Monitoring dan Evaluasi Kopertais Wilayah II Jawa Barat di STAI Nurul Iman

1000844527

STAINI– Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Nurul Iman mendapat kunjungan resmi dari tim Monitoring dan Evaluasi (Monev) Kopertais Wilayah II Jawa Barat pada Selasa, 28 Oktober 2025. Kegiatan ini berlangsung di ruang 09 Kampus Biru dan dihadiri oleh jajaran pimpinan serta dosen STAI Nurul Iman.

Tim visitor dari Kopertais Wilayah II Jawa Barat terdiri atas Bapak Wildan Baihaqi, M.Ag., selaku Visitor 1, dan Bapak Mochammad Hilman Mujahid, S.E., selaku Visitor 2. Keduanya meninjau berbagai aspek penyelenggaraan akademik dan kelembagaan STAI Nurul Iman, termasuk pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi dan tata kelola administrasi kampus.

Dalam kegiatan tersebut turut hadir Senat STAI Nurul Iman, Dr.Hb. Idrus Al Haddar, ST.,M.M, beserta Wakil Ketua I Bidang Akademik Dr. Ali Mutakin,MA.Hk Wakil Ketua II Bidang Administrasi Dr. Subaiki Ikhwan, M.Pd serta dosen-dosen dari berbagai program studi. Suasana diskusi berlangsung hangat dan produktif, dengan fokus pada peningkatan mutu akademik dan profesionalisme tenaga pendidik.

Kegiatan Monev ini menjadi bagian penting dalam upaya menjaga kualitas pendidikan tinggi Islam di bawah naungan Kopertais Wilayah II Jawa Barat. Melalui kunjungan tersebut, diharapkan STAI Nurul Iman terus berkembang sebagai lembaga pendidikan yang unggul dalam mencetak generasi ilmuwan muslim yang berintegritas dan berwawasan luas.

STAI Nurul Iman Parung Bogor Jalin MoU Internasional dengan DMDI Thailand

IMG_0200

Parung, 27 Oktober 2025. Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Nurul Iman Parung Bogor kembali menunjukkan komitmennya dalam memperluas jejaring kerja sama internasional. Pada Senin, 27 Oktober 2025, kampus yang berada di bawah naungan Yayasan Al-Ashriyyah Nurul Iman ini resmi menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Dunia Melayu Dunia Islam (DMDI) Thailand. Kegiatan bersejarah tersebut berlangsung di Masjid Toha, kompleks Yayasan Al-Ashriyyah Nurul Iman, Parung, Bogor, dalam suasana penuh keakraban dan nuansa ukhuwah Islamiyah.

Penandatanganan MoU ini dihadiri langsung oleh jajaran pimpinan STAI Nurul Iman, perwakilan DMDI Thailand, Ustadz dan Ustadzah, serta para dosen dan mahasiswa. Dari pihak STAI Nurul Iman, hadir Ketua STAI Nurul Iman, para Wakil Ketua, serta sejumlah kepala program studi. Sementara dari pihak DMDI Thailand, hadir delegasi resmi yang dipimpin Dr. H. Kumajdi Jamirudeng ketua DMDI (Dunia Melayu Dunia Islam) Thailand beserta rombongan dan Dr.Abdulhafiz Hile ketua jaringan sekolah agama swastawilayah sepadan selatan Thailand.

Dalam sambutannya, Ketua STAI Nurul Iman Dr. Hj Umi Waheeda S.Psi., M.Si mengungkapkan  “Ahlan Wasahlan Dr. H. Kumajdi Jamirudeng dan Dr.Abdulhafiz Hile  beserta rombongan, berkunjung di nurul iman, tamu-tamu jauh dari negeri gajah putih bagian south thailand. Satu-satunya di dunia, hotel yang bernuansa islami hanya ada di thailand bagian selatan dengan nama Hotel HALAL” ujarnya.

Nurul Iman sekarang sering di datangi oleh tamu-tamu penting. Umi juga dengan senang hati jika ada murid-murid dari thailand ingin mondok di nuru iman.

Tidak mudah mendidik anak yang segini (santri) banyaknya. Abah dan Umi tidak menyerah, terus fastabiqul khairat.di Nurul Iman belajar Agama, umum dan wirausaha bussines enterpreunership, tujuan untuk apa ? agar Nurul iman tidak tanga di bawah. Abah melarang itu. “ ungkap Umi

Pembina Yayasan Al-Ashriyyah Nurul Iman sekaligus ketua STAI Nurul iman sebelum dalam sambutan hangat. menegaskan pentingnya sinergi antarnegara dalam membangun pendidikan karena “Pendidikan milik semua orang” tegasnya

Sementara itu, Ketua DMDI Thailand Dr. H. Kumajdi Jamirudeng mengungkapkan rasa bangganya dapat menjalin silaturahmi dan melakukan MoU dengan STAI Nurul Iman. Sangat kagum dengan jumlah produk wirausaha dan jumlah siswa 15 ribu santri,” tuturnya.

Sebelumnya para tamu diajak berkeliling melihat fasilitas milik pesantren khususnya ke tempat wirausaha yakni Pabrik Roti, Animasi, dan Parik Sendal. Kegiatan ditutup dengan doa bersama di Masjid Toha sebagai simbol persaudaraan dan harapan agar kerja sama ini membawa keberkahan bagi kedua lembaga.

Kedua belah pihak menandatangani dokumen resmi MoU disaksikan oleh seluruh peserta. Kerja sama ini berharap yayasan al ashriyyah nurul iman berkembang tiap tahunnya baik dari segi pendidikan, pesantren dan wirausahanya,

Usai penandatanganan, acara dilanjutkan dengan sesi ramah tamah antara delegasi DMDI Thailand dan civitas akademika STAI Nurul Iman dan penyerahan cindera mata.

STAI Nurul Iman Parung Bogor Jalin MoU Internasional dengan Nigeria 

NR_08151_1

Parung, Bogor – 25 Oktober 2025
Pada hari Sabtu, 25 Oktober 2025, STAI Nurul Iman Parung, Bogor menerima kunjungan khusus dari delegasi internasional yang berasal dari Yobe, Nigeria. Kunjungan tersebut merupakan bentuk silaturahmi sekaligus agenda resmi dengan tujuan untuk menjalin kerja sama pendidikan Islam yang tidak hanya fokus pada ilmu agama, tetapi juga lifeskill, sebagaimana konsep pendidikan terpadu yang diterapkan di STAI Nurul Iman.

Delegasi dari Yobe, Nigeria tersebut terdiri dari para tokoh lembaga pendidikan Islam, pemimpin komunitas, serta akademisi yang memiliki perhatian dalam penguatan pendidikan berbasis pesantren. Diantaranya: Assoc. Prof. Abba Idris Adam (Commissioner of Education), Dr. Bukar Aji Bukar (Perm. Sec. Ministry of Education), Umar Hassan Babayo (Perm. Sec. Ministry of Education), Prof. Adam Muhammad Mustapha (Chairman, Basic Education Board), Lawan Abba Shettima (Dir. Centre for Research in Qur’anic Studies), Umar Abubakar (Perm. Member, Hisbah Commission).

Kedatangan mereka disambut langsung oleh Pimpinan STAI Nurul Iman, Umi Waheeda binti H. Abdurrahman Sp.Si M.Si, bersama jajaran pengurus kampus, dewan dosen, serta para mahasiswa.

Kerja sama ini menjadi langkah strategis untuk mengembangkan jaringan internasional antar-lembaga pendidikan Islam, khususnya penelitian keislaman, peningkatan kualitas kurikulum, serta pemberdayaan ekonomi umat. STAI Nurul Iman yang dikenal sebagai lembaga pendidikan tinggi Islam mandiri dan berorientasi sosial memberikan peluang kolaborasi dalam bidang pemberdayaan masyarakat melalui usaha produktif kampus dan dakwah kemanusiaan.

Di STAI Nurul Iman, para tamu dipandu dengan tur area kampus untuk memperkenalkan sistem pendidikan terpadu yang mencakup pendidikan formal, diniyah, dan keterampilan di bidang wirausaha ekonomi syariah. Kegiatan dilanjutkan dengan acara penyambutan resmi bersama seluruh mahasiswa, dosen, dan civitas akademika di Masjid Toha.

Dalam acara tersebut, Yang Mulia Umi menyampaikan:

“And the students not only study academic, but also they are also focused in extra-curricular, because our principle here is that: healthy in mind, body, and soul. So we do that here.”

Umi menjelaskan secara detail tentang seluruh kegiatan yang ada di STAI Nurul Iman serta asal para mahasiswa yang bukan hanya dari Pulau Jawa, melainkan dari Papua hingga Aceh. Harapan Umi kepada para tamu hadirin ialah agar lembaga seperti STAI Nurul Iman, yang memiliki sistem mengintegrasikan ilmu Islam, pendidikan Barat, dan bisnis, dapat didirikan di negara Nigeria maupun negara-negara lainnya.

Sebagaimana disampaikan Umi dalam sambutannya — yang juga pernah beliau ungkapkan kepada para akademisi non-muslim saat diundang ke Michigan, Amerika Serikat, untuk membahas proyek sekolah Islam:

“Why don’t you have a boarding school? Whatever faith. I don’t care. Be it Islamic, Christian, Jewish, Confucianism, Buddhism, Taoism, I don’t care. But the boarding school has to be like Al-Ashriyyah Nurul Iman, integrate the knowledge, the faith-based knowledge, with the Western education and life skills.”

Umi menegaskan bahwa pendidikan di STAI Nurul Iman tidak dibangun untuk melahirkan tangan yang mengemis, tetapi untuk membentuk tangan yang berkuasa — menjadi orang-orang alim dan kaya, seperti Sayyidah Khadijah Al-Kubra dan Sayyidina Utsman bin Affan.

Dengan terjalinnya kesepakatan kerja sama ini, STAI Nurul Iman dan delegasi pendidikan dari Yobe, Nigeria berharap dapat saling menguatkan dalam membangun generasi Muslim yang berakhlak, berilmu, dan berdaya guna bagi masyarakat dunia.

Semoga silaturrahmi dan kolaborasi ini senantiasa mendapat ridha Allah SWT, menjadi langkah awal dari berbagai program kebaikan yang berkelanjutan, serta menjadi inspirasi bagi lembaga-lembaga pendidikan Islam lainnya untuk terus berkembang dan bersinergi demi kemajuan umat.

Aamiin Ya Rabbal ‘Alamiin.

by: KR

Umi Waheeda Menjadi Pembicara pada 4th Indonesia Conference on Women and Sharia Community Empowerment (ICWSCE) dan 7th International Halal Lifestyle Conference (INHALIFE)

Dr.Hj. Umi Waheeda binti H. Abdul Rahman, S.Psi., M.Si 

Jakarta, 8–12 Oktober 2025 — Sekolah Tinggi Agama Islam Nurul Iman (STAINI) kembali menunjukkan kiprahnya di tingkat nasional melalui keikutsertaan Dr.Hj. Umi Waheeda binti H. Abdul Rahman, S.Psi., M.Si  selaku Ketua STAI Nurul Iman, sebagai salah satu pembicara dalam ajang bergengsi 4th Indonesia Conference on Women and Sharia Community Empowerment (ICWSCE) yang digelar bersamaan dengan 7th International Halal Lifestyle Conference (INHALIFE) dan IN2MOTIONFEST (Indonesia International Modest Fashion Festival) di JIEXPO Convention Centre & Theater, Jakarta.

Acara yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia, bekerja sama dengan Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS), Indonesia Halal Lifestyle Center (IHLC), dan Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF) ini mengusung tema besar “Collaboration to Connect Muslim Women, Halal Businesses, and the Global Market.”

WhatsApp Image 2025-10-11 at 16.36.21 (1)Dalam sesi “Women’s Empowerment and Halal Lifestyle Business Session”, Umi Waheeda menyampaikan pandangan inspiratif mengenai peran strategis perempuan dalam membangun ekonomi umat melalui gaya hidup halal dan pemberdayaan berbasis nilai-nilai Islam. Beliau menegaskan bahwa perempuan memiliki potensi besar dalam memperkuat sektor ekonomi halal, baik di tingkat lokal maupun global, melalui inovasi, spiritualitas, dan kemandirian usaha yang berlandaskan prinsip syariah.

“Lembaga pendidikan Islam, termasuk perguruan tinggi, harus menjadi pusat pemberdayaan umat — tempat lahirnya generasi yang tidak hanya berakhlak, tetapi juga produktif dan mandiri. Dengan semangat kolaborasi dan prinsip halal, kita dapat membawa perubahan nyata bagi masyarakat,” ujar Umi Waheeda dalam paparannya.

Selain sesi diskusi dan seminar, kegiatan ini juga menampilkan pameran produk halal, modest fashion show, serta forum bisnis halal yang mempertemukan pelaku industri halal dari berbagai negara.

Selama lima hari penuh, kegiatan ini turut dimeriahkan oleh kehadiran mahasiswa dan mahasiswi STAI Nurul Iman, yang mengikuti berbagai rangkaian acara dengan penuh antusiasme. Para mahasiswa terlibat aktif dalam forum edukatif dan pameran, guna menambah wawasan serta pengalaman di bidang kewirausahaan, ekonomi syariah, dan gaya hidup halal.

Partisipasi mahasiswa STAI Nurul Iman dalam kegiatan berskala internasional ini menjadi bukti komitmen kampus dalam mencetak generasi muda Islam yang unggul, berjiwa kepemimpinan, dan siap berkontribusi dalam pengembangan ekosistem halal nasional maupun global.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan terjalin sinergi yang berkelanjutan antara dunia akademik, pemerintah, dan pelaku usaha dalam mewujudkan Indonesia sebagai pusat ekonomi dan gaya hidup halal dunia.WhatsApp Image 2025-10-11 at 16.21.04

Wawan Saputra STAINI Atlet Taekwondo Jawa Barat Raih Emas di PON Bela Diri Kudus 2025

WhatsApp Image 2025-10-16 at 08.40.36 (1)

STAINI, 16 Oktober 2025 — Prestasi gemilang kembali ditorehkan oleh Wawan Saputra, mahasiswa Hukum keluarga Islam STAI Nurul Iman Parung Bogor sekaligus atlet Taekwondo andalan kontingen Jawa Barat, yang berhasil meraih medali emas (Juara 1) pada ajang PON Bela Diri 2025 yang digelar di Kudus, Jawa Tengah.

Dalam pertandingan final yang berlangsung sengit atlit taekwons freestyle, Wawan menunjukkan performa terbaiknya dengan teknik dan strategi yang matang. Keberhasilannya menaklukkan lawan dari DKI Jakarta di babak final membawa nama Jawa Barat bertengger di posisi tertinggi podium kehormatan.

Kemenangan ini menjadi bukti nyata bahwa mahasiswa STAINI mampu berprestasi tidak hanya di bidang akademik, tetapi juga olahraga. Wawan tampil penuh semangat membawa nama baik kampus dan daerahnya.

Alhamdulillah, ini semua berkat doa dan dukungan keluarga, pelatih, serta teman-teman kampus. Saya persembahkan kemenangan ini untuk Jawa Barat dan STAINI,” ujar Wawan usai menerima medali emas di podium.

Ajang PON Bela Diri Kudus 2025 sendiri diikuti oleh ratusan atlet dari berbagai provinsi di Indonesia. Kompetisi ini menjadi wadah penting dalam menjaring bibit-bibit unggul bela diri yang akan mewakili Indonesia di kancah internasional.

Dengan capaian ini, Wawan menambah daftar panjang atlet muda berprestasi asal STAINI yang mampu mengharumkan nama daerah dan kampus di tingkat nasional.