SEMINAR BEASISWA: INVESTASI MASA DEPAN, JANGAN ASAL DAFTAR DOANG BRO!

IMG_7083

Selasa siang, 27 Mei 2025, pukul 14.00 WIB, aula STAINI kembali ramai oleh mahasiswa dan mahasantri yang semangat datang mengikuti seminar keren bertema beasiswa. Acara ini dibuka dan ditutup langsung oleh Ustadzah Siti Halimah, tanpa sambutan atau opening speech panjang-panjang, jadi langsung ke isi acara yang padat dan inspiratif. Seminar kali ini dipandu oleh Danang sebagai MC dan Rama sebagai moderator—keduanya dari HMJ IQT—yang bikin suasana tetap cair dan komunikatif.

IMG_7128

Narasumber pertama, Ustadzah Khafidoh, membawakan materi tentang “Manfaat dan Dampak Beasiswa serta Investasi Pendidikan”. Dalam penyampaian materinya, beliau menekankan bahwa beasiswa itu bukan hanya tentang gratisnya biaya kuliah, tapi juga bentuk investasi masa depan yang punya pengaruh besar terhadap kualitas hidup seseorang. Ia juga mengajak peserta untuk mulai memperbaiki niat dalam mengejar beasiswa—bukan cuma untuk gengsi atau ikut-ikutan. Bahkan, hal sederhana seperti memperbaiki cara berbicara, tata bahasa dalam surat motivasi, sampai attitude saat wawancara, semuanya harus diperhatikan. Dan yang paling penting: semua itu butuh effort besar. Gak ada hasil instan, bro!

Setelah itu, giliran Ustadzah Ernawati yang menyampaikan materi tentang “Sosialisasi Beasiswa LPDP: Tujuan dan Strategi Sukses Wawancara”. Beliau mengajak para peserta untuk lebih mengenal LPDP—beasiswa dalam negeri yang gak kalah kece dari beasiswa luar negeri. Di sela-sela pemaparan, Ustzh. Ernawati juga membagikan pengalamannya saat mendapat beasiswa dan studi di Amerika Serikat, lengkap dengan lika-liku perjuangannya dari awal daftar sampai akhirnya lolos. Ia menegaskan bahwa beasiswa itu bukan main-main, dan semua tahapan seleksi membutuhkan persiapan mental, wawasan, dan ketekunan. Tapi kalau kita niat dan kerja keras, semuanya bisa dicapai.

Sesi tanya jawab jadi bagian yang seru meskipun singkat. Satu peserta laki-laki dan satu peserta perempuan dapat kesempatan buat nanya. Salah satu pertanyaannya cukup nyentil: “Lebih susah mana, dapet beasiswa atau mempertahankannya?” Kedua narasumber sepakat: dua-duanya susah, tapi yang paling penting itu bertahan dan terus berjuang. Proses beasiswa itu penuh tantangan di setiap tahap, tapi selama kita punya semangat, motivasi diri, dan tahu kenapa kita ngejar itu semua, pasti bisa.

Nggak cuma itu, mereka juga kasih pesan penting, terutama buat peserta perempuan. Bahwa perempuan pun punya hak dan peluang yang sama dalam pendidikan tinggi. Jangan merasa cukup hanya mengurus rumah, tapi juga harus siap berbagi peran dan berkontribusi lebih luas. Jadi, belajar keras dan berdaya itu juga bentuk ibadah.

Seminar siang ini nggak cuma nambah ilmu, tapi juga jadi sumber semangat buat para mahasiswa dan mahasantri STAINI. Beasiswa itu bukan cuma soal uang kuliah gratis—tapi tentang bagaimana kita siap membentuk masa depan yang lebih baik lewat perjuangan yang nggak setengah-setengah.

By: Hazirin

Editor: Khoerul

Salam Redaksi

SELASA PENUH INSPIRASI: STAINI BERBICARA KEPEMIMPINAN, PENDIDIKAN, & BEASISWA DI DUNIA MAHASANTRI

00

Hari Selasa, 27 Mei 2025, pukul 09:00 WIB jadi momen berharga bagi mahasiswa dan mahasantri STAINI. Bertempat di aula utama kampus, seminar nasional berlanjut dengan topik yang nggak kalah menarik dari hari sebelumnya—kali ini membahas kepemimpinan dan perjuangan beasiswa sebagai jalan menuju pendidikan yang lebih baik.

000Pagi itu, acara dibuka dengan nuansa religius sekaligus nasionalis: pembacaan ayat suci Al-Qur’an, dilanjutkan lagu Indonesia Raya dan Mars STAINI yang dikumandangkan bersama para peserta. Rangkaian acara dipandu oleh MC Hafidz dan moderator Arya—dua mahasiswa aktif dari HMJ HKI yang sigap dan komunikatif dalam membawa suasana seminar tetap hidup dan fokus.

Tak seperti biasanya, opening speech disampaikan langsung oleh Wakil Ketua I, Ustadz Ali Mutakkin. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan pesan penting yang langsung menohok hati: “Kalau mau berhasil, harus serius dalam pendidikan. Manfaatkan seminar ini, bukan sekadar hadir, tapi bawa pulang ilmunya.”

Seminar kali ini terasa berbeda karena benar-benar menyentuh kebutuhan mahasiswa. Dua narasumber hadir menyampaikan materi yang relevan dan inspiratif. Ustad Aah menekankan bahwa beasiswa bukan sekadar bantuan finansial, melainkan tanggung jawab moral untuk menempuh pendidikan dengan sungguh-sungguh. Ia mengingatkan bahwa ilmu tak hanya membuka peluang, tetapi juga menjaga diri dari keburukan dan menjadikan seseorang mulia dalam pandangan masyarakat maupun agama.

Sementara itu, Ustad Muadib membahas bagaimana pesantren menjadi wadah penting dalam membentuk pemimpin yang jujur dan berkarakter. Menurutnya, kualitas kepemimpinan yang baik lahir dari nilai-nilai luhur seperti fathonah (cerdas), shiddiq (jujur), amanah (dapat dipercaya), dan tabligh (menyampaikan kebenaran). Ia juga menyampaikan bahwa perempuan pun layak memimpin, meski memiliki tanggung jawab biologis yang tidak ringan—namun itu bukan halangan, melainkan bentuk perjuangan tersendiri.

Meskipun sesi tanya jawab dibatasi, hanya satu penanya dari laki-laki dan satu dari perempuan, diskusi tetap terasa hidup dan menggugah. Menariknya, dalam pembahasan soal kepemimpinan, Ustadz Muadib menyampaikan bahwa perempuan juga layak jadi pemimpin asal mampu membagi waktu dan komitmen, karena perempuan punya tanggung jawab biologis yang juga berat seperti mengandung dan melahirkan. Tapi itu bukan penghalang, hanya tantangan.

Seluruh rangkaian acara digerakkan oleh HMJ HKI sebagai panitia inti, dengan dukungan dari DEMA dan HMJ jurusan lainnya. Kolaborasi ini membuat acara terasa milik bersama bukan sekadar kegiatan formal, tapi ruang untuk bertumbuh bareng.

00

Seminar hari Selasa ini berhasil membuktikan bahwa mahasiswa dan mahasantri STAINI bukan hanya siap bersaing di dunia akademik, tapi juga siap jadi pemimpin masa depan yang berintegritas, dengan bekal ilmu, pengalaman, dan semangat yang menyala.

By: Hazirin

Editor: Khoerul

Salam Redaksi

MENGGUGAH SPIRIT MAHASANTRI DI ERA DIGITAL:REFLEKSI DAN INOVASI DARI SEMINAR NASIONAL STAINI

WhatsApp Image 2025-06-20 at 21.14.50

Udara siang yang hangat di kampus STAINI tak mengendurkan semangat para mahasiswa dan mahasantri yang kembali memadati auditorium untuk mengikuti sesi lanjutan Seminar Nasional, Senin, 26 Mei 2025, pukul 14.30 WIB. Masih dalam semangat yang sama, kegiatan ini menjadi ruang diskusi yang membuka cakrawala berpikir mengenai peran generasi muda Islam di era digital, sekaligus menggali potensi kecerdasan buatan (AI) sebagai mitra belajar yang cerdas.

Seperti pada sesi sebelumnya, rangkaian kegiatan dimulai dengan khidmat: pembacaan ayat suci Al-Qur’an, dilanjutkan dengan lagu kebangsaan Indonesia Raya, dan kemudian Mars STAINI yang menggetarkan semangat seluruh peserta. Sekali lagi DEMA dan para HMJ PBA,HKI,dan IQT, kembali mengemban tanggung jawab sebagai penyelenggara kegiatan, dengan MC Saudara Evan yang memimpin acara dengan tenang, serta moderator Saudara Hafid yang mendampingi sesi pemaparan.

Tidak ada sambutan resmi dari pimpinan lembaga, namun kehadiran Wakil Presiden Mahasiswa, Pak Apriladi, sebagai peserta seminar menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremoni, melainkan ruang bersama untuk belajar dan berkembang—tanpa sekat antara mahasiswa dan pemimpinnya.

WhatsApp Image 2025-06-20 at 21.14.50 (1)

Dua narasumber dihadirkan untuk memperkaya perspektif peserta. Ustdzh Enog menyampaikan pentingnya peran mahasiswa dan mahasantri dalam menjaga nilai Islam moderat di tengah tantangan zaman. Di tengah pemaparannya, beliau menyelipkan pesan mendalam: “Jangan membahas masa depan kalau kalian malas. Hidup adalah perjalanan penuh ujian. Jadilah seperti pohon berbuah—dilempari batu, tapi membalas dengan buah.”

Selanjutnya, Ustdzh Nunung mengajak peserta memahami manfaat kecerdasan buatan (AI) dalam dunia pendidikan. Ia memaparkan secara ringkas bagaimana AI bisa digunakan secara efisien oleh mahasiswa, sambil tetap mengingatkan akan pentingnya etika dan kebijaksanaan dalam penggunaannya.

Berbeda dari sesi pagi, sesi siang ini tidak disertai dengan tanya jawab karena keterbatasan waktu. Namun hal tersebut tak mengurangi nilai dan kedalaman dari setiap paparan yang disampaikan. Para peserta tetap menyimak dengan penuh perhatian, membuktikan bahwa semangat belajar para mahasantri STAINI tak surut meski di bawah terik siang hari.

Melalui seminar ini, STAINI terus mengukuhkan peran mahasiswa dan mahasantrinya dalam dua hal besar: menjaga nilai-nilai keislaman yang inklusif, serta merespons kemajuan teknologi dengan cerdas dan etis. Ini bukan sekadar seminar, tapi bagian dari perjalanan membentuk generasi penerus yang tangguh, bijak, dan berdaya saing tinggi.

By: Hazirin

Editor: Khoerul

Salam Redaksi

Sekolah Pascasarjana UNJ Gelar PKM di Yayasan Al Ashriyyah Nurul Iman

USTZ9903

USTZ9991

Bogor, 15 Juni 2025 – Sekolah Pascasarjana Universitas Negeri Jakarta (UNJ) sukses melaksanakan kegiatan Pembukaan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di Yayasan Al Ashriyyah Nurul Iman Islamic Boarding School, Parung, Bogor. Kegiatan ini berlangsung pada tanggal 15 Juni 2025 serta diikuti oleh dosen, mahasiswa pascasarjana, serta sivitas akademika UNJ.

Acara pembukaan bertempat di masjid Toha komplek pondok putra nurul iman, serta dibuka secara resmi PKM Desa Binaan Sekolah Pascasarjana Universitas Negeri Jakarta oleh Pembina Yayasan Al Ashriyyah Nurul Iman dan Direktur SPs UNJ.

“Kami merasa terhormat dan terbantu. Ini adalah bentuk kepedulian perguruan tinggi terhadap penguatan mutu guru di lingkungan pondok pesantren,” ungkap Dr. Umi Waheeda.

Adapun kegiatan PKM terdiri atas 17 kali serangkaian sesi sebagai berikut :

  1. Pemberdayaan Pengetahuan Siswa Terkait Konservasi Air Dalam Rangka Menjaga Kelestarian Lingkungan
  2. Pendampingan Implementasi Deep Learning Bagi Guru SMA Nurul Iman Islamic Boarding School Kecamatan Parung Kabupaten Bogor
  3. Pendampingan Guru-Guru Sekolah Dasar Untuk Penerapan Digital Game-Based Education Untuk Peningkatan Motivasi Belajar Siswa
  4. Peningkatan Kompetensi Profesional Bagi Guru di Yayasan Al Ashriyyah Nurul Iman Dalam Pembelajaran Berdiferensiasi Pada Topik Lingkungan Hidup
  5. Pengembangan Industri Kreatif Berbasis Budaya Di Pesantren Al Ashriyyah Nurul Iman Islamic Boarding School
  6. Pelatihan Manajemen Edukasi Publik Menuju Smart People Pada Guru SMA Al-Ashriyyah Nurul Iman Di Kecamatan Parung Kabupaten Bogor Jawa Barat
  7. Workshop Penyusunan Dokumen Exel Data Kuantitatif Program Studi (LKPS) di STAI Nurul Iman Parung Bogor
  8. Membangun Kemandirian Ekonomi Santri : Pelatihan Pencatatan Dan Pelaporan Keuangan Untuk Bisnis Pesantren Yang Berdaya Saing Dan Berkelanjutan
  9. Pelatihan Business Model Canvas Sebagai Upaya Meningkatkan Intensi Berwirausaha Pada Santri Al Ashriyyah Nurul Iman Islamic Boarding School, Desa Waru Jaya. Parung, Bogor, Jawa Barat
  10. Pelatihan tentang penyusunan Dokumen Laporan Evaluasi Diri (LED) Program Studi pada STAI Nurul Iman Parung Bogor
  11. Pelatihan Pembuatan E Modul Ajar Teritegrasi Deep Learning Untuk Guru-Guru Di Yayasan Al Ashriyyah Nurul Iman Islamic Boarding School Desa Waru Jaya Kecamatan Parung Kabupaten Bogor Jawa Barat
  12. Pendampingan Penguatan Penelitian dan Publikasi Program Studi Pendidikan Bahasa Arab di Yayasan Al-Ashriyyah Nurul Iman Islamic Boarding School Bogor
  13. Sosialisasi Ppg Model Baru Untuk Guru-Guru Di Lingkungan Yayasan Al Ashriyah Islamic Boarding School, Kec. Parung-Bogor
  14. Permasalahan Senam Pencak Silat pada Siswa dan Siswi Pondok Pesantren
  15. Pendampingan Penyusunan Instrumen Mapel Terkalibrasi Untuk Bank Soal Aplikasi Adaptif Test Bagi Guru SMA Nurul Iman Islamic Boarding School Parung Kab. Bogor
  16. Pendampingan Guru Dalam Implementasi Pembelajaran Mendalam Pada Pendidikan Dasar Dan Menengah Di Yayasan Al Ashriyyah Nurul Iman Islamic Boarding School
  17. Transformasi Pembelajaran Anak Usia Dini : Pendampingan dan Pelatihan Inovatif Pembelajaran Berbasis Bermain untuk Guru TK di Parung, Jawa Barat

USTZ9997

Dari laman resmi UNJ Direktur SPs UNJ  Prof. Dedi Purwana kegiatan pengabdian masyarakat, merupakan bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi yang melekat dalam aktivitas dosen. Pada kesempatan ini, alhamdulillah tim dosen-dosen Sekolah Pascasarjana UNJ dapat kembali melakukan kegiatan pengabdian di Yayasan Al-Ashriyyah Nurul Iman Bogor. Pemilihan Yayasan Al-Ashriyyah Nurul Iman Bogor sebagai tempat pengabdian para dosen pengabdian masyarakat karena berbagai keunggulan dan kemandiriannya yang sangat luar biasa. Tentu kita para dosen di satu sisi dapat membagi pengetahuan dan ketrampilan untuk peningkatan kemampuan dan pengetahuan para guru di sini dan juga termasuk peserta didik, dan satu sisi dapat belajar juga pada pondok pesantren ini, khususnya tentang kewirausahaan sosial, ujar Prof. Dedi Purwana.

Kegiatan ditutup dengan penyerahan cenderamata dari Sekolah Pascasarjana UNJ kepada pihak Yayasan Al Ashriyyah Nurul Iman begitupun sebaliknya serta sesi foto bersama. Suasana penuh antusias dan kehangatan mewarnai keseluruhan kegiatan yang berlangsung dengan lancar.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan terjalin sinergi yang lebih erat antara dunia akademik dan lembaga pendidikan berbasis pesantren dalam mewujudkan SDM unggul, berkarakter, dan berdaya saing di era global.

By: Hazirin

Editor: Khoerul

Salam Redaksi

UKM Futsal STAI Nurul Iman Raih Juara 1 di Ajang Mahafest 2025

e

Bogor, 15 Juni 2025 — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Futsal STAI Nurul Iman dalam ajang Mahafest 2025, sebuah turnamen olahraga antarkampus yang diselenggarakan oleh STIS Al Wafa Bogor pada Jumat–Minggu, 13–15 Juni 2025.

Turnamen futsal ini diikuti oleh sejumlah perguruan tinggi ternama di Bogor, menjadikannya ajang kompetisi bergengsi tingkat mahasiswa. STAI Nurul Iman tergabung dalam Grup A, bersama dengan tuan rumah STIS Al Wafa, STEI SEBI, STIU Darul Hikmah, dan UIKA Bogor.

Dengan semangat juang tinggi dan permainan yang solid, STAI Nurul Iman tampil luar biasa dan menjadi juara grup tanpa terkalahkan sejak awal pertandingan. Konsistensi dan kekompakan tim membawa Nurul Iman melaju ke babak semifinal, menghadapi Perguruan Tinggi Al Hidayah. Pertandingan berlangsung ketat, namun Nurul Iman berhasil menang tipis dengan skor 2–1.

Di partai final, tim futsal STAI Nurul Iman berhadapan dengan Universitas Tazkia. Pertandingan berlangsung sangat sengit hingga harus ditentukan melalui adu penalti. Dengan mental yang kuat dan eksekusi yang matang, Nurul Iman berhasil menutup laga final dengan kemenangan dramatis 5–4 melalui adu penalti, sekaligus mengukuhkan diri sebagai Juara 1 Mahafest 2025.

“Ini adalah hasil dari kerja keras, disiplin, dan kekompakan seluruh tim. Terima kasih atas doa dan dukungan seluruh civitas akademika STAI Nurul Iman,” ungkap salah satu perwakilan tim futsal usai pertandingan.

Selamat kepada UKM Futsal STAI Nurul Iman atas prestasi gemilang ini! Semoga kemenangan ini menjadi motivasi untuk terus berprestasi dan mengharumkan nama almamater di ajang-ajang berikutnya.

Sebagai informasi, Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Nurul Iman merupakan perguruan tinggi swasta yang berada di daerah Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Perguruan Tinggi di bawah naungan Yayasan Al-Ashriyyah Nurul Iman Islamic Boarding School (YANIIBS) ini berdiri pada tahun 2005,Hingga kini, STAI Nurul Iman masih eksis di masyarakat dan pemerintah mengakuinya sebagai salah satu perguruan tinggi swasta di Indonesia.

Semua aktivitas proses pembelajaran dan praktikum terlaksana di kampus Jl. Nurul Iman No. 01 Ds. Warujaya Kec. Parung, Kab. Bogor, Jawa Barat

Istiwah dari STAI Nurul Iman melalui yayasan memiliki kebijakan bahwa pembiayaan di STAI Nurul Iman semua ditanggung oleh yayasan. Maksudnya, seluruh mahasiswa STAI Nurul Iman diberikan beasiswa full 100%, yang meliputi: biaya pendidikan, pembangunan, ujian, buku, asrama, dan makan.

Kebijkan pemberian beasiswa ini ditentukan melalui rapat bersama pimpinan Sekolah Tinggi dan pimpinan Yayasan Al Ashriyyah Nurul Iman.

 

MASTAMA STAINI 2025: Empat Hari Penuh Semangat Menyambut Mahasiswa Baru

WhatsApp Image 2025-06-20 at 21.11.44

Pada awal Juni 2025, Sekolah Tinggi Agama Islam Nurul Iman (STAINI) kembali menyelenggarakan kegiatan tahunan Masa Ta’aruf Mahasiswa (MASTAMA). Kegiatan ini berlangsung selama empat hari, mulai dari Minggu, 2 Juni hingga Kamis, 5 Juni 2025. MASTAMA bukan hanya sekadar agenda seremonial penyambutan mahasiswa baru, melainkan sebuah proses awal yang dirancang untuk memperkenalkan kehidupan kampus sekaligus menumbuhkan rasa tanggung jawab sebagai bagian dari keluarga besar STAINI.

Hari Pertama: Pembukaan dan Transisi Akademika Kegiatan dibuka pada hari Minggu pukul 14.00 WIB di Masjid Toha, yang menjadi titik awal pengenalan aturan dan agenda kegiatan. Suasana terasa hangat meski masih penuh tanda tanya di wajah para peserta. Paparan panitia menyampaikan bahwa MASTAMA ini akan diisi dengan berbagai kegiatan edukatif, spiritual, dan juga fisik yang mengasah kedisiplinan.

WhatsApp Image 2025-06-20 at 21.12.29

Senin pagi, 3 Juni, kegiatan dilanjutkan dengan Upacara Transisi Akademika yang cukup istimewa karena diikuti lintas jenjang dari SD, SMP, SMA, hingga mahasiswa STAINI. Setelah itu, mahasiswa baru diajak menyelami dunia akademik melalui pengenalan program studi, diawali dengan Prodi Ilmu al-Qur’an dan Tafsir (IQT) oleh Ustaz Mahmurudin dan Prodi Hukum Keluarga Islam (HKI) oleh Ustaz Gufron

WhatsApp Image 2025-06-20 at 21.11.44

Meski persiapan tak luput dari tantangan, kegiatan tetap berjalan lancar hingga siang hari. Pada sesi sore di Lapangan Kampus Biru, mahasiswa baru mulai merasakan atmosfer semi-militer. Menwa sebagai koordinator lapangan mengenalkan yel-yel, baris berbaris, pembagian kelompok, serta perlengkapan yang wajib dibawa keesokan harinya.

Hari Kedua: Keringat, Semangat, dan Spiritualitas Selasa pagi dimulai dengan senam bersama yang dipandu oleh Menwa, HMJ, dan DEMA. Sebelum senam, mahasiswa baru diberikan pengarahan dasar tentang baris-berbaris dan tata laporan. Suasana makin hangat saat senam dipandu oleh rekan-rekan mahasiswa baru sendiri—sebuah bentuk keberanian dan inisiatif yang diapresiasi.

 Kegiatan dilanjutkan dengan kajian tafsir oleh Abah di Masjid Toha. Setelah itu, mahasiswa diperkenalkan lebih dalam pada masing-masing program studi oleh para Kaprodi: Ustaz Nurkholis (IHA), Ustaz Satibi (PBA), dan Ustaz Mahbub (MPI). Tak hanya menyimak, peserta juga antusias berdiskusi.

Siang harinya, latihan lapangan kembali digelar. Meski terik matahari menyengat, semangat peserta tetap menyala. Karena hari berikutnya bertepatan dengan puasa Tarwiyah dan Arafah, latihan fisik ini menjadi sesi terakhir di lapangan

Hari Ketiga: Tantangan dan Konsistensi Rabu pagi diawali kembali dengan senam, meskipun sempat diwarnai beberapa kendala teknis. Namun, panitia tidak menyerah. Mereka tetap berusaha agar agenda tetap berjalan sebaik mungkin. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan tafsir dan pemetaan prodi melalui pengisian formulir yang telah disediakan. Sesi siang ditutup dengan briefing serta hiburan ringan dari panitia yang menambah suasana akrab dan menyenangkan.

 Hari Keempat: Penutup yang Penuh Pesan Kamis pagi, kegiatan senam kembali dilaksanakan. Setelahnya, mahasiswa baru mengikuti kajian dan kemudian memasuki sesi seleksi program studi untuk HKI dan MPI yang jumlah pendaftarnya cukup banyak tahun ini. Keseriusan dan semangat peserta menjadi sorotan positif dalam sesi ini.

 Puncaknya terjadi pada Kamis siang, saat closing ceremony digelar di Lapangan Kampus Biru. Acara ini dihadiri oleh Waket II dan III, yang dalam sambutannya menyampaikan pesan penuh motivasi. Meski kegiatan berlangsung di tengah ibadah puasa Arafah, mereka mengajak mahasiswa untuk tetap semangat dan menjadikan ini sebagai langkah awal yang berkah

Kegiatan diakhiri dengan momen mushafahah antara mahasiswa baru, panitia, dan para dosen, diiringi lagu “Darah Juang” dan “Buruh Tani” yang membawa suasana menjadi lebih reflektif dan menyentuh. Tidak ada tangisan berlebihan, tapi cukup untuk menyadarkan bahwa perjalanan ini baru saja dimulai.

Acara ditutup secara spiritual dengan pembacaan surah Al-Fatihah yang dipimpin oleh bagian kesiswaan, Pa Aan, dan ditutup bersama dengan hamdalah. Sebuah akhir yang sederhana, hangat, dan penuh makna.

 MASTAMA 2025 bukan sekadar program orientasi. Ia adalah ruang perkenalan, latihan semangat, dan pengalaman awal tentang dunia yang akan mahasiswa baru hadapi. Dari senam pagi hingga kajian tafsir, dari lapangan hingga masjid, dari teriakan yel-yel hingga hening doa penutup—semuanya menyatu dalam satu semangat: menjadi insan akademik yang kuat, siap belajar, dan siap berkontribusi.

By: Hazirin,

Editor: khoerul

Salam Redaksi