STAI Nurul Iman Parung Bogor dan USIM Malaysia Selenggarakan Webinar Internasional Bahas Child Marriage

IMG-20251223-WA0000

            Parung, Bogor — STAI Nurul Iman Parung Bogor bekerja sama dengan Universitas Sains Islam Malaysia (USIM) menyelenggarakan Webinar Internasional bertema “Child Marriage dalam Sistem Hukum: Perbandingan Indonesia–Malaysia” pada Senin, 15 Desember 2025. Kegiatan ini diikuti oleh dosen, mahasiswa, serta pemerhati hukum keluarga Islam dari Indonesia dan Malaysia.

Webinar internasional ini menghadirkan dua narasumber, yakni Dr. Abdul Aziz, M.A., MA.Hk dari STAI Nurul Iman Parung Bogor dan Prof. Madya Dr. Mualilim dari Universitas Sains Islam Malaysia (USIM). Kedua narasumber memaparkan perbandingan regulasi, praktik, serta tantangan penanganan perkawinan anak dalam sistem hukum di masing-masing negara.

            Dalam sambutan pembukaan, Ketua Program Studi Hukum Keluarga Islam (HKI) STAI Nurul Iman Parung Bogor, Dr. Can. Ghufron Maksum, menyampaikan bahwa gagasan penyelenggaraan webinar internasional ini merupakan inisiatif yang digagas oleh almarhum Dr. Ali Mutakin. Ia berharap kegiatan ini dapat menjadi ladang amal jariyah bagi almarhum atas dedikasi dan kontribusinya dalam pengembangan keilmuan dan jejaring akademik internasional.

Lebih lanjut disampaikan bahwa tema child marriage dipilih karena memiliki urgensi tinggi dalam konteks perlindungan anak dan penguatan hukum keluarga Islam. Melalui forum ini, peserta diharapkan memperoleh wawasan komparatif antara sistem hukum Indonesia dan Malaysia sebagai bahan refleksi dan pengembangan kebijakan hukum yang lebih berkeadilan.

Prof. Madya Dr. Mualilim dari Universitas Sains Islam Malaysia (USIM), dalam paparan materinya bahwa di malaysia bagi pasangan yang mau nikah harus ikut pelatihan selama beberapa pekan dan mendapatkan sertifikat dari pemerintah. Di malaysia minimal umur perkawinan yakni 16 Perempuan dan 18 Laki-laki. Pengajuan permohonan dispensasi nikah dibawah umur.

Islam itu utamakan mashlahah, ketika kebenarannya ada maka dispensasi pernikahan dini boleh ats izin. Di malaysia permohonan dispensasi nikah menurun.

Dr. Abdul Aziz, M.A.,MA.Hk memaparkan malaysia belum mengamandemenkan UU Pernikahan, Indonesia sudah mengamandemenkan UU perkawinan.

Kegiatan berlangsung dengan lancar dan interaktif, ditandai dengan sesi diskusi dan tanya jawab antara peserta mahasiswa Hukum keluarga S1 dan S2. Webinar ini menjadi bagian dari komitmen STAI Nurul Iman Parung Bogor dalam memperkuat kolaborasi akademik internasional serta meningkatkan kualitas kajian keilmuan di bidang hukum keluarga Islam.

 by: Redaksi
Publisher: Khoerul

DEMA STAI Nurul Iman Gelar LDKM 2025: Satu Pekan Pembinaan Kepemimpinan Mahasiswa yang Komprehensif dan Berkarakter.

IMG_1120

LDKM 2025 menghadirkan rangkaian materi intensif selama 1–7 Desember 2025 untuk membentuk pemimpin muda yang kompeten, berintegritas, dan berlandaskan nilai-nilai religius.

DEMA STAI Nurul Iman resmi memulai rangkaian Latihan Dasar Kepemimpinan Mahasiswa (LDKM) 2025 pada 1–7 Desember 2025. Kegiatan tahunan ini kembali menjadi momentum penting bagi mahasiswa yang tengah menapaki dunia organisasi. Selama satu minggu penuh, para peserta dibimbing, diarahkan, dan diperkaya dengan wawasan kepemimpinan yang tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga relevan dengan kebutuhan organisasi masa kini.

Tujuan utama LDKM tahun ini adalah membekali mahasiswa dengan fondasi kepemimpinan yang kuat: administrasi yang tertata, manajemen diri yang matang, sensitivitas sosial, etika yang kokoh, hingga pemahaman historis tentang peran mahasiswa. Seluruh materi dibawakan oleh dosen, praktisi, dan para demisioner yang telah terbukti kiprahnya dalam dunia kepemimpinan kampus.

Hari Pertama – Merapikan Fondasi Administrasi Organisasi

Rangkaian LDKM dibuka dengan materi “Korespondensi Organisasi” oleh Dr. Subaiki Ikhwan, M.Pd. Beliau mengajak peserta menyadari bahwa administrasi bukan sekadar urusan surat-menyurat, tetapi cerminan profesionalitas sebuah organisasi. Melalui contoh nyata dan penjelasan teknis, peserta diajak memahami cara menyusun dokumen resmi yang baik, menyampaikan laporan dengan bahasa akademik, hingga menjaga pola komunikasi administratif yang efektif. Sesi ini menjadi fondasi penting bagi peserta sebelum memasuki materi berikutnya.

Hari Kedua – Menguatkan Kendali Diri sebagai Pemimpin Mahasantri

Hari kedua diisi oleh Ust. Aah Sholahudin, M.Ag. dengan tema “Manajemen Diri Kepemimpinan Mahasantri”. Suasana kelas terasa hidup karena penyampaian materi yang interaktif. Peserta tidak hanya mendengarkan, tetapi ikut melakukan refleksi diri, mengenali pola kebiasaan, potensi, dan kelemahan yang memengaruhi gaya kepemimpinan mereka. Ust. Aah menekankan bahwa pemimpin yang baik harus mampu mengarahkan dirinya terlebih dahulu sebelum mengarahkan orang lain. Materi ini menjadi pengingat bagi peserta bahwa karakter dan disiplin diri adalah modal dasar kepemimpinan.

Hari Ketiga – Membaca Budaya Kampus Melalui Perspektif Antropologi

Pada hari ketiga, peserta diajak memahami dunia kampus melalui kacamata “Antropologi Kampus” bersama Alan Muhammad Taufik, S.Pd. Materi ini memberikan wawasan baru mengenai bagaimana nilai, norma, dan kebiasaan terbentuk dalam kehidupan akademik. Dengan bahasa yang ringan namun tajam, Alan membagikan pengalamannya selama aktif berorganisasi dan menunjukkan bagaimana pemahaman budaya kampus membantu seorang pemimpin mengambil keputusan yang tepat. Peserta diajak menyadari bahwa kepemimpinan tidak hanya soal teknis, tetapi juga soal membaca situasi sosial.

Hari Keempat – Melatih Ketajaman Dalam Membangun Relasi dan Diplomasi

Materi “Lobbying dan Networking” yang dibawakan Iip Saepul Anwar, S.H. pada hari keempat membuka wawasan peserta mengenai pentingnya jejaring dalam memperkuat daya gerak organisasi. Peserta belajar membuat komunikasi strategis, membangun hubungan yang sehat, serta menggunakan relasi secara profesional tanpa mengorbankan etika. Melalui studi kasus yang dihadirkan, peserta melihat langsung bagaimana diplomasi organisasi bekerja dalam situasi nyata. Sesi ini mempertegas bahwa jejaring yang tepat akan memperluas peluang dan memperkuat eksistensi organisasi.

Hari Kelima – Menanamkan Etika sebagai Napas Kepemimpinan

Hari kelima dipandu oleh Khoirul Fadli, seorang aktivis berpengalaman dan Koordinator Wilayah BEM Pesantren Jawa Barat–Banten. Dengan gaya penyampaian yang lugas, beliau menegaskan bahwa etika adalah fondasi utama yang menentukan kualitas seorang pemimpin. Kejujuran, transparansi, tanggung jawab sosial, dan komitmen pada norma akademik menjadi poin penting yang dibahas. Peserta dibuat memahami bahwa kemampuan intelektual dan retorika tidak akan berarti tanpa integritas moral yang kuat.

Hari Keenam – Memahami Peran Mahasiswa dari Perspektif Sejarah

Pada hari keenam, Aqsho Bintang Nusantara, S.A.P. mengajak peserta menelusuri perjalanan sejarah gerakan mahasiswa. Materi ini menghidupkan kembali kesadaran bahwa mahasiswa selalu memiliki peran strategis sebagai kekuatan moral dan agen perubahan. Aqsho menyoroti tantangan baru di era digital—mulai dari banjir informasi hingga polarisasi opini—yang menuntut pemimpin mahasiswa untuk adaptif, kritis, dan tetap memegang teguh idealisme.

Hari Ketujuh – Refleksi Bersama Para Demisioner

Penutupan LDKM diisi dengan sesi “Sharing Insight with Demisioner”, menghadirkan Ahmad Berizi, M.Pd., Riki Pratama, S.Pd., serta beberapa demisioner lainnya. Suasana forum berlangsung hangat dan penuh refleksi. Para narasumber berbagi pengalaman mereka saat memimpin organisasi, tantangan yang pernah dihadapi, serta nilai-nilai yang mereka pegang teguh sepanjang perjalanan kepemimpinan. Sesi ini menjadi ruang dialog lintas generasi yang memperkuat motivasi peserta untuk melanjutkan estafet kepemimpinan kampus.

IMG_1120 IMG_1129

Penutup

Seluruh rangkaian LDKM STAI Nurul Iman 2025 berjalan dengan baik dan memberikan dampak signifikan bagi peserta. Selama satu pekan, mahasiswa tidak hanya mendapatkan teori, tetapi juga ruang refleksi, pengalaman praktis, dan inspirasi dari para pemimpin sebelumnya. Melalui pembinaan yang komprehensif ini, diharapkan lahir pemimpin muda yang berdaya, adaptif, visioner, dan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai religius dalam setiap langkah pengabdiannya bagi organisasi dan masyarakat.

 

Kementerian Agama RI dan PTP UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Tinjau Pengelolaan Green Ekologi di Kampus Pesantren STAINI Nurul Iman

1

Parung, Ahad 16 November 2025 — STAI Nurul Iman kembali menjadi tuan rumah kunjungan resmi dari Kementerian Agama Republik Indonesia bersama Pusat Teknologi Pembelajaran (PTP) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Kunjungan ini diarahkan khusus untuk meninjau dan memperkuat program pengelolaan green ekologi di lingkungan kampus berbasis pesantren yang telah lama menjadi ciri khas STAINI.

Rombongan Kementerian Agama RI disambut hangat oleh Ketua STAINI Nurul Iman yakni Dr. Hj. Umi Waheeda, S.Psi, M.Si,   beserta jajaran pimpinan. Dalam paparannya, pihak kampus menyampaikan berbagai upaya yang telah dilakukan untuk mengintegrasikan prinsip-prinsip ekologi hijau dalam kehidupan akademik dan kepesantrenan, mulai dari pengelolaan sampah mandiri, penataan ruang terbuka hijau, pengembangan urban farming, hingga gerakan hemat energi di asrama dan ruang belajar.

Perwakilan Kementerian Agama RI memberikan apresiasi atas inovasi hijau yang dikembangkan STAINI, terutama karena berbasis pada kesadaran santri dan mahasiswa melalui pendekatan living eco-pesantren. Mereka menegaskan bahwa model seperti ini dapat menjadi rujukan bagi Perguruan Tinggi Keagamaan Islam lain dalam mewujudkan kampus yang ramah lingkungan, mandiri energi, dan selaras dengan nilai-nilai keislaman. Beliau Juga menyampaikan “Kami Belajar Pengabdian Dan Keikhlasan Dari Nurul Iman Juga Pengelolaan Ekologi Yang Manfaat Sesuai Dengan Jargon Kemenag RI.”

Sementara itu, tim PTP UIN Syarif Hidayatullah Jakarta meninjau potensi penerapan teknologi pembelajaran yang mendukung ekologi hijau, seperti sistem monitoring penggunaan energi, digitalisasi administrasi untuk mengurangi penggunaan kertas, serta inovasi media pembelajaran yang mengintegrasikan tema keberlanjutan. PTP juga membuka peluang kolaborasi dalam penguatan edukasi lingkungan melalui platform pembelajaran digital.

Ketua STAINI Nurul Iman, Dr. Hj. Umi Waheeda, S.Psi, M.Si, dalam sambutannya menyampaikan bahwa sistem pendidikan di Nurul Iman mempunyai program magang entrepreneurship bagi yang sudah selesai S1. “Yang ditinggalkan oleh Abah untuk Nurul Iman adalah wakaf, Kita mempunyai banyak aset seperti Sawah di Karawang, Kebun Kopi di Lampung, Tambang Batu Bara, Nikel dan juga Emas.” ujarnya.

10

Kegiatan diakhiri dengan peninjauan langsung ke area greenhouse, kebun produktif santri, fasilitas daur ulang internal, serta ruang eco-learning. Rombongan Kementerian Agama dan PTP UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menyampaikan komitmen untuk mendukung program berkelanjutan tersebut melalui pendampingan, kemitraan, dan peningkatan kapasitas.

Dengan adanya kunjungan ini, STAINI Nurul Iman semakin mantap meneguhkan diri sebagai kampus pesantren yang hijau, inovatif, dan berdaya saing dalam pembangunan pendidikan Islam yang berwawasan lingkungan.

By. Redaksi

PEMIRA STAI Nurul Iman 2025: Wujud Penguatan Tradisi Demokrasi Mahasiswa

IMG_2539

Parung–Bogor, 10 November 2025 — STAI Nurul Iman kembali menyelenggarakan Pemilihan Raya (PEMIRA) sebagai agenda tahunan dalam memilih Presiden Mahasiswa (Presma) dan Wakil Presiden Mahasiswa (Wapresma) Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA). Kegiatan demokrasi ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk menyalurkan aspirasi serta menentukan arah kepemimpinan organisasi kemahasiswaan pada periode mendatang.

Penyelenggaraan PEMIRA 2025 dilaksanakan setelah debat kandidat pada 5 November 2025, yang menjadi ruang adu gagasan antar-pasangan calon. Pada tahun ini terdapat dua pasangan calon yang resmi bertarung dalam kontestasi demokrasi kampus, yaitu:

  • Paslon 01: Muhamad Wildi Arifin (Presma) & Achsanul Mubarok (Wapresma)
  • Paslon 02: Nur Muhamad Abdillah (Presma) & Rahmat Kivlan Shadiq (Wapresma)

Kedua pasangan calon memaparkan visi, misi, serta program unggulan yang berorientasi pada penguatan kapasitas mahasiswa dalam aspek akademik, organisasi, dan pemberdayaan kampus.

PEMIRA melibatkan seluruh fakultas dan program studi yang ada di lingkungan STAI Nurul Iman, meliputi Pendidikan Bahasa Arab (PBA), Manajemen Pendidikan Islam (MPI), Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT), Ilmu Hadis, serta Hukum Keluarga Islam (HKI). Partisipasi penuh dari seluruh prodi menunjukkan bahwa demokrasi kampus merupakan agenda kolektif yang melibatkan seluruh unsur kemahasiswaan.

Mahasiswa mengikuti proses pemilihan dengan tertib tanpa mengganggu jalannya kegiatan belajar mengajar (KBM). Hal ini menunjukkan kedewasaan mahasiswa dalam menjaga etika berdemokrasi sekaligus memastikan kegiatan akademik tetap menjadi prioritas utama.

Pembukaan PEMIRA secara resmi dipimpin oleh Wakil Ketua III Bidang Kemahasiswaan, Ust. M. Abdul Jalil, M.Pd. Dalam sambutannya, beliau menegaskan pentingnya menumbuhkan tradisi demokrasi yang sehat di lingkungan perguruan tinggi. Menurutnya, demokrasi bukan hanya proses memilih pemimpin, tetapi juga ruang pembelajaran bagi mahasiswa untuk memahami nilai musyawarah, akuntabilitas, keterbukaan, serta penghargaan terhadap perbedaan pendapat.

Beliau menambahkan bahwa demokrasi yang dijalankan secara jujur dan transparan selaras dengan nilai-nilai keislaman yang diajarkan dalam berbagai literatur klasik maupun modern. Oleh karena itu, PEMIRA diharapkan dapat menjadi sarana pembentukan karakter dan kepemimpinan mahasiswa.

Penerapan demokrasi di lingkungan kampus memberikan banyak manfaat strategis, mulai dari melatih kemampuan mengambil keputusan kolektif, memahami perbedaan gagasan, meningkatkan keterampilan komunikasi politik, hingga memperkuat akuntabilitas pemimpin mahasiswa. Melalui PEMIRA, calon pemimpin mahasiswa belajar memikul tanggung jawab untuk menjalankan program yang telah dikampanyekan dan mempertanggungjawabkannya kepada publik.

PEMIRA STAI Nurul Iman 2025 menjadi bukti nyata bahwa demokrasi kampus dapat berjalan dengan tertib, partisipatif, dan edukatif. Selain menghasilkan pemimpin mahasiswa baru, kegiatan ini juga menjadi sarana pembelajaran politik bagi seluruh mahasiswa. Dengan senantiasa menjunjung prinsip demokrasi yang sehat, diharapkan kepemimpinan mahasiswa di STAI Nurul Iman semakin berkembang dan mampu memberikan kontribusi signifikan bagi penguatan budaya akademik, organisasi, serta kehidupan sosial kemahasiswaan di masa mendatang.

 IMG_2436

 2

1

Dua Paslon Presma DEMA STAI Nurul Iman Tampilkan Visi Misi dan Arah Baru Pergerakan Mahasiswa

2

Sekolah Tinggi Agama Islam Nurul Iman (STAI Nurul Iman) kembali menyelenggarakan agenda demokrasi tahunan untuk memilih Presiden Mahasiswa (Presma) periode 2025–2026. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 5 November 2025 dan menjadi momentum penting bagi mahasiswa dalam menentukan arah gerak organisasi kemahasiswaan satu tahun ke depan. Sebagaimana tradisi di berbagai perguruan tinggi lainnya, pergantian Presiden Mahasiswa bukan hanya sekadar rutinitas administratif, melainkan bagian dari pendidikan kepemimpinan, keterlibatan publik, serta pembentukan budaya demokrasi di lingkungan akademik.
Pada pemilihan tahun ini, terdapat dua pasangan calon yang telah resmi terdaftar. Pasangan calon nomor urut satu dipimpin oleh Muhamad Wildi Arifin dengan wakilnya Achsanul Mubarok. Sementara itu, pasangan nomor urut dua dipimpin oleh Nur Muhamad Abdillah bersama calon wakilnya Rahmat Kivlan Shadiq. Keduanya tampil dengan gaya penyampaian argumentasi yang sistematis, terukur, dan kondusif. Hal ini menunjukkan bahwa mahasiswa STAI Nurul Iman mampu menjadikan forum debat bukan sebagai arena konflik, melainkan ruang pertukaran gagasan yang santun dan produktif.1
Selama sesi debat berlangsung, masing-masing pasangan calon menyampaikan visi, misi, serta program strategis yang akan dijalankan apabila terpilih sebagai Presiden Mahasiswa. Kehadiran mahasiswa sebagai audiens memberikan atmosfer intelektual yang kuat. Tepuk tangan, apresiasi, maupun ekspresi kritis dari peserta menunjukkan bahwa minat terhadap dinamika organisasi mahasiswa cukup besar.
Tidak hanya mahasiswa, acara ini juga dihadiri oleh Wakil Ketua STAI Nurul Iman dan sejumlah dosen. Kehadiran unsur pimpinan kampus menunjukkan dukungan institusi terhadap proses demokrasi mahasiswa, sekaligus komitmen untuk memastikan organisasi kemahasiswaan tetap berada dalam jalur pembinaan moral dan intelektual.
Setiap pasangan calon membawa identitas gerakan yang tercermin dari tagline atau jargon yang mereka pilih. Pasangan nomor urut satu mengusung slogan “Bangkit, Berdaya, dan Berkarya.” Konsep ini menempatkan mahasiswa sekaligus mahasantri sebagai individu yang harus bangkit dengan paradigma baru, tidak menyerah pada keterbatasan yang ada. Kata berdaya menggambarkan komitmen pasangan calon ini dalam meningkatkan kemampuan kompetitif mahasiswa, baik dalam ranah akademik maupun non-akademik. Sementara itu, diksi berkarya menjadi penegasan bahwa aktivitas keilmuan dan pengembangan diri idealnya diwujudkan dalam bentuk kontribusi nyata yang dapat dilihat dan dirasakan.
3Di sisi lain, pasangan nomor urut dua mengusung tagline yang unik dan mudah diingat, yaitu “DAR, DER, DOR.” Secara konseptual, slogan ini memuat gagasan yang cukup mendalam. DAR diartikan sebagai Darurat Literasi. Menurut pasangan ini, kultur literasi di lingkungan kampus masih perlu diperkuat agar mahasiswa memiliki wawasan luas dan kemampuan analisis yang lebih baik. Selanjutnya, DER merupakan akronim dari kata Moderate, yang merujuk pada karakter mahasiswa STAI Nurul Iman sebagai mahasantri yang menjunjung keseimbangan antara pemikiran keagamaan dan kehidupan modern. Adapun unsur DOR diterjemahkan sebagai Dorongan Aksi, yang berarti bahwa gagasan tidak akan memberi dampak tanpa pelaksanaan nyata. Dalam sesinya, Nur Muhamad Abdillah menegaskan bahwa jika ketiga unsur ini berjalan beriringan, maka STAI Nurul Iman akan berkembang menjadi kampus maju dan lebih berdaya saing.
Debat ini mendapatkan respons positif dari jajaran pimpinan kampus. Para wakil ketua STAI Nurul Iman memberikan apresiasi atas suasana yang tertib, argumentatif, dan penuh etika. Menurut mereka, kegiatan seperti ini sangat penting karena menjadi ruang pembelajaran politik yang sehat bagi mahasiswa. Demokrasi kampus tidak hanya melatih mental kepemimpinan, tetapi juga menumbuhkan rasa tanggung jawab sosial dan akademik terhadap institusi.
Penutup dari kegiatan debat ini menghadirkan suasana penuh harapan. Terlepas dari siapa yang akhirnya terpilih, para mahasiswa dan pimpinan kampus menaruh ekspektasi besar agar Presiden Mahasiswa selanjutnya mampu memajukan organisasi, memperkuat budaya akademik, dan menghadirkan perubahan konstruktif. Dengan demikian, debat ini bukan hanya sekadar kompetisi ide semata, melainkan refleksi perjalanan STAI Nurul Iman menuju masa depan yang lebih progresif, inklusif, dan berdaya.

Penulis : Tim Redaksi Humas
Kategori : Kemahasiswaan & Organisasi

Monitoring dan Evaluasi Kopertais Wilayah II Jawa Barat di STAI Nurul Iman

1000844527

STAINI– Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Nurul Iman mendapat kunjungan resmi dari tim Monitoring dan Evaluasi (Monev) Kopertais Wilayah II Jawa Barat pada Selasa, 28 Oktober 2025. Kegiatan ini berlangsung di ruang 09 Kampus Biru dan dihadiri oleh jajaran pimpinan serta dosen STAI Nurul Iman.

Tim visitor dari Kopertais Wilayah II Jawa Barat terdiri atas Bapak Wildan Baihaqi, M.Ag., selaku Visitor 1, dan Bapak Mochammad Hilman Mujahid, S.E., selaku Visitor 2. Keduanya meninjau berbagai aspek penyelenggaraan akademik dan kelembagaan STAI Nurul Iman, termasuk pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi dan tata kelola administrasi kampus.

Dalam kegiatan tersebut turut hadir Senat STAI Nurul Iman, Dr.Hb. Idrus Al Haddar, ST.,M.M, beserta Wakil Ketua I Bidang Akademik Dr. Ali Mutakin,MA.Hk Wakil Ketua II Bidang Administrasi Dr. Subaiki Ikhwan, M.Pd serta dosen-dosen dari berbagai program studi. Suasana diskusi berlangsung hangat dan produktif, dengan fokus pada peningkatan mutu akademik dan profesionalisme tenaga pendidik.

Kegiatan Monev ini menjadi bagian penting dalam upaya menjaga kualitas pendidikan tinggi Islam di bawah naungan Kopertais Wilayah II Jawa Barat. Melalui kunjungan tersebut, diharapkan STAI Nurul Iman terus berkembang sebagai lembaga pendidikan yang unggul dalam mencetak generasi ilmuwan muslim yang berintegritas dan berwawasan luas.

STAI Nurul Iman Parung Bogor Jalin MoU Internasional dengan DMDI Thailand

IMG_0200

Parung, 27 Oktober 2025. Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Nurul Iman Parung Bogor kembali menunjukkan komitmennya dalam memperluas jejaring kerja sama internasional. Pada Senin, 27 Oktober 2025, kampus yang berada di bawah naungan Yayasan Al-Ashriyyah Nurul Iman ini resmi menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Dunia Melayu Dunia Islam (DMDI) Thailand. Kegiatan bersejarah tersebut berlangsung di Masjid Toha, kompleks Yayasan Al-Ashriyyah Nurul Iman, Parung, Bogor, dalam suasana penuh keakraban dan nuansa ukhuwah Islamiyah.

Penandatanganan MoU ini dihadiri langsung oleh jajaran pimpinan STAI Nurul Iman, perwakilan DMDI Thailand, Ustadz dan Ustadzah, serta para dosen dan mahasiswa. Dari pihak STAI Nurul Iman, hadir Ketua STAI Nurul Iman, para Wakil Ketua, serta sejumlah kepala program studi. Sementara dari pihak DMDI Thailand, hadir delegasi resmi yang dipimpin Dr. H. Kumajdi Jamirudeng ketua DMDI (Dunia Melayu Dunia Islam) Thailand beserta rombongan dan Dr.Abdulhafiz Hile ketua jaringan sekolah agama swastawilayah sepadan selatan Thailand.

Dalam sambutannya, Ketua STAI Nurul Iman Dr. Hj Umi Waheeda S.Psi., M.Si mengungkapkan  “Ahlan Wasahlan Dr. H. Kumajdi Jamirudeng dan Dr.Abdulhafiz Hile  beserta rombongan, berkunjung di nurul iman, tamu-tamu jauh dari negeri gajah putih bagian south thailand. Satu-satunya di dunia, hotel yang bernuansa islami hanya ada di thailand bagian selatan dengan nama Hotel HALAL” ujarnya.

Nurul Iman sekarang sering di datangi oleh tamu-tamu penting. Umi juga dengan senang hati jika ada murid-murid dari thailand ingin mondok di nuru iman.

Tidak mudah mendidik anak yang segini (santri) banyaknya. Abah dan Umi tidak menyerah, terus fastabiqul khairat.di Nurul Iman belajar Agama, umum dan wirausaha bussines enterpreunership, tujuan untuk apa ? agar Nurul iman tidak tanga di bawah. Abah melarang itu. “ ungkap Umi

Pembina Yayasan Al-Ashriyyah Nurul Iman sekaligus ketua STAI Nurul iman sebelum dalam sambutan hangat. menegaskan pentingnya sinergi antarnegara dalam membangun pendidikan karena “Pendidikan milik semua orang” tegasnya

Sementara itu, Ketua DMDI Thailand Dr. H. Kumajdi Jamirudeng mengungkapkan rasa bangganya dapat menjalin silaturahmi dan melakukan MoU dengan STAI Nurul Iman. Sangat kagum dengan jumlah produk wirausaha dan jumlah siswa 15 ribu santri,” tuturnya.

Sebelumnya para tamu diajak berkeliling melihat fasilitas milik pesantren khususnya ke tempat wirausaha yakni Pabrik Roti, Animasi, dan Parik Sendal. Kegiatan ditutup dengan doa bersama di Masjid Toha sebagai simbol persaudaraan dan harapan agar kerja sama ini membawa keberkahan bagi kedua lembaga.

Kedua belah pihak menandatangani dokumen resmi MoU disaksikan oleh seluruh peserta. Kerja sama ini berharap yayasan al ashriyyah nurul iman berkembang tiap tahunnya baik dari segi pendidikan, pesantren dan wirausahanya,

Usai penandatanganan, acara dilanjutkan dengan sesi ramah tamah antara delegasi DMDI Thailand dan civitas akademika STAI Nurul Iman dan penyerahan cindera mata.

STAI Nurul Iman Parung Bogor Jalin MoU Internasional dengan Nigeria 

NR_08151_1

Parung, Bogor – 25 Oktober 2025
Pada hari Sabtu, 25 Oktober 2025, STAI Nurul Iman Parung, Bogor menerima kunjungan khusus dari delegasi internasional yang berasal dari Yobe, Nigeria. Kunjungan tersebut merupakan bentuk silaturahmi sekaligus agenda resmi dengan tujuan untuk menjalin kerja sama pendidikan Islam yang tidak hanya fokus pada ilmu agama, tetapi juga lifeskill, sebagaimana konsep pendidikan terpadu yang diterapkan di STAI Nurul Iman.

Delegasi dari Yobe, Nigeria tersebut terdiri dari para tokoh lembaga pendidikan Islam, pemimpin komunitas, serta akademisi yang memiliki perhatian dalam penguatan pendidikan berbasis pesantren. Diantaranya: Assoc. Prof. Abba Idris Adam (Commissioner of Education), Dr. Bukar Aji Bukar (Perm. Sec. Ministry of Education), Umar Hassan Babayo (Perm. Sec. Ministry of Education), Prof. Adam Muhammad Mustapha (Chairman, Basic Education Board), Lawan Abba Shettima (Dir. Centre for Research in Qur’anic Studies), Umar Abubakar (Perm. Member, Hisbah Commission).

Kedatangan mereka disambut langsung oleh Pimpinan STAI Nurul Iman, Umi Waheeda binti H. Abdurrahman Sp.Si M.Si, bersama jajaran pengurus kampus, dewan dosen, serta para mahasiswa.

Kerja sama ini menjadi langkah strategis untuk mengembangkan jaringan internasional antar-lembaga pendidikan Islam, khususnya penelitian keislaman, peningkatan kualitas kurikulum, serta pemberdayaan ekonomi umat. STAI Nurul Iman yang dikenal sebagai lembaga pendidikan tinggi Islam mandiri dan berorientasi sosial memberikan peluang kolaborasi dalam bidang pemberdayaan masyarakat melalui usaha produktif kampus dan dakwah kemanusiaan.

Di STAI Nurul Iman, para tamu dipandu dengan tur area kampus untuk memperkenalkan sistem pendidikan terpadu yang mencakup pendidikan formal, diniyah, dan keterampilan di bidang wirausaha ekonomi syariah. Kegiatan dilanjutkan dengan acara penyambutan resmi bersama seluruh mahasiswa, dosen, dan civitas akademika di Masjid Toha.

Dalam acara tersebut, Yang Mulia Umi menyampaikan:

“And the students not only study academic, but also they are also focused in extra-curricular, because our principle here is that: healthy in mind, body, and soul. So we do that here.”

Umi menjelaskan secara detail tentang seluruh kegiatan yang ada di STAI Nurul Iman serta asal para mahasiswa yang bukan hanya dari Pulau Jawa, melainkan dari Papua hingga Aceh. Harapan Umi kepada para tamu hadirin ialah agar lembaga seperti STAI Nurul Iman, yang memiliki sistem mengintegrasikan ilmu Islam, pendidikan Barat, dan bisnis, dapat didirikan di negara Nigeria maupun negara-negara lainnya.

Sebagaimana disampaikan Umi dalam sambutannya — yang juga pernah beliau ungkapkan kepada para akademisi non-muslim saat diundang ke Michigan, Amerika Serikat, untuk membahas proyek sekolah Islam:

“Why don’t you have a boarding school? Whatever faith. I don’t care. Be it Islamic, Christian, Jewish, Confucianism, Buddhism, Taoism, I don’t care. But the boarding school has to be like Al-Ashriyyah Nurul Iman, integrate the knowledge, the faith-based knowledge, with the Western education and life skills.”

Umi menegaskan bahwa pendidikan di STAI Nurul Iman tidak dibangun untuk melahirkan tangan yang mengemis, tetapi untuk membentuk tangan yang berkuasa — menjadi orang-orang alim dan kaya, seperti Sayyidah Khadijah Al-Kubra dan Sayyidina Utsman bin Affan.

Dengan terjalinnya kesepakatan kerja sama ini, STAI Nurul Iman dan delegasi pendidikan dari Yobe, Nigeria berharap dapat saling menguatkan dalam membangun generasi Muslim yang berakhlak, berilmu, dan berdaya guna bagi masyarakat dunia.

Semoga silaturrahmi dan kolaborasi ini senantiasa mendapat ridha Allah SWT, menjadi langkah awal dari berbagai program kebaikan yang berkelanjutan, serta menjadi inspirasi bagi lembaga-lembaga pendidikan Islam lainnya untuk terus berkembang dan bersinergi demi kemajuan umat.

Aamiin Ya Rabbal ‘Alamiin.

by: KR

Umi Waheeda Menjadi Pembicara pada 4th Indonesia Conference on Women and Sharia Community Empowerment (ICWSCE) dan 7th International Halal Lifestyle Conference (INHALIFE)

Dr.Hj. Umi Waheeda binti H. Abdul Rahman, S.Psi., M.Si 

Jakarta, 8–12 Oktober 2025 — Sekolah Tinggi Agama Islam Nurul Iman (STAINI) kembali menunjukkan kiprahnya di tingkat nasional melalui keikutsertaan Dr.Hj. Umi Waheeda binti H. Abdul Rahman, S.Psi., M.Si  selaku Ketua STAI Nurul Iman, sebagai salah satu pembicara dalam ajang bergengsi 4th Indonesia Conference on Women and Sharia Community Empowerment (ICWSCE) yang digelar bersamaan dengan 7th International Halal Lifestyle Conference (INHALIFE) dan IN2MOTIONFEST (Indonesia International Modest Fashion Festival) di JIEXPO Convention Centre & Theater, Jakarta.

Acara yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia, bekerja sama dengan Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS), Indonesia Halal Lifestyle Center (IHLC), dan Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF) ini mengusung tema besar “Collaboration to Connect Muslim Women, Halal Businesses, and the Global Market.”

WhatsApp Image 2025-10-11 at 16.36.21 (1)Dalam sesi “Women’s Empowerment and Halal Lifestyle Business Session”, Umi Waheeda menyampaikan pandangan inspiratif mengenai peran strategis perempuan dalam membangun ekonomi umat melalui gaya hidup halal dan pemberdayaan berbasis nilai-nilai Islam. Beliau menegaskan bahwa perempuan memiliki potensi besar dalam memperkuat sektor ekonomi halal, baik di tingkat lokal maupun global, melalui inovasi, spiritualitas, dan kemandirian usaha yang berlandaskan prinsip syariah.

“Lembaga pendidikan Islam, termasuk perguruan tinggi, harus menjadi pusat pemberdayaan umat — tempat lahirnya generasi yang tidak hanya berakhlak, tetapi juga produktif dan mandiri. Dengan semangat kolaborasi dan prinsip halal, kita dapat membawa perubahan nyata bagi masyarakat,” ujar Umi Waheeda dalam paparannya.

Selain sesi diskusi dan seminar, kegiatan ini juga menampilkan pameran produk halal, modest fashion show, serta forum bisnis halal yang mempertemukan pelaku industri halal dari berbagai negara.

Selama lima hari penuh, kegiatan ini turut dimeriahkan oleh kehadiran mahasiswa dan mahasiswi STAI Nurul Iman, yang mengikuti berbagai rangkaian acara dengan penuh antusiasme. Para mahasiswa terlibat aktif dalam forum edukatif dan pameran, guna menambah wawasan serta pengalaman di bidang kewirausahaan, ekonomi syariah, dan gaya hidup halal.

Partisipasi mahasiswa STAI Nurul Iman dalam kegiatan berskala internasional ini menjadi bukti komitmen kampus dalam mencetak generasi muda Islam yang unggul, berjiwa kepemimpinan, dan siap berkontribusi dalam pengembangan ekosistem halal nasional maupun global.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan terjalin sinergi yang berkelanjutan antara dunia akademik, pemerintah, dan pelaku usaha dalam mewujudkan Indonesia sebagai pusat ekonomi dan gaya hidup halal dunia.WhatsApp Image 2025-10-11 at 16.21.04

Wawan Saputra STAINI Atlet Taekwondo Jawa Barat Raih Emas di PON Bela Diri Kudus 2025

WhatsApp Image 2025-10-16 at 08.40.36 (1)

STAINI, 16 Oktober 2025 — Prestasi gemilang kembali ditorehkan oleh Wawan Saputra, mahasiswa Hukum keluarga Islam STAI Nurul Iman Parung Bogor sekaligus atlet Taekwondo andalan kontingen Jawa Barat, yang berhasil meraih medali emas (Juara 1) pada ajang PON Bela Diri 2025 yang digelar di Kudus, Jawa Tengah.

Dalam pertandingan final yang berlangsung sengit atlit taekwons freestyle, Wawan menunjukkan performa terbaiknya dengan teknik dan strategi yang matang. Keberhasilannya menaklukkan lawan dari DKI Jakarta di babak final membawa nama Jawa Barat bertengger di posisi tertinggi podium kehormatan.

Kemenangan ini menjadi bukti nyata bahwa mahasiswa STAINI mampu berprestasi tidak hanya di bidang akademik, tetapi juga olahraga. Wawan tampil penuh semangat membawa nama baik kampus dan daerahnya.

Alhamdulillah, ini semua berkat doa dan dukungan keluarga, pelatih, serta teman-teman kampus. Saya persembahkan kemenangan ini untuk Jawa Barat dan STAINI,” ujar Wawan usai menerima medali emas di podium.

Ajang PON Bela Diri Kudus 2025 sendiri diikuti oleh ratusan atlet dari berbagai provinsi di Indonesia. Kompetisi ini menjadi wadah penting dalam menjaring bibit-bibit unggul bela diri yang akan mewakili Indonesia di kancah internasional.

Dengan capaian ini, Wawan menambah daftar panjang atlet muda berprestasi asal STAINI yang mampu mengharumkan nama daerah dan kampus di tingkat nasional.