Monitoring dan Evaluasi Kopertais Wilayah II Jawa Barat di STAI Nurul Iman

1000844527

STAINI– Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Nurul Iman mendapat kunjungan resmi dari tim Monitoring dan Evaluasi (Monev) Kopertais Wilayah II Jawa Barat pada Selasa, 28 Oktober 2025. Kegiatan ini berlangsung di ruang 09 Kampus Biru dan dihadiri oleh jajaran pimpinan serta dosen STAI Nurul Iman.

Tim visitor dari Kopertais Wilayah II Jawa Barat terdiri atas Bapak Wildan Baihaqi, M.Ag., selaku Visitor 1, dan Bapak Mochammad Hilman Mujahid, S.E., selaku Visitor 2. Keduanya meninjau berbagai aspek penyelenggaraan akademik dan kelembagaan STAI Nurul Iman, termasuk pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi dan tata kelola administrasi kampus.

Dalam kegiatan tersebut turut hadir Senat STAI Nurul Iman, Dr.Hb. Idrus Al Haddar, ST.,M.M, beserta Wakil Ketua I Bidang Akademik Dr. Ali Mutakin,MA.Hk Wakil Ketua II Bidang Administrasi Dr. Subaiki Ikhwan, M.Pd serta dosen-dosen dari berbagai program studi. Suasana diskusi berlangsung hangat dan produktif, dengan fokus pada peningkatan mutu akademik dan profesionalisme tenaga pendidik.

Kegiatan Monev ini menjadi bagian penting dalam upaya menjaga kualitas pendidikan tinggi Islam di bawah naungan Kopertais Wilayah II Jawa Barat. Melalui kunjungan tersebut, diharapkan STAI Nurul Iman terus berkembang sebagai lembaga pendidikan yang unggul dalam mencetak generasi ilmuwan muslim yang berintegritas dan berwawasan luas.

SERAH TERIMA JABATAN HIMPUNAN MAHASISWA JURUSAN ILMU AL-QUR’AN DAN TAFSIR

Picture1

Kamis 23 Januari 2025, menjadi hari yang penting bagi Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Ilmu Al-Quran dan Tafsir (IQT). Bertempat di ruang utama fakultas, acara serah terima jabatan kepengurusan HMJ IQT berlangsung dengan penuh khidmat.Sebelum prosesi pengikraran dan pengangkatan ketua serta anggota kepengurusan baru, kepengurusan HMJ IQT priode sebelumnya terlebih dahulu melaksanakan Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) tahunan.

Picture2Dalam LPJ tersebut, pengurus lama memaparkan kinerja mereka selama satu tahun terakhir, termasuk pencapaian, program kerja, dan evaluasi. Laporan ini menjadi momentum refleksi untuk melihat sejauh mana HMJ IQT telah berkontribusi bagi mahasiswa dan perkembangan jurusan.

Setelah LPJ selesai, acara dilanjutkan dengan prosesi pengikran dan penyerahan jabatan . Prosesi ini dipimpin langsung oleh Ketua Program Studi IQT yaitu, Ustadz Mahmurudin, M.Ag. Beliau dengan tegas dan khusyuk memandu para pengurus baru dalam mengucapkan ikrar mereka sebagai wujud tanggung jawab terhadap amanah yang akan diemban selama satu priode ke depan. Serah terima jabatan ini juga diterima dengan simbiolis penyerahan dokumen dari ketua  lama kepada ketua baru.

Picture3Dalam sambutannya, Ketua HMJ prode sebelumnnya, Gus M. Aprialdi Jayanto, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi kepada seluruh anggota kepengurusan serta pihak-pihak yang telah mendukung program-pogram HMJ selama masa jabatannya. Beliau juga mnyampaikan pesan kepada penggurus baru terkhusu ketua HMJ  IQT yang baru Gus Moh. Fauzan untuk terus bisa  menjaga amanah sebagai ketua, menjaga kebersamaan, dan inovasi dalam menjalankan tugas.

Sementara itu Ustadz Mahmurudin, M.Ag, dalam sambutannya, memberikan arahan sekaligus motivasi kepada penggurus baru. Beliau menekankan betapa pentingnya peran HMJ sebagai wadah pengembangan akademik dan keorganisasian bagi mahasiswa IQT. Beliau juga berharap kepada penggurus baru agar dapat membawa perubahan positif yang lebih baik bagi jurusan dan instiusi secara keseluruhan.

Acara ini menjadi penanda dimulainnya babak baru dalam kepenggurusan HMJ IQT. Dengan semangat dan komitmen yang ditunjukkan, besar harapan bahwa HMJ IQT akan terus berkembang dan memberikan manfaat nyata bagi seluruh mahasiswa dan lingkungan akademik di Jurusan Ilmu Al-Qur’an Dan Tafsir.

STIT Sirojul Falah Bogor dan STAI Nurul Iman Gelar Visiting Professor Pembelajaran Bahasa Arab Berbasis Pro BL dan AI

WhatsApp Image 2025-02-08 at 21.49.19_167b3fec

Bogor, 11 Oktober 2024 – Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Nurul Iman bersama Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Sirojul Falah Bogor sukses menyelenggarakan acara Visiting Professor Pembelajaran Bahasa Arab Berbasis Project-Based Learning (Pro BL) dan Artificial Intelligence (AI). Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari nota kesepahaman (Memorandum of Understanding – MoU) yang telah ditandatangani antara kedua institusi tersebut.

Hadir sebagai Visiting Professor, Assoc. Prof. Dr. Mohammad Najib Jaffar dari Universiti Sains Islam Malaysia (USIM), yang membawakan materi tentang inovasi dalam pembelajaran Bahasa Arab berbasis Pro BL dan AI. Dalam paparannya, ia menekankan pentingnya metode pembelajaran yang lebih aplikatif dan berbasis proyek, serta bagaimana pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan dapat meningkatkan efektivitas pembelajaran Bahasa Arab.

Acara ini juga menghadirkan sejumlah akademisi dan tokoh pendidikan Islam sebagai pembicara dan keynote speaker, di antaranya:

  • Kaimudin, M.Si (Ketua STAI Sirojul Falah Bogor)
  • Dr. Usep Nukliri, M.Pd (Rektor Institut Agama Islam Bogor)
  • Dr. H. Oman Fathurrahman, M.Pd (Rektor Universitas Islam Bunga Bangsa)
  • Dr. Tajuddin Pogo, Lc., MH (Ketua STIS Al Wafa Bogor)
  • Dr. Ali Mutakin, MA.Hk (Wakil Ketua STAI Nurul Iman)
  • Yahya Sukaryadi, B.Sh., M.Ed (STAI Riyadhussholihin)
  • Ismail Suardi Wekke, Ph.D (Pengurus Pusat IMLA)
  • Prof. Madya Dr. Mohd Shukri Hanapi (ISDEV Universiti Sains Malaysia)
  • Dr. Muhammad Talhah bin Ajmain @ Jimadin (Universiti Teknologi Malaysia – UTM)
  • Dr. Saifuddin Amin, MA (MIC Singapura)
  • Dr. Satria, M.Pd (Ketua STAI Sangatta, Kutai Timur)
  • Dr. Amie Primarni, M.Pd (Institut Agama Islam Nasional Laa Roiba)
  • Dr. Lalu Muhammad Samiuddin, M.Pd (Universitas PTIQ Jakarta)

Dalam sambutannya, Ketua STAI Sirojul Falah Bogor, Kaimudin, M.Si, menekankan pentingnya kerja sama antar lembaga pendidikan Islam dalam meningkatkan kualitas pembelajaran, terutama dalam menghadapi tantangan era digital. “Kami berharap kolaborasi antara STAI Nurul Iman dan STIT Sirojul Falah ini terus berkembang, terutama dalam pengembangan metode pembelajaran Bahasa Arab yang inovatif dan sesuai dengan perkembangan teknologi,” ujarnya.

Wakil Ketua STAI Nurul Iman, Dr. Ali Mutakin, MA.Hk, menambahkan bahwa implementasi pembelajaran berbasis Pro BL dan AI di lingkungan pendidikan Islam akan membantu santri dan mahasiswa dalam menguasai Bahasa Arab secara lebih kontekstual dan aplikatif. “Dengan metode ini, mahasiswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu menerapkannya dalam berbagai situasi kehidupan nyata,” katanya.

Acara yang berlangsung secara hybrid ini diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai institusi pendidikan, baik secara langsung maupun melalui platform Zoom. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan semakin banyak lembaga pendidikan Islam yang mengadopsi teknologi dalam pembelajaran Bahasa Arab serta memperkuat jaringan akademik antar negara.

Sebagai penutup, Dr. Misno, SHI., SE., MEI., MH., M.Pd, selaku moderator sekaligus Direktur P3M STAI Sirojul Falah, menyampaikan apresiasi atas antusiasme peserta serta dukungan penuh dari berbagai pihak dalam menyukseskan acara ini. “Kami berharap ke depan akan ada lebih banyak program serupa yang dapat meningkatkan kualitas pendidikan Islam di Indonesia dan dunia,” tutupnya.

STAI Nurul Iman dan STIT Sirojul Falah Gelar Visiting Lecturer: Mengupas Peluang dan Tantangan Manajemen Lembaga Pendidikan Islam

WhatsApp Image 2025-02-08 at 21.49.06_a6d69e5b

Bogor, 25 September 2024 – Sebagai bentuk tindak lanjut dari kerja sama antara Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Nurul Iman dan Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Sirojul Falah, kedua institusi kembali menggelar acara akademik bertajuk “Visiting Lecturer.” Kali ini, tema yang diangkat adalah “Peluang dan Tantangan Manajemen Lembaga Pendidikan Islam.”

Kegiatan yang berlangsung secara daring melalui Google Meet ini menghadirkan Dr. Subaiki, M.Pd., seorang akademisi sekaligus Dosen STAI Nurul Iman, sebagai narasumber utama. Sedangkan peran host dipercayakan kepada Dr. Misno, MEI., MH., M.Pd., yang juga menjabat sebagai Direktur P3M STAI Sirojul Falah. Acara ini dijadwalkan berlangsung mulai pukul 20.00 hingga 21.30 WIB.

Dalam kesempatan ini, Dr. Subaiki membahas berbagai aspek strategis dalam manajemen lembaga pendidikan Islam, mulai dari tantangan dalam mengelola institusi berbasis keislaman, hingga peluang yang bisa dioptimalkan di era digital. Ia menekankan pentingnya inovasi dan penguatan tata kelola pendidikan agar lembaga Islam tetap relevan dan mampu bersaing dalam dinamika global.

“Lembaga pendidikan Islam memiliki peran besar dalam membentuk generasi yang tidak hanya unggul dalam ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki karakter dan nilai-nilai keislaman yang kuat. Oleh karena itu, diperlukan strategi manajemen yang adaptif dan berbasis kebutuhan zaman,” ujar Dr. Subaiki.

Sementara itu, Dr. Misno dalam perannya sebagai host, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari penguatan sinergi akademik antara STAI Nurul Iman dan STIT Sirojul Falah. “Visiting Lecturer ini bukan hanya ajang berbagi ilmu, tetapi juga sarana mempererat hubungan akademik antar perguruan tinggi, sehingga dapat saling menguatkan dalam pengelolaan pendidikan Islam yang lebih maju dan profesional,” ungkapnya.

Acara ini mendapat respons positif dari para peserta yang terdiri dari dosen, mahasiswa, serta praktisi pendidikan Islam. Mereka aktif berdiskusi dan menyampaikan pertanyaan terkait implementasi konsep manajemen dalam pengelolaan lembaga pendidikan berbasis Islam.

Dengan suksesnya penyelenggaraan kegiatan ini, STAI Nurul Iman dan STIT Sirojul Falah berharap dapat terus menghadirkan forum-forum akademik yang konstruktif guna mendukung pengembangan pendidikan Islam yang lebih inklusif dan berdaya saing tinggi di masa depan.

Menjalin kerjasama Antar Perguruan Tinggi

ptiq2

ptiq1Berawal dari penandatanganan MoU antara Universitas PTIQ Jakarta, Fakultas Tarbiyyah dan Ilmu Keguruan dengan STAI Nurul Iman Parung, kerja sama ini resmi dimulai pada Sabtu, 13 Juli 2024. Acara penandatanganan yang berlangsung di Masjid Toha, PonPes Al-Ashriyyah Nurul Iman Parung Bogor, dihadiri oleh Dr. H. Baeti Rohman, M.A. (Dekan Fakultas Tarbiyyah dan Ilmu Keguruan Universitas PTIQ Jakarta) dan Dr. Hj. Umi Waheeda S.Psi., M.Si. (Ketua STAI Nurul Iman Parung Bogor).

Acara ini turut dihadiri oleh jajaran staf dan dosen Fakultas Tarbiyyah dan Ilmu Keguruan PTIQ Jakarta, serta perwakilan dari STAI Nurul Iman Parung-Bogor, termasuk Pengawas Yayasan, Waket I Bagian Akademik, Waket II Bagian Administrasi, Kaprodi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, serta Kepala Lembaga Penjaminan Mutu.

Rabu 24 Juli 2024. Acara penandatanganan yang berlangsung di Universitas PTIQ Jakarta.

 NurulImanKegiatan ini dilanjutkan dengan penandatanganan MoU berikutnya dengan  Dr. Ahmad Rofiq, S.Fil.I., M.Pd.I. (Ketua Sekolah Tinggi Agama Islam Babunnajah Pandeglang, Banten), Dr. Syahidah Rena, M.Ed. (Dekan Fakultas Tarbiyah Institut Ilmu Al-Quran Jakarta), Kaimudin, M.Si. (Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Sirojul Falah Bogor), dan Dr. Evan Hamzah Muchtar, M.E.Sy. (Ketua Sekolah Tinggi Agama Islam Asy-Syukriyyah Tangerang, Banten).

 

 

 

Ruang lingkup kerja sama ini mencakup:

  1. Peningkatan dan pengembangan kualitas pendidikan dan pelatihan.
  2. Pengabdian masyarakat.
  3. Peningkatan kualitas penelitian dan pengembangan.
  4. Peningkatan kompetensi sumber daya manusia.
  5. Bidang lain yang disepakati kedua pihak.

Wakil Ketua II STAI Nurul Iman Raih Gelar Doktor Manajemen Pendidikan Pasca Sarjana Universitas Negeri Jakarta

2

2Selamat kepada Dr. Subaiki Ikhwan, M.Pd. yang telah melaksanakan Ujian Promosi Doktor pada hari Selasa, 23 Agustus 2022 dan menjadi Doktor ke-4726 Pascasarjana Universitas Negeri Jakarta.3

Dr. Subaiki Ikhwan, M.Pd. berhasil mempertahankan disertasi yang berjudul “Pengembangan Model Sistem Informasi Manajemen Peserta Didik (Studi Pengembangan di Lembaga Pendidikan Al-Ashriyyah Nurul Iman Islamic Boarding Schoool, Parung Bogor)”, dalam ujian yang dilaksanakan secara hybrid di bawah bimbingan Dr. Mochamad Wahyudi, MM., M.Kom., M.Pd dan Prof. Dr. Sarkadi, M.Si. dan diuji di hadapan dewan penguji yang terdiri dari Prof. Dr. Dedi Purwana, E.S., M.Bus. (Ketua Ujian), Dr. Suryadi (Sekretaris Ujian) Prof. Dr. Neti Karnati, M.Pd. (Penguji), Dr. Sugiarto, MA. (Penguji), Totok Amin Soefijanto, Ed.D. (Penguji Luar) serta berhasil meraih predikat sangat memuaskan.1

Seluruh Civitas Akademika STAI Nurul Iman Parung Bogor mengucapkan selamat dan sukses atas diraihnya gelar doctor tersebut. Semoga ilmu yang diperoleh dapat memberikan kebermanfaatan pada orang banyak dan memperkuat institusi di mana beliau saat ini sedang mengabdikan ilmunya. Beliau selain aktif mengajar pada Prodi Pendidikan Bahasa Arab di STAI Nurul Iman, juga sebagai Waket II STAI Nurul Iman Bidang Administrasi.

Praktek Pengisian DUPAK Jabatan Fungsional Dosen Tahun 2022

IMG-20220530-WA0021

Kegiatan diawali dengan sambutan oleh Wakil Ketua II Bidang Administrasi Dr (Can) Subaiki Ikhwan, M.Pd. Beliau meyampaikan kepada seluruh dosen agar dipercepat dalam pengisian DUPAK jabatan fungsional dengan harapan tanggal 28 Februari sudah siap dan selesai, hal tersebut sesuai harapan dari KOPERTAIS Bandung Wilayah II Jawa Barat. Kemudian Dr. (Can) Subaiki menegaskan bahwasanya setelah jabatan fungsional selesai di isi maka akan diajukan menjadi peserta sertifikasi dosen. Dengan jelas bahwa pengisian DUPAK jabatan fungsional menjadi acuan utama sertifikasi dosen dan menjadi tolak ukur berbobot atau tidaknya sebagai dosen.

Kemudian kegiatan inti yaitu pegisian DUPAK jabatan fungsional yang dipandu langsung Wakil Ketua I Bidang Akademik Dr. Ali Mutakin, MA.Hk. Disela praktek pengisian DUPAK jabatan fungsional Dosen yang dibimbing langsung oleh Dr. Ali kepada seluruh dosen yang hadir pada kegiatan tersebut, Dr. Ali sedikit menjelaskan tentang sepak terjang karir dosen apabila setiap Dosen telah menyelesaikan pengisisan DUPAK Jabatan fungsional Dosen dan mempunyai sertifikasi Dosen. Adapun jenjang karir Dosen dimulai Asisten Ahli, Lektor, Lektor Kepala dan Professor.

Besar harapan dengan adanya kegiatan pengisian DUPAK Jabatan Fungsional Dosen Tahun 2022 ini dapat memberikan kontribusi besar bagi STAI Nurul Iman khususnya untuk para Dosen sehingga dapat memberikan perubahan yang signifikan pada perkembangan STAI Nurul Iman kedepannya.

STAI Nurul Iman Parung-Bogor Wisudakan 525 Mahasiswa Secara Online Dan Tatap Muka Untuk Pertama Kalinya

Nurul iman News – Sekolah Tinggi Agama Islam Nurul Iman menggelar wisuda online untuk pertama kalinya, senin(30/08/2021). Sebanyak 525 wisudawan dan wisudawati telah menjalani prosesi wisuda secara tatap muka (luring) dan daring melalui via Zoom dan live Youtube mulai dari pukul 07.00-11.30 WIB yang  bertempat di masjid Toha. Jumlah wisudawan wisudawati tersebut adalah 138 total wisudawan wisudawati prodi Ahwal Al Syakhsiyyah, 210 wisudawan wisudawati prodi Pendidikan Bahasa Arab, dan 177 total wisudawan wisudawati prodi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir.

Prosesi wisuda Angkatan sepuluh kali ini selain dihadiri oleh ketua Sekolah Tinggi Agama Islam Nurul Iman Dr.(CAN) Umi Waheeda binti H. Abdul Rahman S.Psi, M.Si juga dihadiri seluruh Kaprodi masing masing jurusan beserta para asatidz selaku dosen pengajar di STAI Nurul Iman. dengan protokol kesehatan ketat prosesi wisuda angkatan x kali ini berjalan dengan khidmat yang dibuka langsung oleh pimpinan yayasan Habib Muhammad Waliyullah,M.Ag.

“Harus ingat bahwa ini adalah bukan keberhasilan yang sampai disini, anda masih punya peluang untuk meningkatkan lagi karena ada dua jenjang lagi yang harus anda ikuti yaitu S2 dan S3.” Pesan Prof. Dr. Sahya Anggara, M.Si selaku Koordinator Perguruan Tinggi Agama Islam Swasta  (Kopertais Wilayah II Jawa Barat) selain mengucapkan selamat kepada para wisudawan dan wisudawati atas gelar sarjana yang telah diraih beliau juga menyampaikan orasi ilmiah dihadapan para peserta wisuda periode 2020/2021

Selain itu wisudawan dan wisudawati mendapat pesan mendalam bagi peserta wisuda yang akan lulus dari Al Ashriyyah Nurul Iman“Ingat pesan umi jadilah pemimpin yang fathonah, amanah, sidiq untuk tabligh. Dan anda harus jadi orang kaya, No matter what, Anda adalah anak umi sampai surga jannatu firdaus, ingat jangan pernah tinggalkan sholat walau bagaimanapun, karena kita diciptakan hanya untuk beribadah. Ingat bangsa ini, negara ini, agama ini, tidak bisa selamat dan sukses ketika sumber daya insaninya tidak amanah, fathonah, siddiq, untuk tabligh”.

 

Workshop Penguatan Kelembagaan dan Tata Kelola PTKIS

STAI Nurul Iman
Bandung, 14 Oktober 2021, – STAI Nurul Iman Parung Bogor turut serta dalam kegiatan Workshop Penguatan Kelembagaan dan Tata Kelola PTKIS, Workshop Peningkatan Mutu Akreditasi Program Studi pada PTKIS, Workshop Penguatan Tenaga Kependidikan pada PTKIS, dan Workshop Pelatihan Kepemimpinan Mahasiswa pada Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (PTKIS) Kopertais Wilayah II Jawa Barat. Kegiatan ini dilaksanakan secara Luring (Luar Jaringan) pada Senin dan Kamis, 11 dan 14 Oktober 2021 di Hotel Grand Pasundan Bandung.
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Kopertais Wilayah II Jawa Barat ini, merupakan salah satu upaya yang dilakukan untuk meningkatkan kualitas perguruan tinggi juga program studi. Terdapat 4 perwakilan dari STAI Nurul Iman Parung Bogor yang menghadiri kegiatan ini, yakni Dr. (Can) Hj. Umi Waheeda binti H. Abdul Rahman, S.Psi., M.Si, selaku Ketua STAI Nurul Iman Parung Bogor, Serta tiga orang dosen Mahbub Zuhri, M.Pd. (Ketua LPPM STAI Nurul Iman), Subaiki Ikhwan, M.Pd (Wakil II Bidang Administrasi), dan Nadzif Ali Asyari, M.H (Kabag Tata Usaha dan Operator PDDIKTI STAI Nurul Iman Parung Bogor)
 STAI Nurul Iman 1
Dr. (Can). Hj. Umi Waheeda binti H. Abdul Rahman, S.Psi., M.Si Ketua STAI Nurul Iman Parung Bogor melalui sambungan seluler mengemukakan bahwa, “Dalam mewujudkan Kualitas STAI Nurul Iman Parung Bogor harus diimbangi dengan peningkatan kualitas Akreditasi Program Studi dan Institusi, perlu adanya kerja keras semua pihak terutama para dosen untuk meningkatkan kualitas STAI Nurul Iman Parung Bogor melalui Tridharma Perguran Tinggi (Pendidikan/Pengajaran, Pengabdian Masyarakat, Penelitian, dan Penunjang lainnya.”
Umi Waheeda juga mengajak kepada segenap dosen, Ketua Lembaga Penjamin Mutu (LPM) Hb. Idrus Al Haddar, ST., MM, dan tim akreditasi STAI Nurul Iman Parung Bogor untuk bersama-sama meningkatkan kualitas institusi maupun program studi.
Ketua STAI Nurul Iman Parung Bogor pun meyakini pentingnya kerjasama (team work) seluruh stake holder menjadi kunci kemajuan perguruan tinggi baik untuk tingkat nasional maupun internasional. “Setiap kita punya kewajiban membangun mutu perguruan tinggi dan program studi,” Demikian dikemukakan oleh Umi Waheeda.
“Saat ini kita memiliki 3 program studi yaitu Ahwal Al Syakhsiyyah, Pendidikan Bahasa Arab dan Ilmu Al Qur’an dan Tafsir, serta institusi STAI Nurul Iman yang sudah terakreditasi dan Insya Allah dalam waktu dekat akan segera terbit 3 Program Studi Baru yakni Hukum Ekonomi Syariah, Manajemen Pendidikan Islam, dan Ilmu Hadits sehingga akan merubah nomenklatur STAI Nurul Iman menjadi Institut Agama Islam Nurul Iman.” Tegas Umi Waheeda.
Prof. Dr. H. Mahmud, M.Si, Selaku Ketua Koordinator Kopertais Wilayah II Jawa Barat menyampaikan kepada seluruh audien yang hadir pada kegiatan tersebut, memberikan sambutan hangat kepada audien bahwa salah satu Srikandinya Kopertais Wilayah II Jawa Barat itu ada di STAI Nurul Iman, yaitu Dr. (Can) Umi Waheeda binti H. Abdul Rahman, S.Psi., M.Si.
Melalui kegiatan tersebut, Beliau menyampaikan bahwa “Tata Kelola dalam meningkatkan mutu Perguruan Tinggai adalah melalui Akreditasi. Akreditasi merupakan kegiatan penilaian sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan berdasarkan Standar Nasional Pendidikan Tinggi (Pasal 55 (1) Undang-undang Nomor 12 Tahun 2012). Perguruan tinggi juga dapat berpedoman pada Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2020 tentang Akreditasi Program Studi dan Perguruan Tinggi.” Ungkap Prof. Dr. H. Mahmud, M.Si.
Prof. Dr. H. Mahmud, M.Si juga memberikan motivasi kepada para peserta yang hadir untuk bersama-sama membangun dan meningkatkan mutu Institusi dan Program Studi di Perguruan Tinggi masing-masing.
Narasumber lainnya, pada sesi workshop penguatan tenaga kependidikan pada PTKIS di Lingkungan Kopertais Wilayah II Jawa Barat dengan narasumber Dr. Abdul Rahman, Ph.D., S.K.M, M.Si yang dimoderatori oleh Drs. Nasihudin, M.Pd (Wakil Sekretaris Kopertais II Jawa Barat) memaparkan tentang Penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) pada Perguruan Tinggi menyampaikan motto “Menulis apa yang dikerjakan dan mengerjakan apa yang ditulis”, hal ini senada dengan dasar hukum Peraturan Menteri Negara PAN dan RB No. 35 tahun 2012 tentang Pedoman Penyusunan Standar Operasional Prosedur Administrasi Pemerintah.
Pada kesempatan yang sama Idik Nursidik, ST., M.T (LLDIKTI Wilayah IV Jawa Barat) selaku narasumber pada materi Administrasi Pelaporan PD DIKTI yang dimoderatori oleh H. Cecep Nurul Alam, ST., MT (Bidang Ahli IT Kopertais II Jawa Barat) menyampaikan bahwa pada pelaporan PD DIKTI tiap perguruan tinggi harus konsisten, periode semester ganjil ditutup di bulan April dan periode semester genap ditutup di bulan oktober setiap tahun.
Pada Sesi terakhir, baik pada workshop pelatihan kepemimpinan mahasiswa maupun workshop penguatan tenaga kependidikan pada PTKIS, agenda penutupan disampaikan oleh tim Kopertais Wilayah II Jawa Barat, beliau sangat mengapresiasi narasumber dan berterima kasih kepada para peserta yang antusias mengikuti kegiatan workshop ini yang dilaksanakan pada hari senin dan kamis pada pukul 07.30 – 17:15 WIB. “Sebuah perguruan tinggi perlu melakukan upaya-upaya untuk menjadi perguruan tinggi yang berkualitas dengan menunjukkan bukti-bukti yang shahih. Digitalisasi berkas akreditasi dan instrumen penting perguruan tinggi perlu dilakukan serta menyimpannya pada dashboard (tempat terpusat)”. Demikian dikemukakan oleh Drs. H. Yaya Suryana, M.Ag (Wakil Koordinator Bidang Administrasi Umum).
“Perlunya saling sapa, duduk bersama membahas kualitas perguruan tinggi dan Program Studi, memberikan sesuatu yang terbaik bagi perguruan tinggi dan Program Studi, bergegas dan antusias dalam melakukan pekerjaan.” Jelas Drs. H. Yaya Suryana, M.Ag.
Kegiatan ini terselenggara atas Kepanitiaan dari Kopertais Wilayah II Jawa Barat selaku tim pelaksana tugas, dengan dihadiri oleh seluruh PTKIS binaan dengan jumlah 145 perguruan tinggi dibawah Kopertais Wilayah II Jawa Barat ditambah 15 perguruan tinggi migrasi dari Kopertais Wilayah I DKI Jakarta dan Banten, serta 8 perguruan tinggi baru, yang baru bergabung di Kopertais II Jawa Barat sehingga total perguruan tinggi yang hadir 168 PTKIS.
Penulis : Nadzif Ali Asyari, M.H – Dosen STAI Nurul Iman Parung Bogor

WORKSHOP METODE PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASAYARAKAT DI BANDUNG

Bogor – STAI Nurul Iman Bogor mendelegasikan dua dosennya untuk mengikuti kegiatan workshop metode penelitian dan pengabdian kepada masyarakat bagi dosen PTKIS yang diselenggarakan oleh Kopertais II Wilayah Jawa Barat yang bertempat di Hotel Grand Pasundan, Bandung. Dua dosen tersebut yaitu Dr. Ali Mutakin, MA.Hk. selaku Wakil Ketua Bidang Akademik dan Nurkholis Sofwan, M.Ag selaku dosen tetap pada prodi Ilmu al-Qur’an dan Tafsir.
Kegiatan tersebut dibagi menjadi dua agenda, yaitu workshop metode penelitian yang diwakili oleh Dr. Ali Mutakin, MA.Hk dan workshop metode pengabdian kepada masyarakat diwakili oleh Nurkholis Sofwan, M.Ag. Dalam workshop metode penelitian, para narasumber mengarahkan agar para dosen PTKIS dapat turut serta mengikuti penelitian LITAPDIMAS yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama RI. Materi yang disampaikan berupa langkah-langkah melakukan penelitian, membuat artikel jurnal, hingga submit ke LITAPDIMAS Kemenag RI. Di akhir sesi, kegiatan workshop metode penelitian diisi dengan motivasi yang cukup menarik agar para dosen lebih semangat dalam menulis artikel penelitian.
Di ruang lain, workshop metode pengabdian kepada masyarakat (PkM) juga tidak kalah penting. Pasalnya, kegiatan metode pengabdian kepada masyarakat sangat jarang dilaksanakan. Padahal, kegiatan pengabdian kepada masyarakat merupakan salah satu komponen utama dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi. Salah satu narasumber, Dr. Yadi Royadi, menuturkan bahwa PkM adalah kewajiban yang sejajar dengan Tri Dharama Perguruan Tinggi lainnya, yaitu pendidikan dan penelitian. Kegiatan PkM yang dijalankan oleh mayoritas dosen PTKIS saat ini masih berupa khutbah, ceramah, dan mengisi majelis ta’lim, yang sifatnya normatif. Padahal, masih banyak kegiatan PkM yang lebih bermanfaat atau lebih terasa manfaatnya bagi masyarakat. Misalnya, pada Prodi Ahwal Al-Syakhsiyyah (Hukum Keluarga Islam) dapat membuat Rumah Nikah, sebagai tempat atau media untuk mendidik, mendampingi, dan menjadi solusi atas berbagai permasalahan keluarga. Karena jika dilihat dari data Pengadilan Agama, kasus-kasus perceraian di setiap daerah begitu tinggi, khususnya terjadi pada keluarga yang masih berusia muda. Rumah Nikah yang didirikan para Dosen PTKIS tersebut diharapkan dapat menekan angka perceraian di setiap tahunnya. Inilah yang harus dilakukan oleh para Dosen PTKIS dalam melakukan pengabdian kepada masyarakat.
Untuk merealisasikan hal tersebut, PTKIS perlu bermitra dengan PTKIS atau institusi lain sebagai pendukung operasional kegiatan, misalnya kerjasama dengan perusahaan ASTRA yang mensupport dana, alat-alat, dan sebagainya. Karena kegiatan PkM itu tidak hanya dilakukan oleh satu bidang prodi, namun dapat dilakukan kerjasama antar prodi secara interdisipliner. Sebagai contoh, Dosen Fakultas Saintek dan Ekonomi mengembangkan salah kebun jeruk di Bandung, mereka membentuk kelompok tani jeruk, kemudian bekerjasama dengan ASTRA untuk mendanai kegiatan tersebut dan menjadikan kebun jeruk sebagai tempat wisata. Kegiatan tersebut melibatkan fakultas lain yang mensupport pupuk, dan sebagainya. Sehingga kebun jeruk yang dibina dosen-dosen tersebut dapat berkembang dan menjadikan masyarakat lebih sejahtera dan mandiri.
Narasumber kedua, Dr. Asep Kusnawan, M.Si menjelaskan bahwa metode pengabdian kepada masyarakat perlu diterapkan dalam satu mata kuliah khusus. Hal tersebut bertujuan agar kegiatan PkM dapat dilaksanakan secara matang dan terkonsep. Kegiatan PkM adalah kegiatan yang menunjukkan manfaat PTKIS bagi masyarakat. PkM dapat lakukan pada setiap prodi, fakultas, maupun Perguruan Tinggi sesuai dengan ke-khas-an masing-masing. Dengan demikian, STAI Nurul Iman dengan ke-khas-annya yang mumpuni dalam bidang wirausaha (enterpreneurship), dapat melakukan pengabdian kepada masyarakat miskin dengan cara memberikan pelatihan wirasusaha, mendampingi, mengontrol, dan mengawasi perkembangan wirausaha masyarakat (UMKM) yang dibina Dosen-dosen STAI Nurul Iman sehingga menjadikan mereka mandiri dan sejahtera. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat STAI Nurul Iman dalam hal wirausaha dapat diwujudkan dengan melakukan kerjasama dengan berbagai perusahaan, seperti ASTRA, BUMN, dan sebagainya yang memiliki dana sosial (CSR) untuk disalurkan kepada masyarakat sebagai modal usaha mereka. Dengan demikian, kegiatan PkM diharapkan dapat membawa perubahan yang lebih baik bagi masyarakat yang dibina oleh dosen STAI Nurul Iman.
Dr. Ramdani, narasumber pada sesi ketiga, menjelaskan bahwa PkM akan dinilai lebih berbobot dan berkualitas jika sesuai dengan bidangnya masing-masing. Setelah para dosen PTKIS melaksanakan kegiatan PkM, mereka diwajibkan untuk membuat laporan secara lengkap. Laporan dapat dibuat per BAB (BAB I sampai BAB V). Selain itu, laporan PkM juga perlu disajikan dalam bentuk artikel, yang berisi permasalahan, metode pengabdian, dan analisis hasil pengabdian. Secara rinci, Dr. Ramdani menjelaskan bahwa laporan PkM dalam bentuk artikel dapat ditulis dengan menjelaskan analisis situasi, sasaran, identifikasi, tujuan pengabdian, dan rangkaian kajian teori atau hasil riset pengabdian terdahulu. Kemudian pada sub bab selanjutnya memuat keterangan tempat, waktu, demografi dan program-program yang diselenggarakan. Setelah itu baru menjelaskan hasil dan pembahasannya, kemudian ditutup dengan kesimpulan. Berbagai artikel yang dapat menjadi rujukan penulisan artikel pengabdian masyarakat dapat dilihat di website Asosiasi Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat (AJPkM). Dengan demikian, pengabdian kepada masyarakat bagi dosen-dosen STAI Nurul Iman mestinya harus lebih berkembang,  tidak hanya sekedar mengisi khutbah, mengisi majelis taklim, dan sebagainya. Melainkan dengan kegiatan lain yang lebih jelas kebermanfatannya bagi masyarakat. [NS]
Oleh: Nurkholis Sofwan, M.Ag