalang, Penegak, dan Pandega) yang mana telah disampaikan oleh kak Edi untuk menjadi ajang pembinaan dari masing-masing satuan.

Ketua Gugusdepan Kak Sadili,S. Pd melaporkan, pelaksaan Bimtek Gerakan Pramuka ini atas dasar permendikbud Nomor 81 A, serta nota kesepahaman, sekaligus mengemukakan guna adanya upgrading kepengurusan dimana selama dua tahun setelah badai pandemi berlalu kegiatan kepramukaan tidak berjalan efektif, maka saatnya kini gerakan pramuka bangkit untuk kembali menunjukan eksistensinya.