ASESMEN LAPANGAN : STAINI SIAP TRANSFORMASI KE INSTITUT

Foto bersama para dosen staini dan asesor

STAINI, 26 Agustus 2025 – Sekolah Tinggi Agama Islam Nurul Iman (STAINI) kembali mencatat sejarah penting dalam perjalanan kelembagaannya. Pada hari Selasa, 26 Agustus 2025, kampus biru STAINI di Parung, Bogor, melaksanakan kegiatan asesmen lapangan sebagai bagian dari Laporan Evaluasi Dini (LED) Institusi, untuk menilai, memverifikasi data, proses pembelajaran, tata kelola, wewanacarai mahasiswa dosen dan Alumni serta sarana prasarana yang dimiliki STAINI. Asesmen ini menjadi krusial untuk menentukan status akreditsi.

Assoc. Prof. Dr Ali Mutakin, MA.Hk

Sejak pagi, suasana kampus biru dipenuhi semangat dan antusiasme. Pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, hingga para alumni hadir menyambut kedatangan tim asesor. Acara pembukaan asesmen dilaksanakan di Aula Utama dengan penuh khidmat. Dalam sambutannya, wakil ketua I Bidang akademik selaku tim LED Assoc. Prof. Dr Ali Mutakin, MA.Hk mengungkapkan “hari ini kita kedatangan tim asesor oleh karena kerja keras dan usaha kita mudah-mudahan bisa mentrans-formasikan STAINI menjadi Institut

Hal senada juga Dr. Ali menyampaikan proses ini adalah kesempatan untuk memperlihatkan pencapaian sekaligus melakukan evaluasi. “Kami percaya, dengan kebersamaan dan kerja keras, STAINI mampu mewujudkan cita-cita besar sebagai universitas yang memberikan manfaat nyata bagi umat dan bangsa,” ungkapnya.

Sambutan selanjutanya oleh perwakilan dari asesor Bpk Samsul Hady “ sangat luar biasa mahasiswa STAINI tidak hanya diberikan materi perkuliahan saja, tapi diberikan olah raga dari negeri gingseng, perfrom tadi sangat bagus sekali, sudah saatnya STAINI menjadi univeritas bukan institut lagi

asesor Dr. Muhammad Samsul Hady, M.Ag

Ketua STAINI, Dr. Hj.  Umi Waheeda, S.Psi., M.Si., menegaskan komitmen institusi untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan. “Isyaallah STAINI perubahan nama atau status, melainkan bentuk ikhtiar bersama dalam memberikan layanan pendidikan tinggi yang lebih luas. Kami ingin STAINI menjadi pusat pengembangan ilmu, riset, dan pengabdian masyarakat yang unggul,” ujar Dr.Hj. Umi Waheeda

Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) memberikan mandat kepada Dr. Muhammad Samsul Hady, M.Ag dari UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, dan Dr. M. Nurul Irfan, M.Ag dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta serta di dampingi oleh staff  BAN PT Ibu Elok Roslita sari sebagai Tim Asesor. Kegiatan asesmen di laksanakan di Ruang 09 Samping perpustakaan STAI Nurul Iman. Sebelum dilakukan penilaian asesor di suguhkan musik daerah yakni kentongan dari himpunan mahasiswa banyumasan, juga perfromance dari taekwondo N’Lions.

Para mahasiswa turut berperan aktif dalam asesmen ini. Mereka menyampaikan testimoni tentang pengalaman belajar di STAINI, suasana akademik, serta kontribusi kampus dalam membentuk karakter islami dan profesional. Alumni pun hadir memberikan dukungan dengan menceritakan kiprah mereka di berbagai bidang pekerjaan setelah menyelesaikan studi di STAINI.

Di akhir kegiatan, tim asesor memberikan apresiasi atas kesiapan STAINI dalam menghadapi transformasi ini. Meski masih ada beberapa catatan perbaikan, namun secara umum STAINI dianggap memiliki fondasi yang kuat untuk melangkah menuju institut. Hasil asesmen ini akan menjadi bahan pertimbangan BAN-PT dalam memberikan rekomendasi resmi.

Dengan semangat perubahan, STAINI optimis menatap masa depan. Transformasi menuju institut diharapkan bukan hanya meningkatkan reputasi kelembagaan, tetapi juga memperluas akses pendidikan tinggi berkualitas bagi masyarakat. Seluruh elemen kampus biru sepakat, asesmen lapangan ini adalah langkah awal menuju babak baru: STAINI yang siap bertransformasi menjadi universitas unggul, modern, dan berdaya saing global.

Editor: Fariz Hazirin

Publisher: Khoerul

 

KASANTRI INDONESIA & PONDOK PESANTREN AL ASHRIYYAH NURUL IMAN STADIUM GENERAL

SNI02699

KASANTRI merupakan lembaga komunitas ikatan alumni santriawati Indonesia dan sudah tersebar luas di Indonesia dan Malaysia, KASANTRI bekerjasama dengan beasiswa Malaysia dan beberapa mitra haramain, juga lembaga persyaratan seluruh alumni santriwati, dengan tujuan membangun peradaban nusa & bangsa serta pemberdayaan manusia.

Pada hari Jum’at, tanggal 22 Agustus 2025 KASANTRI kembali hadir di Pondok Pesantren Al Ashriyyah Nurul Iman Islamic Boarding School guna melangsungkan STADIUM GENERAL dengan tema ”University Challeges Toward the world Muslim Future Leaders”, yang berarti tantangan universitas menuju pemimpin muslim masa depan yang dinarasumberi oleh Prof. Dr. Amany Lubis, Lc, M.A selaku ketua MUI.

SNI02699

Acara yang dibuka pada pukul 09.20 dibaakan oleh Ahsanul Mubarok selaku Master of ceremony, selanjutnya lantunan ayat suci Al qur’an beserta sari tilawah yang dibacakan oleh M.Rifki dan M. Fahri, lalu penayangan profil Pondok Pesantren Al Ashriyyah Nurul Iman Islamic Boarding School dan KASANTRI serta penayangan kaledeoskop Prof. Dr. Amany Lubis, Lc, M.A yang berisi tentang biografi dan latar belakang. Beliau lahir di Kairo Mesir pada tanggal 22 Desember 1963 serta berisikan riayat pendidikan tinggi yang ditempuhnya dan beberapa penghargaan yang diraihnya, dilanut dengan kreasi seni dari santri putra yakni, Tae Kwon Do dan diakhiri dengan sambutan dari Meisyanti Munir M..Hum selaku ketua umum KASANTRI Indonesia.

Pada jam 10.26 masuk pada acara inti, yaitu STADIUM GENERAL oleh narasumber yang diawali dengan pembacaan Qs. Al-Hasyr ayat 9, “Principles to Build a Civilization”. Sebagai pedoman serta contoh dalam menjalankan tantangan di era modern, dengan beberapa pokok yang dikedepankan seperti, Preserving the institution of marriage, the appreciation of diversity ini families, getting rid of ignorance of AI.

IMG_0278

Adapun prinsip dalam berkepimpinan, ketaatan & ikhlas, kebersamaan atau saling mendukung, keberlanjutan, yang sangat penting dan berarti, sistem lama tidak boleh dibuang begitu saja, berlanjut dari generasi ke generasi, tanggung jawab yang berguna untuk menjaga keamanan, reward, punishment dan jika ingin menjadi orang yang baik maka terimalah atau dengarkanlah nasihat, terapkan keaatan karna hal kecil seperti mencuri dipondok itu akan menjadi hal besar di masa depan.

Indonesia diharapkan menjadi pusat peradaban Islam di dunia, bukan hanya tentang kuantitas sebesar 230 juta umat Islam, dijamin sistem peraturan Islam diselenggarakan di Indonesia, tidak seperti negara timur yang mencatat hukum Islam sebagai dasar hukum, akan tetapi kurang dalam penerapannya, Indonesia memiliki beberapa ulama yang selalu berusaha menjaga sistem hukum Islam.

Kita harus berupaya meningkatkan peradaban Islam, stabilitas politik dan pemberdayaan manusia, pendidikan adalah faktor utama suksesnya suatu bangsa. Rosulullah memiliki pandangan yang propektif terhadap pendidikan, sepeti sebuah kisah setelah perang nabi meminta tawanan untuk mengajarkan umat muslim baca dan tulis. Pemimpin harus memiliki kemampuan solving yang cepat dalam memecahkan problem yang ada, dengan berffikir kita akan terbiasa dan ahli dalam problem solving.

SNI02749

Setelah pemaparan materi selesai sebelum acara ditutup, narasumber memberi peluang kepada para santriawan dan santriawati untuk mengajukan pertanyaan, lalu ditutup dengan do’a. Dari segala ilmu yang telah diberikan, dapat kita tarik kesimpulan bersama bahwa keluarga memiliki peran penting dalam pembentukan karakter manusia, dan landaskanlah segala hal pada Al qur’an dan Hadist.

By: Queen Satriani & Syaqiella

BAKSOS PENGOBATAN BERSAMA BUDDHA TZU CHI INDONESIA DI YAYASAN AL ASHRIYYAH NURUL IMAN

Foto Bersama di Pembukaan Baksos Budha Tzu Zhi

Parung-Bogor, 10 Agustus 2025

Ahad, 10 Agustus 2025, Yayasan Al Ashriyyah Nurul Iman bekerja sama dengan Buddha Tzu Chi Indonesia Cabang Tangerang menggelar kegiatan bakti sosial (baksos) pengobatan gratis bagi santri. Acara berlangsung di Kampus Biru STAI Nurul Iman, dengan tujuan meningkatkan kesehatan para santri sekaligus memberikan edukasi pentingnya menjaga kebersihan diri.

Kegiatan ini dibuka dengan sambutan dari dr. Riyanto selaku perwakilan Tzu Chi, yang menyampaikan visi Indonesia Tahun 2030 Bebas dari Scabies. Menurut beliau, penyakit scabies dapat dicegah apabila masyarakat, khususnya yang tinggal di lingkungan padat seperti pesantren, menjaga kebersihan diri dan lingkungan secara rutin.

Peresmian Pembukaan Baksos Budha Tzu Zhi

Sambutan berikutnya disampaikan oleh Ketua STAI Nurul Iman, Dr. Hj. Umi Waheeda, S.Psi., M.Si. Beliau menegaskan bahwa scabies sangat mudah menyebar, terlebih bagi santri yang sering berbagi pakaian atau peralatan pribadi dengan teman. “Terima kasih kepada Tzu Chi yang telah sabar, merawat, dan memperhatikan santri-santri Nurul Iman. Mencegah lebih baik daripada mengobati,” ujarnya.

Beliau juga mengingatkan bahwa kebersihan merupakan bagian dari iman. “Jika Anda jorok, malas membersihkan badan, berarti Anda kurang iman,” tegasnya. Selain pengobatan, panitia juga mengadakan penyuluhan kesehatan gigi dan mulut di masjid, yang wajib diikuti oleh santri yang tidak menjadi peserta baksos.

Sambutan Umi Waheeda Pada Pembukaan Baksos Budha Tzu Zhi

Acara berjalan lancar, penuh antusiasme, dan diakhiri dengan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi. “Selamat berobat, semoga sehat untuk iman, Islam, dan semangat dalam belajar,” tutup Umi Waheeda.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan para santri semakin sadar akan pentingnya kebersihan diri sebagai upaya menjaga kesehatan dan menunjang ibadah serta prestasi belajar.

Foto Bersama di Pembukaan Baksos Budha Tzu Zhi

KAJIAN KITAB RISALATUL MU’AWWANAH DI MASJID TOHA STAI NURUL IMAN PARUNG BOGOR

Pengkajian kitab

Pada setiap hari selasa-kamis, UPT Diniyyah STAI Nurul Iman parung Bogor melaksanakan kajian Tasawwuf dengan menggunakan kitab Risalatul Mu’awwanah karya Al- Arif billah Al-Imam Sayyid Abdullah bin Alwi Al-Haddad. Kegiatan ini dimulai pada pukul 08:30-08:55, dengan pemateri Dr. Ali Mutakin, MA.Hk, Wakil Ketua I Bidang Akademik STAI Nurul Iman Parung Bogor.

ini merupakan salah satu program unggulan untuk bertujuan memberikan panduan kepada mahasiswa untuk mengembangkan akhlak mulia seperti sabar, syukur, tawakal, dan rendah hati. Dr. Ali Mutakin, MA.Hk yang berkompeten dalam bidang tersebut, memimpin kajian dengan penuh semangat dan dedikasi. Materi yang dibahas meliputi berbagai aspek penting dari kajian tersebut, termasuk pentingnya memiliki kesadaran akan kehadiran Allah SWT dalam setiap aspek kehidupan, serta bagaimana cara menjalin hubungan yang baik dengan-Nya.

Acara dimulai dengan pembukaan yang diisi oleh  Dr. Ali Mutakin, MA.Hk yang memberikan pengantar dan menjelaskan pentingnya mempelajari ilmu tasawwuf karena membantu mengembangkan akhlak mulia seperti sabar, syukur, tawakal, dan rendah hati,  sehingga seseorang dapat menjadi pribadi yang lebih baik. Setelah itu, beliau memaparkan topik kajian yang telah ditentukan.
Kegiatan yang dilaksanakan di di masjid toha STAI Nurul Iman Parung Bogor ini mendapat sambutan hangat dari para mahasiswa STAI Nurul Iman Parung Bogor. Kehadiran Dr. Ali Mutakin, MA.Hk dan kualitas materi yang disampaikan sangat dihargai oleh para mahasiswa, yang berharap kajian semacam ini dapat diadakan secara rutin. Dengan adanya kajian ini, diharapkan para mahasiswa dapat membantu meningkatkan kualitas diri dengan mengembangkan sifat-sifat positif seperti ikhlas, jujur, dan amanah.

Kegiatan kajian ini juga menjadi momentum untuk mempererat ukhuwah Islamiyah dan memperkuat rasa kebersamaan di antara para mahasiswa STAI Nurul Iman Parung Bogor, dengan harapan bahwa pemahaman tentang tasawwuf yang lebih baik dapat memperbaiki kualitas ibadah dan menguatkan iman dan taqwa masyarakat kepada Allah SWT, sehingga dapat mencapai kehidupan yang lebih bahagia dan mulia di dunia dan akhirat.

KAJIAN KITAB RIYADHUSSOLIHIN DI MASJID TOHA STAI NURUL IMAN PARUNG BOGOR

Pengkajian Kitab

Pada setiap hari sabtu, UPT Diniyyah STAI Nurul Iman parung Bogor melaksanakan kajian kitab Riyadhussolihin yang dikarang oleh Abu Zakariya Yahya bin Sharaf An-Nawawi. Kegiatan ini dimulai pada pukul 14:00-15:30, dengan pemateri Habib Hasan Alaydrus, M.Ag, Ketua UPT Diniyyah STAI Nurul Iman Parung Bogor.

Ini merupakan salah satu program unggulan untuk membantu mahasiswa dalam meningkatkan ilmu agama, membentuk karakter yang baik, meningkatkan kesadaran spiritual, mengembangkan kemampuan analisis, dan menerapkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari.. Habib Hasan Alaydrus, M.Ag yang berkompeten dalam bidang tersebut, memimpin kajian dengan penuh semangat dan dedikasi. Materi yang dibahas meliputi berbagai aspek penting dari kajian tersebut, termasuk pentingnya memiliki adab dan etika yang baik dalam berinteraksi dengan orang lain serta pentingnya bersyukur atas nikmat Allah SWT dan memiliki sifat qanaah (merasa cukup dengan apa yang ada).

Acara dimulai dengan pembukaan yang diisi oleh  Habib Hasan Alaydrus, M.Ag yang memberikan pengantar dan menjelaskan pentingnya memiliki niat yang baik dalam beramal dan menjauhi riya’ dan sum’ah serta Keutamaan sabar dalam menghadapi kesulitan dan ujian, serta cara-cara untuk meningkatkan kesabaran. Setelah itu, beliau memaparkan topik kajian yang telah ditentukan.

Kegiatan yang dilaksanakan di di masjid toha STAI Nurul Iman Parung Bogor ini mendapat sambutan hangat dari para mahasiswa STAI Nurul Iman Parung Bogor. Kehadiran  Habib Hasan Alaydrus, M.Ag dan kualitas materi yang disampaikan sangat dihargai oleh para mahasiswa, yang berharap kajian semacam ini dapat diadakan secara rutin. Dengan adanya kajian ini, diharapkan para mahasiswa dapat membantu meningkatkan kualitas diri dengan mengembangkan sifat-sifat positif seperti ikhlas, jujur, dan amanah.

Kegiatan kajian ini juga menjadi momentum untuk mempererat ukhuwah Islamiyah dan memperkuat rasa kebersamaan di antara para mahasiswa STAI Nurul Iman Parung Bogor, dengan harapan bahwa pemahaman tentang tasawwuf yang lebih baik dapat memperbaiki kualitas ibadah dan menguatkan iman dan taqwa masyarakat kepada Allah SWT, sehingga dapat mencapai kehidupan yang lebih bahagia dan mulia di dunia dan akhirat.

 

KAJIAN KITAB MABADI ‘AWALIYYAH DI KAMPUS STAI NURUL IMAN PARUNG BOGOR

Pengkajian Kitab

Pada setiap malam senin sampai malam kamis, UPT Diniyyah STAI Nurul Iman parung Bogor mengadakan kajian kitab Mabadi ‘Awaliyyah (Ushul Fikih). Kegiatan ini dimulai pada pukul 21:00-22:00, dengan pemateri Khaerudin, M.H Ketua UPT Diniyyah STAI Nurul Iman Parung Bogor.

Ini merupakan salah satu program unggulan untuk membantu mahasiswa mengembangkan kemampuan berfikir kritis dan analitis dalam memahami dan menentukan hukum-hukum fikih. Khaerudin, M.H yang berkompeten dalam bidang tersebut, memimpin kajian dengan penuh semangat dan dedikasi. Materi yang dibahas meliputi berbagai aspek penting dari kajian tersebut, termasuk pentingnya mengenal sumber-sumber hukum fikih, seperti Al-Quran, Hadits, Ijma’, dan Qiyas, serta memahami bagaimana menggunakan sumber-sumber tersebut dalam menentukan hukum-hukum fikih.

Acara dimulai dengan pembukaan yang diisi oleh Khaerudin, M.H yang memberikan pengantar dan menjelaskan pentingnya memahami dasar-dasar fikih dan bagaimana hukum-hukum fikih ditentukan dan mengembangkan kemampuan berfikir kritis dan analitis dalam memahami dan menentukan hukum-hukum fikih. Setelah itu, beliau memaparkan topik kajian yang telah ditentukan.
Kegiatan yang dilaksanakan di Kampus STAI Nurul Iman Parung Bogor ini mendapat sambutan hangat dari para mahasiswa STAI Nurul Iman Parung Bogor. Khaerudin, M.H dan kualitas materi yang disampaikan sangat dihargai oleh para mahasiswa, yang berharap kajian semacam ini dapat diadakan secara rutin. Dengan adanya kajian ini, diharapkan para mahasiswa dapat membantu memahami teks-teks fikih dengan lebih baik dan dapat menganalisisnya dengan lebih efektif.

 

MAHASISWA STAI NURUL IMAN TERPILIH MENGIKUTI “PERTAMINA YOUTH PROGRAM 2025” DI SENTUL, BOGOR

50 mahasiswa terpilih

Pemuda Sebagai Ajang Perubahan dalam Menjaga Kedaulatan Energi Nasional

Bogor, 20 Juli 2025 — Komitmen generasi muda dalam menjaga ketahanan energi nasional kembali diperkuat melalui ajang bergengsi bertajuk “Pertamina Youth Program 2025” yang digagas oleh Institut Energi Anak Bangsa (IEAB). Kegiatan ini diselenggarakan selama enam hari, yakni pada 15–20 Juli 2025 bertempat di Hotel Haris, Sentul City, Bogor, dan diikuti oleh 50 mahasiswa terpilih dari berbagai perguruan tinggi di seluruh penjuru Indonesia.

Kegiatan ini mengangkat tema besar “Pemuda Sebagai Ajang Perubahan dalam Menjaga Kedaulatan Energi Nasional”, sebuah isu strategis yang menuntut peran aktif generasi muda sebagai ujung tombak dalam menjawab tantangan energi global dan nasional. Program ini dirancang sebagai ruang edukasi, pelatihan kepemimpinan, serta kolaborasi lintas kampus yang menghadirkan para narasumber dari kalangan akademisi, praktisi energi, dan tokoh-tokoh nasional yang kompeten di bidangnya.

pr1
Muhammad Wildi Arifin-Mahasiswa STAINI

Perwakilan STAI Nurul Iman: M. Wildi Arifin

Kabar membanggakan datang dari Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Nurul Iman, di mana salah satu mahasiswanya, Muhammad Wildi Arifin, dari Program Studi Hukum Keluarga Islam (HKI) Semester V, berhasil lolos seleksi dan menjadi perwakilan kampus dalam ajang ini. Ia menjadi satu-satunya peserta dari kalangan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (PTKIS) yang terlibat langsung dalam kegiatan tingkat nasional tersebut.

Muhammad Wildi Arifin menyampaikan rasa syukurnya atas kesempatan ini. “Ini merupakan pengalaman luar biasa yang tidak hanya membuka wawasan saya soal isu energi nasional, tetapi juga mempertemukan saya dengan pemuda-pemudi luar biasa dari berbagai latar belakang pendidikan. Kami belajar bersama, saling bertukar pikiran, dan membangun komitmen untuk turut serta menjaga kedaulatan energi bangsa,” ungkapnya.

pr2
Muhammad Wildi Arifin-Mahasiswa STAINI

Rangkaian Kegiatan dan Output

Selama enam hari pelaksanaan, para peserta mengikuti berbagai sesi seperti:

  • Pelatihan Kepemimpinan Energi Nasional (Energy Leadership Camp)
  • Diskusi dan Debat Isu Energi Global
  • Simulasi Pengambilan Kebijakan Energi
  • Kunjungan Lapangan ke Fasilitas Energi Pertamina
  • Presentasi Proyek Sosial Energi Berkelanjutan

Selain itu, peserta juga dibekali kemampuan public speaking, manajemen proyek sosial, dan pembuatan kampanye advokasi energi. Kegiatan ini menjadi momen penting dalam mendorong lahirnya generasi muda yang berwawasan energi dan nasionalisme tinggi, serta mampu mengartikulasikan ide-ide segar untuk masa depan energi Indonesia.

Peran Strategis Mahasiswa dalam Energi Nasional

Dengan tantangan global seperti krisis energi, perubahan iklim, dan ketergantungan impor energi, mahasiswa diharapkan tidak hanya menjadi pengamat, tetapi juga penggerak perubahan. “Pertamina Youth Program” menjadi salah satu sarana untuk menumbuhkan kesadaran kritis dan kepedulian mahasiswa terhadap keberlanjutan energi dan kedaulatan sumber daya nasional.

Keikutsertaan Muhammad Wildi Arifin dalam program ini membuktikan bahwa mahasiswa STAI Nurul Iman memiliki potensi dan daya saing di kancah nasional, serta siap menjadi bagian dari solusi atas berbagai permasalahan bangsa, termasuk dalam sektor energi.

SEMINAR KULIAH UMUM PROGRAM MAGISTER HUKUM KELUARGA ISLAM STAI NURUL IMAN BERSAMA KOMISI DAKWAH MUI PUSAT

WhatsApp Image 2025-08-12 at 09.50.34

Bogor, 19 Juli 2025 – Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Nurul Iman melalui Program Magister Hukum Keluarga Islam sukses menyelenggarakan kegiatan Seminar Kuliah Umum dengan tema “Hijrah dan Kebangkitan Islam: Membangun Hukum Keluarga yang Berkeadilan, Responsif Gender dan Berkeadaban”. Kegiatan ini dilaksanakan pada Sabtu, 19 Juli 2025 bertempat di Aula Utama Kampus Biru STAI Nurul Iman dan dihadiri oleh para mahasiswa magister, serta tamu undangan.

Acara ini merupakan bentuk sinergi antara STAI Nurul Iman dengan Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat dalam memperkuat wawasan keilmuan dan pengembangan paradigma hukum keluarga Islam yang berkeadilan sesuai dengan tantangan zaman. Narasumber pada Seminar Kuliah Umum ini yakni KH Abdul Mun’im, S.H., M.H Wakil selaku (Wakil Ketua Komisi Dakwah MUI Pusat) dan Dr. Canra Lubis, MA.Hum (Sekretaris Komisi Dakwah MUI Pusat)

Kegiatan Seminar Kuliah Umum dibuka oleh Wakil Ketua 1 Bidang Akademik Assoc. Prof Dr. Ali Mutakin, MA.Hk, yang menekankan pentingnya pemahaman hukum keluarga yang tidak hanya berorientasi pada teks, tetapi juga memperhatikan konteks sosial, keadilan gender, dan nilai-nilai kemanusiaan.

Materi Utama dan Diskusi

Kuliah umum ini menghadirkan narasumber dari Komisi Dakwah MUI Pusat yang membawakan materi mendalam tentang urgensi hukum keluarga dalam yang Berkeadilan, Responsif Gender dan Berkeadaban. Narasumber menegaskan bahwa hijrah bukan hanya peristiwa historis, tetapi sebuah gerakan transformasi menuju kehidupan yang lebih adil dan berkeadaban.

Dalam paparannya, beliau menjelaskan bahwa hukum keluarga yang ideal harus mampu merespons isu-isu kontemporer, seperti kesetaraan gender, perlindungan terhadap perempuan dan anak, serta penguatan nilai-nilai moral dalam rumah tangga. “Membangun keluarga yang adil bukan hanya tanggung jawab individu, tetapi juga tugas negara melalui regulasi dan implementasi hukum yang berpihak pada kemaslahatan bersama,” tegas KH Abdul Mun’im Wakil Ketua Komisi Dakwah MUI Pusat

Selain itu, topik tentang isu child free cukup 2 anak menjadi sorotan utama juga akademika hukum keluarga Islam merespon hal tersebut. Fungsi seminar ini transfer of knowlenge, efek positif.  Diskusi ini menggarisbawahi bahwa Islam sebagai agama rahmatan lil ‘ālamīn memberikan ruang bagi keadilan gender, selama pemahaman tersebut didasarkan pada prinsip-prinsip Al-Qur’an dan Sunnah yang autentik.

Interaksi dan Antusiasme Peserta

Sesi diskusi interaktif menjadi momen yang sangat dinantikan. Para peserta, terutama mahasiswa program magister, aktif mengajukan pertanyaan seputar praktik hukum keluarga di Indonesia, tantangan implementasi Undang-Undang Perkawinan, hingga isu-isu seputar perceraian dan hak-hak perempuan.

Antusiasme peserta menunjukkan bahwa tema ini relevan dengan kebutuhan masyarakat modern. Berbagai gagasan segar muncul dalam forum, salah satunya tentang bagaimana membumikan nilai hijrah dalam tataran keluarga melalui pembaruan hukum yang sesuai syariah dan konteks sosial kekinian.

Penutup dan Harapan

Acara diakhiri dengan doa bersama dan foto bersama seluruh peserta. Panitia menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang mendukung terselenggaranya kegiatan ini, khususnya Komisi Dakwah MUI Pusat yang telah memberikan kontribusi pemikiran strategis bagi pengembangan ilmu hukum keluarga Islam di Indonesia.

Diharapkan melalui kegiatan ini, mahasiswa dan akademisi STAI Nurul Iman semakin memiliki wawasan luas, kritis, dan solutif dalam menghadapi dinamika hukum keluarga. Tema hijrah dan kebangkitan Islam diharapkan menjadi inspirasi untuk terus mengembangkan pemikiran Islam yang progresif, berkeadilan, dan berkeadaban di era modern.

 

SEMINAR BEASISWA: INVESTASI MASA DEPAN, JANGAN ASAL DAFTAR DOANG BRO!

IMG_7083

Selasa siang, 27 Mei 2025, pukul 14.00 WIB, aula STAINI kembali ramai oleh mahasiswa dan mahasantri yang semangat datang mengikuti seminar keren bertema beasiswa. Acara ini dibuka dan ditutup langsung oleh Ustadzah Siti Halimah, tanpa sambutan atau opening speech panjang-panjang, jadi langsung ke isi acara yang padat dan inspiratif. Seminar kali ini dipandu oleh Danang sebagai MC dan Rama sebagai moderator—keduanya dari HMJ IQT—yang bikin suasana tetap cair dan komunikatif.

IMG_7128

Narasumber pertama, Ustadzah Khafidoh, membawakan materi tentang “Manfaat dan Dampak Beasiswa serta Investasi Pendidikan”. Dalam penyampaian materinya, beliau menekankan bahwa beasiswa itu bukan hanya tentang gratisnya biaya kuliah, tapi juga bentuk investasi masa depan yang punya pengaruh besar terhadap kualitas hidup seseorang. Ia juga mengajak peserta untuk mulai memperbaiki niat dalam mengejar beasiswa—bukan cuma untuk gengsi atau ikut-ikutan. Bahkan, hal sederhana seperti memperbaiki cara berbicara, tata bahasa dalam surat motivasi, sampai attitude saat wawancara, semuanya harus diperhatikan. Dan yang paling penting: semua itu butuh effort besar. Gak ada hasil instan, bro!

Setelah itu, giliran Ustadzah Ernawati yang menyampaikan materi tentang “Sosialisasi Beasiswa LPDP: Tujuan dan Strategi Sukses Wawancara”. Beliau mengajak para peserta untuk lebih mengenal LPDP—beasiswa dalam negeri yang gak kalah kece dari beasiswa luar negeri. Di sela-sela pemaparan, Ustzh. Ernawati juga membagikan pengalamannya saat mendapat beasiswa dan studi di Amerika Serikat, lengkap dengan lika-liku perjuangannya dari awal daftar sampai akhirnya lolos. Ia menegaskan bahwa beasiswa itu bukan main-main, dan semua tahapan seleksi membutuhkan persiapan mental, wawasan, dan ketekunan. Tapi kalau kita niat dan kerja keras, semuanya bisa dicapai.

Sesi tanya jawab jadi bagian yang seru meskipun singkat. Satu peserta laki-laki dan satu peserta perempuan dapat kesempatan buat nanya. Salah satu pertanyaannya cukup nyentil: “Lebih susah mana, dapet beasiswa atau mempertahankannya?” Kedua narasumber sepakat: dua-duanya susah, tapi yang paling penting itu bertahan dan terus berjuang. Proses beasiswa itu penuh tantangan di setiap tahap, tapi selama kita punya semangat, motivasi diri, dan tahu kenapa kita ngejar itu semua, pasti bisa.

Nggak cuma itu, mereka juga kasih pesan penting, terutama buat peserta perempuan. Bahwa perempuan pun punya hak dan peluang yang sama dalam pendidikan tinggi. Jangan merasa cukup hanya mengurus rumah, tapi juga harus siap berbagi peran dan berkontribusi lebih luas. Jadi, belajar keras dan berdaya itu juga bentuk ibadah.

Seminar siang ini nggak cuma nambah ilmu, tapi juga jadi sumber semangat buat para mahasiswa dan mahasantri STAINI. Beasiswa itu bukan cuma soal uang kuliah gratis—tapi tentang bagaimana kita siap membentuk masa depan yang lebih baik lewat perjuangan yang nggak setengah-setengah.

By: Hazirin

Editor: Khoerul

Salam Redaksi

SELASA PENUH INSPIRASI: STAINI BERBICARA KEPEMIMPINAN, PENDIDIKAN, & BEASISWA DI DUNIA MAHASANTRI

00

Hari Selasa, 27 Mei 2025, pukul 09:00 WIB jadi momen berharga bagi mahasiswa dan mahasantri STAINI. Bertempat di aula utama kampus, seminar nasional berlanjut dengan topik yang nggak kalah menarik dari hari sebelumnya—kali ini membahas kepemimpinan dan perjuangan beasiswa sebagai jalan menuju pendidikan yang lebih baik.

000Pagi itu, acara dibuka dengan nuansa religius sekaligus nasionalis: pembacaan ayat suci Al-Qur’an, dilanjutkan lagu Indonesia Raya dan Mars STAINI yang dikumandangkan bersama para peserta. Rangkaian acara dipandu oleh MC Hafidz dan moderator Arya—dua mahasiswa aktif dari HMJ HKI yang sigap dan komunikatif dalam membawa suasana seminar tetap hidup dan fokus.

Tak seperti biasanya, opening speech disampaikan langsung oleh Wakil Ketua I, Ustadz Ali Mutakkin. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan pesan penting yang langsung menohok hati: “Kalau mau berhasil, harus serius dalam pendidikan. Manfaatkan seminar ini, bukan sekadar hadir, tapi bawa pulang ilmunya.”

Seminar kali ini terasa berbeda karena benar-benar menyentuh kebutuhan mahasiswa. Dua narasumber hadir menyampaikan materi yang relevan dan inspiratif. Ustad Aah menekankan bahwa beasiswa bukan sekadar bantuan finansial, melainkan tanggung jawab moral untuk menempuh pendidikan dengan sungguh-sungguh. Ia mengingatkan bahwa ilmu tak hanya membuka peluang, tetapi juga menjaga diri dari keburukan dan menjadikan seseorang mulia dalam pandangan masyarakat maupun agama.

Sementara itu, Ustad Muadib membahas bagaimana pesantren menjadi wadah penting dalam membentuk pemimpin yang jujur dan berkarakter. Menurutnya, kualitas kepemimpinan yang baik lahir dari nilai-nilai luhur seperti fathonah (cerdas), shiddiq (jujur), amanah (dapat dipercaya), dan tabligh (menyampaikan kebenaran). Ia juga menyampaikan bahwa perempuan pun layak memimpin, meski memiliki tanggung jawab biologis yang tidak ringan—namun itu bukan halangan, melainkan bentuk perjuangan tersendiri.

Meskipun sesi tanya jawab dibatasi, hanya satu penanya dari laki-laki dan satu dari perempuan, diskusi tetap terasa hidup dan menggugah. Menariknya, dalam pembahasan soal kepemimpinan, Ustadz Muadib menyampaikan bahwa perempuan juga layak jadi pemimpin asal mampu membagi waktu dan komitmen, karena perempuan punya tanggung jawab biologis yang juga berat seperti mengandung dan melahirkan. Tapi itu bukan penghalang, hanya tantangan.

Seluruh rangkaian acara digerakkan oleh HMJ HKI sebagai panitia inti, dengan dukungan dari DEMA dan HMJ jurusan lainnya. Kolaborasi ini membuat acara terasa milik bersama bukan sekadar kegiatan formal, tapi ruang untuk bertumbuh bareng.

00

Seminar hari Selasa ini berhasil membuktikan bahwa mahasiswa dan mahasantri STAINI bukan hanya siap bersaing di dunia akademik, tapi juga siap jadi pemimpin masa depan yang berintegritas, dengan bekal ilmu, pengalaman, dan semangat yang menyala.

By: Hazirin

Editor: Khoerul

Salam Redaksi