MAHASISWA STAI NURUL IMAN TERPILIH MENGIKUTI “PERTAMINA YOUTH PROGRAM 2025” DI SENTUL, BOGOR

50 mahasiswa terpilih

Pemuda Sebagai Ajang Perubahan dalam Menjaga Kedaulatan Energi Nasional

Bogor, 20 Juli 2025 — Komitmen generasi muda dalam menjaga ketahanan energi nasional kembali diperkuat melalui ajang bergengsi bertajuk “Pertamina Youth Program 2025” yang digagas oleh Institut Energi Anak Bangsa (IEAB). Kegiatan ini diselenggarakan selama enam hari, yakni pada 15–20 Juli 2025 bertempat di Hotel Haris, Sentul City, Bogor, dan diikuti oleh 50 mahasiswa terpilih dari berbagai perguruan tinggi di seluruh penjuru Indonesia.

Kegiatan ini mengangkat tema besar “Pemuda Sebagai Ajang Perubahan dalam Menjaga Kedaulatan Energi Nasional”, sebuah isu strategis yang menuntut peran aktif generasi muda sebagai ujung tombak dalam menjawab tantangan energi global dan nasional. Program ini dirancang sebagai ruang edukasi, pelatihan kepemimpinan, serta kolaborasi lintas kampus yang menghadirkan para narasumber dari kalangan akademisi, praktisi energi, dan tokoh-tokoh nasional yang kompeten di bidangnya.

pr1
Muhammad Wildi Arifin-Mahasiswa STAINI

Perwakilan STAI Nurul Iman: M. Wildi Arifin

Kabar membanggakan datang dari Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Nurul Iman, di mana salah satu mahasiswanya, Muhammad Wildi Arifin, dari Program Studi Hukum Keluarga Islam (HKI) Semester V, berhasil lolos seleksi dan menjadi perwakilan kampus dalam ajang ini. Ia menjadi satu-satunya peserta dari kalangan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (PTKIS) yang terlibat langsung dalam kegiatan tingkat nasional tersebut.

Muhammad Wildi Arifin menyampaikan rasa syukurnya atas kesempatan ini. “Ini merupakan pengalaman luar biasa yang tidak hanya membuka wawasan saya soal isu energi nasional, tetapi juga mempertemukan saya dengan pemuda-pemudi luar biasa dari berbagai latar belakang pendidikan. Kami belajar bersama, saling bertukar pikiran, dan membangun komitmen untuk turut serta menjaga kedaulatan energi bangsa,” ungkapnya.

pr2
Muhammad Wildi Arifin-Mahasiswa STAINI

Rangkaian Kegiatan dan Output

Selama enam hari pelaksanaan, para peserta mengikuti berbagai sesi seperti:

  • Pelatihan Kepemimpinan Energi Nasional (Energy Leadership Camp)
  • Diskusi dan Debat Isu Energi Global
  • Simulasi Pengambilan Kebijakan Energi
  • Kunjungan Lapangan ke Fasilitas Energi Pertamina
  • Presentasi Proyek Sosial Energi Berkelanjutan

Selain itu, peserta juga dibekali kemampuan public speaking, manajemen proyek sosial, dan pembuatan kampanye advokasi energi. Kegiatan ini menjadi momen penting dalam mendorong lahirnya generasi muda yang berwawasan energi dan nasionalisme tinggi, serta mampu mengartikulasikan ide-ide segar untuk masa depan energi Indonesia.

Peran Strategis Mahasiswa dalam Energi Nasional

Dengan tantangan global seperti krisis energi, perubahan iklim, dan ketergantungan impor energi, mahasiswa diharapkan tidak hanya menjadi pengamat, tetapi juga penggerak perubahan. “Pertamina Youth Program” menjadi salah satu sarana untuk menumbuhkan kesadaran kritis dan kepedulian mahasiswa terhadap keberlanjutan energi dan kedaulatan sumber daya nasional.

Keikutsertaan Muhammad Wildi Arifin dalam program ini membuktikan bahwa mahasiswa STAI Nurul Iman memiliki potensi dan daya saing di kancah nasional, serta siap menjadi bagian dari solusi atas berbagai permasalahan bangsa, termasuk dalam sektor energi.

SEMINAR KULIAH UMUM PROGRAM MAGISTER HUKUM KELUARGA ISLAM STAI NURUL IMAN BERSAMA KOMISI DAKWAH MUI PUSAT

WhatsApp Image 2025-08-12 at 09.50.34

Bogor, 19 Juli 2025 – Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Nurul Iman melalui Program Magister Hukum Keluarga Islam sukses menyelenggarakan kegiatan Seminar Kuliah Umum dengan tema “Hijrah dan Kebangkitan Islam: Membangun Hukum Keluarga yang Berkeadilan, Responsif Gender dan Berkeadaban”. Kegiatan ini dilaksanakan pada Sabtu, 19 Juli 2025 bertempat di Aula Utama Kampus Biru STAI Nurul Iman dan dihadiri oleh para mahasiswa magister, serta tamu undangan.

Acara ini merupakan bentuk sinergi antara STAI Nurul Iman dengan Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat dalam memperkuat wawasan keilmuan dan pengembangan paradigma hukum keluarga Islam yang berkeadilan sesuai dengan tantangan zaman. Narasumber pada Seminar Kuliah Umum ini yakni KH Abdul Mun’im, S.H., M.H Wakil selaku (Wakil Ketua Komisi Dakwah MUI Pusat) dan Dr. Canra Lubis, MA.Hum (Sekretaris Komisi Dakwah MUI Pusat)

Kegiatan Seminar Kuliah Umum dibuka oleh Wakil Ketua 1 Bidang Akademik Assoc. Prof Dr. Ali Mutakin, MA.Hk, yang menekankan pentingnya pemahaman hukum keluarga yang tidak hanya berorientasi pada teks, tetapi juga memperhatikan konteks sosial, keadilan gender, dan nilai-nilai kemanusiaan.

Materi Utama dan Diskusi

Kuliah umum ini menghadirkan narasumber dari Komisi Dakwah MUI Pusat yang membawakan materi mendalam tentang urgensi hukum keluarga dalam yang Berkeadilan, Responsif Gender dan Berkeadaban. Narasumber menegaskan bahwa hijrah bukan hanya peristiwa historis, tetapi sebuah gerakan transformasi menuju kehidupan yang lebih adil dan berkeadaban.

Dalam paparannya, beliau menjelaskan bahwa hukum keluarga yang ideal harus mampu merespons isu-isu kontemporer, seperti kesetaraan gender, perlindungan terhadap perempuan dan anak, serta penguatan nilai-nilai moral dalam rumah tangga. “Membangun keluarga yang adil bukan hanya tanggung jawab individu, tetapi juga tugas negara melalui regulasi dan implementasi hukum yang berpihak pada kemaslahatan bersama,” tegas KH Abdul Mun’im Wakil Ketua Komisi Dakwah MUI Pusat

Selain itu, topik tentang isu child free cukup 2 anak menjadi sorotan utama juga akademika hukum keluarga Islam merespon hal tersebut. Fungsi seminar ini transfer of knowlenge, efek positif.  Diskusi ini menggarisbawahi bahwa Islam sebagai agama rahmatan lil ‘ālamīn memberikan ruang bagi keadilan gender, selama pemahaman tersebut didasarkan pada prinsip-prinsip Al-Qur’an dan Sunnah yang autentik.

Interaksi dan Antusiasme Peserta

Sesi diskusi interaktif menjadi momen yang sangat dinantikan. Para peserta, terutama mahasiswa program magister, aktif mengajukan pertanyaan seputar praktik hukum keluarga di Indonesia, tantangan implementasi Undang-Undang Perkawinan, hingga isu-isu seputar perceraian dan hak-hak perempuan.

Antusiasme peserta menunjukkan bahwa tema ini relevan dengan kebutuhan masyarakat modern. Berbagai gagasan segar muncul dalam forum, salah satunya tentang bagaimana membumikan nilai hijrah dalam tataran keluarga melalui pembaruan hukum yang sesuai syariah dan konteks sosial kekinian.

Penutup dan Harapan

Acara diakhiri dengan doa bersama dan foto bersama seluruh peserta. Panitia menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang mendukung terselenggaranya kegiatan ini, khususnya Komisi Dakwah MUI Pusat yang telah memberikan kontribusi pemikiran strategis bagi pengembangan ilmu hukum keluarga Islam di Indonesia.

Diharapkan melalui kegiatan ini, mahasiswa dan akademisi STAI Nurul Iman semakin memiliki wawasan luas, kritis, dan solutif dalam menghadapi dinamika hukum keluarga. Tema hijrah dan kebangkitan Islam diharapkan menjadi inspirasi untuk terus mengembangkan pemikiran Islam yang progresif, berkeadilan, dan berkeadaban di era modern.